BAHAYA LISAN
(Mau'idhatul-mukminin, Juz 2, H 218)
Ketahuilah bahwa bahaya lisan (lidah) itu amat besar sekali dan sama sekali tidak ada suatu hal yang dapat menyelamatkannya, melainkam berkata-kata dengan yang baik.
Diriwayatkan dari Kanjeng Nabi shalallahu alaihi wasallam:

- لا يَسْتَقِيمُ إِيمانُ عبدٍ حتى يَسْتَقِيمَ قلبُهُ ، ولا يَسْتَقِيمُ قلبُهُ حتى يَسْتَقِيمَ لسانُهُ ، ولا يدخلُ رجلٌ الجنةَ من لا يَأْمَنُ جارُهُ بَوَائِقَهُ
Belum dinamakan lurus keimanan seseorang itu sehingga lurus pula hatinya dan belum juga dinamakan lurus hatinya itu sehingga luruslah lisannya dan tidak akan dapat masuk surga seseorang yang tetangganya itu belum merasa aman dari kejahatan-kejahatannya.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abiddunya dan Kharaithi.
Sahabat Muadz bin Jabal ra, pernah bertanya kepada Raaulullah,
"Apakah kita juga akan diambil tindakan karena apa yang kita ucapkan itu Ya Rasulallah?
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab;

ياابن جبل وَهَلْ يُكَبُّ النَّاسُ فِي النَّارِ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ,
Wahai Ibnu Jabal, tidaklah manusia-manusia itu akan ditelungkupkan dengan hidungnya terlebih dahulu di neraka, melainkan karena apa yang dituai (dilakukan) oleh lidah-lidahnya.
Ibnu Mas'ud berkata; Hai lidah katakanlah yang baik, engkau pasti memperoleh kemanfaatan, diamlah dari berkata yang buruk, engkau pasti selamat sebelum emgkau menyesal.

«من كف لسانه ستر الله عورته، ومن ملك غضبه وقاه الله عذابه، ومن اعتذر إلى الله قبل عذره
Barangsiapa menahan lisannya (daei kata-kata yang tidak baik) maka Allah menutup aibnya (celanya) dan barangsiapa mengekang kemarahannya, maka Allah melindunginya dari siksanya, dan barangsiapa menyatakan ke'udzurannya kepada Allah, maka Allah menerima pernyataan udzurnya itu.
Bersabda Rasulullah shalallau alaihi wasallam:

من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيرا او ليسكت

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau berdiam saja.
Rasulullah bersabda:

اخزن لسانك إلا من خير، فإنك بذلك تغلب الشيطان

Simpanlah lisanmu, kecuali untuk berkata yang baik, sebab dengan demikian itu engkau dapat mengalahkan godaan Syetan.

Semoga manfaat,
والله أعلم بالصواب

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Tubagus Salim Idrus

Tubagus Salim Idrus Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @tubagussalim

13 Dec
KARUNIA ATAU ISTIDRAJ?
Alhikam Juz,1. Halaman 51-52

 خـَفْ مِنْ وُجُودِ اِحْساَنِهِ اِلَيْكَ وَدَوامِ اِساَءَتِكَ مَعَهُ اَنْ يكونَ ذٰلِكَ اِسْتِدْراَجاًلكَ، سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْسُ لاَيَعْلموُنَ
Hendaknya engkau merasa takut jika engkau selalu mendapat karunia Allah, sedangkan engkau masih tetap dalam perbuatan maksiat kepada-Nya, jangan sampai karunia itu semata-mata istidraj oleh Allah.
Sebagaimana firman Allah:

سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ،
[Akan Aku putar(binasakan pelan-pelan) mereka itu dengan jalan yan mereka tidak mengetahui].
Read 32 tweets
12 Dec
"Kagumnya Setan kepada Syekh Abdul Qadir al-Jailani"
Kisah ini insya Allah mencerahkan kita semua, betapa Syetan terus menganggu manusia. Sampai saat Syekh Abdul Qadir menyendiri Syetan datang mengaku sebagai Tuhan.
Sumber; islam.nu.or.id/post/read/1109…
Wahai Abdul Qadir aku ini Tuhanmu. Kamu adalah kekasihku, aku akan meringankan syariat untukmu. Apa yang aku haramkan sebelumnya, sekarang aku halalkan untukmu,” kata bayangan itu.

Sumber: islam.nu.or.id/post/read/1109…
Wahai yang terlaknat, pergi kamu sekarang dari hadapanku. Kalau tidak, akan aku hancurkan kamu,”
jawab Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Demikian itu karena Syekh Abdul Qadir punya Ilmu, baik Tauhid atau Fiqhnya.
Read 4 tweets
12 Dec
Ada banyak Hadits dalam kitab-kitab hadits yang menjelaskan tentang mimpi bertemu Rasulullah.
Dalam Fathul bari Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, Diriwayatkan dari Ayyub, beliau menceritakan, jika ada orang yang bercerita kepada Muhammad bin Sirrin bhw dirinya mimpi bertemu Nabi-
- maka Ibnu Sirrin meminta kepada orang ini untuk menceritakan ciri orang yang dia lihat dalam mimpi itu.

Nah apabila orang ini menyampaikan ciri-ciri fisik yang tidak beliau kenal, beliau mengatakan, “Kamu tidak melihat Nabi.
Ibnu Hajar menyatakan, Sanad riwayat ini sahih.
Kemudian beliau membawakan riwayat yang lain, bahwa Kulaib (seorang tabi’in) pernah berkata kepada Ibnu Abbas ra, Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpi.

Ibnu Abbas berkata, “Ceritakan kepadaku (orang yang kamu lihat).
Read 4 tweets
11 Dec
Dinuqil dari Kitab Adzkar Annawawi, tentang Hifdhullisaan (menjaga lisan)
Firman Allah dalam QS; Qof ayat, 18.
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيد

Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).
Atau di dalam ayat lain :

إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلْمِرْصَادِ
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
( QS Al-Fajr Ayat 14)

(Fasal)
Ketahuilah bahwa setiap orang mukallaf harus menjaga lisannya dari segala jenis perkataan, kecuali terhadap pembicaraan yang mengandung manfaat.
Maka dalam situasi dimana berbicara dan diam dalam keduanya terdapat maslahat yang sama, maka menurut As-Sunnah ia lebih baik memilih bersikap diam. Sebab pembicaraan yang berstatus mubah, membuka jln kepada perbuatan yang haram & makruh, yang demikian ini banyak sekali terjadi.
Read 12 tweets
30 Nov
MAKHLUQ MULIA BISA MENJADI HINA.
Yang saya maksudkan di sini makhluk mulia adalah manusia.
Dalam Firman Allah:
Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak-cucu Adam,
(QS, Al-Isra ,Ayat, 70)

Bahkan masih banyak yang terus mencari kemuliaan dengan segala cara.
Sayangnya kemuliaan yang sudah Allah berikan bahkan hasil jerih payah mengupayakan agar mendapat kemuliaan dihadapan manusia, tiba-tiba dihancurkan, dirusak direndahkan sendiri hanya dengan satu sifat saja yaitu SOMBONG (Takabbur).
Kalau kita ingat dalam Tafsir atau apa yang para Ulama sampaikan bahwa, yang pertama mempunyai dosa sombong itu adalah Iblis, saat itu Iblis tak mau menghormat kepada Nabi Adam As padahal atas perintah Allah.
Read 8 tweets
27 Nov
HASUD:
Kitab Mauidhatul Mukminin
H 252-253.

Hasud ada dua macam.
Pertama: Benci kepada seseorang yang memperoleh kenikmatan dan mengharap-harapkan agar kenikmatannya itu segera hilang dari padanya. Image
Kedua: Tidak menginginkan kenikmatannya itu lenyap dari orang yang memperolehnya itu, tetapi ia sendiri menginginkan agar mendapatkan kenikmatan sebagaimana yang diperoleh orang lain tadi. Ini namanya Gibthah.
Sifat yang pertama haram hukumnya dalam segala hal, kecuali suatu kenikmatan yang dimiliki oleh orang yang durhaka & digunakan utk melakukan kemaksiatan, seperti membuat kerusuhan, kerusakan, atau menyakiti orang lain.
Read 10 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!