My Authors
Read all threads
DONGENG SEBELUM TIDUR

"The Power of Orang Dalam"

Punya banyak relasi orang penting tidak dipungkiri merupakan sebuah competitive advantages yg tidak dimiliki semua orang.

Namun taukah Anda kalo kekuatan orang dalam ini ternyata bagaikan pisau bermata dua?
Punya relasi orang dalam memudahkan banyak segala urusan kehidupan kita. Terutama konteksnya saat kita mencari pekerjaan.

Ketika yg lain harus ikut prosedur formal mulai setor cv, psikotes, lanjut interview, nego gaji, dll.

Anda bisa melangkah masuk hanya krna kenal si A.
It does sounds good and easy, right??

Dalam tulisan kali ini, saya coba memberikan sudut pandang lain bahwa masuk via orang dalam tetap membawa konsekuensi tersendiri, yg mungkin belum banyak Anda sadari.

Akan kujelaskan dalam bentuk ilustrasi cerita ya 😁
Sebut aja namanya Erik, freshgrad salah satu kampus terbaik di Indonesia. Erik meminta papanya untuk kontak salah satu saudaranya yg jd General Manager pabrik di bidang food and beverages.

Krna Erik sejak awal tertarik kerja di industri Fast Moving Manufacturing Goods.
Papanya setuju dan kontak pak Dedik, GM pabrik Food and Beverages (F&B) tersebut.

Seminggu kemudian, pak Dedik menghubungi Erik dan beliau minta Erik datang ke pabrik sambil siapin lampiran CV dan berkas yg diperlukan lainnya, sekalian diperkenalkan sebagai karyawan baru.
Erik heran kenapa tiba2 langsung diperkenalkan sbg karyawan baru. Karna pikirnya dia tetep harus jalani prosedur seleksi dulu meskipun mungkin itu sebatas formalitas.

Pak Dedik bilang itu kelamaan dan emang lagi ada posisi kosong krna kontrak karyawan lama ndak diperpanjang.
Senin pagi Erik datang ke pabrik dan dipertemukan dengan personil HRD. Pihak HRD melakukan briefing singkat ttg corporate culture, hak karyawan, dan tawaran gaji yg akan diberikan.

Setelah itu Erik diarahkan ke ruang GM, yaitu ruangan milik pak Dedik.
Pak Dedik memperkenalkan Dedik dengan Kevin, kepala departemen logistik, yg nanti akan jadi atasannya.

Meskipun pak Dedik ndak memperkenalkan Erik sbg saudaranya, cuman Kevin udah tau karna desas-desus kantor beredar dengan cepat. Tau sendiri lah ya. Dinding aja bs ngomong :)))
Kevin memperkenalkan Erik kepada tim logistik lainnya. Dijelaskan apa job descriptionnya. Dan kepada siapa aja dia harus berkoordinasi nantinya.

Tim logistik menerima Erik dengan baik dan meminta Erik jangan ragu buat bertanya kalo ada yg ndak dipahami.
Singkat cerita, Erik merasa kesulitan beradaptasi sama work pressure perusahaan. Berkali-kali data yg dia kerjakan salah. Dunia kerja ternyata ndak semudah yg dia bayangkan saat kuliah.

Tim logistik lainnya mulai gusar. Krna kesalahan Erik ini berimbas pada work process lainnya.
Kevin meminta Erik datang ke ruangannya. Kevin menjelaskan kalo Erik ndak bisa terus menerus kerjanya salah. Satu-dua kali mungkin masih oke.

Tapi kalo berulang kali dan hampir tiap hari, itu malah menyusahkan yg lainnya. Krna kalo data awal salah, yg belakang bakal berantakan.
Karna merasa dirinya lulusan dari kampus top, egonya tergores ketika dikritik tadi. Erik merasa timnya ndak banyak membantu dia.

Namun, Kevin berpendapat bahwa Erik yg harus lebih ngambil inisiatif untuk berdialog. Ndak bisa mengharapkan orang lain terus menuntun langkah kita.
Kevin mengumpulkan semua timnya dan meminta Erik untuk lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan berkoordinasi.

Dan Kevin juga meminta timnya untuk sama2 profesional. Sama2 saling bantu. Gimanapun Erik juga anak baru. Gak bs langsung dilepas sendiri. Jadi jangan pelit berbagi ilmu.
Keesokan paginya, tiba2 Kevin dipanggil Pak Dedik. Dengan sedikit nada tinggi, pak Dedik negur Kevin dan timnya yg dianggap menyudutkan Erik.

Kevin yg merasa sudah coba bersikap fair, merasa tersinggung. Dia balik mengatakan kalo selama ini justru Erik yg ga bs perform.
Kevin melakukan konfrontasi dengan Erik. Apakah pak Dedik tiba2 marah ke dia krna persoalan kemarin?

Setelah terus didesak, akhirnya Erik mengakui kalo dirinya bicara soal itu ke pak Dedik. Kevin dengan menyatakan meski Erik masuk via orang dalam, bukan brarti bs seenaknya gitu.
Sejak itu hubungan Erik dan tim Logistik lainnya mulai renggang. Mereka menilai Erik susah diajak kerjasama dan ruwet sendiri.
Dan Erik juga keukeuh kalo mereka lah yg semaunya sendiri.

Pak Dedik pun mulai negur Erik krna ya lama-lama gak enak juga ribut terus sama orang kantor.
Beberapa bulan kemudian, karna suatu masalah, Direksi perusahaan memberhentikan pak Dedik. Komando perusahaan di take over direksi sementara sampe ada GM baru masuk.

Keluarnya pak Dedik membawa masalah baru bagi Erik. Orang yg selama ini selalu back up dia udah pergi.
Dan benar saja. Keluarnya pak Dedik dianggap sbg ajang "balas dendam" bagi Kevin dan tim logistiknya. Erik bener2 udah kayak dikerjain.

Tiba2 Kevin mengutus Erik untuk dinas keluar pulau. Mantau pergerakan stock macet di depo-depo. Dimana ini bukan termasuk job desc biasanya.
Perlakuan rekan kerjanya sampe pada titik batas kesabaran Erik. Akhirnya dia memutuskan resign dari perusahaan.

Kevin dengan senang hati melepasnya. Toh emang sejak awal Kevin gak pernah milih dia. Apalagi keluarnya Erik bikin suasana timnya jadi kondusif lagi.
Moral of the story kisah ini adalah.... Masuk via orang dalam juga membawa konsekuensi dan tanggungjawab tersendiri.

Masuk via orang dalam bukan hanya soal membuktikan kapasitas diri Anda kalo emang mampu. Tapi juga menjaga nama baik orang yg membawa Anda masuk.
Selain itu, jangan pernah merasa lebih tinggi dari orang lain hanya krna orang yg membawa Anda masuk punya jabatan penting.

Krna begitu orang itu resign atau diberhentikan, Anda gak punya lagi back up dan bakal jd target pembalasan orang2 yg udah kesel banget pada Anda.
Seperti halnya IPK yg hanya mengantar Anda pada seleksi administratif dan interview, masuk via orang dalam juga sama.

Ia hanya mengantarkanmu sampe pintu masuk. Selebihnya, kapabilitas, attitude, dan kemampuan adaptasi Anda yg akan menentukan.
Kawan.. Selalu ingat bahwa ndak ada yg abadi. Termasuk jabatan dan orang2 yg melindungi Anda.

Meskipun dunia ini ndak adil, tetaplah berusaha untuk terus berbuat baik. Agar kelak urusan kehidupan Anda juga dipermudah orang lain.

Panjang umur perjuangan. 🔥

Selamat malam.
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Keep Current with Widas 🐊

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!