RAHASIA INDIGO
A THREAD
PART 10
MASA SMA
@bacahorror
@ceritaht
@horrornesia
@IDN_Horor
@WdhHoror17
#threadhorror
#ceritaht
#bacahorror
Ku melangkah berjalan perlahan menyusuri pesisir pantai paling selatan. Ku nikmati hembusan angin laut yang menerpa diri. Layaknya lukisan alam, langit berwarna biru dilapisi oranye dan kuning dengan coretan awan putih. Burung-burung terbang menari mengelilingi pantai dan lautan.
Terdengar suara deburan ombak bergulung-gulung menerpa tepian pantai. Suasana ini sangat nyaman untuk menikmati kesendirian melepas penatnya kehidupan dunia. Di depan mata terlihat dari kejauhan seorang pemulung berpakaian sangat lusuh,dan compang camping sedang memunguti sampah
yang terbawa arus ombak. Rambutnya sangat berantakan dan sedikit gimbal pada bagian depan. Ku melangkah sambil sesekali memperhatikan pemulung itu. Timbul rasa iba yang muncul dalam hati. Tak lama aku berpapasan dengannya, kami bertatapan kemudian ku lempar senyum tulus padanya.
Dia hanya menatapku diam memperhatikan. Ku lihat jelas wajah dan matanya yang kecoklatan. Aku melihat terdapat bekas luka di bagian pipi sebelah kanan wajahnya seperti luka sayatan. Ku lewati dia beberapa langkah, ku dengar dia berkata padaku,"kamu sangat ramah." Aku terhenti dan
menoleh kepadanya. Kemudian dia lanjut berkata sambil berjalan mendekatiku,"sedari tadi tak ada seorang pun yang mau tersenyum padaku. Melirik aku pun sangat jijik. Mereka semua menjauhiku.Tapi kamu menghindar saja tidak, malah tersenyum padaku.Bagaimana bisa kamu seperti itu?"
Aku yang tak tahu harus menjawab apa dengan sedikit ragu berkata sambil tersenyum"iya aku yakin masih banyak orang baik di sini"
Kemudian dia dengan tatapan serius sambil menunjuk ke tengah laut dan bertanya,"apa yang kamu lihat di sana? Apakah kamu bisa melihat sesuatu di sana?"
Aku pun menoleh ke arah dimana dia menunjuk. Ku perhatikan dan ku lihat di tengah laut sayup sayup bayangan sebuah pulau yang cukup jauh dari sini. Dan yang aku tahu itu adalah pulau "S". Kemudian aku merasakan pemulung itu memegang pundak ku sebelah kiri dan tak lama aku melihat
dari kejauhan di sebelah pulau itu tak jauh darinya terdapat bayangan dua menara yang sangat tinggi. Di tengahnya sebuah bangunan besar seperti candi, dan lebih tepatnya seperti bangunan istana kerajaan bertekstur Jawa. Entah apa itu, aku sedikit susah mengamati karena letaknya
yang jauh,dan mataku sedikit terhalang dan tertutupi kilauan sinar matahari. Kemudian aku menoleh ke arah pemulung yang tadi berada di samping ku. Tapi aku sangat terkejut, dia sudah tidak ada, entah kemana dia pergi. Dan saat aku kembali menatap tengah laut, bangunan layaknya
istana itu juga menghilang. Sangat aneh. Apakah tadi aku hanya berhalusinasi saja?
---
Liburan sekolah sudah hampir usai. Kegiatan MOS akan segera di lakukan beberapa hari lagi. Ada sedikit rasa gugup, rasa cemas dan rasa senang, semua bercampur aduk. Ku bayangkan mengenakan
seragam putih abu abu yang nantinya aku kenakan.Banyak yang bilang masa SMA adalah masa yang indah dan masa yang sulit di lupakan.
Yah, begitu pula denganku.Nantinya masa ini adalah masa dimana semuanya bermula.Di masa inilah semua rahasiaku sedikit demi sedikit mulai terbongkar.
Sore ini sangat sepi, aku berniat untuk berjalan jalan sebentar mengelilingi perumahan. Memang beginilah aku, aku terkadang lebih suka menikmati kesendirian. Lebih nyaman melakukan sendiri, bukan tanpa alasan, mungkin karena aku anak bungsu perempuan satu satunya, memaksaku untuk
mandiri dan melakukan semuanya sendirian. Aku berjalan di jalan setapak melewati rerumputan dan pohon-pohon. Mataku tertuju pada sebuah pohon sukun besar yang terletak di ujung jalan setapak. Aku teringat saat masih kecil, pohon sukun itu menjadi salah satu saksi keanehan yang
aku rasakan. Manusia kerdil penghuni pohon sukun. Masih teringat jelas diingatan ku bagaimana rupa dan bentuk mereka. Sejak pindah ke rumah baru, aku sudah lama tidak melewati dan melihat pohon itu. Kini aku menatapnya sangat dekat, ku perhatikan ranting-ranting dan dedaunannya
yang sangat lebar dan lebat.Pohon ini tumbuh sangat rindang,semilir angin menggoyangkan dedaunan dan rasanya sangat sejuk. Aku merasa nyaman di sini. Tak jauh dari pohon sukun,terdapat rumah lamaku.Sepi kosong tak berpenghuni.Ku lihat ada beberapa sudut rumah yang mulai rapuh dan
rusak. Dari kejauhan sudah terlihat suasana angker dan seram rumah lama ku. Ku tatap jendela rumah seolah ada yang sedang mengawasi ku, sedikit ada rasa penasaran dan juga takut. Aku teringat wanita penghuni pohon mangga yang berada di halaman belakang rumah.Waktu aku masih kecil
pada tengah malam sering kali aku mendengar seorang wanita menangis, terkadang terlihat berdiri di kamar paling belakang menghadap ke jendela.Dia tak pernah menampakan wajahnya. Hanya suara dan penampakan dari belakang.
Aku dekati rumah lama ku,ku tempelkan kedua telapak tanganku
di jendela berniat mengintip. Terkejutnya aku saat aku mengintip kulihat ada sepasang mata putih sedang menatapku juga, seketika aku mundur kebelakang kemudian aku merasakan menabrak sesuatu. Ku menoleh kebelakang, seorang wanita berambut panjang bermata putih menyeringai lebar
Aku jatuh tersungkur, aku merasa takut, aku merasakan dia berniat buruk padaku. Dia tertawa cekikikan, aroma tubuhnya sangat busuk. Melihat wajahnya membuatku tak ingin mengingatnya. Dia mencoba membungkuk dan menyerang ku, kemudian sekilas aku melihat bayangan hitam berada tepat
di belakangnya.Bayangan besar hitam itu seolah menyentuhnya dan kemudian secara bersamaan mereka menghilang dengan cepat. Aku terdiam sejenak,merasa bingung.Kemana mereka menghilang? Tapi suasana masih aku rasakan tidak aman,aku segera bangkit dan bergegas lari menjauh dari sana.
Pada malam harinya saat aku mencoba untuk tidur.Terdengar suara dari luar jendela seolah ada yang mengetuk.Awalnya tidak aku hiraukan. Lama kelamaan suara makin keras dan makin sering. Jantung menjadi berdetak kencang, aku menelan ludah, dalam benak penuh tanya siapa yang sengaja
mengetuk jendela malam begini? Ku beranikan diri mengintip di balik tirai jendela. Tidak ada siapa pun. Ku mencoba untuk kembali berbaring di atas tempat tidur, dan aku sangat terkejut wanita bermata putih itu tepat berada di atas ku, menatapku, menempel pada langit langit sambil
menyeringai lebar. Aku diam mematung tak bisa bergerak. Dalam hati terus berdoa memohon perlindunganNya. Kemudian dia seakan menjatuhkan diri ke arahku, mataku pun seketika terpejam dan aku menahan nafas. Suasana menjadi sangat hening.Tak lama aku mendengar suara tertawa terbahak
"Makhluk rendahan seperti dia tidak akan dapat menyentuhmu"
Ku buka mata, wanita merah sudah berada di depanku, dia sedang menjambak rambut wanita bermata putih yang terlihat diam terluka tak berdaya. Dia kembali berkata,"tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku."
-selesai-
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
