Blue Profile picture
Nov 3, 2020 109 tweets 17 min read Read on X
KUTUKAN SANG BUJANG

A THREAD

"Kengapa banyak sekali lelaki yang lebih memilih hidup membujang di desa ini?"

#bacahorror #ceritahorror #kutukan #dendam @bacahorror @ceritaht @IDN_Horor Image
Namaku Adi. Aku pemuda desa yg sudah hampir berkepala empat, namun hingga saat ini aku masih seorang bujang. Pekerjaanku saat ini cma membantu bapak di ladang karena sudah lima tahun aku hidup di rantau, selepas lulus sekolah aku berniat pergi ke luar pulau untuk bekerja-
sampai akhirnya aku memutuskan untuk pulang sembari mencari pekerjaan lagi.

"Di, katanya anaknya Pak Sarman minggu depan mau menikah ya?"
"Iya, pak"
"Terus kamu kapan? Bapak lihat kamu belum juga mengenalkan calon ke bapak"
Aku menghela nafas panjang

"Di, kamu tuh sudah dewasa, sudah saatnya kamu punya pendamping, bapak ibu mu juga sudah tua, kami juga mau punya cucu"
"Iya pak, mungkin belum ada jodohnya"
"Jangan nunggu trus, Di. Sebelum kamu genap 40 tahun bapak harap kamu sudah punya calon istri"
Bapak bergegas keluar rumah bersiap untuk pergi ke ladang. Aku termenung memikirkan ucapan bapak. Aku lihat ibu sedang menjemur pakaian di halaman rumah, aku pun menghampiringa dan berpamitan untuk menyusul bapak ke ladang.
Aku anak pertama di keluarga ini, aku mempunyai seorang adik perempuan yg masih duduk di bangku SMA. Sebenarnya di desa ku ini bukan hanya aku yg masih membujang walaupun sudah berumur. Banyak teman ku juga yg saat ini masih hidup sendiri. Bahkan beberapa ada yg masih saudaraku.
Aku pribadi merasa belum siap untuk menikah, terutama untuk masalah finansial. Aku bahkan berpikir untuk hidup sendiri saja, aku tidak punya banyak keinginan untuk menikah apalagi punya keturunan.
Meski sdh beberapa kali aku mencoba utk berkenalan dgn seorang perempuan nmun sllu brakhir putus.

"Mau ke ladang,Di?" tanya Santi. Seorang janda muda yg sllu mnjadi bhan omongan tetangga di kampungku.Kabarnya ia ditinggalkan suaminya krna dia memergoki suaminya sdg berselingkuh.
"Iya, San. Kamu mau kemana?"
"Ah ini aku mau nyuci ke sungai, kebetulan hari ini cuaca lagi cerah."
"Oh bgtu, ya sudah hati2. Aku duluan ya, sudah ditunggu bapak di ladang"
Santi hanya tersenyum sambil menganggukan kepala.

Santi ini wanita yg baik, meskipun banyak pria yg selalu usil dengannya krna status ia yg seorang janda. Di desa ku seorang janda selalu mnjadi bhan cemoohan, aku pun tdk mengerti pdhl status sosial bukanlah hal yg bgtu penting.
Hari pun berlalu begitu saja, ketika angin sore berhembus dengan lembut. Aku mendapat kabar bahwa besok aku diajak pergi oleh bapak ke desa sebrang. Dia menjelaskan akan memperkenalkan ku kepada seorang gadis dari kenalan bapak.
Aku melihat raut wajah ibu dan bapak yg bgitu antusias dan penuh harap.Dan aku pun menyetujui keinginan bapak.

Esok hari pun tiba.Aku dan keluarga dtang disambut dgn hangat,senyum sumringah trlihat jlas di wajah mreka.Kami dipersilahkan msuk dan dduk di ruang tamu yg ckup luas.
Bagaimana kabarnya Pak Rohim?" Sapa Pak Diman,teman bapak sembari menjabat tangan.
"Alhamdulillah keluarga semuanya baik."
"Wah ini toh anakmu yang kamu ceritakan itu." Ujar Pak Diman sambil menjabat tanganku.
"Perkenalkan saya Adi." Ucapku sedikit malu.
Ganteng juga anakmu ini, Him"
"Ah bisa aja kamu ini. Anak mu juga pasti cantik" ucap bapak.

Pak Diman pun memanggil anak nya, tak lama seorang gadis cantik muncul di dalam kamar. Dia trlihat anggun dan lugu. Ia brjalan smbil menundukan kepalanya dan dduk di sebelah orang tuanya.
"Perkenalkan ini Zanah, anak bungsu ku." ucap Pak Diman memperkenalkan putrinya.
"Dia pemalu sekali, sampai dia sama sekali tidak pernah memperkenalkan laki-laki kepada kami. Sedangkan umurnya sudah dewasa sekali untuk seorang perempuan." jelasnya.
"Anak ku juga, sudah lama dia tidak mengenalkanku dengan teman perempuannya. Aku ya berharapnya anak kita bisa berjodoh dan mau untuk di jodohkan." ujar bapak.
"Bagaimana nak Adi, kamu mau ga sama anak saya?"

Adi yg mendengar ucapan itu sekejap menatap Zanah yg ada di depannya.
"Insha allah om. Jika Zanah pun berhendak utk menerima saya" ucapku sopan.

Stlah lama mengobrol dan membicarakan bnyak hal,akhirnya aku dan keluargaku berpamitan utk pulang.Pertemuan ini berakhir dgn baik,aku dan zanah mncoba utk sling membuka hati dan mnerima kehadiran masing2.
Sebulan tlah berlalu, hubunganku dan Zanah sudah semakin dekat satu sama lain. Dia sering main ke rumah bgtu jga dgnku. Orang tuaku juga mulai menyuruhku utk bekerja lagi ke luar kota utk mncari penghasilan yg menjamin, aku pun mengiyakan ucapan bapak,
rencananya minggu depan aku akan ikut pamanku bekerja di sebuah pabrik kayu.

"Kamu, jadi ke luar kota?" tanya Zanah
"Iya, Zan. Aku harus punya penghasilan lebih buat menikahi kamu."
"Memangnya hasil dari ladang ga cukup?"
"Aku mau cepet2 minang kamu. Kamu doain aku ya semoga ada rejekinya. Bapak jga kan udah nyuruh cepet2" ucapku.

Zanah pun mendukung niatku utk pergi ke kota. Sore itu selepas aku mengantar zanah pulang ke rumah nya aku berniat untuk pergi ke sumber mata air untuk memancing ikan.
Aku mengambil kail kecil dan satu ember berwarna hitam, tak lupa membawa umpan juga.

"Mau Mancing, Di?" tanya Ibu.
"Iya bu. Sudah lama aku ga mancing ikan."
"Sama siapa?"
"Sendiri aja lah,Bu"
"Kenapa ga sama Jajang? Biasanya kan kamu selalu pergi sama dia."
Ngga bu. Skrg Adi pergi sendiri aja."
"Yaudah hati2. Pulang sebelum maghrib ya, Di"
"Iya bu, Adi berangkat dulu ya. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"

Setelah berpamitan, aku berjalan menuju mata air dekat pesawahan, tepatnya di tengah2 sawah yang menghampar luas.
Mata air itu tidak terlalu luas dan dalam namun air nya jernih dan banyak ikan. Di sekitarnya terdapat semak belukar dan ada satu pohon beringin yang menjulang tinggi serta banyak batu2 besar.
Jika malam hari, suasana disini sungguh menyeramkan, tapi itu tidak berlaku untukku karna aku tidak begitu percaya dan takut akan hal mistis dan sebagainya.
Sejam berlalu, aku telah mendapat beberapa ekor ikan kecil dan sedang. Cukup untuk dimasak malam ini pikirku.
Hari juga sudah petang, matahari pun sudah hampir sepenuhnya tenggelam di ufuk barat, suara jangkrik telah mengeluarkan suara nya yg nyaring. Aku membereskan peralatan pancingku dan beranjak untuk pulang.
Baru beberapa langkah dari tempat aku memancing tadi, aku melihat seseorang yang berdiri menghadap hutan (sawah yang luas di kelilingi oleh hutan yang ribun).

"Permisi, kang. Belum pulang?" tanyaku. Namun laki2 itu tidak memberi jawaban.
"Ya sudah saya duluan ya kang."
Aku pun berjalan menjauhi laki2 itu. Karena jalan yg licin dan hari sudah agak gelap, tiba2 kaki ku tergelincir dan tubuh ku masuk ke selokan yg sempit. Aku merasakan ada darah yang mengalir dari kepalaku sampai ke pelipis.
Samar aku melihat laki2 yg kutemui barusan sdng berdiri menatapku, tak lama akupun tak ingat apa2 lgi.
Aku perlahan membuka mata, kepalaku terasa sangat berat dan sakit seperti tertusuk. Aku melihat ke sekitar hanya ada gelap tak berujung, aku panik dan bingung.
Aku sgera bangkit dan brjalan tak tau arah.

"Ini dimana?" batinku "kenapa gelap sekali disini?!"

Meski aku sdah berjalan jauh skali rasanya tak kutemui apapun disini, hanya gelap dan suara ku yg terdengar. Tak lama sperti ada kilatan cahaya yg menabrak tubuhku dgn sangat cepat,
dan seketika aku sudah berada di tengah2 hutan. Aku berjalan perlahan mengamati sekitar, dari jauh terdengar samar seperti seseorang sedang mengerang kesakitan . Aku bergegas mencari sumber suara itu,mataku menyipit mengamati sekeliling.
Dan tepat di hadapanku, aku melihat sosok tubuh tengah tergantung di atas pohon, dia sedang menggeliat menahan rasa sakit. Mataku terbelalak menyaksikan kengerian itu, tubuh sosok itu pun mengalami kejang2 dan tak lama terkulai lemas.
Dan scara perlahan sosok itu memutar kepalanya 360 drajat menghadapku, sktika aku brteriak krna trnyata sosok itu yg ku temui saat aku pulang memancing.

"AAAAARRRRRGGGGGHHHHH!!!!"

Aku teriak dan berlari skuat tnaga ku utk mnjauhi sosok itu. Suara tertawa menggema di telingaku.
"HAHAHAHAHAHA KAU TIDAK AKAN BISA LARI DARIKU. KAU HARUS BERNASIB SAMA DENGANKU, ADI." ucap sosok mengerikan itu.

"SIAPAPUN LAKI2 DI DESA INI YANG MENIKAH AKAN BERNASIB SEPERTIKU HAHAHAHAHA" lanjutnya.

Badanku sudah dalam batasnya. Aku sudah tak sanggup lagi untuk berlari.
"LARI SAJA TERUS.KAMU TIDAK AKAN BISA KELUAR DARI SINI." ucapnya dgn nada yg mengerikan

"SIAPA KAMU? KNPA KMU MEMBAWA KU KE SINI?! SIAPA KMU SEBENARNYA KEPARAT! KELUARKAN AKU DARI TEMPAT INI SIALAN" aku mengumpat dgn kras.Aku ptus asa skali saat ini.Aku hnya ingin pulang ke rmah
Aku trsungkur ke tanah yg lembap, aku menangis sejadi2nya. Tubuhku sdh terkoyak parah, aku sdh tak mampu utk bangkit lagi dan aku pun kembali tak sadarkan diri..

"Adi.. Sadar nak. Ini ibu, bangun ya, Di."

Aku mendengar suara lirih ibu memanggilku. Aku jga mrasakan pipiku basah
Saat aku membuka mata ternyata aku sudah di kerumuni banyak orang. Ada ibu dan bapak serta zanah juga disana, ada pak ustadz juga disana yang menatapku.

"Adiiii!!! Ya allah kamu udah sadar nak. Ibu khawatir sekali sama kamu, Di" ibu merangkulku kuat, air matanya mengalir deras.
Aku kebingungan dgn situasi saat ini. Badan ku rasanya sakit skali. Aku pun mlihat Zanah yg wajahnya sangat sayu sekali, matanya lembab memerah sperti sdh menangis berhari2. Kondisi ibu pun sma seperti Zanah. Hari ini aku hnya bsa berbaring di tempat tdur di temani ibu dan Zanah.
Esoknya. Kondisiku sudah mulai membaik, badanku sudah segar kembali. Akhirnya aku bertanya ke ibu soal apa yg terjadi selama ini kepadaku.

"Bu." panggilku.
"Iya, Di. Ada apa?"
"Sebenarnya apa yang terjadi kepadaku kemarin?"

Ibu menghela nafas sebelum menjawab pertanyaanku.
"Bapak menemukan kamu sudah pingsan di selokan deket sawah krna sudah mau tengah malam kamu belum juga pulang terpaksa bapak dan Jajang menyusul km ke mata air, dan ditengah sawah bapak lihat km sudah terjatuh dgn keadaan kamu yg terluka parah-
Akhirnya bapak bawa kamu ke rumah sakit dan dirawat beberapa hari, hari ketiga kamu sadarkan diri dan di perbolehkan pulang. Saat sudah di rumah kamu telihat linglung. Setiap kami ajak ngobrol kamu ga menjawab apapun bahkan tatapan mata km kosong-
Setiap hari km sllu brteriak ketakutan dan sllu menunjuk ke satu arah." jelas ibu ku panjang lebar.
"Brpa lama aku seperti itu?" tanyaku tmbah penasaran.
"Sdah hmpir sebulan.Akhirnya bpak mendatangi seorang ustadz trkenal utk mnyembuhkan km.Dan alhamdulillah km akhirnya sembuh."
"Apa kata ustadz itu bu? Apa yg terjadi padaku smpai aku seperti itu?"

Ibu ku hanya terdiam. Dia seperti enggan menjawab pertanyaanku.

"Di, ibu sarankan kamu jangan sering melamun ya. Kalo ada masalah jangan berani menyimpannya sendiri-
-Kamu juga harus lebih rajin lagi ibadahnya. Ibu mau ke rumah Bu Iroh dulu beli lauk buat makan kamu ya."

"Bu. Adi harus tau apa yang sebenarnya terjadi, Bu. Ibu!" ibu ku tak bergeming dan tetap pergi meninggalkan ku sendiri di kamar.
Aku termenung sesaat dan sedikit mengingat apa yg aku alami selama ini. Dan sosok itu, aku harus cari tahu siapa dia. Dan aku berniat menanyakan nya nanti, karna aku tahu ibu tidak akan memberitahukan padaku meskipun dia tahu.
Hari demi hari telah berlalu, kondisi ku jauh sangat membaik. Zanah juga setiap hari mengunjungiku. Dia perhatian sekali, aku bersyukur mengenalnya. Orang tua zanah juga beberapa kali datang ke rumah, sesekali membawa buah tangan dan sangat peduli kepadaku.
Keluarga kami smakin dekat dan akrab, aku pun semakin mantap utk meminang Zanah.

"Pak, disini ada yg pernah mati gantung diri ga sih?" tanyaku kepada bapak yg sedang mengisap rokok kesukaannya.
"Kenapa kamu nanya begituan, Di?" bapakku sedikit terhenyak mendengar pertanyaanku.
Bapak tahu kan soal itu? Ceritain ke Adi pak."
"Di, sebaiknya kamu jangan nyari tahu soal itu. Kamu fokus aja sama hidup kamu untuk menikahi zanah."
"Tapi, pak. Adi harus tahu."
"Cukup, Di. Kalo kamu ga mau hidup kamu hancur kamu dengerin ucapan bapak!" tegasnya.
Aku akhirnya mengalah. Tak ada guna nya aku bertanya pada bapak, apalagi ibu. Aku harus mencari tahu sendiri.

Esoknya atas inisiatif ku sendiri tanpa diketahui orang tua ku, aku mendatangi seorang ustadz yang membantu menyembuhkan kan dulu.
Aku dtng ke pesantren tmpat beliau berada, aku dipersilahkan msuk di sebuah ruangan sperti kantor. Ternyata beliau pendiri pondok ini dan tinggal disini.

"Apa kbar nak Adi?" ucap Pak Ustadz.
"Alhamdulillah baik." jawabku sopan.
"Ada apa gerangan nak Adi menemui saya kesini?"
"Ah, begini pak ustadz. Saya penasaran dengan apa yg saya alami saat peristiwa itu. Sebelum kejadian saya jatuh itu saya bertemu dengan seorang laki2 yang tidak saya kenali-
-Lalu saat saya sudah tidak sadarkan diri pun saya bertemu laki2 itu dengan keadaan sedang tergantung diatas pohon." terangku menjelaskan, Pak ustadz nampak mendengarkan dengan seksama.
"Apakah Pak ustadz bsa menjelaskan apa yg sebenarnya saya alami saat itu?" lanjutku.
"Begini nak Adi, saya tdk bsa menceritakan dgn detail soal itu, ttapi pada saat itu nak Adi sdang dibawa ke alam lain oleh sosok itu."
"Lalu siapa sosok laki2 itu pak?" tanyaku lagi dgn antusias
Mendengar pertanyaan ku barusan Pak Ustadz terdiam sesaat. Dia juga seperti enggan menceritakan siapa sosok laki2 itu.

"Pak, Saya mohon beritahu saya siapa sosok itu. Dia mengancam hidup saya. Apa benar di desa ini pernah terjadi kasus bunuh diri?"
"Baiklah nak Adi, saya akan menceritakan suatu kejadian yg sempat menggemparkan desa ini utk waktu yg cukup lama.... Jadi sekitar tiga tahun yg lalu, desa ini di kejutkan dengan kabar yg sangat mengerikan. Yono, pemuda seumuran km ditemukan gantung diri di hutan dekat mata air-
-kabarnya sih dia stres krna selalu ribut dengan istrinya yg bru setahun ia nikahi. Karna tak tahan di kekang dan selalu di tuntut akhirnya dia berani mengakhiri hidupnya sendiri. Kabarnya dia sudah beberapa kali kepergok pergi ke hutan dengan membawa tali,
dan ketika di tanya jawabnya mau ngambil kayu di hutan. Lalu sehari sebelum dia ditemukan malamnya dia sempat berpamitan kpada teman dekat dan kerabatnya, awalnya mereka tak mengira dia akan berani melakukan itu."
"Maaf, pak ustadz saya potong pembicaraannya. Apa pak ustadz tahu siapa istri dari almarhum ini?"
"Iya. Dia Santi."
"A.. Apa? Santi? Santi tetangga saya, pak? Tapi setahu saya dia baru menikah sekali." ucapku heran.
"Benar. Dia sempat menikah lagi dengan pemuda dari kota lain dan semenjak kematiannya masyarakat di sini enggan menceritakan dan membahas peristiwa ini lagi."
"Kenapa? Apa yg terjadi setelah hari itu?"
"Desa ini diteror. Beberapa masyarakat yg kebun atau sawahnya dekat hutan itu selalu di perlihatkan sosok yono yg mengerikan. Bahkan ada laporan bahwa orang yg dari sebrang desa pun pernah di tampakan sosoknya. Suasana desa ini sngt mencekam utk waktu yg lama-
-para pemuda yg biasanya tiap mlm selalu nongkrong di warung pun tidak terlihat lgi, para warga yg biasanya tiap subuh ke masjid pun tidak pernah datang lagi. Maklum ini pertama kalinya terjadi hal seperti ini di desa ini."
"Tapi kenapa skrg dia muncul lagi?"
"Mungkin dia muncul krna km punya niatan mau menikah. Dia mengutuk siapapun laki2 di desa ini yg mau menikah, dia akan menganggu nya sehingga laki2 itu tidak bisa menikah-
-kamu pasti sudah tahu dan sadar bahwa di desa ini banyak laki2 yg memilih hidup sendiri krna mereka takut di ganggu oleh sosok yono."
"Lalu bagaimana caranya agar kutukan itu bisa lepas, pak? Tidak mungkin selamanya laki2 di desa ini harus hidup membujang."
"Ada. Tapi mungkin akan sulit. Kita harus melawan kutukannya."
"Apa yg harus saya lakukan, pak?"
"Kamu yakin mau melakukan ini, Nak adi?"
"Insha Allah saya yakin,pak!"
Hari itu aku pulang dengan membawa jawaban yang selama ini aku pertanyakan dalam benak. Pada malam jumat kliwon nanti Pak Ustadz menyuruhku untuk memberitahu semua warga di desa untuk kumpul di masjid, kita akan melakukan doa bersama dan menemui sosok yono di alamnya.
"Apa kamu bilang?" ucap bapak dengan suara lantang setelah aku menceritakan niatku dan semua yg sudah aku ketahui.
"Pak. Adi tahu, ini mungkin akan beresiko. Tapi Adi ga bisa membiarkan kutukan itu terus ada dan menjadi masalah besar di desa ini.-
-Bapak tahu sendiri kan banyak laki2 yg tidak berani menikah karna teror sosok itu. Adi harus menghentikan itu pak." jelasku bersikeras.
"Adi. Bapak dan Ibu tidak mau terjadi apa2 sama kamu. Tidak mudah menghilangkan kutukan itu." ujar bapak dengan suara tak kalah kerasnya.
"Adi tahu pak. Tapi adi yakin adi pasti bisa menghapus kutukan itu dan desa kita bisa damai kembali." tegasku meyakinkan.

Aku melihat raut ibu dan bapak yang sedang kebingungan. Rasa ragu dan khawatir nampak jelas di wajahnya.
"Bu,Pak. Adi hnya minta doa restu bapak dan ibu agar rencana adi bsa brjalan lancar. Bapak tahu adi jga ingin menikah dgn zanah, ttapi jika kutukan itu msih ada keluarga kita tdk bisa bhagia."

Akhirnya dgn sedikit paksaan dan keyakinanku, ibu dan bapak pun menyetujui niatku ini.
Aku juga menceritakan niatku kepada Zanah, meskipun responnya seperti yg sudah ku duga tetapi dengan tekadku yg sudah bulat aku bisa meyakinkan Zanah. Tak terasa hari itu sudah tiba, semua warga sudah kumpul di masjid dan ada beberapa anak santri dan kyai yang ikut hadir.
Aku sejenak terkagum, sebesar apa kutukan sosok Yono ini sampai orang2 yg dikenal dengan imannya pun ikut hadir. Keluarga Zanah pun ikut hadir disini tak terkecuali Santi. Aku melihat ia hanya berdiri menundukan kepalanya, ia merasa malu dan bersalah.
"Baik para warga yg sudah kumpul di tempat ini saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Malam ini mari kita sudahi ketakutan yg di alami oleh para warga sekalian. Mari kita satukan kekuatan doa dan keyakinan kita untuk melawan roh jahat." ujar Pak ustadz.
"Baik pak ustadz" seru para warga
"Nak Adi dan Santi mari ikut saya, dan yg lainnya mohon utk dduk rapat dan tdk bleh ada celah."

Aku, Santi dan Pak ustadz dduk di tengah mesjid dngan dikelilingi para kyai dan santri juga warga laki2. Sedangkan para warga prempuan dduk terpisah.
"Sudah siap nak?" tanya pak ustadz kepada ku dan Santi. Dan kami pun menganggukkan kepala tanda kami sudah siap. Kami semua yg ada disana duduk bersila dan memejamkan mata smbil melafalkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan khidmat.
Malam itu alunan ayat suci Al-Quran berkumandang memecah keheningan malam. Disana terdapat banyak kekuatan dan keyakian yang akan menghantarkan ku pada alam gaib.
Dan setelah aku membuka mata, aku telah berada di tempat yang sebelumnya pernah aku datangi saat aku sedang tidak sadarkan diri dulu. Pak ustadz membimbingku dan Santi untuk mengikutinya, kami pun bergegas mengikuti langkah kakinya.
Keadaannya sama persis seperti saat aku terjebak disini, tak ada yg berubah. Tak lama kami pun seperti ditabrak oleh cahaya terang dan sekejap kami sudah berada di hutan dan berdiri tepat dibawah pohon dimana sosok Yono bunuh diri.
Santi yg semula berdiri agak berjarak denganku seketika merapat, aku merasakan tangannya dingin sekali juga raut muka yg begitu ketakutan karena menyaksikan bagaimana detik2 yono merenngut nyawa seperti apa yg ku lihat dulu.
"Kalian terus berdoa dan jangan sampai terputus ya. Jangan terkecoh dengan apa yg kalian lihat karena itu akan membahayakan kita semua. Tetap tenang dan selalu yakin kepada Allah." ujar Pak ustadz memperingati kita yg sudah ketakutan parah.
Tak berapa lama dari balik pohon sosok Yono muncul dengan wajah yg sangat menyeramkan. Aku sempat terbelalak sesaat. Sosok itu berjalan menghampiri kita dengan kondisi wajah hancur dan leher yang hampir patah sehingga kepalanya terkulai ke bawah.
"Mau apa kalian datang kesini? Kalian mau menyerahkan nyawa kalian hah?" ucap sosok yono.
"Yono. Sudah bertahun2 lamanya kamu meneror warga disini. Kamu harus ikhlas dengan takdirmu dan jangan pernah mengganggu warga disini lagi." ucap Pak ustadz dengan tenang.
"HAHAHAHAHAHA KALIAN BERCANDA? AKU SAMPAI DETIK INI PUN TIDAK TERIMA DENGAN TAKDIR YANG TELAH TUHAN BERI KEPADAKU. GARA WANITA SIALAN ITU HIDUPKU MENDERITA!!!" teriaknya dengan lantang.
"Maafkan aku bang. Aku sungguh sangat menyesal sudah memperlakukanmu seperti itu dulu. Aku mohon maafkan kesalahanku. Tolong jangan pernah mengganggu warga desa ini lagi. Aku juga ikut menderita setelah kepergianmu. " kata Santi sambil terisak.
"HAHAHAHA MAAF KATAMU? BARU SEKARANG KAMU MENYESAL HAH? DASAR WANITA BIADAB! SETELAH KAMU MEMBUATKU SEPERTI INI DENGAN MUDAHNYA KAMU MINTA MAAF?! KAMU, HARUS IKUT DENGANKU SANTI, MATI LAH DENGANKU DAN RASAKAN PENDERITAAN YANG KU ALAMI KARENA MU. HAHAHAHAHA"
Tiba2 Santi tersungkur sembari memegang lehernya, dia merasakan lehernya seperti tercekik dengan sangat kuat. Matanya melotot hampir keluar. Aku mengencangkan suaraku membaca ayat kursi.

"KETERLALUAN KAMU YONO. ENYAHLAH KAU!" teriak Pak ustadz dengan lantang.
Tak hanya itu dari berbagai arah banyak sekali sosok yang berdatangan dengan berbagai macam bentuk. Kami sudah di kepung. Aku memejamkan mataku, aku berusaha memfokuskan pikiranku dan terus membaca ayat kursi. Aku mendengar suara lantunan ayat Al-Quran di telingaku.
Seketika aku merasakan tubuhku ringan seperti melayang, aku merasakan juga tubuhku sangat kuat. Saat aku membuka mata Santi sudah tak sadarkan diri namun ia masih hidup. Aku melihat Pak ustadz sedang melawan makhluk2 itu dengan bermacam gerakan seperti jurus bela diri.
Serangan demi serangan terus diluncurkan kepadanya. Aku disaat itu sangat bingung sekali harus bagaimana, membantu Pak ustadz atau menjaga Santi yang tak sadarkan diri. Lalu dari atas kepalaku aku melihat benda yg sangat terang jatuh di depanku.
Dan aku mendengar seperti ada bisikan di telingaku bahwa benda itu bisa melindungi Santi, akhirnya ku putuskan benda itu aku simpan di genggaman tangan Santi dan aku bergegas membantu Pak ustadz.
Aku berlari menghampiri Pak ustadz dan seketika seluruh badanku bergerak dengan sendirinya seperti ada yg mengendalikan. Dengan lihai nya aku bisa menepis segala serangan yang mengarah kepada ku. Pak Ustadz sesaat memandangku dengan tatapan heran.
"HAHAHAHA AYO BERKELAHI LAH KALIAN, KALIAN TIDAK AKAN BISA MELAWAN PASUKANKU."
"Aku tak menyangka dendam telah menggelapkanmu seperti ini, Yono!!!!"
Makhluk seram itu semakin banyak berdatangan. Sepertinya selama ini Yono sudah menguasai para makhluk ini dan menjadikan mereka pengikutnya. Aku sudah merasakan tenagaku kewalahan tetapi tubuh ini sulit sekali berhenti dan terus menepis dan menyerang para makhluk itu.
"Tahan sebentar lagi, Nak Adi. Bantuan sebentar lagi akan datang." ucap Pak ustadz.

Mendengar ucapan itu, aku sedikit lega dan aku pun melanjutkan pertarunganku. Suara lantunan ayat Al-Quran semakin jlas terdengar, smakin lama semakin nyaring. Aku yakin bantuan akan dtang skrg.
Lalu dari belakang aku merasakan hembusan angin yang sangat kencang sehingga mementalkan para makhluk yang ada di dekat kami. Dari jauh aku melihat rombongan para kyai yg dari awal menjaga kami.
"SIALAN KALIAN SEMUA! RUPANYA KAMU SUDAH MENYIAPKAN MEREKA SEMUA. BAIKLAH AKAN AKU PANGGIL SEMUA MAKHLUK YANG ADA DISINI." umpatnya.
"CUKUP YONO!! LEPASKAN DENDAM MU ITU. KAMU TIDAK BISA SELAMANYA MENYIMPAN DENDAM YG HANYA AKAN TERUS MENGGELAPKANMU. KAMU TIDAK AKAN MENEMUKAN TITIK TERANG!" ujar kyai itu dengan suara yg keras
"PERSETAN!! RASA SAKIT KU TIDAK AKAN BISA TEROBATI BEGITU SAJA! JANGAN SEENAKNYA KALIAN MENYURUHKU UNTUK IKHLAS!"

Dengan sigap kyai itu sudah berada di hadapan sosok Yono. Tangannya mengarah ke hadapan Yono dan dari tangannya muncul cahaya terang menyinari seluruh tubuhnya.
Mulutnya tak henti melafalkan ayat Al-Quran. Para kyai yg lain membantu kami melawan para makhluk yg terus menerus menyerang kami. Salah satu kyai membawa Santi pergi menjauh, mungkin dia akan membawanya kembali ke dunia kami.
"Jika kamu masih keras kepala seperti ini. Aku tidak akan segan2 melenyapkanmu! ALLAHUAKBAR!!!"
"AAARRGGGGHHHHH PANAS. PANAS. AMPUN!! AAAAAARRRRGGGGGHHHHHHHH" suara erangan sosok yono memekikan telinga, para makhluk yang menyerang kami pun ikut merasakan panas dan memohon ampun.
Seketika mreka pun trbakar dan mengeluarkan bau gosong. Tubuhku yg kewalahan pun akhirnya ambruk jga. Aku menyaksikan bgaimana sosok yono trbakar dan lama kelamaan ia brubah jdi sperti gumpalan asap. Lalu oleh pak kyai itu gumpalan asap yono digenggam lalu menghilang ditangannya.
Aku tidak mengerti apa yg ku lihat barusan, saat itu aku pun terkapar tak sadarkan diri.

Saat membuka mata aku sudah berada di kamarku. Aku merasakan tubuhku sangat sakit sekali. Aku perlahan bangkit dari kasur dan berjalan tertatih ke ruang tamu.
Ada ibu dan ayahku jga pak ustadz disana sdang mengobrol.

"Km sdah bangun, Di." tanya Ibuku.
"Sini, Di. Duduk. Ada pak ustadz yg mau bicara." lanjutnya

Aku pun brjalan menghampiri mreka dan dduk di sbelah bapak.

"Bgaimana keadaanmu skrg, nak Adi?" tanya pak ustadz dgn ramah.
"Alhamdulillah kalau begitu. Terima kasih nak Adi berkat keyakinan kamu, kutukan di desa ini sudah hilang. Yono sudah pak kyai pindahkan ke tempat yg jauh." terang pak ustadz.
Mendengar hal itu aku pun langsung teringat apa yg sudah terjadi selama ini. Karena aku tak sadarkan diri malam itu jadi aku tidak tahu apa yg terjadi setelahnya.

"Lalu bagaimana dengan santi pak ustadz?"
"Santi baik2 saja kok. Dia sudah mulai beraktifitas dari kemarin."
"Loh? Memangnya saya sudah pingsan berapa hari?" aku menatap ibu dan bapak.
"3 hari, Di. Pak ustadz juga bilang kalo saat itu tenagamu terkuras banyak jadi wajar kalo kamu pingsan selama itu, dan kami lega kamu tidak kenapa2 dan kembali dengan selamat." jelas bapak.
"Jadi, skrg desa ini sudah tentram? Sudah tidak perlu lagi takut akan di teror?" tanyaku.
"Betul, nak Adi. Kamu sudah tidak perlu khawatir lagi untuk menikah."
"Alhamdulillah..." ucapku penuh syukur.
Dan akhirnya berkat usaha dan keyakinanku, aku bisa melaksanakan niatku untuk menikah dengan Zanah. Sore itu aku pergi menemui Zanah di rumahnya. Aku disambut dengan senyuman yang manis dari bibir Zanah serta calon mertuaku yg senantiasa membukakan pintu untukku.
Sebulan setelah peristiwa itu aku melaksanakan acara lamaran dengan Zanah. Dengan ijin tuhan yg maha kuasa aku bisa menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim. Aku pun memutuskan untuk membuka usaha toko dengan modal sisa tabunganku.
Dengan ini aku berharap bisa segera melangsungkan pernikahanku dengan zanah. Dan kehidupan kami pun berjalan dengan sangat damai skrg.

Sekian.
Alhamdulillah thread kali ini selesai. Terimakasih untuk para pembaca yg sudah bantu like dan rt. Maaf bila masih banyak kekurangan. Nantikan cerita selanjutnya yaaa.. ^^

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Blue

Blue Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @Hydreaaa

May 1, 2020
Nanti malam bakal aku ceritain kejadian yang menimpa temen aku ini. Boleh di RT dan Love dulu yaa gengsss!!! 😊😊😊
Jadi ini adalah kisah yg menimpa keluarga dari temenku. Dia cerita tentang bibi nya yg menjadi korban santet tetangganya.

Di cerita ini aku akan mengambil sudut pandang temenku.

Langsung aja cekidott!!!!
Read 21 tweets
Apr 27, 2020
[A THREAD]

#basedontruestory

ILMU HITAM

Ini cerita kedua ku yang akan aku share di thread kali ini.
@ceritaht @bacahorror @bacahorror
#bacahorror #threadhorror #ceritahorror
Cerita kedua ini berkisah tentang seorang ibu dan anak yg menjadi korban ilmu hitam. Mereka meninggal dengan cara yg mengenaskan.
Langsung aja cekidot!
Peristiwa pilu ini terjadi sekitar tahun 2009/10 tepatnya saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Di sore itu aku sedang duduk di ruang tamu sembari menonton acara tv gosip. Tak lama terdengar suara gaduh dari luar, beberapa warga terlihat keluar rumah karena penasaran.
Read 37 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us!

:(