Koran Tempo Profile picture
Mar 1 14 tweets 8 min read
Pemerintah tak perlu buru-buru menurunkan status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Dengan penanganan pagebluk yang masih amburadul, perubahan status itu lebih menimbulkan kesan sebagai pencitraan bahwa pemerintah berhasil mengendalikan wabah corona. #Editorial #KoranTempo
Bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan terlalu dini menjadikan Covid-19 sebagai pandemi karena virus itu terus bermutasi. #Editorial #KoranTempo
Rencana perubahan status pandemi, wabah yang terjadi secara serentak dan meluas di berbagai daerah, menjadi endemi (penyakit yang berkembang di suatu wilayah) disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Ahad, 27 Februari lalu. #Editorial #KoranTempo
Alasannya, kasus Covid-19 yang melanda Indonesia mulai melandai dan pemerintah terus mempercepat program vaksinasi. #Editorial #KoranTempo
Penanganan wabah Covid-19 di negeri ini terbilang masih amburadul sejak pasien positif diumumkan pertama kali pada 2 Maret 2020. Hingga kini, data yang disampaikan pemerintah masih diragukan validitasnya. #Editorial #KoranTempo
Pemerintah daerah bahkan pernah menahan data kasus positif agar level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak dinaikkan. #Editorial #KoranTempo
Belum lagi kelakuan para pejabat yang selalu meremehkan pagebluk dengan mengeluarkan pernyataan ngawur, misalnya corona tak tahan lama di negara tropis seperti Indonesia. Atau munculnya kalung anti-Covid. #Editorial #KoranTempo
Mentalitas rusak para pejabat itu membuat penanganan pandemi tidak berbasis sains dan mengakibatkan korban terus berjatuhan. #Editorial #KoranTempo
Seperti yang terjadi di sejumlah negara lain, Indonesia juga tengah menghadapi penularan virus corona varian Omicron. Pemerintah sempat membuat kebijakan gegabah pada awal penularan Omicron dengan mewajibkan sekolah tatap muka pada awal semester genap lalu. #Editorial #KoranTempo
Padahal vaksinasi untuk anak-anak belum cukup menyeluruh. Akibatnya, sekolah menjadi salah satu kluster utama penularan Covid-19 yang berdampak pula pada keluarga para murid. #Editorial #KoranTempo
Menurunkan status pandemi menjadi endemi membutuhkan kehati-hatian luar biasa. Di Indonesia, saat ini masih ada empat provinsi yang capaian vaksinasi tahap pertamanya di bawah 70 persen. #Editorial #KoranTempo
Meski injeksi vaksin dosis pertama mencapai 190,672 juta pada akhir Februari lalu, angka itu belum sampai 70 persen dari total penduduk Indonesia. #Editorial #KoranTempo
Begitu pula vaksinasi dosis kedua baru mencapai 52 persen. Adapun capaian vaksinasi booster baru sekitar 3 persen dari jumlah penduduk. #Editorial #KoranTempo
Tak hanya mempercepat vaksinasi, pemerintah juga harus memastikan fasilitas kesehatan siap menghadapi kemungkinan munculnya varian baru yang bisa jadi lebih berbahaya ketimbang galur yang sudah diketahui.

Selengkapnya, simak #Editorial #KoranTempo. bit.ly/3ss18Rr

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Koran Tempo

Koran Tempo Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @korantempo

Mar 2
Beginilah jadinya jika Indonesia memuliakan para pemburu rente: harga pangan yang menjadi kebutuhan orang banyak tak pernah stabil. Tiap menjelang hari-hari besar yang memicu kenaikan permintaan, seperti Ramadan, harga pangan selalu melonjak. #Editorial #KoranTempo Image
Belum selesai urusan minyak goreng, kedelai langka sehingga harga tahu-tempe melonjak. Kini harga daging segar juga naik akibat pemerintah telat mengimpornya dari Australia. #Editorial #KoranTempo
Sebentar lagi mungkin roti akan langka karena 25 persen gandum diimpor dari Ukraina, negara yang sedang sibuk menghadang invasi Rusia. #Editorial #KoranTempo
Read 11 tweets
Mar 2
Presiden Jokowi diminta segera menanggapi manuver sejumlah politikus pengusul penundaan Pemilu 2024. Sikap diam Presiden rawan diartikan sebagai persetujuan atas godaan perpanjangan masa jabatan. Percakapan di media sosial didominasi penolakan. bit.ly/3vv7q4I #KoranTempo Presiden Jokowi diminta seg...
Berbagai kalangan meminta Presiden Jokowi menolak agenda penundaan Pemilu 2024. Sikap diam Jokowi bisa diartikan sependapat dengan rencana perpanjangan masa jabatan presiden. Jokowi diharap tak tergoda. #KoranTempo bit.ly/3Hy7vab
Separuh partai pendukung pemerintah menentang agenda penundaan Pemilu 2024 maupun perpanjangan masa jabatan presiden. Lingkup internal anggota DPR mulai mendiskusikan rencana penundaan pemilu. #KoranTempo bit.ly/3MfeckW
Read 4 tweets
Mar 1
Penolakan atas usul penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo terus menguat. Sejumlah organisasi dan partai politik menentang rencana tersebut. bit.ly/3suczrN #KoranTempo Penolakan atas usul penunda...
Gagasan perpanjangan masa jabatan presiden terus menuai kecaman. Dari senator DPD, Muhammadiyah, hingga akademikus memprotes rencana yang ditempuh lewat penundaan Pemilu 2024 tersebut. Wacana itu dapat memicu gerakan sosial. #KoranTempo bit.ly/3K5kJwN
Sejumlah anggota Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mulai menggalang wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden. Disebut-sebut sebagai pelaksana agenda Istana. #KoranTempo bit.ly/3IwWZ4t
Read 5 tweets
Feb 27
Dalam konflik Ukrania-Rusia, Indonesia akan terdampak terutama dalam impor. Apa bahan baku yang menjadi bahan impor Indonesia - Ukrania? #KoranTempo
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan mengenai JHT tak berlangsung lama setelah ditentang berbagai kalangan. Berapa lama peraturan tersebut bertahan? #KoranTempo
Kapan terakhir Indonesia melakukan swasembada kedelai? #KoranTempo
Read 4 tweets
Feb 22
Penetapan Nurhayati, pelapor kasus korupsi di Desa Citemu, Cirebon, Jawa Barat, sebagai tersangka atas perkara yang dilaporkannya tak hanya mencederai rasa keadilan, tapi juga cacat secara hukum. #Editorial #KoranTempo Image
Pelapor kasus semestinya mendapat perlindungan hukum seperti yang dijamin dalam Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban. #Editorial #KoranTempo
Jika kasus ini tak segera dihentikan, apa yang menimpa Nurhayati akan menjadi preseden buruk bagi upaya pemberantasan korupsi karena orang jeri menjadi pelapor kasus atau whistleblower. #Editorial #KoranTempo
Read 14 tweets
Feb 17
Polisi gencar membangun kontra-narasi untuk mengaburkan kekerasan yang terjadi di Desa Wadas, Jawa Tengah. Pengalihan narasi itu diikuti dengan pembekuan sejumlah akun media sosial para penentang proyek tambang. #KoranTempo bit.ly/3GTrKi7 Polisi gencar membangun kontra-narasi untuk mengaburkan keke
Akun kepolisian berulang kali memberikan cap hoaks kepada akun media sosial yang mengkritik pemerintah. Kontranarasi itu diikuti suspend akun media sosial, di antaranya akun penentang tambang di Wadas. Diduga dibangun secara sistematis. #KoranTempo bit.ly/3gSkVmy
Akun Twitter @Wadas_Melawan tiba-tiba tidak bisa diakses sejak kemarin pagi. Pada waktu yang sama, akun delapan warga penentang tambang batu andesit di Wadas juga dibekukan. Pembekuan itu merupakan bentuk otoritarianisme digital. #KoranTempo bit.ly/3GWfFc3
Read 4 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(