1. Dhanyang desa : sosok hantu yg dipercaya sebagai pendiri dan pembuka suatu desa. Kadang disebut Baurekso atau penjaga suatu tempat. Biasanya bertempat tinggal pada suatu wilayah yang dianggap sakral oleh penduduk desa seperti pohon tua, batu besar, kuburan tua, dansebagainya
2. Begejil : hantu kebun yang tinggal di pepohonan halaman rumah. Disebut sebagai wakil dhanyang. Terkadang bisa mengganggu penghuni rumah.
Menghasut pemilik rumah melakukan kesyirikan untuknya.
3. Kaki Puspaki dan Nini Puspaki : Sosok lelaki tua dan perempuan tua. Orang jawa menyebutnya Mbah Kakung dan Mbah Putri. Orang jawa kuno memberikan sesajen pada sosok ini ketika merasa kebingungan dan galau.
4. Candra Birawa : nama ajian milik Begawan Bagaspati dan Prabu Salyapati, ajian ini bisa memanggil sosok jin buto kerdil. Orang Jawa Kuno menyebutnya Bocah Bajang.
Sosok ini ada dalam legenda pewayangan jawa. Bila mendalami ajian ini bisa berimbas pada anak keturunan perempuan.
5. Niyayi Tawang : Hantu penjaga dapur (pawon). Nenek Tua bermuka lebar. Orang jawa kuno mempercayai sosok ini menjaga masakan agar tidak gosong dan api ditungku tetap stabil. Diupacara adat ditampilkan dengan batok kelapa yg diberi tangkai dan digambar wajah manusia dan dibedak.
6. Roro Kidul : Banyak yg menyebut sebagai sosok jin di Laut Selatan Pulau Jawa. Biasanya sosok seperti ratu dan memakai pakaian berselendang hijau dengan kereta kencananya. Tak sedikit orang yg membuat perjanjian pesugihan pada sosok ini dengan konsekuensi tertentu.
7. Kumbalageni : sosok jin yg disenangi Roro Kidul. Tugasnya menagih janji pada orang2 yg membuat perjanjian dg Roro Kidul. Bisa mendatangi anak cucu keturunan yg pernah mengadakan perjanjian pada Roro Kidul dan menghasut.
8. Cinunuk : sosok jin berbentuk hewan besar ditengah hutan. Dapat merusak pepohonan untuk menakuti orang masuk kehutan. Cukup ditakuti masyarakat sekitar hutan di jawa karena berbahaya.
9. Kaki Among dan Nini Among : diyakini orang jawa kuno sebagai sosok pelindung anak2. Masyarakat Jawa Kuno biasa mengadakan tradisi among-among di tahun2 pertama kelahiran si anak untuk menghormati kedua sosok ini.
10. Ki Jalu Rowowelang : Sosok jin berbentuk siluman ular berkepala manusia. Jin ini mengklain dirinya berada diwilayah jembatan Gondolayu sebelah timur Tugu Yogya. Konon dalan pembangunan jembatan dimasa Kolonial Belanda, sosok ini meminta tumbal.
11. Ki Juru Taman : Sosok jin raksasa besar, berkulit merah, bersisik, bertaring dan mata menyala api. Dipercaya sebagai penunggu Gunung Merapi yg menjaga agar Yogyakarta aman dari letusan. Tinggal dimulut kawah yg terkenal dg nama geger boyo.
12. Kunthilanak : Sosok hantu yang umum disebut masyarakat. Jin ini berwujud wanita dengan jubah putih dan rambut panjang yg terurai. Diyakini sering mengganggu bayi yg baru lahir. Sering tinggal pada pohon2 rimbun dan besar.
13. Lampor : Ada yg meyakini sosok ini berbentuk prajurit kerajaan kuno, muncul dengan suara gaduh iringab kereta kuda.
Ada yg meyakini sebagai sosok laki2 berkepala banteng yg dpt terbang. Orang jawa kuno menganggap sosok ini dapat mengganggu wanita hamil dan membuat keguguran.
14. Blorong : Jin dg sosok ular besar bagian atas berbentuk wanita xantik dengan kemben hijau. Blorong sering didatangi manusi yg ingin melakukan pesugihan dengan konsekuensi tumbal nyawa.
15. Iwak Oling : Dipercaya masyarakat banyumas berbentuk ikan panjang 20 kaki. Terdapat di Danau Menjar distrik Kalialang Legok Banyumas. Warga meyakini ikan ini dirasuki jin jahat yg dapat membahayakan orang saat didanau.
16. Banaspati : sosok jin dengan wujud api. Dapat berwujud bola api atau berwujud manusia dengan tubuh menyala api. Konon banaspati mencari mangsa manusi dan dihisap darahnya. Banaspati Tinggal di daerah hutan. Ada banaspati api, Tanah dan Air.
17. Genderuwo : Sosok Jin dijawa yang cukup ditakuti. Sering berwujud sosok manusia tinggi besar, berbulu hitam lebat mata merah kadang berkulit hitam kemerahan.Genderuwo dapat berubah menjadi berbagai wujud. Siang hari dapat berwujud hewan buas. Dia sering mengganggu manusia.
Sedikit cerita gaes...
beberapa waktu lalu aku melihat sosok yg belum pernah aku lihat seperti biasanya. saat aku melintas diSeberang jalan pamakaman Tangerang.Aku melihat sesosok "Bayi Bajang" di Pohon Ringin besar ditengah pemakaman.
Oh iya ada lagi yg smpe sekarang jadi omongan warga komplek yg aku tinggal ini. Katanya keluarga yg tinggal tepat dibelakang rumah yg aku tinggali ini beberapa waktu lalu di teror sosok kuntilanak. Beberapa kali menampak diri saat malam didalam rumahnya. Sampai kelurga ini
sekarang pindah rumah. Padahal baru 8 bulan tinggal dirumah itu. Alhamdulillah aku dan kelurga tidak diganggu. Aku malah berpikir jangan2 sosok yg mengganggu dirumah belakang itu sosok jin leluhur yg mengikutiku. Kan akunya jadi gak enak gaes kalo kyk gitu..😂
Ada satu lagi dideretan rumah depan aku ada satu rumah yg tidak ditinggali tetap. Hanya dikunjungi sebulan sekali mungkin. Kata orang komplek yg rumahnya disamping rumah itu. Rumah itu dihuni sosok kuntilanak yg sering mengganggu dan menampakkan diri. Katanya sering cekikian
ketika malam, bayangin bikin deg2an orang yg tinggal disamping kan ya. Sudah 2 kali kemarin juga ibu samping rumah itu mengalami keguguran, sedih banget apalagi lumayan deket akunya sm si ibu.😢
Beberapa kali ada yg bilang ditampakin didepan rumah kosong itu.
Yang baca ini boleh dong kasih komen sebutan sosok2 hantu disekitar wilayah kalian apa aja?
😊
boleh juga ngomongin kemistisan disekitar lingkungan kalian..😆
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
Ojo lali uluk salam lek e mlebu omah le ! . Omah kui orak mung dwe sing manggon. Mesti ono bongso liane.
(Jangan lupa salam kalau masuk rumah, nak!. Rumah itu tidak hanya kita yg tinggal. Pasti ada mahluk lain) : pesan alm.Bapak #bacahorror@bacahorror #ceritaht
Bismillah
Hallo semua,
Sdh cukup lama mau cerita ini, tapi agak mager. Jadi pelan-pelan ya, sambil menikmati magernya.
Akhir-akhir ini jadi kepikiran pesan alm. Bapak, jangan lupa mengucapkan salam saat masuk rumah !
Sebut saja aku. Keterpaksaan ku harus pindah2 rumah karena tuntutan keadaan. Maklum aku adalah kontraktor alias tukang kontrak rumah. (Jangan diketawain) 🤭
Satu cerita dari teman terdekatku yang ayahnya sudah seperti ayahku, yang ibunya sudah jadi ibuku, yang neneknya juga kuanggap seperti neneku sendiri.
Kami lahir dihari, tanggal dan tahun yg sama hanya saja berbeda ibu.
Mungkin ini yg membuat aku lebih peka trhadap pribadinya.
Cerita dari salah satu teman di penghujung tahun 2019 kemarin. Sebelum Jabodetabek banjir hebat diawal tahun 2020 ini.
Dan sebelum negara api menyerang. 😆 (maksudnya sebelum virus corona mewabah di indonesia)
"Ah, gimana ini hari raya tetap kerja. Padahal sudah janji dengan keluarga" benakku.
Tetap saja terpaksa harus ku jalani. Padahal aku sudah janji pada keluarga kecilku dapat pulang ke kampung halaman.
Hari ini hari Minggu. Aku sudah bangun pagi dan bersiap siap pergi bersama kakak sepupuku. Kami dari beberapa hari yg lalu sudah merencanakan kegiatan ini.
Kegiatan yg sudah lama aku ingin lakukan. Ditambah kakak sepupu ku yg ikut bersemangat karena masih berhubungan dengan jurusan kuliah yg dia ambil. Juga masih berhubungan dengan ibunya.
Warisan. Bagi sebagian orang mendapat warisan adalah sesuatu yg menyenangkan. Warisan yg bisa manfaat baik untuk beberapa orang.
Ya jika warisan itu dpt memberi mu rasa yg membahagiakan.
Tapi tidak untukku, aku tidak mengharap, tdk meminta tetapi diwarisi. Warisan turun temurun.
"Jin" itulah nama warisan yang kudapatkan. Aku tidak tahu apa itu. Aku tidak tahu darimana itu. Aku tidak tahu nama dari lelembut itu. Aku juga tidak tahu apa guna warisan itu.
Inilah cerita ku. Cerita tak bergambar yang penuh sendu.
Bukan bermaksud apa2, hanya ingin menceritakan apa yg kulihat. Mohon ambil hikmah dan pesan ceritanya saja.
Ini ceritaku tentang seorang temanku yg meninggal dalam kecelakaan tragis. Seorang teman yg sudah bagaikan saudara untuk kami semua teman sekelas di masa STM.