“Dok, anakku baru berusia 2 tahun. Ia sudah bisa jalan sejak usianya 12 bulan. Tapi kok jalannya “ngangkang” ya? Bentuknya seperti huruf “O” ketika berdiri. Normal nggak ya? takut penyakit “kaki O”. Atau karena dulu waktu bayi nggak dibedong? Kan bayi nggak perlu dibedong?” 😅
Pertanyaan ini cukup sering. Setelah saya amati, kebanyakan masuk kategori “physiologic bowed leg”. Alias: kaki “bowed” (melengkung/seperti busur/O) yang fisiologis, alias wajar. Dan seiring waktu, akan menghilang, biasanya sampai berusia 3-4 tahun.
Sesudahnya, anak balita berjalan tidak tampak “mengangkang” atau makin berkurang bentuk “O”-nya. Kadang ketika melepas diaper pun terlihat bedanya. Apalagi ketika diaper penuh dan anak batita berjalan dengan santainya. Ia tampak mengangkang cara berjalannya 😁
Lalu, kapan harus khawatir? Ketika bentuk “O” ini tidak wajar. Yaitu ketika dicurigai penyakit bernama “rickets” yang berhubungan dengan kekurangan vitamin D. Ini cukup jelas bedanya, dan kasusnya jarang, serta dokter anak mampu mendiagnosisnya sejak bayi/baduta (bawah 2 tahun).
Anak-anak dengan rickets, selain bentuk O-nya dominan dan tidak terkoreksi seiring waktu, perawakannya juga biasanya pendek (short stature). Ini terlihat dari grafik pertumbuhan.

Semoga cukup jelas ya. Amati milestones perkembangan anak Anda, khususnya ketika seharusnya ia jalan
Semoga cukup jelas ya. Amati milestones perkembangan anak Anda, khususnya ketika seharusnya ia sudah berjalan (motorik kasar), dengan kemampuan mempertahankan keseimbangan, cara berjalannya (gait), dan apabila khawatir, silakan konsultasikan ke dokter.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with dr. Arifianto, Sp.A

dr. Arifianto, Sp.A Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @dokterapin

13 Jan
Anak diare apa obatnya?
Perlu "pemampat"? Tidak.
Zinc? Boleh, masuk panduan WHO.
Probiotik? Boleh tidak.
Antibiotik? TIDAK. Kecuali curiga disentri.
Anti-muntah? Tidak.
Trus apa obatnya?
1. Cairan
2. Cairan
3. Cairan
Minum, minum, minum! Cegah dehidrasi!
Kembali ke prinsip diare.
Pada hakikatnya, diare adalah upaya tubuh membuang kuman (paling sering penyebabnya virus, dan sisanya bisa infeksi bakteri, keracunan makanan, bahkan ada juga diare karena efek samping antibiotik). Jadi biarkan tubuh membuang zat-zat yang seharusnya memang dikeluarkan.
Diare sering disertai muntah. Makanya ada yang bilang: muntaber (muntah-berak). Anak jadi lemas, bolak-balik ganti pakaian, dan virusnya bisa menular ke orang lain. Apa obatnya? 1.cairan. 2.cairan. 3.cairan. Minum, minum, dan minum. Cegah dehidrasi! Muntah: minum. Mencret: minum.
Read 7 tweets
22 Oct 20
"Dok, minta resep vitamin penambah nafsu makan ya. Anak saya susah makannya."
Lalu saya berikan resep ini.
Zaman sekarang, di perkotaan, tidak sedikit orangtua datang ke dokter anak dengan keluhan: anaknya susah makan.
Sebagai dokter anak, sejujurnya saya bingung: anaknya susah makan, kok datangnya ke saya? Hehe.
Biasanya saya balik bertanya: menurut Ibu, kenapa anaknya susah makan?
"Saya nggak tahu, Dok. Makanya saya ke dokter!" 😅
Saya tanggapi: "Coba Ibu ANALISIS. Kira-kira, kenapa anaknya susah makan?
Setelah dipancing beberapa saat, biasanya si Ibu akan memberikan analisis kemungkinannya. Nah, Ibu bisa kan memperkirakan penyebab anaknya "susah" makan 😊
Read 14 tweets
18 Oct 20
Kembali lewat IG story-nya at citracesilia, Dokter Citra Cesilia, Spesialis Anak, @citra_nta kembali membagikan pelajaran hidup.

Semoga hamba-Nya yang terpilih ini mendapatkan kebaikan yang jauh lebih banyak atas kesabarannya.

Dan kita semua punya peran untuk mengakhiri pandemi
Read 13 tweets
16 Oct 20
Seorang kawan, dokter anak di Riau, dr. Citra Cesilia, Sp.A, berbagi kisahnya di Instagram, viral, dan layak menjadi renungan bagi kita semua.
Atas ijin beliau, saya share di sini, dari IG @citracesilia
Read 12 tweets
30 Sep 20
Kita belum tahu kapan pandemi berakhir.
Tetap di rumah!
Anak sakit? Hanya ke dokter/RS pada kondisi tertentu.
Kita lanjutkan pembahasan seputar demam yang mengharuskan ke dokter. Mulai dari curiga Demam Dengue, bagaimana mengenalinya?

(Lanjutan thread kemarin)
Penyakit akibat infeksi virus Dengue ini ditandai dengan demam 2-7 hari, mayoritas tanpa gejala di saluran napas. Artinya, demam disertai batuk-pilek di awal, kemungkinan bukan Demam Dengue/DBD. Inilah mengapa demam tanpa gejala > 3 hari, salah satu yang dipikirkan adalah DD/DBD.
Tidak semua Demam Dengue berujung fatal. Tapi orangtua harus mengenali beberapa kondisi dalam infografis @idai_tweets ini. Kegawatdaruratan seperti perdarahan tak lazim, penurunan kesadaran, perabaan dingin karena kekurangan oksigen ke jaringan tubuh (syok), segeralah ke dokter.
Read 9 tweets
29 Sep 20
Kapan pandemi berakhir? Jawabannya? Belum tahu.
Lalu, sampai kapan harus khawatir membawa anak ke dokter, padahal sedang sakit?
Pahami kondisi apa saja yang mengharuskan anak dibawa ke dokter.
Kita bahas satu persatu.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) @idai_tweets sudah membuat infografis singkat dan jelas terkait ini. Ada 8 kondisi yang mengharuskan anak dibawa ke RS. Saya mulai pembahasan dari #demam.
Apakah semua anak demam harus dibawa ke dokter? Demam tinggi 40 derajat berbahaya? Tidak.
Tidak semua demam harus segera ke dokter. Bahkan suhu tubuh 40°C pun bukanlah kedaruratan.
Dalam infografis tertulis "demam tinggi 3 hari atau lebih, atau demam pada neonatus". Selain suhu, durasi demam dan usia bayi menentukan. Kita kupas 3 hal ini. Apakah demam? Mengapa demam?
Read 14 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!