Seperti janji mimin kemarin , sekarang kami akan membahas tentang mengapa WORLD GOVERMENT di serial One Piece harusnya belajar dari kerajaan SRIWIJAYA.
- A Thread -
Bagi pecinta Manga / Anime One Piece kita tahu bahwa antagonis dr serial tersebut adalah organisasi yg disebut World Goverment yg memakai MARINE untuk memburu para bajak laut.
dengan tidak mengurangi rasa hormat yg tinggi terhadap Eichiiro Oda , ide sistem pemerintahan yg World Govt gagas dengan menggunakan MARINE utk memburu bajak laut pernah digunakan oleh kerajaan Sriwijaya di abad ke 10 dengan taktik diplomasi yang berbeda, dan berhasil.
tapi sebelum membahas itu memang perlu dipahami 2 konteks penting.
1. Sistem currency dan perdagangan di semesta one piece berbeda dengan semesta kita.
2. Luas kekuasaan dan pengaruh World Goverment dengan Sriwijaya ( walaupun di masa itu Sriwijaya penguasa lautan ASEAN )
Baik kita mulai ya.
di abad ke 10 perdagangan Jalur Sutra mengalami pergeseran, ada jalur baru yang lebih cepat dan lebih luas dengan menggunakan sarana Perkapalan atau Maritim.
Rute Maritim jalur Sutra kemudian disebut dengan "Spice Road" atau jalur rempah.
Jalur ini membentang 15.000 kilometer.
Dari pantai barat Jepang, melewati pantai China, melalui Asia Tenggara, dan India untuk mencapai Timur Tengah dan seterusnya ke Mediterania.
Penamaan sebuah jalur dinamai sesuai dengan dominasi komoditas yg diperdagangkan.
Jalur sutra sudah mendominasi daratan sejak 206 sebelum masehi
sedangkan jalur rempah ini dinamakan karena yang menguasai jalur perdagangan maritim tersebut adalah sebuah kerajaan Nusantara bernama Sriwijaya.
Sriwijaya memiliki berbagai syarat yg dibutuhkan untuk dominasi perairan.
Angkatan perang ✔️
Monopoli politik maritim ✔️
Jaminan keselamatan
negara pembeli produk mereka ✔️
Point terakhir ini yang membuat Sriwijaya disegani dan dihormati bangsa2 dan para pedagang dunia.
karena Sriwijaya bisa menjamin keselamatan klien mereka tidak hanya saat di dalam wilayah kekuasaan , namun bahkan sampai tiba di negara tujuan.
bahkan dari bajak laut sekalipun.
Kenapa bajak laut tidak menjadi masalah?
karena Bajak Laut dan Angkatan lait bersinergi untuk menjamin keamanan laut.
bajak laut mendapatkan komisi yang cukup tinggi dalam hal pengawalan klien, sedangkan Angkatan laut sudah digaji oleh negara.
pada saat negara yang akan berbisnis datang akan dihadang oleh angkatan laut di perbatasan perbatasan maritim.
di cek , diperiksa , jika sudah menjadi pelanggan langsung bisa di "escort" masuk ke dalam wilayah Sriwijaya oleh "divisi perpanjang tangan maritim" sampai sepulangnya
klien utama dan partner bisnis langganan Sriwijaya adalah Tiongkok, dengan sistem yg tepat dari Raja.
Para Bajak Laut sendiri yg akan mengamankan ekosistem mereka agar jumlah bajak laut tidak bertambah atau berkurang karena diatur oleh negara.
kekuasaan Sriwijaya membentang dan termahsyur di dunia hingga banyak negara menyebutnya dengan nama berbeda2.
Tiongkok menyebutnya San-fo-ts'i
Dalam Sankrit atau Pali Yavadesh
Arab menyebutnya Zabaj
dan Khmer menyebutnya Malayu
Angkatan laut hanya menjaga perbatasan dan berperang jika ditugaskan.
Sedangkan Bajak Laut untuk memastikan agar mereka semua tetap bisa makan, mereka saling menjaga wilayah mereka dan membantu Angkatan Laut.
peperangan antar bajak laut adalah hal biasa.
Namun selama tidak mempengaruhi geopolitis dan ekonomi Sriwijaya akan dibiarkan.
biar diselesaikan sesuai kode etik masing2 bajak laut.
resiko negara bahari adalah laut yang sibuk.
Jika saja World goverment tidak terlalu strict dan rakus , serta memiliki pembagian hasil yg adil.
maka para Bajak Laut bisa menjadi aset dalam perdagangan global mereka seperti yg dilakukan Kerajaan Sriwijaya.
itu tadi sedikit ttg WORLD GOVERMENT One Piece dan Sriwijaya.
mimin pamit dulu.
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
Yak kita mulai #FanDirector versi gue, sesuai opini gue pribadi
GODAM & TIRA adalah slaah satu proyek hebat dari banyak list film JSB. Gue tertarik ketika membaca karakter Awang di komik dan di film. Keduanya mungkin akan berbeda tapi siapa yang tau?
sebuah utas—
Ya, benar. Ketika gue melihat Awang di film, kesan yang gue dapet dia orangnya dingin kalem dan judes banget. Berbeda dengan versi komik yang mana sangat humoris, friendly, ya tentunya males berpikir panjang.
Sempet terpikir di gue apakah sifat Awang nantinya akan berubah?
Bila "Iya", mungkin dia akan mirip dengan watak original komiknya sebagai supir bus yang berantakan dan tentunya telah bisa menerima kerasnya kehidupan dengan sebuah senyuman.
Dan cerita akan sedikit ceria. Tidak kaku tapi mengalir.
Kenapa Sri Asih hanya beraksi sekali di film Gundala? Padahal sebagai Adisatria terkuat di JSB, dia bahkan bisa dengan sangat mudah menghancurkan satu kelompok seorang diri.
sebuah utas—
Kita mulai #teorisotoy gue dengan membahas peran Sri Asih di film Gundala.
Dari keseluruhan film, Sri Asih hanya muncul 2 kali dengan pergerakan tenaga cukup sekali saja. Cukup disayangkan tapi patut tetap keren!