Payung Hitam Profile picture
Mar 31, 2021 139 tweets 16 min read Read on X
Yang Terkasih Anandaku

Anakku yang hebat, anakku yang malang, ibumu ini aku, bukan dia

[A Thread]
@bacahorror #bacahorror Image
Terjadi di satu desa kecil di Jawa Barat, penderitaan ini baru berakhir 2 tahun silam sekitar tahun 2018.
Nama saya Kumala, alumni siswi SMU unggulan dan termasuk murid unggulan di sekolah saya. Saya mempercayai admin payung hitam karena awalnya memang admin langganan olshop saya, jadi akhirnya kami sudah sangat dekat dan saling bertukar cerita.
***
Sebelumnya aku ingatkan sekali lagi untuk jangan menebak apalagi sampe ngespill lokasi dan siapa orangnya kalau siapa tau disini ada tetangga atau kerabatnya, karena ini menyangkut kenyamanan pemilik cerita dan aib keluarganya.
ceritanya lumayan rumit dan bikin admin sendiri yang membungkus ceritanya merinding disko hufft, jd lebih baik kita ambil dan petik hikmah dan pelajaran dari cerita ini. Gak perlu panjang2 intro, admin langsung saja ke ceritanya karena bakal jadi cerita panjaang ☹
***
(Sudut pandang Kumala)
Aku selalu merasa bangga pada diri sendiri, karena dari kecil aku selalu dapat pujian dari ibu dan ayah hal apapun itu. Keluarga dan teman2ku juga sering memujiku. Terutama soal fisikku yang dicirikan cantik. Cuma itu tingkat kebahagiaanku.
Kehidupanku bahagia gak utuh lagi di umurku yang ke 12 karena orang tuaku meninggal beserta adik dan kakakku karena kecelakaan bus. Aku hidup sebatang kara. akhirnya, aku dititipkan di pesantren yang sekalian bisa dibilang juga itu panti asuhan.
Lalu bertahan 3 tahun saja alias aku habiskan masa SMP ku di pesantren.
Mulai lulus SMP, waktu SMU akhirnya aku diasuh dengan adik dari ibuku (tante) dan disekolahkan di sekolah umum, sebut saja tanteku tante Lilis beserta suami dan 2 orang anaknya yang umurnya masih sekitar 7-8 tahun.
Mulanya inti cerita dari kisah ini saat aku dulu kelas 2 SMU sekitar tahun 2005, aku punya banyak rekan, rata2 teman dekat ku bisa dibilang orang2 tenar pada masanya, kalau sekarang kita sebut semacam selebgram atau seleb sosmed lah ya,
tapi dulu Cuma pemain iklan dan model karena belum kenal sosmed.
Mereka berwarna warni kepribadiannya, tapi yang paling akrab dan banyak nyambung denganku namanya Emy. Emy anak orang mampu, baik sekali, loyal pada siapapun, cantik budi dan fisiknya, tapi sayang ia sering kali mudah tertipu.
iya Emy mudah percaya dengan kata2 orang, maka dari itu akulah orang yang pas untuk akrab dengan Emy, karena aku selalu beri dia banyak nasihat.
Suatu hari Emy pernah mengajakku ke suatu restoran, ia mengaku punya kenalan untuk bekerja dengan gaji yang lumayan. akhirnya aku turuti pinta Emy. Sampai disana aku bertemu dengan seseorang yang dimaksud, aku kurang yakin karena itu seorang wanita tua,
yang dari penampilan pun jauh dari kata modern apalagi orang mampu. Kira2 ia mau kasih kerjaan apa ke Emy ?
Aku berinisiatif untuk pisah meja saja dengan Emy, karena aku takut mereka membicarakan hal yang seharusnya aku gak tau. Tapi Emy justru minta aku duduk gabung dengan mereka.
“Teu sopan ah ai maneh teh, karunya ku ibu ieu tos jauh2 ti ***** demi kita ” (gak sopan ah ibu ini jauh2 dari ***** demi kita) ucap Emy.
Aku agak bingung, kenapa kita? Padahal dia yang punya urusan.
Tapi aku ikut saja ajakan Emy, ibu itu ramah sekali, sepertinya ia sudah punya anak seumur kita, atau bahkan cucu. Disana ibu ini menjelaskan ajakannya untuk bekerja sama menjadi model dari produk kosmetiknya.
Aku juga agak kaget, penampilannya orang desa dan sudah tua, tapi ternyata owner kosmetik. Wow.
“nanti sistemnya Emy jadi model utama dan kamu cadangannya gapapa kan neng?” kata ibu itu padaku setelah diskusi Panjang tentang system kerjanya. Aku Cuma mengangguk setuju yang awalnya aku gak ngira sama sekali aku bakal diajak kerja juga.
Dan dari penjelasannya, intinya aku dan Emy ga perlu kerja setiap hari, Cuma pada saat waktu2 tertentu ibu itu butuh, baru kami harus datang padanya. Aku lupa saat ceritakan ini kepada admin nama ibu yang sebenarnya, jadi kita bilang aja “ibu itu” ya.
Btw produk yang beliau punya bukan brand besar, ia Cuma memasarkan di pulau jawa di pusat oleh2 dan jarang juga orang tahu.
Singkat cerita kesepakatan kita tertanda diatas materai untuk kontrak selama 2 tahun alias kontrak ini akan habis waktu nanti aku lulus SMU. Bayarannya lumayan bisa untuk jajan dan memenuhi keperluan sendiri agar gak selalu minta tante ku.
tapi Emy justru kasih 20% bayarannya ke aku, karena aku yatim piatu alasannya. Mulia sekali hati Emy. Aku juga gak tau Emy dapat pekerjaan itu darimana dan kerja dari ibu ini darimana, bahkan aku gak terpikirkan untuk bertanya juga.
Awalnya pekerjaanku berjalan lancar dan aku punya hubungan baik dengan Emy, tapi lama kelamaan, Emy menunjukan gelagat yang aneh, membuat aku sedikit jengkel juga karena sering gak pedulikan pertanyaanku bahkan diem2an. Lalu tiba2 pada suatu hari,
“Maneh besok aya acara teu? ka imah ibu nu kamari jung, ceunah manehna keur ulang tahun” (kamu besok ada acara gak ? kita kerumah ibu yang kemarin yuk, katanya dia ulang tahun) ajak Emy.
Karena aku kelewat senang Emy sudah mau bicara denganku, aku terima ajakannya. Dijanjikan besok aku akan berangkat. Emy Cuma bilang besok tanpa kasih tau aku jam berapa. Dan juga ibu owner itu ga juga ngontak aku, dia Cuma ajak lewat Emy.
Besok adalah hari kamis, yang mana aku bakal berangkat ke rumah ibu owner setelah pulang sekolah. Aku sudah siap dari siang (aku pulang jam 1 dulu), aku pikir berangkatnya siang atau sore.
Betul saja, Emy telfon aku jam 7 malam. Yasudah berhasil izin dan meyakinkan tanteku, aku diperbolehkan pergi. tapi heran juga kenapa semalam ini. Di kereta terakhir aku tanya pada Emy,
“Ko peuting emeun acara na? “ (kok malem banget deh my acaranya?)
“gapapa, biar langsung ke inti acaranya“ jelas Emy singkat
“mau balik jam berapa kalo begini ceritanya? “ tanya aku agak protes ke Emy
“Nya ntos engke urang anter jeung supirna ibu tea” (yahh udah nanti dijanjikan kita diantar kok sama supirnya si ibu) kata Emy menenangkanku.
akhirnya sampailah kami di lokasi. Seperti tanpa ada pesta, sunyi sekali, kami masuk tanpa permisi karena pintunya terbuka, mungkin sedang ada sesi doa, karena yang ulang tahun bukan anak2 lagi.
Salah dugaanku, memang betul tidak ada pesta, Cuma ada ibu yang duduk disana dengan laki2 yang mungkin anaknya. Makanan seadanya dengan beberapa benda aneh di atas meja.
Kami Cuma makan malam dan diberi evaluasi, setelah itu ibu itu minta pada Emy untuk menginap saja, sedangkan aku disuruhnya pulang. Aneh, iya aneh dan menjengkelkan, karena sudah jam 11 malam aku harus pulang sendirian diantar supirnya.
Keanehan itu terus aku pikirin karena setelah pulang dari acara kemarin, Emy betul2 menjauh dari aku. Diluar kebiasaannya, sampai yang paling parah Emy jarang masuk sekolah, alasannya sakit, tapi kalau aku telaah itu karena dibully dengan temanku yang lain.
Karena akupun risih dengan tingkah Emy, aku juga ngejauhin dia, ditambah pekerjaan yang juga ga jelas karena gak pernah minta aku untuk kesana lagi dan gak kirim gaji sama sekali. Tahu begini aku gak usah terlalu berharap.
Emy sering keliatan bergelagat kayak gak kenal sama aku, emy juga sering lupa sama janjinya ga Cuma denganku, tapi teman2 yang lainnya. Emy lebih temperamen dari biasanya. Tapi kadang2 sikapnya kayak biasa, bahkan dia lupa kalau pernah ngeselin.
Ah tapi aku anggap itu spele mungkin Emy sudah punya kesibukan diluar sekolah, kayak kacang lupa kulitnya. Nanti di akhir kujelaskan mengapa Emy begini.
Singkat cerita di suatu hari setelah berbulan2 gak tegur sapa dengan Emy, aku ingat waktu itu aku pulang sekolah, disambut tanteku dan Emy di ruang tamu rumah tanteku dengan tatapan ga enak, aku lihat Emy yang secara fisik aku lumayan kaget karena kurus sekali dan kulitnya kusam.
Aku kaget karena Emy jarang masuk sekolah, sekalinya masuk, aku Cuma lihat Emy sekilas dari jauh.
Mungkin ini masalah yang serius. Aku didudukan dan dijelaskan, Emy menyuruh aku untuk gak balik lagi ke rumah owner kosmetik itu, terlalu berbahaya, karena menyangkut masadepanku nantinya, katanya owner itu semacam mau cari tumbal.
Tapi alasan yang diberikan betul2 gak masuk akal, aku gak bisa percaya kata2 Emy lagi. Lagian, aku harus berfikiran logis.
Disini aku udah lumayan buta dengan uang yang gak seberpa itu dibandingkan nyawa dan kesetia kawanan. Sampai aku melawan dan menyangkal nasihat Emy habis2an. Padahal dipikir2 juga Emy lah yang baik hati ngajak aku kerja bareng.
Tanteku juga sudah menasehati aku untuk jangan balik lagi, tapi aku ngeyel.
Gak lama dari hari itu, ada telfon masuk lagi panggilan dari tempat kerjaku yang bilang kalau aku sudah jadi model satu2nya. Emy justru yang disingkirkan. Lama aku gak dihubungi, aku kira aku udah ga dibutuhkan, ternyata masih juga.
Dan kebetulan sekali setelah aku bertikai dengan Emy dan tanteku.
Berjalan lah aku sendiri dengan senang ke rumah bu owner itu. Waktu hari yang ditetapkan kapan aku harus datang, aku diminta datang sore hari, janjinya sebentar saja aku photo langsung pulang, tapi ternyata gak begitu.
Sampai jam 9 malam aku belum pulang, sedangkan aku sudah sangat lelah, mana lagi aku ga ada persiapan untuk menginap.
Malam itu waktu aku bingung mau pulang gimana, aku disapa oleh ibu owner, dia minta aku untuk menginap saja, tapi aku bilang tidak bisa, aku harus sekolah besok karena ada persiapan UN atau semacam Try Out.
Tapi ibu owner itu seperti memaksa dan khawatir terjadi apa2 jika aku keluar semalam ini. Akhirnya aku iyakan tapi dengan syarat ibu itu harus menelpon tanteku untuk izin.
Diiyakan oleh ibu owner itu, ia meminjam hpku untuk menelfon tateku sedangkan aku segera bersiap tidur supaya besok pagi aku tidak telat berangkat sekolah.
Aku disiapkan kamar besar dari modelnya seperti bukan kamar tamu, seperti kamar anggota keluarganya. Ah tapi aku cuek saja. Setelah meletakan barangku aku mau mandi, didalam kamar yang disediakan untukku ada kamar mandi, tapi aku gak boleh pake, yasudah aku pakai yang diluar.
Aneh juga si.
Selesai mandi, aku dijegat lagi untuk makan malam dulu, padahal aku udah ngantuk banget, tapi mau gamau aku makan demi menghormati. Setelah makan, aku dipersilahkan tidur. Kagetnya aku waktu masuk kedalam kamar, karena aroma dupa menyengat menusuk sampai buat aku pusing.
“obat nyamuk naon ieu?!” (obat nyamuk apaan ini?!) dalam hatiku bergumam. Aku mau gak mau tetap tidur di kamar itu dengan gelisah. Diantara sadar dan gak sadarnya aku di waktu mulai terlelap, aku mimpi ada seorang perempuan duduk di ujung ranjangku yang entah itu siapa,
seperti bergumam dan membelakangiku, sambil memijat2 ujung jemari kakiku, tapi aku gak bisa bergerak untuk bangun. Perempuan itu nampak aku kenal, tapi gak mungkin ah, masa itu ibuku? Ibuku sudah meninggal
Aku mencoba tidur lebih dalam lagi, tapi suaranya semakin jelas, seperti nyinden dengan bahasa sunda yang lirih dan sesekali berbicara, tapi aku gak paham karena diselingi dengan isak tangis.
Aku paksakan bangun, dan kaget ternyata didepanku ada ibu owner kosmetik itu berdiri di ambang pintu, menatapku begitu saja tanpa sepatah kata, aku lihat bajunya persis yang dipakai perempuan dalam mimpiku. Apa tadi bukan mimpi ya? Ah sudahlah.
Mungkin ibu owner itu Cuma ngecek aku sudah tidur apa belum. Setelah itu, aku Kembali tidur pulas.
Paginya aku bergegas mau pulang dan berangkat sekolah. tapi aku keliling rumah ibu owner untuk pamit, yang ternyata sepi, gak ada seorangpun. Akhirnya aku pergi ke bangunan satunya, gak ada orang juga, sepi. Karena ngerasa buang2 waktu,
aku pergi ke stasiun sendirian masa bodo gak usah pamit dulu. Jujur dan betul2 aku bingung kenapa sepi sekali di kota ini? Padahal ini hari kerja, gak ada hari besar juga/ tanggal merah.
Aku naik kereta kerumah, sepanjang perjalanan kereta gak berenti di beberapa stasiun alias langsung ke tujuan, tumben kata aku. Dari stasiun kerumah gak begitu jauh, karena aku buru2 akhirnya jalan kaki kerumah dan siap2 sekolah.
Sampai di teras rumah aku ingat sekali mual yang teramat sangat. Dadaku sakit sampai aku berlutut di depan pintu.
Akhirnya aku pingsan.
Terbangun entah dimana, disebelahku tanteku dan seorang bapak2 yang aku gak kenal.
“Hatur nuhun, candak bae imbalan na” (Terimakasih pak, ambil saja imbalannya) kata tanteku menyodorkan uang
“Ulah bu, teu nanaon, urang buru-buru” (Gak usah bu, gapapa, saya buru2) tolak bapak itu sambil memegang tangan tanteku
Tanteku terus terisak. Aku bingung.
“Tadi siapa tante?” Tanya aku
Tanteku kaget melihat aku sudah bisa bicara, ia marah, sedih, semua jadi satu di raut wajahnya.
Akhirnya aku dibawa pulang lalu tanteku cerita kalau aku sudah hilang 4 hari. Bapak tadi lah yang menemukanku tidur di bengkelnya. Katanya aku ada di bengkelnya sebelum ia datang,
alias bengkelnya masih tutup, karena heran darimana aku masuk, bapak itu tanya, tapi jawabanku ngelantur.
Hampir mau diurus ke kantor polisi saat hilangnya aku di hari ke 3 tapi tanteku yakin aku masih ada di sekitaran rumah dan betul saja kan, Ada tetangga dari bengkel itu yang kenal dengan tanteku dan melaporkan ke tanteku kalau aku sudah ditemukan. Akhirnya aku dibawanya pulang.
Lokasi bengkelnya tidak jauh dari rumahku, tapi Cuma beda desa saja.
Setelah kejadian itu aku sakit, dan tanteku peka nampaknya ada yang gak beres. Aku beberapa kali didoakan dan diberi nasihat oleh seorang ahli agama. Waktu itu ahli agama itu bilang ada orang yang mau memperkosaku supaya aku jadi bagian dari mereka, karena setelah jadi bayi,
aku bakal tunduk pada mereka.
Untungnya kata ahli agama tersebut, aku gagal diperkosa. “Mereka” yang dimaksud masih kemungkinan adalah anggota keluarga dari ibu owner kosmetik itu.
Tentang ibu owner kosmetik yang aku minta untuk izin dengan tanteku di malam aku menginap, ternyata gak dilaksanakan sama ibu itu. Ibu itu bohong. Tanteku betul2 gak menerima telepon atau sms dari nomorku sama sekali. Bahkan kontak ibu owner itu sudah dihapus dari ponselku.
Kalian bingung? Apalagi aku, aku gak merasa menghapusnya. Aku hilang 4 hari tapi yang aku ingat aku hanya pergi beberapa jam untuk pulang, dan aku ingat sudah sampai didepan pintu rumah lalu aku gak ingat apapun lagi alias pingsan.
kata seorang ahli agama tersebut jiwaku sudah berada di alam lain waktu aku terbangun dari tidur. Dan memang waktu di dunia lain terasa lebih cepat sedangkan di dunia manusia aku sudah gak pulang berhari2. Seperti itulah intinya, semoga kalian paham.
Tanteku termasuk orang yang simple dan gak mau ribet, atau mungkin dia terlalu sibuk mengurus anaknya yang masih kecil sampai setelah kejadian ini dia mau semua dilupakan aja, dan jangan pernah ingat ibu owner kosmetik itu lagi apalagi sampai datangkan rumahnya.
Padahal aku penasaran banget ibu itu kemana dan kenapa dia harus punya niat jelek sama aku?
Hari2 aku lalui dengan kondisi fisik yang kian melemah, aku sakit yang aku pendam sendirian karena gak mau repotin tanteku lagi, iya walau terus diobatin, aku mengaku aku sudah mendingan. Terus begitu sampai tiba waktunya UN dan lulus SMU aku baru merasa sembuh.
Betul, bertepatan saat kontrak pekerjaanku habis dengan ibu owner tersebut.
Setelah lulus Aku dijodohkan dengan seorang laki2 pilihan omku. Yang gak lama dari situ, kami menikah. Aku menikah di umurku yang ke 19 tahun. Tanpa penolakan dari calon suamiku, dan aku menerimanya juga. Pernikahan berjalan lancar dan bahagia hari itu.
Awalnya baik2 saja dan sampai saatnya aku mengandung anak pertama 2 tahn setelah menikah. Suka cita betul2 terasa di keluarga kecilku, aku rawat dan jaga bayi ini, control ke bidan rutin, dan suamiku juga melarang aku berkegiatan yang berat, pokoknya aku betul2 ratu selama 9 bln.
Tapi ada moment yang aku pikir ini aneh, aku sering memimpikan seorang perempuan yang aku gak kenal, ga pernah ketemu, bahkan aku gak pernah terfikir apapun soal orang lain.
Perempuan ini selalu membawa seorang anak kecil yang baru bisa jalan, dia menitipkan anak ini karena dia sibuk berjualan di pasar, setelah itu ia pergi meninggalkan aku.
Begitu terus alur mimpiku tentang perempuan misterius ini. Gak setiap hari tapi lumayan sering, sampai buat aku bertanya2.
Singkat cerita, aku melahirkan bayi perempuan, aku beri nama dia Nanda. Bayiku normal secara keseluruhan, lahiranku pun normal. Aku bersyukur karena dapat menikmati kehidupan baru yang Bahagia.
Hari2 aku jalani, sampai suatu hari, suamiku terus2 berterimakasih padaku selalu memuaskan hasratnya (hubungan intim) setiap malam. Aku bingung karena aku gak merasa melakukannya. Awalnya suamiku aku anggap bercanda, tapi semakin kesini, semakin serius.
Aku sering marah dan curiga sebetulnya ia berhubungan dengan siapa? Aku tanya apa yang aku kenakan pada saat itu, ya betul baju yang kupakai hari itu, aku sampai berusaha terjaga di malam hari, menunggu suamiku tidur duluan untuk lihat apa yang sebenarnya terjadi.
Aku gak menemukan keanehan seperti mungkin suamiku menyelinap keluar rumah,dll, tapi nggak. Aku Cuma melihat suamiku mengigau, ah yasudah mungkin sebelumnya ia Cuma mimpi. Pikirku selalu positif.
Di umur bayiku yang ke 5 bulan, suamiku bersikap aneh, gelagatnya aku ingat seperti teman lama ku Emy. Seperti menjauh dan gak mau pulang kerumah. Seperti jijik lihat aku.
Sakit hatiku melihat suamiku seperti ini, aku selidiki dan tanya juga dengan suamiku tapi nampak gak ada orang ke 3 di hubungan kita. Aku selalu selidiki kenapa dan apa salahku, jenuh juga seperti ini, akhirnya alasan terakhirnya suamiku bilang, ia hanya mau fokus berkarir.
Betul2 gak masuk akal, padahal beberapa bulan yang lalu dia masih senang2 aja.
Aku di gugat cerai setahun berikutnya, semakin mantap gugatannya karena anakku Nanda, dia didiagnosa memiliki kelainan Down Syndorme bahasa medisnya. Betul2 terpukul dengan hidup yang sekarang. Aku gak punya dukungan dari siapapun termasuk tante dan om ku.
Mertuaku justru mendukung perceraian ini karena malu juga alasannya punya cucu down syndrome.
Tapi kenyataan mau diubah seperti apa lagi ? aku gak punya pembelaan juga. Aku harus menelan bulat pil pahit ini. Mensyukuri apa yang sudah kupunya. Menjadi orang tua tunggal untuk Nanda. Aku sekolahkan ia dan menganggapnya sebagai anak pada umumnya.
Belum usai aku trauma dengan perceraian dan kenyataan Nanda mengidap down syndrom, Nanda selalu marah2 sambil bilang mau pulang, padahal posisi kami dikontrakan sendiri.
Nanda bukan di level down syndrome yang parah, ia masih bisa beraktivitas normal dengan fisik yg normal, tapi bicaranya saja yang sering gak nyambung dan telat waktu dipanggil.
Selain ia selalu megamuk minta pulang, Nanda sering kali membahayakanku, walaupun ia masih TK, tapi tenaganya begitu kuat, sering kali aku dapati ia berusaha menusukku dengan benda tajam, jarum, pensil, pisau, dan batu runcing.
Aku merasa aku gak pernah lepas pengawasan, sekolah pun aku tungguin, sampai mandi dan buang hajat aku gak lepas pandangan dari Nanda, dari mana Nanda belajar kata2 kasar dan mengerti benda tajam untuk menyakiti seseorang ?
Berkali2 juga guru tknya kewalahan menghadapi Nanda, selalu berusaha mencelakai teman sekelasnya, sampai aku didudukkan dengan ibu dari salah satu temannya karena sudah sangat muak dengan perlakuan Nanda yang semakin hari semakin menjadi.
Gak ada kata lain selain minta maaf, tapi akhirnya, aku berujung diminta untuk mengurus Nanda dirumah, ya Nanda dikeluarkan dari sekolahnya. Aku selalu sabar dan tanpa sadar aku begitu kuat menghadapi cobaan ini tanpa menangis.
Sampai akhirnya aku menangis sejadi2nya, saat aku ajak Nanda bicara
“Nanda, ibu leleus nanda tetep bangor, nanda kudu baik atuh ku ibu” (Nanda, ibu capek Nanda nakal terus, Nanda harus baik sama ibu)
kataku memohon pada Nanda, malam itu di rumah kontrakanku yang isinya Cuma aku dan Nanda,
“KUMALA LAIN IBU NANDA, DENGER ! ULAH BANYAK SURUH, URANG REK UIH!” (KUMALA BUKAN IBU NANDA, DENGAR YA! GAK USAH BANYAK SURUH! SAYA MAU PULANG) bentak Nanda
Kagetnya aku, bukan Cuma pengakuannya aku bukan ibunya, tapi kagetnya aku jawabannya bisa nyambung.
Bertubi2 pukulan hidup malam itu, setelah sekian lama merasa diri ini kuat, akhirnya air mata ini tak terbendung lagi. Semenjak kejadian malam itu, Nanda selalu bilang aku bukan ibunya, tapi aku selalu berusaha membesarkan nanda sepenuh hati.
Sampai di titik sabarku habis, aku berniat memasukan Nanda ke rumah sakit jiwa karena tingkahnya yang kelihatan semakin gak wajar dan banyak juga saran dari orang lain untuk periksakan kejiwaannya, gelagatnya bukan lagi seperti anak down syndrome,
aku minta juga Nanda untuk diurus di RSJ, karena aku harus bekerja untuk menyambung hidup. Segala pemeriksaan dan pengumpulan data akhirnya disetujui juga oleh pihak rumah sakit.
Oh iya, jadi selama ini aku Cuma berobatkan Nanda ke puskesmas di desaku dan di rujuk ke rumah sakit kecil, aku juga minim pengetahuan tentang down syndrome dan gangguan jiwa.
Aku beberapa kali bingung dari masukan orang dan bahkan dokter yang selalu berbeda2 diagnosanya. Aku selalu terima2 saja masukan dari siapapun.
Padahal setauku down syndrome dan kelainan Jiwa adalah hal yang beda. Tapi setelah ke RSJ, justru diketahui juga anakku mengidap gangguan jiwa. Yang dokter juga bilang kalau ternyata dari faktor genetik atau keturunan.
Sesekali aku menyempatkan diri menengok Nanda di RSJ, Nanda punya 1 suster yang menanganinya, sebut saja namanya bu Riri. Suatu ketika bu Riri ini bilang padaku,
“Bu, jiga na Nanda teh anak nu special” (bu, kayaknya Nanda ini anak yang special) kata bu Riri, yang awalnya aku anggap masa bodo, karena banyak yang bilang begitu
“Dulu ibu pernah mengabdi ku saha bu? Hampura urang nanya kieu, soalna nanda teh sebetulna titipan ti salah satu jelema, mereun ibu teh terang, urang tiasa ngabantu” (dulu kamu pernah mengabdi sama siapa bu? Maaf saya tanya begini,
karena Nanda sebetulnya titipan dari salah satu orang, yang kemungkinan ibu tau orang yang nitipnya, saya bisa bantu) tanya Bu Riri lagi, kesannya serius dan khawatir.
Tapi aku tetap tersinggung. “Namanya anak ya pasti titipan bu, titipan tuhan” kataku sambil agak mencibir. Bu Rriri terdiam mungkin ga enak, tapi tangannya memegang bahuku,
“titipan seseorang ibu” katanya lagi.
“suami saya? Ya pasti, suami saya seseorangnya” kataku masih mencibir
“Seorang indung oge, manehna nitipkeun nanda, jaman baheula maneh teu tiasa di sesali deui, mungkin maneh pernah bersekutu atau mengabdi ku sesuatu, jadi maneh teh ngarelakeun keturunan-keturunan mu bu”
(seorang ibu juga, ia menitipkan Nanda, masalalumu betul2 gak bisa disesali lagi, mungkin kamu pernah bersekutu atau mengabdi pada sesuatu, jadi kamu merelakan keturunan2mu bu) jelas bu Riri serius.
Aku semakin ngeri dengan kata2nya yang semakin lama aku hanyut dalam penjelasannya, banyak juga kenyataan2 yang ditunjukan Nanda kalau aku seperti bukan ibunya dan Nanda betul2 gak mirip dengan aku juga suamiku.
tapi keyakinanku tetap gak goyah kalau Nanda tetap akan aku rawat bagaimanapun keadaannya.
Aku jalani semuanya dengan ikhlas, walaupun bu Riri selalu menyarankanku untuk mengobati nanda ke orang pintar saja sebelum umurnya yang ke 8 tahun. Tapi aku tetap menolak. Ku jalani hidupku sampai di tahun 2017 sampai rumah sakit selalu kewalahan menghadapi Nanda.
Kondisinya semakin gak karuan, selalu menyakiti dirinya sendiri karena gak ada seseorang yang bisa ia sakiti, atau melampiaskan emosinya. Setahun berjalan dengan kondisi Nanda yang semakin kurus dan memprihatinkan, ia akhirnya melemah dan sakit.
Baru aku sadari dan baru aku percaya kalau penyakit yang Nanda alami, bukanlah penyakit medis sampai ada kerancuan antara down syndrome atau kelainan jiwa. Banyak orang yang sudah berusaha menyadarkanku tetapi aku gak percaya sama sekali.
Dan soal mimpiku saat mengandung Nanda, sepertinya memang ada kaitannya dengan perempuan yang selalu menitipkan anaknya ke aku untuk pergi ke pasar.
Di tahun 2018 akhir, Nanda menghembuskan nafas terakhirnya, di umurnya yang ke 8 tahun, terpukul tapi juga merasa usai penderitaanku karena selain sulitnya mengurus Nanda, aku harus menanggung malu sbgai seorang janda yang mempunyai anak down syndrome (awalnya) dan gangguan jiwa.
Tanpa aku cari jawaban sebenarnya apa yang menimpaku, aku Cuma berserah diri pada tuhan, memang ini takdir hidupku. Tahun berlalu, tepatnya di tempat kejaku yang baru, aku beranikan cerita masalaluku yang kelam,
disana ada 1 temanku yang menceritakan 1 film yang sempat booming pada masanya di tahun 1980an, tapi aku gak tau film itu karena aku bener2 kudet.
betul persis dengan apa yang aku alami, keluarga yang ada di film itu, betul2 hampir kehilangan anaknya di umur yang ditentukan.
Percaya gak percaya, tapi ini aku simpulkan dari diri sendiri, mulai dari prosesinya, dan urutan kejadiannya, persis seperti ibu owner kosmetik yang dulu pernah mempekerjakan aku.
Betul2 aku punya dendam yang mendalam untuk owner kosmetik itu, tapi aku kehilangan jejaknya, aku Cuma mau berdoa supaya kedepannya ini menjadikan aku pribadi yang lebih bijak dan hati2.
Aku juga minta pada kalian doanya untuk anakku Almarhumah Nanda agar tenang di sisi YME, aku sayang sekali dengan Nanda.
-Tamat-

untuk kesalahan bahasa dan penulisan admin mohon maaf, sampai ketemu di thread berikutnya.
Mengenai sudut pandang dari Emy, kenapa ia selalu buat jengkel aku dan teman2 sekolah yang lain, karena sebelum Emy kerumahku (kalian inget kan Emy kerumah Ku untuk blg jangan ke rumah bu owner kosmetik itu?) nah disitu ia sebelumnya sempat berobat ke orang pintar
Awalnya ia mengeluh sakit dibawah kiri perutnya. Setelah diperiksa ke medis ga ada penyakit serius, tapi semakin didiemin ia semakin parah, seperti pendarahan dan nyeri.
Nah disitulah ia putuskan “berobat”. Dan disitu ketauan kalau ia sudah dihamili “sesuatu” yang gak bisa dijelasin dia apa, tapi rupa fisiknya seperti gondoruwo. Hal lainnya, stengah jiwa Emy sudah dikendalikan dedemit yang sengaja dipasang oleh owner kosmetik itu ke fisik Emy.
Maka dari itu, Emy suka lupa kalau ia sering membuat teman2 jengkel, bahkan ia sendiri sering lupa punya teman mangkanya ia gak pernah lagi tegur sapa dengan temannya termasuk dengan aku.
Soal izin sakit di sekolah, ia betulan sakit seperti yang tadi aku jelaskan, tapi soal dibully karena temanku jengkel, Emy gak tau sama sekali. Ya karena itu, Emy betul2 gak sadar sama apa yang dilakuin
Kandungan Emy dari demit yang menghamili ia ga membesar, tapi katanya tetap ada jabang bayinya. Tetap melahirkan tapi gak seperti melahirkan pada umumnya. Setelah lulus pun aku hilang kontak dengan Emy.
Dan betul2 ga terpikir sama sekali gimana kabarnya karena masalah hidupku ini betul2 mencangkup hampir seluruh pikiranku, aku ga sempat lagi buat bertanya2 kabar di sekitar aku.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Payung Hitam

Payung Hitam Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @PayungH11101101

Mar 14, 2022
Kost Tua Banyuwangi

Berdampingan dengan lelembut adalah hal yang melelahkan.

[A Thread]
@bacahorror #bacahorror
Cerita dari followers dan pembaca setia payung hitam ini bener2 pengalaman yang kurang enak selama kuliah. Cerita kost-kosan angker sudah jadi makanan utama anak2 rantau sih.

Lanjut saja langsung ke ceritanya, dari sudut pandang narsum sendiri kita panggil saja Meme;
Aku lulus SMK tahun 2018 dengan impian pada umumnya lulusan SMK/SMA, aku berusaha sebisa mungkin daftar ke beberapa PTN di luar kota. Tapi akhirnya mungkin belum rezeki ku, gak ada satupun PTN yang terima.
Read 47 tweets
Feb 15, 2022
Pawon Peteng

Barang yang dicurigai kepemilikan dari eyang gantung siwur.

[A Thread]
@bacahorror #bacahorror Image
thread ini berdasarkan pengalaman pribadi aku yang udah aku tulis singkat di thread pendek sebelumnya , kalo bisa sih baca dulu yang itu, karena gak panjang2 banget kok. oiya nama seluruh anggota keluarga aku samarin ya temen2.
aku bakal ceritain detailnya disini karena udah ngumpulin info dari beberapa narasumber termasuk bapakku sendiri. judul disini aku kasih nama “pawon peteng” nanti diakhir aku jelasin ada apa dengan pawon atau “dapur”
Read 98 tweets
Oct 1, 2021
Burong Tujoh
puluhan jin yang menangis terperangkap di tubuh seorang nenek.

[A Thread]
@bacahorror #bacahorror #threadhorror #santet Image
Jadi ini cerita aku dapat dari penonton @RizkaWadiono yang sudah dikirimkan file wordnya ke kami. Dan yang paling penting Kami sudah diizinkan dari pihak pengirim ceritanya ini diceritakan ulang dalam bentuk thread di payung hitam.
Oiya, untuk thread cerita pengalaman pribadi admin, aku skip dulu ya, menyusul, karena ada beberapa ralat juga, jd mohon bersabar 🌚
Read 114 tweets
Sep 11, 2021
Tujuan Akhir
“Siapa itu di gerbong belakang?”

[A Thread]
@bacahorror #bacahorror #Threadhorror #keretaapi #penampakan Image
apa kabar semuanya nih? udah lama gak upload cerita, maafin :(

mulai jam 12 malem ya, biar kalian ada bacaan pas malem mingguannya dirumah aja hehe, yg lg keluar tetep stay safe!

tungguinn! like sama RT dulu kuy.
Langsung aja ya, ini cerita dari sepupuku sendiri , jadi kejadian ini baru banget lebaran tahun lalu sekitar bulan maret-april. Disini foto dan vidio terlampir untuk membayangkan suasananya.
Read 94 tweets
Jul 16, 2021
Pesugihan Kawin [18+]
Apapun dengan atas dasar nafsu dunia, tidak ada ujung yang bahagia.
[A Thread]
@bacahorror #bacahorror #Threadhorror #pesugihan
Temen2 cerita yang kali ini agak berbeda, aku dapat cerita ini dari narasumber Channel Youtube Rizka Wadiono bernama mas Danu yang ngirimin ceritanya ke email bang Rizka.
Aku sama bang @rizkawadiono akhirnya sepakat buat kerjasama bawakan cerita dari masing2 narasumber kami, pastinya dengan kesepakatan narasumber.
Read 116 tweets
Jul 11, 2021
“Ce Wien”
Kami sengaja melupakanmu, semakin dilupakan, kau semakin dekat…

[A Thread]
@bacahorror #bacahorror #threadhorror Image
“Cece”, atau sering familiar di telinga kita “cici”, adalah panggilan untuk kakak perempuan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Kali ini menceritakan cerita keluarga dari narasumber kami bernama Goh.
Cerita ini admin pikir cukup familiar dan mirip2 sama cerita “KELUARGA ANGKATKU TERSAYANG” karena nyeritain seorang kakak. Kalian bisa baca dulu threadnya kalo mau, atau setelah selesai baca thread ini.
Read 139 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us!

:(