candrayuri Profile picture
22 Feb, 67 tweets, 13 min read
Sebelumnya perkenalkan saya Yuri, ini pengalaman mistis aku dan teman - temanku.. dan ini berdasarkan kisah nyata, real tidak dibumbui sama sekali..
Oke baik, aku di kota ini memiliki geng , bukan geng motor, tp yah boleh dikatakan teman2 ngumpul gitu lah
Beberapa dari mereka ini termasuk orang yg indihome, eh indigo.. dari dasar itu, kita sering nih waktu ngopi2 bareng, tetiba senyap dan kasih kode kalau ada yg mengawasi di sebelah2 kita.
Dari situ, terbersit di pikiran kami untuk melakukan wisata mistis. Lebih tepatnya mengunjungi tempat tempat keramat hanya untuk memuaskan hasrat kami untuk bertemu dg makhluk tak kasat mata.
Agak aneh sih pikiran kami ini, saat itu kita hanya ingin pembuktian aja, ga ada niatan seperti saat ini yang beramai2 ngevlog, atau posting2 di sosmed, atau bahkan live di bigo untuk kegiatan2 mistis mereka, kami hanya mendokumentasi seadanya dan untuk pengalaman kami aja..
Dan kami sepakat untuk memulai aktivitas wisata misteri ini setiap malam jumat legi. Seperti biasa aku pamit ke mamaku untuk sekedar ngopi dan mungkin nanti menginap di rumah temanku, mas mahfud. Aku membawa pocket camera dan hp nokia e63 yang telah dicharge penuh.
Malam itu sesampainya di rumah mas mahfud, kami masih ngopi, rencananya kami akan menuju makam kembar di dekat rumah mas Abu. Aku, Dian, Mas Very dan Mas Mahfud masih menunggu kabar dr mas Abu yg masih ada tamu di rumahnya,
FYI aja mas Abu ini dikenal bisa mengobati orang2 yg terkena gangguan mistis , such as kena guna2, dikirimi santet, dikirimi makhluk halus ke area tempat tinggal, dan beberapa hal lain.
Tepat jam 11 malam, kami sudah diminta untuk ke rumah mas Abu, jarak rumah mas Abu ini ada 2,5 km dari rumah mas Mahfud. Kita melewati jalan raya, masuk ke jalan desa, yg membelah sawah, disamping jalan desa itu terdapat sungai yg besar yg dipinggirnya byk rimbunan bambu liar. Image
Di lingkungan kami, anggapan kalau malam jumat legi itu lebih horor , lebih wingit daripada malam jumat weton lain sudah kami ketahui sejak kami masih kecil. Dan menjelang tengah malam seperti itu, kami yg naik 2 motor saling berboncengan.
Melewati jalan desa yg bersebelahan dengan rumpun bambu tadi. Suara gesekan bambu2 yang tertiup angin, membuat kita bergidik ngeri, dan saat itu penerangan jalan desa tidak ada sama sekali, hanya dari motor kami.
Sesaat kemudian, angin berhenti bertiup dan benar2 sunyi malam itu, makin berasa horornya. Dan tak lama kemudian kami sudah memasuki area kampung rumah mas Abu.
Kita melewati makam keluarga yg kecil yg dsebelahnya ada poskamling dan disebelahnya lagi ada masjid yang masih dalam tahap pembangunan, di poskamling itu ada 1 orang tua laki2 yang sedang duduk.
Kami pun menyapanya, dan jelas bapak tua itu cm membalas dengan berdehem. Kenapa kami bilang jelas, itu karena pas di dpn poskamling itu terdapat polisi tidur yg terbuat dari tali jangkar kapal yang tebal dibiarkan melintangi jalan desa tersebut
Karenanya kami memperlambat laju motor kami dan melihat dengan jelas sosok laki2 tua di poskamling itu.
Setibanya di rumah mas Abu, kami dipersilakan masuk.
Namun mas very masih diem tertegun di dekat motor. Mas abu memanggil dia, dan mas Very dengan agak berjingkat segera memasuki ruang tamu mas Abu.
“Kenapa Ver? Kok tadi ga langsung masuk” tanya mas abu
“Enggak, kalian tadi nyapa siapa di poskamling sih? Awalnya aku ga liat loh, trus...” jawabnya sekalian menanyai teman2
“Jangan memulai deh mas Ver” aku memotong
“Laahh kalian uda disambut Mbah Brojo?” Tanya mas Abu selanjutnya
“Sopo iku mas?” Dian menyela
“Mbah Brojo itu sesepuh kami, dia yg babat alas kampung sini, makamnya di ujung kampung yg tadi kalian lewatin” jawab Mas Abu
“Eh temenan ta mas?” Jawabku agak ngeri
Terbayang waktu si embah di poskamling td yang membalas permisiku dengan berdehem
“Iya Yur, beliau biasanya memperlihatkan diri di makam itu atau di poskamling, kl niat kalian masuk desa ini baik, biasanya keliatan kyk mbah2 lanang, kalo niat kalian jelek, atau kalian dlm kondisi kotor ato mengumpat,
biasanya Mbah Brojo menampakkan diri dlm wujud yg serem, ntah pocong ato apalah gt” Jelas mas Abu
“Lohhh kaann kaann, aku wis ngiro, wong iku mauuu Yurr, km seh lapo disopo” kata Dian
“Kan aku amit, permisi numpang lewat Yan” jawabku
“Trus mas Very ngeliat apa tadi?” Tanya mas Abu
“Pocong mas, duuhh aku ngeri, dan kyke td ngikuti dibelakang motorku loh, aku keliatan dr spion” jawab Mas Very Image
“Oalah bener wes, samean mau misuh2 ta pas masuk jalan desa td?” Tanya mas Abu
“Iya mas, lah wong peteng (gelap) dan sebelah barongan (rumpun bambu) , aku takute kenek begal dll, ga kepikiran bakal diliatin gituan” jelas mas Very
“Oalah, udah udah gpp, wes anggep aja itu td sambutan kalian masuk sini, hahahaa “ jawab Mas Abu.
kamipun tersenyum kecut. Kecuali mas Mahfud yg pandangannya masih mengarah ke jendela ruang tamu ini
“Nah, gimana? Jadi kah ke makam kembar di jalan raya depan?” Tanya mas Abu..
“ Duh mas, belum apa2 kita uda disambut kyk tadi lo mas” Jawabku ragu2
“Wes kalau kalian ragu, mending ga usah aja” Kata mas Abu kemudian
“Doh Yur, km ini, belum apa2 wes ketakutan, sia2 dong kita sampe kesini” kata Dian
“Iya iya wes, aku manut kalian aja” jawabku
“Ok nek jadi, kita satukan tujuan kita masuk ke makam keramat itu nanti mau ngapain, sekarang aku tanya satu-satu, tujuan kalian apa?” Tanya mas Abu
“Aku penasaran mas, katanya makam itu horor banget makan tumbal, sering ada kecelakaan di jalan raya depan makam kembar itu” jawabku
“Podo aku ya penasaran” kata Dian
“Aku ya Penasaran jg sih, sehoror apa” sahut Mas Very
“Aku cm ikutan aja” jawab Mas Mahfud
“Nahh alasan / tujuan kalian ini yg kayak gini ini yg salah, jangan sekali2 kita masuk tempat keramat itu hanya karena penasaran, yg ada kita celaka, kita akan diperlihatkan bentuk mereka yg aneh2, energi kita terserap, yg ada bakalan pingsan kalian, aku yg repot” jelas Mas abu
“Tanamkan niat dalam hati kalian dr sekarang, tujuan kita kesana hanya untuk membuktikan Kebesaran dan Kuasa Allah yg telah menciptakan segala bentuk makhluk hidup di dunia ini, baik yg bisa diliat langsung maupun mereka” Lanjut mas Abu,
“Oh gitu ya mas” jawab kami
“Iya, intinya kalian hanya berniat untuk melihat tanda kebesaran Allah” jelasnya lagi
“Kalau sudah fix, oke kita baca doa dulu, dan insya Allah aku bikin kalian lebih peka terhadap kehadiran mereka” lanjut mas Abu
Setelahnya mas Abu membaca doa, kami hanya melirik satu sama lain, dan kemudian mas Abu menyentuh kepala kami. Dingin, itu yang aku rasakan saat itu.
Kami pun berangkat menuju makam keramat itu, dan kami tidak melewati jalan desa yg kita lewati waktu menuju rumahnya.
Kamipun berlima berjalan bersama beriringan di tengah kegelapan malam, menyempatkan untuk berwudlu terlebih dahulu di surau dekat rumah mas Abu, melewati kampung yg sudah sunyi senyap, seperti kampug mati,, memang kalau tiap malam jumat legi kondisi kampung2 pada sepi
Kami menyusuri kampung dan sampai pada akhirnya melewati makam keluarga.. makam keluarga itu berada di tepian sawah...
Setelah dari makam keluarga itu kita melewati sawah. Dan pekarangan warga.. di pekarangan itu jantungku deg deg an banget. Berasa ada yg ngikutin dan ngawasin kami dr segala arah
Aku meminta ijin kepada mas abu, untuk memotret pekarangan itu.. dan mas Abu memperbolehkan, asal tidak melihat hasil jepretanku waktu itu.. cm boleh memotret saja.. aku menurut sambil terus berjalan
Dan taraaaaaa,, inilah hasil jepretanku.. aku ga tau itu apa, atau itu hanya khayalan ilusiku semata, yg jelas aku melihatnya something kyk makhluk bertaring Image
Ada jg yg ini... sampai saat ini aku ga berani konfirm kl itu mr Poci.. tp aahhh kebayang banget pas aku abis motret ini ada suara eraman dr dlm pekarangan itu.. naikin brightness gadget kalian yaa Image
Dan kami tiba di makam kembar keramat yg dimaksud. Kami tidak lewat gapura depan, akan tetapi lewat dr arah belakang.. dan monmaap, nyampe situ uda berasa mistik banget. Kita berasa bukan cm berlima, tp sampai kek sesak gitu di dada
Dan karena hampir kami ber empat uda takutnya sampai di ujung kepala nih, mas abu mengajak kami berdiskusi. Untuk melanjutkan jelajah ini atau balik kerumah... aku uda speachless.. dan as u know , kita berdiskusi disebelah tempat naruh keranda mayat Image
Yakkk orbs banyak banget yg ketangkap kamera, dan sekali lagi, aku cma diperbolehin untuk shoot shoot aja, ga dibolehin liat sama sekali sama mas abu
Kami memutuskan untuk melanjutkan jelajah ini.. namun kami masih tetap duduk di rumput sebelah rumah keranda mayat. Karena yang aku, dian dan mas mahfud rasa uda sangat lemass
Dan seketika, mas very beteriak dan mengumpat. Yak, lagi2 dia mengumpat, “jancoookk pocong cuukk ikuuu” sambil menunjuk ke arah pepohonan bagian belakang pemakaman yg kita lewatin tadi Image
Aku tertegun, dian mulai ketakutan, dia sedikit menangis terisak,.
“Duh mas, ayooo moleehh” pintanya memelas kepada mas Abu.. dan kemudian....
Seberkas sinar merah merangkak naik ke arah pepohonan yang rindang... Image
Sumpahhh kaki badan udah lemas.. mas abu mengajak kami untuk berdoa supaya dpt kekuatan lebih untuk melanjutkan jelajah malam ini
Doa selesai, kamipun diajak mas abu untuk kembali memantapkan niat jelajah kita yaitu untuk membuktikan kebesaran Allah SWT dg melihat semua makhluk ciptaanNya...
Dan seketika,, lirih2 terdengar suara gamelan dr kejauhan, gamelan seperti khas ludruk jawa timuran, yg alunannya seperti lagu / kidung madura..
Anjiiiirrr.. aku ngetik thread ini bulu kudukku merinding banget, siang loh iini.. masih terngiang jelas alunan gamelan madura ituu
Balik ke cerita saat itu Aku mendengar suara2 orang bercakap2... ditengah alunan gamelan itu.. semakin lama semakin dekat orang2 itu.. aku melirik ke arah mas abu, dia tau kalau aku mau memotret ke segala arah. Dia melarang
Setelahnya suara gamelan itu serasa semakin mendekat.. tapi suara orang bercakap2 itu mulai memudar, sekali lagi aku meminta ijin untuk memotret.. dan happp Image
Suasana semakin genting, dan mas Very mendengus2. Sepertinya ada yg berusaha meminjam raga dia.. mas mahfud dan mas abu menenangkan dia. Dan membacakan sholawat dan ayat kursi
Aku menunduk dan berpegangan dengan dian. Mas abu berpesan agar kami fokus / berbicara lirih tanpa menghiraukan keadaan yg ada... sambil bbrp kali memotret
Ini salah satu hasilnya, cuma orbs yg ketangkap, tp ambience waktu disana, sumpah ngerinya berasa sampai aku bikin thread ini Image
Ini beberapa hasil jepretan jg Image
Karena suasana sudah terlalu chaos, mas abu menyarankan kami untuk pulang saja.. kami menurutinya, berjalan beriringan di tepi sawah.. dan sampai suatu ketika jaketku seperti ada yg menarik dari belakang
Aku membisiki mas mahfud. Dia berkata “jangan hiraukan, usapkan telapak tangan mu dg bagian luar telapak mengelus kepala belakangmu”
Aku menurutinya, dan mengusap kepala belakangku, dan karena aku masih kepo, aku menengok kebelakang, dan terlihat seonggok daging berbalut kain putih kecoklatan yg sangat lusuh dengan wajah yang gosong...
Aku tidak melewatkan moment itu langsung mengarahhkan hpku untuk menjepretnya. Namun hpku tetiba hang dan restart sendiri.. aku tak mempedulikan, setengah berlari kita menuju kembali ke rumah mas Abu
Sesampainya di rumah mas abu, kita membahas yg kita alami malam itu, dan dilanjut melihat hasil foto kita.. dan memang hasilnya sebatas orbs sepert yg aku upload td
Tp jujur, ada foto pocong yg di hp e63 itu yang masih tersimpan, namun sampai thread ini aku publish, hpku msh blom bisa dinyalain, dan aku cari di memory cardnya tidak ada, mgkin tersimpan di memory internal hpnya
Begitulah pengalamanku menjelajah makam kembar keramat di probolinggo, bagi tweeps yg tau alamatnya tau persisnya makam itu, better untuk di keep aja ya.. kalian ga mau kan kalau nanti malam alunan gamelan itu menghampiri kalian.....
Oiya ada yg ketinggalan, dini hari itu kami ga berani pulang ke rumah masing2, karena mereka masih berasa mengikuti kami bahkan sampe ke rumah mas mahfud yg jaraknya 2 KM dr makam itu... dan ketika kami coba memotret di ruangtamu mas mahfud, orbsnya banyak yg ketangkep dong :( Image
To be continued....

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with candrayuri

candrayuri Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @candrayuri

29 Jan
Setelah kejadian terakhir yg mana aku sampai di tempeli om gendewowo , tak lama setelahnya aku memutuskan pindah kos dari kosan pertamaku yg lumayan creepy itu. Aku memilih kos di jalan sebelah, hanya selisih sekitar 300 meter dr kosan awal..
Bangunan kosnya terbuka membentuk huruf U, dengan halaman tengah yg difungsikan sebagai lapangan voli , musholla dan parkiran motor, juga ada 2 pohon mangga dan 2 pohon rambutan di sisi halaman tengah ini,
Read 39 tweets
28 Jan
Horor di Kosan

-based on true story-

Pengalaman aku dan temanku saat ngekos di jember
@IDN_Horor @bacahorror @BacahorrorCom @threadhoror @ceritaht @hororthread @Alekz71114111 @sambilstalking @cerita_setann

#bacahorror #threadhorror #ceritahorror #ceritaseram

Pict by @Google Image
Pada tahun 2008 , aku bekuliah di jember. Karena jauh dari rumah, aku tinggal di sebuah rumah kos yang sangat dekat dengan kampus aku, dimana jaraknya hanya 10 menit jika ditempuh dengan berjalan kaki.
Di kos kosan itu terdapat 20 kamar yg dihuni oleh 20 mahasiswa, ini adalah kos kosan cowok, dan semua kamar itu penuh
Bentuk kos -kosannya berupa rumah induk dengan paviliun kos yg terpisah oleh taman yang lumayan rimbun.
Read 45 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!