GusT Eka° Profile picture
Manusia hanya bisa berikhtiar sisanya Big Mouse yang atur 🐭

Aug 14, 2020, 53 tweets

[100 TAHUN SETELAH AKU MATI]

~Bagian 3~

_A Thread_

Sumber (kulon.kali)

#threadhoror #horror #ceritahorror #hororstory #HansolxDita #kuotagratis #JegalOmnibusLaw

(Apa yang terjadi)

kenapa?, apa salahku ya Rabb? , apa engkau juga menguji manusia yang bahkan belum aqil balik? kenapa harus saya! timpakanlah kutukan ini pada orang lain, jangan kpd saya! ini terlalu berat... pikirku saat saya menjelang dewasa.

saya terbangun dengan badan yang ngilu, sakit sekali... saya llangsung teringat kejadian semalam, rasanya ingin menutup mata dan kembali pingsan, atau paling tidak menangis.. tapi menangispun sudah sulit, mataku terasa pedas, apa air mataku mengering??

pasti rupaku terlihat kacau sekali kala itu, saya melihat bapak. tampaknya beliau tidak tidur semalaman beliau menghampiriku, dan mendekapku..

Bapak : "kamu akan baik2 saja nak"
saya :" Rizal takuttt pakkk, rizall.. rizal liat hantu pakk, rizal takutttt.. rizal gak mau pak",
Bapak : "Rizal, bapak yakin anak bapak ini cowok pemberani, iya kan? jangn takut, bapak disini, yaaa"

Saya : "iya pak, ibuk kemana?"
Bapak : "ibuk pulang sebentar, ambil baju buat kamu, ya gapapa sekarang kamu tidur lagi"
Saya : "iya pak"
Bapak : (tersenyum)

Bapaku ini adalah sosok panutanku hingga saya dewasa, beliau adalah abdi negara yang jujur, seorang pejuang diera modern, beliau adalah pelindung keluargaku, beliau bisa menjadi sosok yang tegas dan juga lembut, beliau adalah Bapaku. saya ingin menjadi seperti beliau....

saya tertidur lagi, mungkin cukup lama sampai saya bangun mungkin itu sudah siang bolong.. dan saya melihat banyak sodaraku diruma hsakit.. ada budhe,pakde,paklek, sepupuku, dan banyak lagi.. mereka menangis.. sambil memeluku tapi tanpa bicara, saya tidak mengerti, ada apa ini.

infus saya sudah dilepas, saya juga sudah mulai tenang.. saya bisa berjalan dan duduk sendiri, saya melirik kearah bapak. dan untuk pertama kalinya melihat bapak menangis..

Saya : "bapak kok nangis?, bapak sedih?" tanyaku polos
Bapak : "rizal, bapak cuma sedang mikir seuatu" bapak mengusap pipinya dan memeluku erat,
Bapak : "kamu akan jadi anak yang kuat, ya kan rizal?"
Saya : "pakk,?

hari itu juga kami pulang, bapak menggendongku seakan tidak mau melepasku, kami naik mobil kijang milik sodaraku dan menuju rumahku, entah kenapa saya masih melihat "mereka" dan saya tidak setakut tadi malam, seolah otaku mengatakan mereka bukan apa2..

kami sampai rumah, dan anehhh tidak biasanya rumahku sangat ramai, para tetangga banya sekali yang dirumahku, entah saya tidak mengerti.. begitu turun,

sanak sodaraku yang lain langsung memeluku erat, dan berbicara panjang lebar dengan bapak, yang terlihat jelas bapak sedang cemas, takut, atu sedih, saya benar2 gak ngerti!

budhe Yuni kemudian menggendongku, bapak masuk kekamar, dan saya dihujani peluk cium oleh tetangga dan sodaraku, mereka menangis, saya melihat mereka menatapku dengan tatapan yang paling kubenci hingga saat ini, mereka menatapku dengan iba.

tatapan yang entah kenapa diusiaku saat ini paling enggan kulihat orang menatapku dengan cara seperti itu. sampai diumurku yang ke 28 tahun ini saya tidak suka dengan namanya dikasihani, saya lebih suka dibenci daripada dikasihani,,,,

perasaan saya menjadi tidak enak dan benar saja, bapak mengendongku lagi, tampaknya beliau baru ganti baju, dan membawaku ke kamar.bapak memeluku sangat erat,

Bapak : "Rizal, maafkan bapak ya"
Saya : "kenapa pak? " tanyaku polos.
Bapak : "maaf nak" kali ini memeluku lagi sambil menangis
Saya : "paak?"
Bapak : "ibu meninggal nak, ibumu kecelakaan mobil"

Jleeebbbbb... berapa kali momen jleb di hati kalian? Demi apapun saya baru anak TK! kenapa disaat saya masih membutuhkanmu ibuk. ibuk harus pergi, ibukk apa ibuk tau penderitaan anakmu ini selama belasan tahun setelah ibuk tinggal?? haa??

beberapa kali pertanyaan itu muncul setelah saya remaja...
saya akan skip cerita tentang pemakaman ibuk, batin saya masih sakit, setiap mengingat kejadian itu..

singkatnya setelah tangis2ku, setelah jeritan2 pilu, dan panggilanku kepada ibuk untuk bangun akhirnyaibu dimakamkan di tpu terdekat.

saya masih merasakan sesak itu, saya harus menghadai hal ini, dikala ada yang salah dalam indra saya, ibuk pergi. dan diusia sekecil itu saya dipaksa mengerti, Bahwa yang mati tidak akan hidup kembali ....

Selamat tinggal Ibuk, ibuk adalah wanita yang kukenal 9 bulan 10 hari dikandungan, dan wanita yang baru kukenal dan menemaniku selama 6 tahun 2 bulan dan 5 hari.. ibuk meninggal hari jumat tahun 1995...

2 hari setelah itu, saya hanya tidur dan mengurung diri... banyak sekali penampakan di luar jendela tiap malam, apakah saya tidak takut?, saya sangat takut!!

saya hanya meluapkan takut saya dibawah selimut, saya menangis tertahan, karena mata saya sudah lelah mengeluarkan air mata, saya berusaha tidak menjerittt, saya hanya menggigit bantal....
"Ibuk, Rizal takut buk "

kejadian itu berlangsung seminggu, bisa kalian bayangkan trauma yang saya terima.. rasa sakit itu, rasa takut itu.. seperti berputar dikepalaku.. "Rizal pengen nyusul ibuk" kataku dalam hati..

saya kehilangan cahaya saya sejak saat itu, saya kehilangan ceria, saya kehilangan tawa, saya kehilangan diriku sendiri...

( Ternyata Sari )

Setelah 7 hari ibuk pergi, bapak selalu membawa kemanapun beliau pergi, , karena bapakku ini mau tak mau harus menjadi bapak sekaligus ibuku, seolah bapak benar2 menjagaku selama 7 hari seminggu,

24 jam non stop.. beliau memberikan perhatian extra disela-sela kesibukanya yang menggunung. Matahari yang membuatku tenang, karena begitu matahari muncul tampaknya makhluk2 itu enggan menggangguku, hanya tampak satu atau dua, tapi mereka mengacuhkanku..

tapi begitu bulan datang, dan gelap mulai menyelimuti langit terror demi terror saya dapati, seperti kepala tanpa tubuh diatas lemari, potongan tubuh manusia di dalam kulkas, hantu peremppuan di kolong kasur,

ketukan di jendela kamar, itu semua membuatku trauma dengan gelap. saya tidak akan menceritakan semuanya, bukan karena saya lupa, saya masih ingat itu semua, tawa lengking bergema mereka,

bau anyir darah mereka, bau busuk, dan tatapan mata mereka ....kalian mau coba? jangan tertawa, besok akan saya tunjukan mereka padamu, ya kepadamu yang membaca ceritaku...

minggu pagi, Bapak harusnya libur dan menemaniku dirumah.. karena hari biasa bapak membawaku ke kantor beliau sesudah pulang sekolah.. tapi hari ini bapak harus pergi dan tak bisa mengajaku, karena masih pagi, saya sedkit tenang dirumah, ditemani mbok nah..

saya bermalasan sambil menggambar di kasur, lama sekali saya menggambar, sampai2 saya tidak mendengar sari yang sedang di depan kaca menyisir rambutnya sambil bersenandung jawa..

Saya : " Sari "
Sari : "rizall .. "
Saya :" kamu kok gak pernah main?, aku gak punya temen tauuuk"
Sari : "maaf ya rizal, aku gak bisa maen sama kamu kemarin "
saya : " kenapa emang?"
Sari : "temen-temenku marah sama ibumu, aku udah ngelarang, tapi mereka banyak, mereka ..."

Saya : " kenapa sih?" kataku dengan bingung.
saya belum mengerti sama sekali dengan yang dimaksud sari kala itu, sari mendekatiku, dan menyentuh keningku dengan tanganya..

"kamu merem",saya menurutinya.. entah apa yang dilakukanya.. tapi dia seperti membawaku ke peristiwa lalu,, saya tidak akan diceritakan disini, karena terlalu menyakitkan, saya hanya menceritakan bahwa ibu saya dicelakai makhluk-makhluk itu..

saya bisa melihat ibu berdarah darah diatas jok mobil yang menabrak pembatas jalan...
Sari mengembalikan pengelihatanku, dia menatapku...

Saya : "kenapa dengan mereka?, kenapa jahat dengan ibuku?!"
sari : "Ibumu merusak rumah kami riza"
Saya : " tapi ibuk gak tau ! ibuk gak sengaja !"
Sari : "rizal,, ibumu sudah meninggal, maafkan aku rizal"
Saya : hanya menggeram
tertahan,menangis dan entah seperti marah, emosi..

Saya :"kamu itu siapa?!, kamu juga seperti mereka kan? kenapa kamu gak keliatana serem?"
Sari : "aku sari, cuma aku gak bener2 hidup kayak kamu rizal"
saya : ?

sari : "aku bukan hantu, dari orang yg udah mati. aku kori dr aku yang pernah hidup"
saya semakin tak paham dengan yang dibicarakan sari.

sari : "rizal, besok kamu akan mengerti, aku janji akan menemanimu terus, aku temanmu selamanya kan?"
saya : "iya sari, kamu temenku, tapi kenapa kamu gak serem?"
sari : "aku temanmu rizal, makanya aku gak ganggu kamu, aku gak mau nakutin kamu"

saya : " tapi kenapa hantu2 itu serem"
sari : " mereka memang jahil, suka mengganggu, tp mereka satu rumah denganku, mereka gak akan menyakiti kamu lagi, mrka hanya suka sama kamu, kamu anak istimewa"

saya : "aku blm ngerti sari, aku bingung"
sari : "aku bakal nyeritain semua ke kamu rizal, kamu besok akan paham"
saya : "janji?"
sari : "janji "

sari menceritakan dirinya panjang lebar, saya gak mengerti sama sekali apa yag diocehkan dia.. tapi saya mulai paham dengan seiring bertambahnya usiaku.

sari adalah kori (pasangan gaib) dari sari yang pernah hidup di masa lalu, sari menceritakan kalau dia lahir di blora ayahnya juga seorang pejuang kemerdekaan, dia meninggal tahun 1915.. dimasa hidupnya sari sering berpindah rumah,

sampai akhirnya bertempat di rumah yang kami tempati kala itu keluarga sari dibunuh oleh belanda yg mengetahui bahwa ayah sari adalah pejuang yang sering memimpin gerilya para penduduk..

sebelum dibunuh sari melihat ibunya, diperkosa dan disiksa hingga mati, sari melihat langsung bagaimana ayahnya di bunuh dengan cara menyayat lehernya dengan pisau berkarat, sampai akhirnya sari meregang nyawa karena ditenggelamkan didalam sebuah tong berisi air..

mereka di bunuh secara keji oleh belanda utk menunjukan kekuatan mereka dan menakut2i pejuang..

akhirnya mayat mereka dimakamkan warga sekitar di halaman belakang rumah yg ditempati keluargaku saat itu. tanpa nisan dan hanya di tandai dg pohon nangka dan asem yg blm ditebang belum lama ini..

sari berkata karena tidak mendapatkan pemakaman yg layak banyak dr korban pembunuhan selain keluarga sari juga menjadi gentayangan.

jin2 yg bergentayangan itu sering mengganggu warga dan penghuni rumah dinas ini dr waktu ke waktu, rumah ini menyimpan banyak memori negatif yg membuat auranya jelek, rumah ini menjadi saksi bisu pembunuhan beberapa keluarga pejuang di masa lalu..

"aku tidak pernah punya teman lagi sejak aku mati, berjanjilah rizal kamu akan jadi temanku, aku akan menjagamu hingga aku juga akan pergi menyusul setengah dari diriku yang sudah mati"

~Berlanjut~

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling