, 47 tweets, 8 min read
KKN EXPERIENCE_PART-2

Mulai dari sini gw saranin kalian baca di tempat yang aman ato ada yg nemenin dan kondisi badan lagi fit. Okee 👌

@bacahorror
#bacahorror
#threadhorror

Yg belum baca PART-1 silahkan baca dulu
Hari ini, senin. Setelah masa observasi kami resmi berangkat dari kampus menuju ke desa dengan status mahasiswa kkn. Kami berangkat sekitar jam 1 siang setelah upacara pelepasan. Dalam 1 kelompok kami ada 6 orang, 3 cowo 3 cewe. (btw gw belom bilang kalo gw cowo kan)
Anggota kelompok selain gw ada dono, candra, caca, rani dan siska. Kami berangkat bersama kelompok lain melewati jalur yg sama saat pertama kali kita kesana. Setelah sampai ke desa kemudian kami di arahkan ke rumah/posko kkn sesuai pembagian kelompok kami.
Kelompok 1&2 ada di dusun-A dekat rumah pak carik yang gw sebut di PART-1, kelompok 3&4 ada di dusun-B dekat dengan balai desa dan kelompok kami.. Ya hanya kelompok kami, ada di dusun paling ujung selatan di desa. Sebut saja dusun-C. Posko kelompok kami cukup jauh dari dusun A&B.
Jaraknya hampir mencapai 1km. Dusun-A terletak paling dekat dengan hutan karet, salah satu jalan keluar dr desa menuju jalan kecamatan (jalan besar). Artinya jika kami ingin keluar desa kami harus menempuh jarak 2km lebih. Jarak itu diukur dengan garis lurus.
Sementara kaliah tahu kan. Jalan di dataran tinggi apalagi perkebunan berkelok2 naik turun. Jarak tempuh tentunya jauh lebih dari 2km melewati daerah perkebunan.
Setelah tiba di posko kami hanya meletakkan barang2 bawaan di dalam kamar dan kembali ke kecamatan untuk melakukan upacara penyambutan. Awalnya gw ngerasa ga ada yg aneh di daerah tempat posko kemopok kami.
Upacara selesai sore hari. Kami pun kembali ke posko untuk bergantian mandi. Di halaman seberang posko ada pohon rambutan yg punya 2 cabang pohon dan.. Ada sosok kunti lg nangkring di salah satu cabang. Gw baru tau karena awalnya gw ga terlalu merhatiin lingkungan sekitar.
Dia duduk sambil kakinya ngayun2. Rambut nya panjang dan punya poni panjang ala emo2 gitu nutupi matanya. Jadi cuma keliatan hidung sama mulutnya doang. Gw perhatiin dia senyum2 tipis seolah2 bilang "selamat datang"
Okee dia cuma nyambut kita dan ga ada apa2 yg aneh. Selesai kita mandi kebetulan menjelang magrib. Yg muslim siap2 sholat dan yang ga sholat bantu2 tuan rumah buat nyiapin makan malam. Selesai sholat magrib kita makan bareng2 dengan tuan rumah, sebut saja ibu dan bapak bambang.
Selesai makan malam sembari menunggu isya dono dan candra ijin keluar desa mau nyari paket data dan beberapa alat untuk program kkn candra yang ga kebeli sebelum berangkat kesini. Gw pun juga ngikut karena gw sendiri lupa bawa sandal jepit jadi cuma bawa sepatu.
YA kita pergi keluar desa malam itu melewati jalan perkebunan karet (silahkan hujat kami). Sebenarnya kami di beritahu pak bambang ada jalan keluar yg lebih "aman" tapi kami bertiga lebih milih jalan hutan karet dengan pertimbangan takut nyasar. (ya.. Silahkan hujat kami lagi)
Gw berharap pak bambang mau menemani tapi sayang, beliau harus segera menghadiri rapat karangtaruna karena sudah di tunggu. Alhasil berangkatlah kita bertiga, sementara para cewe stay di posko. Candra boncengan dengan dono dan gw? Sendirian dooong
Sebelum menuju hutan karet kami harus melewati daerah perkebunan sayur, kopi dan dusun-A. Seperti yg gw bilang sebelumnya, penerangan jalan di desa ini hanya ada di daerah permukiman. Di luar area permukiman satu2 nya sumber cahaya hanyalah lampu motor kami.
Saat kami memasuki kebun sayur, disinilah gw melihat ular raksasa dengan kristal bercahaya di kepalanya. Si ular cuma diam gak bergerak. Berkat sinarnya itu pula gw melihat sosok2 hitam yg ga jelas di sekitar perkebunan.
Di perkebunan kopi gw tau mereka banyak bertebaran. Tapi satu2 sumber cahaya mengarah ke jalan di depan. Sesekali gw denger suara seperti "RRrrrrrr..." dari perkebunan kopi. Dan tibalah kami di dusun-A, kami sedikit lega tapi itu hanya sesaat sampai kami melihat pohon karet
Okee sampe disini break dulu ya.. Tenang gaes cerita masih akan berlanjut kok 😉
Okee gaes kita lanjut.. Maap kalo ngerasa digantung wkwk
Kami memacu motor dengan kecepatan rendah karena kondisi jalan berpasir dan banyak batu kerikil seperti yg gw bilang di PART-1. Dono dan candra ada di depan dan gw di belakang.
Tepat saat memasuki daerah kebun karet gw liat dengan jelas ada bapak2 bercelana pendek tanpa alas kaki berjalan kearah hutan karet. Seluruh tubuh nya pucat. Saat kita melewati bapak itu, tiba2 dia berhenti dan memutar badan nya.
Dia cuma berdiri di pinggir jalan. Kalo dia orang beneran dan mau numpang otomatis dia ngasi isyarat gitu kan? Dan kalo dia orang beneran dan berani malam2 lewat itu hutan karet, paling tidak dia bawa senter kan? Ini dia ga bawa apa2 woy
Gw hampir ga bisa bedain bapak itu makhluk halus ato bukan karena sosoknya jelas banget, istilahnya resolusi 4K gitu. Karena dono dan candra ga berhenti gw menyimpulkan bapak ini ga bisa mereka lihat. Okee gw juga ga berhenti dong
Kami melanjutkan perjalanan melewati hutan karet dengan satu2 nya sumber cahaya adalah lampu motor. Disini gw udah ga kaget karena isinya ga jauh beda kayak di siang hari. Kyk yg gw bilang di PART-1, isi nya macem2 tapi yg dominan pocong.
Alhamdulillah kami masih di lindungi Tuhan jadi kami tidak mengalami kejadian yang membahayakan di tengah2 hutan karet. Dan tibalah kami di jalan kecamatan, candra dan dono membeli paket data di konter pulsa. Mereka sempet ngobrol sama mas2 konter pulsa dan...
Betapa terkejutnya si mas2 waktu bilang kita mahasiswa kkn di desa-X (sebut aja gitu) dan untuk kesini kita lewat hutan karet. Setelah itu kita pun pergi ke minimarket untuk membeli beberapa barang dan sendal jepit yang pas ukurannya di kaki gw. Setelah itu kita pulang ke posko
Ya.. Lewat hutan karet itu doong, lewat mana lagi?

Alhamdulillah kita masih di lindungi oleh Tuhan dan sampailah kita di posko dengan selamat. Saat kami tiba di posko rupanya sudah isya.
Saat gw lg ngobrol sama candra gw iseng ngomong ke dia,

Gw: orang sini keren ya
Can: keren gimana?
Gw: tadi waktu kita keluar desa ada bapak2 berani sendirian jalan di hutan karet
Can: bapak2 yang mana? Ngarang aja lu

Okee dari percakapan itu berarti hipotesis gw tadi bener
Sekitar jam 8 malam pak bambang kembali dan kita sekelompok di ajak sowan ke rumah bapak kepala dusun (kadus). Kamar sengaja gak kami kunci karena ada ibu di rumah. Di rumah pak kadus kami ngobrol berbagai macam hal hingga dono nyeletuk kalo kami baru saja lewat hutan karet dan..
Pak kadus sama terkejutnya seperti mas2 di konter pulsa. Akhirnya pak kadus mulai bercerita soal hutan karet itu, mulai dari hutan karet yg dulu di kelola oleh belanda (jadi hutan karet ini peninggalan jaman belanda) hingga... Tempat orang bunuh diri.
Sudah hampir jam 10 malam, kami pun berpamitan untuk pulang ke posko. Sesampainya di posko kami hendak masuk ke dalam kamar. Kebetulan kamar cowo dan cewe berseberangan. Saat dono membuka pintu ternyata pintu terkunci. Kami mengira ibu mengunci kamar kami
Tetapi ibu bilang dia tidak mungkin mengunci kamar kami, karena satu2 nya kunci kamar kami dibawa oleh dono saat kita sowan ke rumah pak kadus. Saat dono mencoba membuka kunci kamar ternyata yang mengunci pintu bukan kunci yang ada di handle pintu
Gw merasa ada sesuatu dibalik pintu kamar. Candra pun memeriksanya lewat jendela kamar dari luar. Ternyata yg mengunci adalah kunci kayu yang bisa diputar dan kunci kayu itu hanya bisa di buka dari dalam kamar. Padahal didalam kamar tidak ada siapa2 dan jendela juga terkunci.
Pak bambang pun saat itu memutuskan, "di dobrak saja mas gapapa". Akhirnya kami mendobrak pintu kamar bersama2. "Braak" pintu pun terbuka dan... Ada sosok pria tinggi di depan pintu kamar. Sosok itu tepat di depan dono dan candra (kebetulan gw dibelakang mereka)
Sosok itu berdiri dan melotot ke arah kami. Gw pun kaget sementara dono dan candra ga bisa liat dia. Padahal dia tepat berada di depan mereka woy.. Sebelum dono dan candra nyelonong masuk gw pun cepat2 bilang "permisi"
Saat kami masuk ke dalam kamar sosok ini berpindah tempat nangkring di atas tembok kamar. Sampai kami mau tidur dia masih berada di atas tembok sambil melihat kearah kami.
Gw sebelum nya gak ngeh kalo kamar ini termasuk kedalam wilayah nya dia. Gw pun mencoba bilang ke dia kalo kita permisi numpang tinggal sementara waktu disini dan jangan mengganggu kami sekelompok selama disini. Dia cuma diam di atas tembok karena gw udah mulai ngantuk gw tidur
Paginya sosok itu udah ga ada (jadi dia di kamar cuma waktu malem gaes). Setelah sarapan gw mau sebat dulu (betewe gw satu2nya perokok di rumah ini) dan.. Rokok gw berkurang 2 batang dong. Gw inget betul kemarin gw beli ini rokok sebelum berangkat kesini dan baru gw isep 2 batang
Jadi waktu gw buka tinggal 8 batang (1 bungkus isi 12 batang). Kalo pun ada orang yg ngambil siapa? Karena satu2 nya perokok di rumah ini cuma gw. Akhirnya gw ikhlasin itung2 sedekah lah ya.
Begitulah kisah malam pertama gw di desa-X tempat gw kkn.
Lompat ke hari kamis (maljum oy)

Malam ini adalah malam jumat. Ya.. Malam yang sangat ramai oleh mereka yang tak kasat mata. Ini malam jumat pertama gw disini. Gw berusaha untuk tidur tapi ga bisa karena apa? Rasanya gw berusaha untuk tidur ditengah2 pasar saat pagi hari
Sampai pada sekitar jam 4 pagi (menjelang subuh). Suasana perlahan menjadi tenang dan akhirnya gw bisa tidur.
Pagi harinya sekitar jam 9 gw bangun dan ternyata ada perangkat desa yg mampir ke posko. Gw cepet2 cuci muka dan berkumpul bersama di ruang tamu. Pak jono (sebut aja gitu) menghimbau kami untuk tidak melakukan kegiatan yg tidak perlu saat malam hari. Kenapa baru sekarang bilang?
Karena tadi malam (maljum) di dusun-A ada mahasiswi kkn yg kesurupan, sebut saja dia milea. Saat tengah malam tiba2 dia menangis, tertawa cekikian dan meronta2 saat di pegangi. Sore harinya kita satu kelompok berkunjung ke posko dusun-A
Kebetulan ada pelaksanaan salah satu program disana. Salah satu teman di posko itu sebut saja beny bilang kalo di malam pertama mereka disini, dia melihat seorang nenek2 di depan rumah saat dia mau mengunci pintu rumah. "clek" dia lihat ke depan rumah lagi si nenek udah ga ada.
Kebetulan sore itu juga ada pak carik. Gw tanya sama pak carik tuan rumah ini dimana. Dan pak carik bilang kalau tuan rumah ini sudah tidak tinggal disini.
Kemuadian pak carik bilang, kalau sebenarnya orang tua dari tuan rumah ini sebelumnya tinggal disini. Tetapi beliau sudah meninggal dan kebetulan kemarin kamis adalah 40 hari nya.
Okee PART-2 cukup sampe sini.. Next part bakal ada kisah gw yang mampir ke desa sebelah yang ga kalah seru
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with mungkin jodohmu

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!