Yanto S. Profile picture
N00b spiritualist | sekedar berbagi kisah tentang pengalaman ghaib selaku pelaku spiritual amatir dan ilustrator saudara ghaib kita

Apr 11, 2019, 25 tweets

@bacahorror
#bacahorror #horror #ceritahorror #Spirituality #pengalamanspiritual #memetwit

A THREAD : Pengalaman pribadi sebagai anak indigo dan pelaku spiritual (Episode 4)

Episode 3 :

Okay, Malam Jumat tiba lah sudah :D
Sesuai janji, malam ini episode 4 sudah update!
Selamat membaca!

Dari mimpi tentang wanita itu aku mulai terngiang-ngiang untuk belajar tentang ilmu spiritual para leluhur Jawa. Aku bisa langsung "menembak" keinginanku untuk belajar ilmu itu karena perempuan itu menyanyikan kidung dalam bahasa Sanskerta.

Tetapi aku tidak tahu harus memulai dari mana, dan aku juga terlalu takut jika aku salah memilih guru, mengingat ilmu para leluhur Jawa sudah banyak disalah gunakan yang notabene disebut "Klenik", dan ketakutan terbesarku adalah jika aku jatuh dalam ilmu hitam.

Seperti mendapat petunjuk, tiba-tiba aku terpikirkan untuk datang ke situs-situs peninggalan kerajaan Hindu-Buddha di sekitar Malang. "Siapa tahu aku bisa bertemu calon guruku disana.", batinku spontan

Suatu malam, aku bermimpi melihat sebuah candi yang bentuk dan tempatnya sangat asing bagiku.
"Candi apa ini? Dimana lokasi candi ini?", gumamku.
Dalam mimpi aku berdoa agar aku tidak lupa mengenai bentuk candi itu sehingga aku dapat mencarinya dengan mudah melalui internet.

Sore hari, setelah aku menuntaskan kuliahku. Dengan cepat, setibanya di rumah aku langsung menyalakan laptopku dan mulai surfing internet mengenai candi yang nampak dalam mimpiku semalam.

Saat aku sedang browsing di internet, tiba-tiba aku mendengar suara "Candi Singosari". Tanpa menanyakan sumber bisikan itu darimana, aku langsung menggerakkan jari-jariku untuk mengetik "Candi Singosari" di mesin pencarian.

"BINGO!!", aku kegirangan ketika bentuk Candi Singosari dan candi di dalam mimpiku memiliki kemiripan yang persis!
Aku mulai menggali informasi seputar candi tersebut sedalam mungkin.

Aku membaca di salah satu blog di internet, di sekitar Candi Singosari itu terdapat dua patung besar Dwarapala yang letaknya tidak jauh.
Aku mulai membayangkan betapa girangnya aku berada di situs peninggalan kerajaan , tempat itu seperti layaknya surga bagiku.

Sembari menjalani kegiatan rutinku sebagai mahasiswa, aku mulai berpikir untuk pergi ke Candi Singosari dan mempersiapkan diri untuk kesana.

Candi Singosari letaknya lumayan jauh dari tempatku tinggal dan kampusku. Butuh persiapan ekstra untuk kesana terutama uang saku untuk keperluan bensin motorku.

"Lagian letaknya jauh pula, gak mungkin aku pergi sendirian.", gumamku.
Dalam kelas aku terus berpikir dan memilih siapa yang aku ajak untuk menemaniku berkunjung ke Candi Singosari.

Akhirnya aku memutuskan untuk mengajak teman sekelasku Anjas, untuk menemaniku pergi ke Candi Singosari.
"Iya, aku temani kamu kesana", jawabnya dengan tatapan yang tajam dan dingin.
"Oke! Oke! Hari Sabtu ya kita kesana, biar hari Minggu-nya kita bisa istirahat."

"Ya.", jawabnya dingin.
Anjas adalah seorang perempuan yang memiliki kepribadian seperti laki-laki, gaya bicaranya yang lugas, tegas, dan serius sehingga, berbicara dengan dirinya terasa mengerikan, lebih mengerikan daripada pocong yang wajahnya tak berbentuk.

Hari yang kutunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Aku berangkat dari rumah sekitar pukul tujuh pagi kemudian menuju kos Anjas untuk menjemputnya.

Setelah aku menjemput Anjas, kami berdua langsung berangkat menuju Candi Singosari. Perjalanan yang panjang dan cuaca yang sangat panas tak membuatku merasa lelah dan letih untuk bertemu dengan para leluhur disana.

Setibanya disana, aku memarkir motorku tepat di depan lokasi candi, dan membayar tiket. Mataku berbinar-binar melihat bangunan begitu megah bagiku. Seketika aku mendapat vision bagaimana kondisi candi ini pada masa kerajaan Singosari silam.

Namun, suasana tiba-tiba berubah ketika aku mulai memasuki sebuah bilik dalam candi. Mataku menjadi awas, dan perasaanku yang semula girang menjadi waspada.

Aku dan Anjas seperti terperangkap ke dalam sebuah dimensi yang sunyi, dan sepi. Langkahku terhenti di depan pintu bilik candi. Diam-diam aku mengamati sekitar. "Kenapa tiba-tiba jadi sepi gini?", batinku curiga.

Suasana di sekitar itu sepi, dan tidak ada orang di sekitar candi. Sepi dan sunyi, hawa yang semula panas berubah drastis menjadi dingin dan menggigil
"Apa ini?!", aku mulai panik.
"Putri, kamu kenapa?", tanya Anjas kepadaku.

Aku melihat sekitar, dan aku melihat dimana motorku terparkir, disana sangat ramai. Banyak manusia disana, kenapa disini sepi?
"Putri, kamu kenapa???", tanya Anjas lagi
"Ngghh, ga apa-apa.", jawabku.

Aku mulai mengucapkan salam dan berdoa kepada leluhur di sekitar Candi Singosari sebagai etika selayaknya aku bertamu ke rumah mereka.
"Aku datang kesini untuk memenuhi panggilan, sesuai mimpiku beberapa hari yang lalu.", ucapku dalam hati.

Setelah itu, aku dan Anjas memasuki bilik candi.
"Aku takut kalau nanti tiba-tiba ada yang lewat.", ucap Anjas.
Aku melihat ada sebuah artefak yang dipayungi oleh payung tunggul naga, dan tiba-tiba

"UNTUK APA KAMU DATANG KESINI??!!", tiba-tiba aku mendengar suara teriakan seolah membentak aku dan Anjas dalam bilik candi

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling