RAHASIA INDIGO
A THREAD
PART 14
MASA SMA
@bacahorror
@ceritaht
@horrornesia
@IDN_Horor
@WdhHoror17
#threadhorror
#ceritaht
#bacahorror
"Udah taukan berita anak kelas 10 yang sering kesurupan itu?"
"Iya,ya ampun menurutku dia cuma pura-pura doank ya gak sih?"
"Maksudmu akting gitu?"
"Iya,jadi mungkin dia anak caper, yang broken home gitu."
"Masa sih?Tapi masa sering banget hampir tiap hari lho dia kesurupan?"
"Iya ya? Apa gak capek gitu tiap hari kesurupan? Mungkin caper nya kebangetan kali ya?? Hahaha"
"Eh bukannya si dia adiknya anak kelas 12 itu ya."
"Iya bener, kasian punya adik caper, bikin malu."
"Padahal kakaknya pintar kan ya anak IPA."
Percakapan yang kurang lebihnya sama
setiap harinya di sekolah. Sering kali aku dengar,dan menyayat hati. Apakah aku seperti itu? Tapi aku tidak seperti itu? Aku juga tidak tahu kenapa? Pertanyaan dalam diri yang selalu saja muncul, saat ku dengar hal itu. Walaupun mereka berbincang berbisik dengan jarak sangat jauh
aku pun mendengarnya dengan sangat jelas.Telinga seakan peka saat ada yang membicarakan diriku.
Tak terasa air mata ku menetes, segera ku usap agar tak terlihat oleh siapapun. Sedari tadi sebenarnya nafsu makan ku sudah hilang, tapi aku memaksa tetap terus menikmati semangkok
baso di kantin sekolah.
Aku duduk sendiri, hampir setiap harinya begini. Aku merasa teman-teman juga mulai menjauhiku, tidak ada yang menyapa, tidak ada yang menemani. Beberapa ada teman yang iba,sekedar tersenyum menyapa.Tapi aku tahu, mereka tetap menjaga jarak denganku, mereka
takut dan mereka merasa aku aneh. Aku memaklumi,jangankan mereka, aku juga merasa diriku aneh. Terkadang terlintas di benak, aku ingin seperti mereka,hidup normal tidak terbebani hal-hal ghaib di luar nalar.Tapi apa boleh buat,ini adalah takdirku.
---
Wanita penghuni pohon kelapa
kini sedang menatap ku. Mata kami sudah cukup lama saling berpandangan. Sengaja sore ini aku menemuinya. Aku penasaran dengan sesuatu yang dia pegang di tangan kirinya. Dan di usia ku sekarang sesuatu itu sudah terlihat sangat jelas. Itu adalah sebuah benda berbentuk guci. Guci
dengan ukiran daun berwarna putih dan ungu. Berulang kali aku melirik ke guci kemudian melihat wajahnya. Muncul tanya dalam benak, apa hubungan guci itu dengan dirinya, dan mengapa baru sekarang aku melihat dengan jelas bentuknya? Baru akan bibir ini berucap, wanita pohon itu
berkata," hanya kamu yang dapat melihat benda ini dengan jelas." Kemudian dia mulai mendekati ku perlahan hingga jarak kami menjadi lebih dekat, dia pun berkata lagi,"ingat kah kamu saat kecil,telah menolong seekor kucing hitam yang terjepit kayu?"
Aku terdiam mengerutkan kening,
mencoba untuk mengingat. Tak lama aku terkejut sendiri mengingatnya, benar saja dahulu saat aku masih sangat kecil,sekitar usia masih baru menginjak sekolah dasar. Aku pernah tidak sengaja menemukan seekor kucing kecil yang terjepit kayu tak jauh dari rumah. Aku menyingkirkan
kayu tersebut, kemudian membelai kepala kucing dengan lembut dan memindahkan ke tempat yang lebih aman. Kucing itu berwarna hitam pekat polos, ada sedikit corak putih tepat di atas kepalanya. Karena semakin penasaran, aku pun bertanya," iya aku ingat sekarang soal kucing itu,lalu
ada apa dengan kucing itu?"
Wanita pohon menjawab dengan tegas,"kucing hitam itu adalah aku"
Mataku terbelalak,aku sangat tidak menyangka,dulu aku memang belum begitu peka,yang aku tahu kucing itu adalah seekor kucing biasa.
"Seharusnya kamu tidak menolongku saat itu" lanjut dia
berkata dengan wajah datar. Aku terdiam tidak mengerti, yang aku tahu dia memang membenciku.
"Saat kamu menolongku, aku sangat senang. Aku mulai memperhatikan mu, kamu begitu baik dengan semua kucing. Kamu penyayang hewan. Aku sangat menyukaimu" berkata dia sambil tersenyum.
Kemudian dengan cepat,raut wajahnya berubah menjadi marah dan berkata,
"Tapi makhluk yang lebih dulu hadir di samping mu itu melarang ku untuk mengikuti mu.Makhluk kuat itu menangkapku kemudian mengunciku di pohon laknat ini!Seandainya kamu tidak menolongku,aku tidak akan seperti
ini! Aku membencimu!"
Aku tersentak menelan ludah. Jadi ini alasan mengapa dia begitu membenciku. Sedikit muncul rasa bersalah. Hati tak tega melihatnya. Wajahnya sangat marah dan juga sedih.Tapi, lebih tepatnya dia merasa kesepian.
"Maaf" kataku lirih
"Maaf kalau aku membuatmu
menjadi seperti ini. Aku benar benar tidak tahu" jawabku menegaskan.
Tak lama tercium aroma khas, wanita ungu sudah hadir di sampingku,dia tersenyum ramah padaku,kemudian menatap tajam wanita pohon.Wajah wanita pohon seketika berubah menjadi takut, dia perlahan berjalan mundur ke
belakang sambil menundukkan kepala, sesekali melirik ke arah wanita ungu.
Aku menatap wajah wanita ungu, muncul tanya dalam benak,sekuat apa dia sebenarnya?Sampai banyak makhluk yang takut dengannya.Wanita ungu menoleh ke arahku dan berkata,
"Guci itu adalah kunci,dan yang bisa
membuka kunci itu hanyalah kamu. Sengaja aku melakukan ini, karena dulu kamu masih terlalu kecil untuk menerima kehadiran makhluk lain selain aku. Sekarang saatnya kamu memilih, dia tetap selamanya terkurung disini, atau kamu bebaskan dia."
Aku terdiam sejenak, mencoba memahami.
Ku perhatikan wajah wanita pohon, lalu aku menghela nafas.
"Aku pilih bebaskan dia" jawabku.
Seketika guci itu seakan pecah dan melebur. Aku terkejut hingga selangkah mundur ke belakang. Guci itu menghilang bersamaan dengan wanita pohon.Aku berharap dia mau memaafkan ku dan tidak
membenciku lagi.
---
Guru Biologi mulai membagikan soal ulangan satu per satu kepada kami para murid. Ini baru ke empat kalinya aku bisa mengikuti pelajaran biologi dengan baik dan tenang. Sudah hampir dua minggu aku tidak masuk sekolah lagi.Kelas masih terasa asing bagiku.
Banyak teman sekelas yang masih belum aku kenal. Namanya saja tidak tahu, apalagi kenal. Aku duduk sendiri di pojok kanan paling depan dekat pintu masuk kelas.Tepat belakangku teman perempuanku yang sangat baik. Dia selalu mengajak ku bicara dan sering mengajak ke kantin bersama.
Aku melihat aura dan isi hatinya dia memang anak yang baik dan tulus. Tidak ada keraguan atau ketakutan sedikitpun terhadapku. Dalam hati aku tidak akan pernah lupa kebaikan yang dia berikan kepadaku.Ku harap kita akan berteman baik selamanya.
Aku menggigit pulpen sambil berpikir
jawaban yang tepat untuk soal yang telah diberikan. Biologi adalah mata pelajaran favorit ku. Hanya Biologi yang aku sukai dari mapel IPA lainnya. Tapi karena aku jarang sekali masuk, aku sangat kesulitan. Tak lama wanita merah hadir di sampingku sambil tertawa cekikian. Suaranya
terdengar nyaring ke seluruh ruangan kelas yang hening. Aku sedikit terkejut mengerutkan kening dan menatapnya heran. Aku mulai cemas makin tidak dapat fokus mengerjakan soal.
Wanita merah menatapku menyeringai dan berkata,
"Aku bisa membantumu mengerjakan itu semua"
-selesai-
Share this Scrolly Tale with your friends.
A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.
