My Authors
Read all threads
Hubungan @nahdlatululama dg kalangan habaib sering kali dibenturkan oleh oknum yg tak menghendaki persatuan umat Islam yg rahmatan lil alamin. Oknum2 itu, tak sadar sejarah. Antara NU & kalangan habaib ini bagai 2 sisi mata uang. Tak terpisahkan.

Sebuah utas

@NUgarislucu
Hubungan NU dengan kalangan habaib tersebut dapat kita telusuri dalam hubungannya dengan Rabithah Alawiyah, sebuah organisasi yg menaungi para habib di Nusantara.

@Mahya_Official @Husen_Jafar
NU yg berdiri pd 31 Januari 1926 adl saudara tua dari Rabithah Alawiyah. Perkumpulan yang awalnya bernama "Arrabitatoel Alawijah itu", baru muncul di penghujung 1927 & mendapatkan legalitas "rechtspersoon" dari Pemerintah Kolonial pd 27 Desember 1928 dg nama Rabithah Alawiyah.
Persamaan visi di antara Nahdlatul Ulama dengan Rabithah Alawiyah dalam mensyiarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah, membuat dua organisasi ini berjalan beriringan. Lebih-lebih NU memberikan penghormatan yang tinggi terhadap para zurriyah Nabi. Makin eratlah.

@abubakarsegaf
Kesehatan keduanya terlihat sejak awal. Fakta sejarah pertemuan formal dua organisasi ini terjadi pada Jumat 13 Rabiul Tsani 1347 H atau sekitar September 1928 M. Sebagaimana terekam pada Majalah Swara Nahdlatoel Oelama (SNO) edisi No.2 Safar 1347 H Tahun Kedua.

@pekerjamuseum
pertemuan tersebut dilakukan di Kantor PBNU (dulu disebut Hoofdbestuur NO/ HBNO) di Bubutan, Surabaya. Hadir belasan habaib yang menjadi pengurus Rabithah Alawiyah pada pertemuan tersebut.

@Netizen_NUjatim
Di antaranya adalah Sayyid Alwi bin Thohir al-Haddad dari Bogor (Gambar) yang merupakan pengawas dari Rabithah Alawiyah. Hadir juga Syekh Abdurrahman bin Umar Jawaz dari Betawi dan Sayyid Alwi bin Muhammad al-Mukhdar dari Bondowoso beserta belasan habaib lainnya dari Surabaya.
Sementara itu, dari pengurus NU sendiri ada 18 kiai yang menyambutnya. Di antaranya adalah KH. Abdul Wahab Chasbullah, KH. Mas Alwi bin Abdul Aziz (Gambar) dan Kiai Abdul Shiddiq dari Surabaya.

@Netizen_NU
Kiai Wahab selaku tuan rumah menyambut gembira atas kedatangan para pengurus Rabithah Alawiyah tersebut. Kedatangan para "saddatunal alawiyin" merupakan anugerah dari Allah yang patut disyukuri. Pada kesempatan itu pula, Kiai Wahab memaparkan tentang tujuan dan kiprah NU
Hal yang sama juga dilakukan oleh perwakilan Rabithah Alawiyah. Sayyid Alwi bin Thohir mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh NU seraya memaparkan maksud dan tujuan dari rabithah tersebut didirikan.
Seusai sambutan pembukaan resmi tersebut, dilanjutkan dengan musyawarah kedua belah pihak. Membincang berbagai kesepakatan antara NU dan Rabithah Alawiyah. Sayangnya, dalam pemberitaan SNO tersebut, tak dikupas secara detail apa pembicaraan dua organisasi Islam asli Nusantara itu
Hanya ada headline saja yang dimuat. Yang pertama tertulis sebagai berikut:

...كدادوسان ايجاب قبول باب فرسامبوغان ايفون ر.ع [رابطة العلوية] كليان ن.ع [نهضة العلماء] اغدالم حال تولوغ تينولوغ اغدالم غوفادوس كالرسان واه هامبوجالي كالفاتن كغ سارانا ممبيلا مذهب....

Bisa baca?
Berikut transliterasinya:

[...kedadusan ijab qabul bab persambunganipun R.A (Rabithah Alawiyah - pen) kaliyan N.U (Nahdlatul Ulama - pen) ing dalem hal tulung tinulung ing dalem ngupadus kaleresan wah hambucali kalepatan kang sarana membela madzhab....]

Faham maksudnya?
Adapun artinya kurang lebih demikian:

"...telah terjadi kesepakatan (ijab qabul) tentang persambungan antara Rabithah Alawiyah dengan Nahdlatul Ulama di dalam tolong menolong untuk mengusahakan kebenaran dan menghilangkan kekeliruan dengan sarana membela madzhab..."
Kesepakatan tersebut, tentu sangat rasional mengingat peran NU yg getol melawan propaganda kelompok anti-madzhab yg kerap membid'ahkan, bahkan mengkafirkan amaliah Islam Aswaja. Dimana, amaliah tersebut, baik yang dipraktikan oleh para kiai maupun habaib, tak ada beda satu pun.
Seiring waktu, kesepakatan tersebut terus dijunjung tinggi. Baik oleh NU maupun oleh Rabithah Alawiyah. Kerjasama keduanya dalam mensyiarkan Islam Aswaja juga dikembangkan dalam berbagai lini. Tak terkecuali dalam mempertahankan NKRI. Keduanya jg saling menguatkan satu sama lain.
Mari berkirim doa untuk para muassis NU dan muassis Rabithah Alawiyah, semoga kesepakatan para pendahulu dan harmonisnya hubungan kedua organisasi ini tak terputus oleh apapun. Al-Fatimah...

@ifalatas
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with Komunitas Pegon

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!