Bangkitnya Agama Adat Nusantara (GBMYLKSKVXYWQ) Profile picture
Memperjuangkan eksistensi agama adat Nusantara seperti #Kapitayan , #SundaWiwitan , #Parmalim , #Kaharingan , #Marapu , #todolo KODE Tiktok : GBMYLKSKVXYWQ

Sep 4, 2020, 6 tweets

Dengan diksi konseptual yang berbeda-beda, semua tokoh perempuan lintas agama/kepercayaan meyakini bahwa fenomena wabah juga terkait langsung dengan ketentuan Tuhan, takdir, atau diwakili bahasa konseptual yang berbeda-beda dengan makna yang sama. Dalam konteks ini, Dian Jennie—

dalam kapasitasnya sebagai wakil Penghayat Kepercayaan, mencoba mengaitkan wabah dengan tiga konsep spiritual yang diyakini oleh kalangan Penghayat kepercaya, sangkan paran dumadi; manunggaling kawula-Gusti, dan; memayu hayuning bawana.

Wabah dalam bentuk apapun, diyakini

sebagai tanda-tanda ketidakseimbangan kosmologis akibat ulah yang diciptakan oleh manusia sendiri. Dalam periode yang sangat panjang, manusia sudah lupa asal-usul dan tujuannya hidup di dunia (sangkang paran dumadi). Eksploitasi atas alam merupakan buktinya. Dalam di titik

ekstrem kepongahan manusia, mereka lupa pula terhadap misi hidup yang diembannya, yakni menciptakan keseimbangan dan kesentosaan (memayu hayuning bawana).

“Pandemi adalah tanda bahwa alam sedang sakit, dan butuh me-recovery dirinya sendiri,” tegas Dian Jennie. Dalam bahasa

spiritual, ini sekaligus tanda bahwa alam mengingatkan manusia akan misi suci hidupnya. Melalui pandemi pula, manusia diingatkan untuk selalu memiliki sarana mengingat kembali pada ajaran luhur, kemenyatuan dirinya dengan sumber kehidupan, manunggaling kawula-Gusti.

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling