3. Khusus mengenai perlambatan ekonomi ini konsekuensinya: bagi perusahaan akan ada penurunan laba, bahkan kemungkinan rugi; bagi pekerja/buruh adalah penurunan target,penyesuaian kinerja
4. Adalah irasional di tengah pandemi target laba perusahaan malah dinaikkan, padahal perusahaan itu masuk kategori sektor usaha yang secara teoritis termasuk perusahaan terdampak, yang secara matematis akan rugi.
5. Lebih irasional lagi jika perusahaan atau oknum di perusahaan tidak memahami hal ini, abai dan bertindak semena-mena, dengan melakukan pemecatan, intimidasi, dst terhadap pekerja yg dianggap tidak bisa memenuhi target. #saveburuh #lawan
6. Target sendiri dalam suatu perusahaan skala nasional punya rasio. Kalau satu wilayah A misal ditarget laba 10 Trilyun, dan wilayah B ditarget 12 Trilyun, itu pasti ada rasionya. Misal jumlah unit BRI dan tingkat ekonomi suatu wilayah #buruhmelawan #bandung
7. Bagaimana jika di tengah pandemi ini wilayah A hanya sanggup memenuhi target 80 persennya (8 T)? Rasio laba perusahaan secara nasional tentu akan turun juga (terdampak). #COVID19 #saveburuh #bandungbergerak
8. Hanya, turunnya target wilayah A, oleh pimpinan wilayah B dianggap sebagai peluang. Peluang apa? peluang sebagai pimpinan wilayah yang moncer, ketika wilayah lain turun, dia malah naik. akan terlihat hebat bukan?
9. Yang demikian ini ambisi pribadi yang irasional, sakit, berpotensi merugikan bawahannya, pekerja lapangan (mantri), juga merugikan perusahaan karena penambahan beban kerja pastilah punya ekses
10. Utas ini didedikasikan sebagai pembelaan pada para buruh laba dalam hal ini mantri BRI yang dirugikan kebijakan pimpinannya. Bukti dan fakta akan kami paparkan
Selama pandemi, kerja pegawai BRI Kanwil Bandung bisa sampai pukul 23.00. video conference. Jadi ajang pinwil BRI untuk mengintimidasi. Bayangkan, besok harus masuk jam 7 pagi. Sabtu minggu juga kerja