My Authors
Read all threads
Ridup Njai Ahmad Dahlan

Adalah judul buku yang bakal mimin kupas dalam utas berikut ini. Untuk buku keduanya, Riwayat Kiai Badawi menyusul. cc @MuhammadiyinGL

UTAS Image
Sebelum memulai utas ini, mari terlebih dahulu kita membacakan suratul fatihah kepada Nyai Hj. Ahmad Dahlan.

Ilaa hadrati Nyai Dahlan, alfatihah Image
Kira-kira tawasulnya, diterima gak @MuhammadiyinGL ? Tanya @NUgarislucu juga ah....

😁😁😁
Buku yg diterbitkan Urusan Dokumentasi dan Sejarah @muhammadiyah ini, terbit pada 1968 atas kerjasama dg penerbit Mertju Suar Yogya. Dibuat tipis dan sederhana, agar lebih mudah tersebar dan dijangkau masyarakat luas. Image
Meski buku ini teramat sederhana, namun buku adalah bentuk peringatan terbaik untuk mengenang seorang tokoh. Ketimbang membangun tugu. Sebagaimana ditegaskan oleh H.M. Junus Anis dalam pengantarnya: Image
Nyai Dahlan atau yang bernama asli Siti Walidah. Lahir di Kampung Kauman, Yogyakarta 1875 M. Ayahnya seorang penghulu bernama KH. Muhammad Fadlil bin KH. Ibrahim bin Kiai M. Hasan Pengkol bin KH. M. Ali Ngraden Pengkol.
Ia belajar agama kepada orang tuanya. Seperti halnya al-Quran dan kitab-kitab yang ditulis dg aksara pegon dan berbahasa Jawa. Kelak, setelah menikah dg KH. Ahmad Dahlan, ia banyak menimba ilmu kepada suaminya. Tak hanya ilmu agama, namun juga tentang organisasi & kemasyarakatan
Ketika KH. Ahmad Dahlan mulai mendirikan Muhammadiyah, Nyai Dahlan pun turut terlibat. Terutama dalam bidang kewanitaan. Seperti saat membentuk Sopo Tresno pada 1914. Ia menjadi pelopor sekaligus mubalighahnya.
Dari "Sopo Tresno" itulah, lantas berkembang menjadi bagian Aisyiyah di Persyerikatan Muhammadiyah pada 1923. Pada masa ini, Nyai Dahlan menjabat sebagai penasehat (advisiur). Sedangkan ketuanya, dipasrahkan kepada Siti Bariyah.
Meski demikian, Nyai Dahlan tetap aktif di Aisyiyah. Sampai Aisyiyah menjadi ortom tersendiri pada 1927, ia tetap aktif. Ia hadir dalam berbagai persidangan. Bahkan, didaulat memimpinnya.
Nyaris semua kongres Aisyiyah, ia hadiri sepanjang hidupnya. Hanya pada kongres pada 1939 di Medan, Nyai Dahlan berhalangan. Bahkan, pada kongres di Jakarta (1940), ia tetap hadir walau sedang sakit reumatik.
Kiprahnya yang luar biasa tersebut, membuat Nyai Dahlan didaulat sebagai ibunya Muhammadiyah. Bersanding dengan suaminya sebagai bapaknya Muhammadiyah. Image
Dalam buku ini, ada sejumlah fragmen perjuangan Nyai Dahlan. Seperti halnya ketegarannya mendampingi Kiai Dahlan mendakwahkan Muhammadiyah ke berbagai pelosok. Ancaman apapun tak menggentarkan pasangan tersebut. Seperti halnya saat berdakwah ke Banyuwangi yg dapat surat kaleng.
Kungkungan kolonial juga tak menciutkan nyalinya. Bahkan, Nyai Dahlan tak segan mengungkapkan secara terang-terangan. Seperti kisah di bawah ini: Image
Ada kisah menarik peristiwa yg melibatkan Junus Anis dg Nyai Dahlan. Kisah ini mengungkapkan bagaimana sisi kreatif dan militannya dari Nyai Dahlan.

Kejadian tersebut terjadi pada 1927 saat menghadiri acara Muhammadiyah & Aisyiyah di Boyolali.
Saat itu, Nyai Dahlan beserta rombongannya mewakili Aisyiyah. Sementara Junus Anis datang dg rombongan HB Muhammadiyah. Kedua rombongan ini, sama-sama mengendarai kereta.

Tanpa sengaja, ludah sirih dari Nyai Dahlan mengenai baju Junus Anis. Baju putihnya pun ada bercak merahnya.
Sesampainya di Boyolali, Junus izin tak turut berpidato di acara rapat umum tersebut. Ia malu karena bajunya terdapat bercak merahnya.

Nyai Dahlan yang mengetahui hal itu, segera bertindak. Ia datangi Junus Anis sembari membawa potongan kertas putih.
"Tidak sengaja, yang terkena ludah sirih hanya sedikit," kata Nyai Dahlan sembari menempelkan potongan kertas putih pada bagian lengan yang ternoda itu.
Tahukah kalian dg apa Nyai Dahlan menempelkan kertas putih tersebut? Bukan dg lem.

Nyai Dahlan menempelnya dg ketupat yang jadi bekalnya.

"Nah, sudah tidak nampak. Kalau pidatomu nanti lantang dan berkobar-kobar, orang kan tidak melihat tambalan kertas ini," ungkapnya.

😂😂😂
Masih ada fragmen-fragmen lainnya dari Nyai Dahlan. Mulai dari bagaimana membina generasi muda, masa perjuangan, hingga kehidupan rumah tangganya. Tapi, break dulu. Nunggu utas ini diretwet sampai 50 dulu lah

😁😁😁😁 Image
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with Komunitas Pegon

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!