Creepysedap~ Profile picture
Feb 14 69 tweets 12 min read
--UTAS--
Kali ini aku mau berbagi cerita yang pernah menggemparkan masyarakat desaku dan sampai sekarang masih sering diperbincangkan.
"NDHELIK"

@IDN_Horor @bacahorror @ceritaht @Penikmathorror @PenulisMalam94 @HorrorBaca @BacahorrorCom

#threadhorror #TrueStory #ceritahorror
Kejadian ini berlangsung sekitar tahun 2010. Sebelumnya aku mohon maaf jika tulisanku sulit dipahami karena baru pertama kali menulis utas
Tokoh dan latar dari utas ini akan disamarkan agar tidak memicu konflik.
Hari kamis kali ini sama seperti hari-hari sebelumnya, tidak ada yang aneh sama sekali. Pak Bejo (tokoh utama) berniat untuk mengunjungi rumah saudaranya si Nardi di desa sebelah karena memang ia rutin berkunjung ke rumah Nardi untuk mengunjungi Ibunya.
Tiap berkunjung ke rumah Nardi, Pak Bejo biasanya memilih lewat hutan yang biasa kita sebut “Alas Kulon”. Hal itu dipilih Pak Bejo karena ia hanya berjalan kaki dan jika lewat jalan raya harus memutar. Biasanya pak bejo berangkat dari rumah pukul 3 sore. Berbeda dengan biasanya,
kali ini Pak Bejo agak lambat. Ia berangkat dari rumah setengah 5 sore. Sebelum berangkat, Pak Bejo ditanya oleh istrinya (Bu Bejo) “opo ra kewengen to pak? (apa tidak kemalaman pak?)”, “wah wong gur kene kono tok we kok yo (Cuma deket doang kok)” timpak Pak Bejo.
Tidak lama setelah itu Pak Bejo berangkat dari rumahnya.Sebelum masuk area “Alas Kulon”, Pak bejo ditanyai tetangganya, maklum orang desa terkenal dengan grapyaknya. Mungkin 3 orang yang menyapa pak bejo
Mereka tidak menanyakan pak bejo mau kemana karena mereka sudah tau rutinitas pak bejo untuk mengunjungi rumah si Nardi. Akan tetapi, mereka menanyakan “mboten enjing-enjing mawon to pak? Pun badhe dalu lhe niki ( apa ngga besok pagi aja pak, udah hamper malam lho ini)”.
Pak bejo pun dengan entengnya menjawab “ yo rapopo to, wong aku rono rep ketemu mbokku ( ya gapapa dong, aku kesana mau ketemu ibuku)". Dan akhirnya pak bejo pun melanjutkan perjalanan dan masuk ke area “Alas Kulon”
Singkat cerita sudah jam 8 malam. Biasanya jam segini Pak Nardi sudah mengantar Pak Joko pulang dengan sepeda motornya. Namun, beda dengan hari ini. Tidak ada tanda-tanda sepeda motor lewat di depan rumah Bu bejo.
Bu bejo pun menunggu di depan rumah sampai setengah 9 akan tetapi belum ada tanda-tanda Pak Bejo pulang. Kemudian Bu Bejo pun menyuruh Tina (anak bu bejo) menelpon Pamannya untuk menanyakan kok Pak Bejo belum pulang
“Halo pakde, Bapak tesih dangu mboten teng griyane sampean? (Halo pakde, bapak masih lama tidak rumah pakde?”). “Lho, bapakmu wae ora rene kok dino iki (Lho, bapakmu aja tidak kesini kok hari ini)” jawab Pak Nardi. Betapa kagetnya Tina dan Bu bejo mendengar jawaban pak Nardi.
spill lokasi : daerah perbatasan antara DIY dan Jawa Timur
Tina langsung mematikan HP nya dan bertanya ke tetangganya. “Lek bapak mau “sore lewat kene ora yo (Paman, bapak tadi sore lewat sini tidak ya?” Tanya tina ke tetangganya.
“Iyo tin, mau lewat kene, tak kon sesuk wae le neng gone Nardi tapi ngeyel (Iya tin, tadi lewat sini, aku saranin besok aja ke rumah Nardinya tapi ngeyel)” sahut tetangganya.
“Lewat mergi nopo wono nggih lek bapak wau? (lewat jalan apa hutan ya bapak tadi lek?” Tanya tina. “Tak deloki mau lewat alas tin, la enek opo emange? (aku liat tadi lewat hutan tin, emang ada apa?” jawab tetangga tina.
Kemudian Tina menceritakan bahwa Pak Bejo setelah masuk hutan tidak sampai ke rumah pak Nardi alias hilang.Kabar tersebut sangat cepat menyebar dan keluarga bu Bejo langsung menghubungi orang-orang “pintar” yang ada di desanya karena dirasa ini ada hal yang ngga beres.
Bu Bejo meminta tolong kepada masyarakat dan 2 orang “pintar” yaitu pak Tarno dan pak Ganjar. Ketika Bu bejo menemui Pak Tarno dan Pak Ganjar, jawaban mereka berdua sama yaitu “DIDHELIKNE (DISEMBUNYIKAN)”.
Pak bejo maksudnya guys hehe
Sontak Pak Tarno dan Pak Ganjar Pun mengumpulkan masyarakat yang ingin membantu mencari pak bejo di alas kulon dan akhirnya terkumpul 10 orang pemuda yang dibagi menjadi 2 tim. Tim 1 dipimpin Pak Tarno dan tim 2 dipimpin pak Ganjar.
Kedua tim tersebut langsung masuk ke “Alas Kulon” untuk mencari pak Bejo. Satu tim mengarah ke utara dan sisanya ke selatan. Pencarian dilakukan dengan membawa tampah dan linggis. Setiap langkah dari mereka selalu membunyikan tampah dan linggis tersebut.
“Blek.. Blek.. Thing… Blek.. Blek.. Thing.. Lenthone kari sejuwing” Tampah dan linggis selalu berkumandang disertai nyanyian tersebut yang disinyalir adalah mantra untuk membuat WEWE GOMBEL mengeluarkan orang yang ia sembunyikan.
Singkat cerita jam sudah menunjukkan pukul 22.30 akan tetapi belum ada tanda-tanda pak bejo untuk ketemu. Di dalam alas tersebut terdapat 3 resapan air yang disebut Luweng.
Ketika Tim 1 berada di dekat luweng Betheng, salah satu diantara anggota tim tersebut mencium bau pandan yang sangat menyengat.Ia mengikuti bau pandan tersebut dan menuju ke pohon Trembesi yang ukurannya sedang (tidak terlalu besar).
Pak Tarno seketika bilang “iso neng kene, tapi ayo mlaku meneh (bisa disini, tapi ayo kita jalan lagi aja)”. Karena atas komando pak tarno, semua bergerak kembali menyusuri alas kulon.
sambung besok lagi ya guissss.......
jangan lupa follow yaaaaa xixixixixixi
okee karena udah rame mari kita lanjutkan ceritanyaaaaa...
Jan lupa follow dulu ya 😤😤
Banyak hal yang terjadi di malam itu, Ketika di dalam alas, beberapa anggota tim 2 mendengar selalu ada langkah kaki di semak-semak belakang mereka, suara tersebut mereka dengar tidak lama setelah mereka masuk ke dalam alas sampai sekarang
Mereka sempat bertanya ke Pak Ganjar

“kok kados wonten sing ngetutne nggih pak? (kok kayanya ada yg ngikutin sih pak?)”

“wes tokno ae, rausah madep mburi (hiraukan saja, jangan menghadap kebelakang)”
Karena saking penasarannya dengan apa yang mengikuti mereka, Andi (salah satu anggota tim 2) melirik ke belakang.
Dirasa tidak ada apa-apa, Andi pun yg semula hanya melirik sekarang menengok ke belakang untuk memastikan lagi memang tidak ada apa-apa di belakang mereka. Seketika Andi berteriak dengan kencang dan mengagetkan seluruh anggota timnya.
“Ono opo Ndi? ( Ada apa ndi?)” Tanya Ilham rekan satu timnya.

“Mburine adewe ono uwong raono ndase, mlakune pincang (di belakang kita ada orang tanpa kepala, jalannya pincang)”, timpal Andi.
“makane nek dikandani ojo ngeyel ndi, iseh akeh sing neng mburine adewe. Koe pengen weruh kabeh ? (Makanya kalau dibilangi jangan ngeyel ndi, di belakang kita masih banyak lagi. Kamu pengen liat semua?)”

kata pak ganjar dengan agak ketawa.
“Ngapunten Pak, pun mboten kulo pindo-pindo. Ajrih kula ( Maaf pak, tidak akan saya ulangi. Takut saya)”

timpal andi yang gemeteran dan sekarang sangat pucat. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan kembali.
Beberapa ratus meter berjalan, Ilham mendengar ada yang berbisik disamping kanannya. Tidak mungkin teman-temannya yang berbisik karena mereka berjalan berjajar dan ada jeda 3-4 meter.
Bisikan itu semakin lama semakin jelas

“Luweeng…..”

Bulu kuduk Ilham seketika langsung berdiri dan ia langsung bertanya kepada pak Ganjar.
Sebelum Ilham bertanya ternyata Pak Ganjar sudah mengetahui apa yang terjadi

“kui ngandani neng ngendi sing ndelikne ham, ora kabeh gaib kui ala (itu memberitahu dimana ia disembunyikan ham, tidak semua yg gaib itu jahat)”.
“o nggih pak. Tapi luweng sing pundi niki sing dimaksud? ( oh ya pak, tapi luweng mana ini yg dimaksud?)”.
“yo makane ayo digoleki, aja leren le blek..blek. thing ( ya makanya ayo dicar, jgn berhenti membunyikan blek..blek..thing)”
Anggota yg lain pun kebingungan apa yg dimaksud antara pak ganjar dan ilham, kemudian ilham pun bercerita bahwa ia baru saja mendengar bisikan dimana pak bejo disembunyikan.
Seketika semua anggota langsung mengkirik mendengar apa yang diomongkan ilham tapi mau tidak mau mereka harus melanjutkan perjalanan.
Setelah hampir di tengah2 alas, Ilham dan Andi 2 mencium aroma singkong bakar, yang tidak lain dan tidak bukan adalah tanda-tanda hadirnya Genderuwo. Pak Ganjar langsung menenangkan seluruh anggota timnya
“Wes rapopo, Jenenge we bertamu mesti yo disambut (dah gapapa, namanya juga bertamu pasti disambut).

Tidak ada yang tidak merinding di malam itu. Tapi Pak Ganjar dan Pak Tarno berusaha menenangkan masing-masing anggotanya.
Pukul setengah satu, Tim 1 dan 2 bertemu di tengah-tengah alas kulon dan melanjutkan perjalanannya.

Sekarang tim 1 menuju ke selatan dan sisanya ke utara. Singkat cerita Tim 2 sampai di Luweng Betheng.
Luweng dimana tim 1 mencium bau pandan. Pada saat di luweng tersebut, ilham sempat berpikir

"apakah yang dimaksud bisikan tadi adalah luweng betheng ini?"
Saat berada di luweng tersebut, hawa mencekam pun datang. Kabut mulai turun padahal baru pukul 1 dini hari. Bau pandan mulai tercium, Pak ganjar menginstruksikan agar membunyikan blek..blek..thing dengan keras. Mungkin pak ganjar tau bahwa pak bejo ada disekitar situ.
15 menit berlalu tapi belum ada tanda-tanda munculnya pak bejo.
Pak Ganjar tidak menyerah sampai disitu. Ia membacakan mantra-mantra dan doa tanpa henti. Tak disangka, mereka mendengar suara erangan orang di semak-semak samping pohon trembesi (ya pohon yang sama yang dilihat oleh tim 1).
Suaranya seperti suara macan mengaung dan seketika mereka langsung menghampiri suara tersebut.
Setelah sampai di sumber suara, betapa terkejutnya mereka melihat Pak Bejo dengan tubuh penuh tanah dan debu seperti habis berguling-guling di tanah dan mengaung sangat keras.

Pak Ganjar pun langsung mendekapnya dan membacakan ayat-ayat Al Quran hingga Pak Bejo tak sadarkan diri
Setelah sadar, pak bejo seperti orang linglung dan pandangannya kosong. Pak bejo pun dibawa pulang ke rumah dan pencarian di hari tersebut dinyatakan selesai pada pukul setengah 2 dini hari.
Keesokan harinya, Pak Bejo sadar dan sudah dapat diajak bercerita. bercerita bahwa ia keitka sampai di luweng Betheng bertemu dengan wanita cantik dan diajak mampir ke rumahnya untuk makan.
Betapa terkejutnya pak bejo dibawa masuk ke rumah wanita itu. Rumahnya sangat besar, kuno tapi sangat terawat. Pak Bejo dipersilahkan duduk di meja makan yang sudah tertata makanan dengan berbagai menu yang lezat.
Rasa dari semua masakan itu sangat enak tutur pak Bejo. Setelah makan, wanita itu berkata

“omaho neng kene (tinggallah disini)”.
Pak bejo pun menolak

“ora, aku mulih wae (tidak,aku pulang saja)”

“pilih omah neng kene opo mati? (pilih tinggal disini atau mati?)” kata wanita itu.
Pak Bejo pun terus menolak sampai wanita cantik tersebut berubah wujud menjadi wanita dengan wajah hancur dan bau anyir. Pakaian wanita itu serba putih dan penuh tanah.

Pak bejo pun ketakutan sampai ia tak sadarkan diri dan begitu sadar ia sudah sampai di rumahnya.
Cerita tidak selesai disini.

Siang menuju waktu ashar semua warga desa dikagetkan dengan kabar Pak Bejo yang muntah tanah dan daun jati. Tidak hanya sekali tapi sampai 3 kali Pak Bejo memuntahkan tanah dan daun jati di hari itu.
Konon katanya Wewe gombel memang memberikan makan orang yg ia sembunyikan dengan tanah, tai, darah, dan sebagainya agar orang tersebut bisu dan tidak bisa menceritakan apa yang terjadi kepadanya.
Tiap harinya perut pak Bejo semakin membesar sampai hari ke 3. Pak Ganjar dan Pak Tarno menyarankan untuk membawa pak Bejo kembali ke luweng Betheng.
Namun, ketika Pak Bejo akan dibawa ke luweng betheng ia muntah kembali. Yang ia keluarkan bukan tanah dan daun jati seperti hari-hari sebelumnya namun darah dan nanah. Pak Bejo mengerang hebat karena kesakitan dan akhirnya ia meninggal dunia.
Innalilahi wa inna ilaihi rojiun
Tiga hari berselang, pak Tarno dan Pak Ganjar sama-sama ke rumah bu bejo. Selain untuk menghaturkan bela sungkawa, mereka juga membicarakan apa yang sebenarnya terjadi.
Pada malam itu, Pak Tarno sebenarnya sudah tau jika pak bejo disembunyikan di dekat luweng betheng karena ia sempat berkomunikasi dengan si Wewe Gombel
Pak Tarno mengutarakan bahwa si Wewe memang sudah lama mengincar pak bejo karena sangat sering lewat area kekuasaannya.

Hari itu merupakan momentum yang sangat tepat bagi si wewe karena bertepatan malam jumat kliwon dan pak bejo melewati luweng tersebut disekitar maghrib.
------ sekian -------
Terima kasih sudah membaca utas ini sampai selesai guys !!
Karena ini utas pertamaku, boleh banget kasih kritik dan saran di komentar. Thankyouuu
Jangan lupa follow ya !!!

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Creepysedap~

Creepysedap~ Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

:(