— Mayapraja, adalah dimensi para Deiva/Dewa. Sesuai ilustrasinya, negeri ini seperti kota di atas Awan.
Hal semacam ini sering menyimbolkan tempat para Dewa, yang di beberapa literatur disebutkan mereka hidup langit.
– Madyapraja, adalah tempat paling kotor dan penuh dosa layaknya neraka. seperti namanya, mereka berada di tengah antara dua dimensi. Yang pasti mereka adalah entitas penentang kebaikan.
Dimensi ini adalah rumah bagi Durbiksa dan Raksesi.
– Marcapraja, ini adalah dunia kita. Manusia. Diantara dua dimensi itu, manusia adalah kelompok paling lemah dan paling rentan.
2. Inilah yang menjadi alasan W.O.A (Wing of Angels) didirikan. Dengan cabang G.A.R.U.D.A di Asia Tenggara.
Salah satu anggotanya ialah Ekalaya. Akhirnya pahamkan kenapa Ekalaya yang dibuatkan filmnya ketimbang Volt itu sendiri?
3. Dari nama yang filosofis dan penangkapan cerita nan epik membuat semesta ini berbeda.
SCU sudah memiliki pondasi untuk berdiri sendiri secara cerita. Namun, ini juga sebuah tantangan.
4. SCU harus bisa melakukan transisi cerita dari kota Metropolitan ke dunia serba magis dan gejolak konflik yang tidak diterima oleh akal sehat.
Belum lagi Sakti dan Blitz bukanlah manusia biasa yang kemampuannya bisa dijelaskan dengan sains. Berbeda dengan Valentine.
5. Semesta ini sangat pintar mainkan perbendaharaan kata mereka untuk dijadikan nama tempat dan karakter.
Seperti Volt yang sejatinya adalah Vajra, entitas dari senjata dewa. Vajra sendiri artinya halilintar. Sebabnya power yang dia miliki berelemen petir.
6. Legenda mitologi akan mewarnai setiap aspek dalam Jagat ini. Legenda yang mereka improvisasikan sendiri justru membuat mereka tak perlu risau untuk memikirkan karakter baru.
Salah satunya adalah karakter yang mirip dengan legenda Jawa, yaitu Nyi Roro Kidul. Dengan bernama, Dewi Sri Wedari.
7. Tak berhenti sampai di situ. Menurut penuturan sang penulis dan ilustrator Skylar, Aswin Siregar.
Skylar akan memperluas cakupannya. Tidak hanya dari segi cerita, tapi pengadaptasian mitologi dari penjuru budaya yang tentu saja memungkinkan.
8. Bukan tidak mungkin salah satunya adalah mitologi Nordik. Mungkin tidak terlihat sama, tapi style Wimanasara mulai mengarah ke sana.
9. Dari sini Mimin terkesima. Dengan semesta mereka yang rupanya sangat-sangat mitologis, konsep "Another World" yang indah. Serta pengembangan karakter yang masif.
10. Campur tangan para Dewa melalui pusakanya. Bentrok dengan para Iblis. Juga peran manusia yang dimana posisi mereka terancam.
Skylar kayanya akan memperlihatkan bagaimana cara penduduk Marcapraja melalui para Adisatria-nya dapat survive dan menghindari kepunahan massal.
11. Semesta Skylar tampaknya akan lebih banyak bermain dengan pembangunan cerita dari ketiga semesta ini.
Dimana mereka pasti ngga akan menolak tema gelap yang seharusnya sudah mereka lakukan di Valentine dulu.
12. Sekali lagi bahwa mistikisme akan mengambil peran besar dalam SCU.
Yang artinya, ngga ada kewajiban bagi SCU untuk merasionalkan kemampuan karakternya, walau tidak semua karakter memilikinya.
Dan itu dia prediksi serta ulasan mimin tentang Skylar Cinematic Universe yang akan kembali meramaikan perfilman Indonesia.
Poin yang menarik dari SCU adalah riset mereka tentang budaya dan legenda yang ngga pernah absen di perkomikan Nusantara.
1. Biru adalah adalah nama Adisatria dari Supermoon Comics. Seorang tangguh yang merupakan anak dari Raja Dirgantara. Pemimpin tertinggi di Cakrawala Kerajaan Langit.
Seperti janji mimin kemarin , sekarang kami akan membahas tentang mengapa WORLD GOVERMENT di serial One Piece harusnya belajar dari kerajaan SRIWIJAYA.
- A Thread -
Bagi pecinta Manga / Anime One Piece kita tahu bahwa antagonis dr serial tersebut adalah organisasi yg disebut World Goverment yg memakai MARINE untuk memburu para bajak laut.
dengan tidak mengurangi rasa hormat yg tinggi terhadap Eichiiro Oda , ide sistem pemerintahan yg World Govt gagas dengan menggunakan MARINE utk memburu bajak laut pernah digunakan oleh kerajaan Sriwijaya di abad ke 10 dengan taktik diplomasi yang berbeda, dan berhasil.
Yak kita mulai #FanDirector versi gue, sesuai opini gue pribadi
GODAM & TIRA adalah slaah satu proyek hebat dari banyak list film JSB. Gue tertarik ketika membaca karakter Awang di komik dan di film. Keduanya mungkin akan berbeda tapi siapa yang tau?
sebuah utas—
Ya, benar. Ketika gue melihat Awang di film, kesan yang gue dapet dia orangnya dingin kalem dan judes banget. Berbeda dengan versi komik yang mana sangat humoris, friendly, ya tentunya males berpikir panjang.
Sempet terpikir di gue apakah sifat Awang nantinya akan berubah?
Bila "Iya", mungkin dia akan mirip dengan watak original komiknya sebagai supir bus yang berantakan dan tentunya telah bisa menerima kerasnya kehidupan dengan sebuah senyuman.
Dan cerita akan sedikit ceria. Tidak kaku tapi mengalir.
Kenapa Sri Asih hanya beraksi sekali di film Gundala? Padahal sebagai Adisatria terkuat di JSB, dia bahkan bisa dengan sangat mudah menghancurkan satu kelompok seorang diri.
sebuah utas—
Kita mulai #teorisotoy gue dengan membahas peran Sri Asih di film Gundala.
Dari keseluruhan film, Sri Asih hanya muncul 2 kali dengan pergerakan tenaga cukup sekali saja. Cukup disayangkan tapi patut tetap keren!