Bangkitnya Agama Adat Nusantara (GBMYLKSKVXYWQ) Profile picture
Memperjuangkan eksistensi agama adat Nusantara seperti #Kapitayan , #SundaWiwitan , #Parmalim , #Kaharingan , #Marapu , #todolo KODE Tiktok : GBMYLKSKVXYWQ

Sep 4, 2020, 9 tweets

Atas dukungan Yayasan Satunama Yogyakarta dan Lakpesdam NU, Puanhayati akhirnya sukses melibatkan semua representasi agama/keyakinan di dalam sarasehan tersebut. Hadir sebagai pembicara dalam Sarasehan tersebut, Dian Jennie Tj., inisiator sekaligus mewakili Perempuan Penghayat

Kepercayaan, Ketut Rohani (Hindu) Lucia Herawati (Konghucu), Agustina Manik (Kristen), Karolina R. (Katolik), Tri Wahyudiyati (Budhha), Anggia Ermarini (Fatayat NU), dan Diyah Puspitarini (Nasyiatul Aisyiyah). Selain itu, hadir juga Ufi Ulfiah (Lakpedam NU) dan Bhudhis Utami

(KAPAL Perempuan) sebagai penanggap.

Secara umum, semua narasumber yang berlatar belakang sebagai tokoh agama, menyampaikan pengalaman komunitas masing-masing dalam mengambil prakaras-prakarsa positif dalam menyelamat keluarga dan komunitasnya. Pengalaman yang dilakukan oleh

Fatayat NU dan Nasyiatul Aisyiyah misalnya, menjadi bukti yang sangat penting bahwa, tokoh-tokoh perempuan terbukti yang selalu berada di garda depan upaya penanggulangan wabah.

Dalam konteks pandemi Covid-19 ini juga, perempuan kembali terbukti menjadi aktor yang mengambil

inisiatif paling cepat, di dalam upaya pencegahan, penanggulangan, dan membangun ketahanan keluarga dan komunitas. Anggia Ermarini dan Diyah Puspitarini mencontohkan, bagaimana dalam situasi bencana ini, perempuan selalu paling cepat bergerak dalam kerja filantropi dengan membagi

-bagikan masker, bantuan sembako, dan sosialisasi pencegahan agar mata rantai penularan virus bisa dihentikan.

Pengalaman ini pula yang disampaikan oleh Ketut Rohani, Luci Herawati, Karolin R., mewakili pengalaman komunitas agamanya masing-masing. Korlina R. mewakili Katolik

juga menunjukan bagaimana di dalam institusi keluarga, pada akhirnya perempuan juga yang memainkan peran-peran vital melingkupi ketahanan dan kelestarian keluarga, di tengah situasi himpitan ekonomi dan kesulitan hidup selama masa pandemi.

“Perempuan telah menjadi sumber

kehidupan dan paling tahu bagaimana merawat kehidupan bahkan ketika wabah begitu mengancam keberlangsungan hidup manusia,” kurang lebih begitulah Dian Jennie mencoba memberikan bahasa konseptual yang merangkum seluruh pengalaman perempuan-perempuan tokoh agama/kepercayaan.

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling