"AYANG- AYANG IRENG"

Kisah seorang wanita yang terkenal dengan "landep ilat". Perangainya yang tidak baik, cenderung membuat dirinya gemar bersilat lidah.

#bacahoror
#ceritahoror
#threadhoror
#idnhoror

___________A Thread____________ Image
Bukan bermaksud menyinggung pihak manapun, aku hanya coba mengisyahkan sebuah kisah nyata tentang seorang wanita yang terkena bala karena perangai buruknya.
Kisah ini terjadi di tahun 2020, masa awal pandemi merebak di indonesia. Bukan tulah, tapi bala yang akhirnya berakhir tragis. Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita yang diberi akal sehat untuk tidak berkata kasar bahkan memfitnah orang lain tanpa alasan jelas.
Aku sendiri sempat menjadi bulan- bulanan karena sikapnya yang arogan sehingga orang disekitarnya dianggapnya hina. Meski dirinya tidak pernah menyadari, sikapnya yang berlebihan lebih dipandang orang sebagai wanita tanah jahanam..heuheuheu.

(Pinjem nama)
Ya! Wanita tanah jahanam, cocok disematkan pada sosok mala ini (nama aku samarin). Tabiatnya dari awal kukenal memang terkesan angkuh. Sifat angkuh yang selalu menyelinap di relung pikirnya. Menurutnya ia sempurna dengan segala kepemilikannya.
Padahal tidak juga, jika orang memandangnya sempurna tapi pada kenyataannya jauh berbeda.
Mala ini masih berusia belia, belia dengan segala emosi berlebih yang kadang membingungkan.
Aku sebetulnya selalu berpikir positif tentangnya, namun berulang kali hilang karena melihat sikapnya yang berbeda. Terkadang ada kesan aneh, dan ditutupi. Mungkin sedang ada masalh, pikirku...namun lambat laun, kebiasaan mengumpat semakin membuatku berpikir ia bertabiat buruk.
Kebiasaan mengumpatnya itu akan terus berlanjut setiap hari, apabila hatinya sudah terpuaskan baru bisa diam, tentunya diamnya itu dibawa dendam. Bahkan rasa sakit hatinya dibawa sampai kemana- mana, meski tak sebanding dengan realita sesungguhnya.
Banyak orang- orang bertanya atas sikapnya yang over acting itu. Namun tidak serta- merta ia mampu menjelaskan dengan gamblang apa penyebabnya. Menurutnya kemarahannya beralasan, itu hanya menurutnya saja kendati orang jadi berpikir buruk tentangnya.
Aku sendiri sering heran, ada sesuatu yang membuatnya dibayangi Ayang- ayang ireng. Dari pertama melihat, aku yakin mala ini memakai sesuatu. Semoga aku salah melihat, namun semakin aku tepis semakin jelas jika ada yang tidak beres dengannya.
Keganjilan itu tertangkap, saat seorang teman mempertanyakan bagaimana caranya bertemu Tuhan? Setelahnya ia hanya diam, tak bergeming dan akan mencari- cari pelampiasan lain hal. Saat aku menatapnya lebih dalam di kondisi itu, Ayang- ayang ireng itu seolah lekat merangkul badanny
Membekapnya dari belakang dan tidak membiarkannya lepas. Ayang- ayang ireng itu seolah mengontrol dirinya sehingga ia sulit lepas dari emosi yang meledak saat orang lain menyulutnya. Imbasnya, ia semakin sulit mengendalikan dirinya sendiri.
Entah berasal darimana Ayang- Ayang ireng itu, entitas yang hidup dalam bentuk hologram di tubuhnya. Kadang aku berpikir, dulu mala ini pernah ngapain aja ya? Kok bisa segitunya...
Rasanya seperti ada benteng yang memagari dirinya. Dan pagar itu kadang berubah- ubah warnanya. Sesekali aku melihatnya berwarna hitam, kadang berubah biru, dan terakhir melihatnya berwarna merah....artikan sendiri ya? Warna- warna itu. Wkwkwk
Dan anehnya, mala seperti menyembunyikannya. Mungkin pagar itu membuatnya merasa aman atau mungkin dengan pagar itu merasa kuat, entahlah.
Saking merasa kuatnya, mala sering mengeluarkan kata kasar dan bersikap arogan.
Mala semakin dibutakan hatinya, sehingga ia sulit melihat satu titik kebaikan orang lain. Dimatanya semua orang yang membuatnya tersakiti itu salah, meski tidak semua.
Jujur, aku sering memperhatikannya saat berbicara. Ada saja arah pembicaraan yang seolah menyerangku secara verbal, saat ia melakukan hal itu biasanya aku hanya akan menampungnya saja di pikiran. Langkah yang kuambil hanya cukup mendiamkan, karna aku tau ini caranya menjatuhkan.
Mungkin dia kesal saat melihatku hanya diam, pikirnya aku akan berontak tak karuan. Dan mala ini akan senang melihat orang lain kepanasan, yang jelas bukan panas matahari ya sob!
Aku hanya berpikir dengan diam akan lebih membuatku merasa nyaman tanpa perlu mengindahkannya. Aku yakin orang- orang dengan karakter seperti mala ini sangat banyak, dan mereka seperti racun!
13 maret 2020, pertama kali aku mengenalnya, mala terlihat pendiam. Tapi diamnya itu keras menurutku, sorot matanya seolah menantang dan ingin menunjukkan dirinya seperti apa. Itu sebabnya aku hanya seperlunya saja saat awal kenal...
Banyak teman-teman yang menceritakan sikapnya yang kadang tidak sopan, dan seenaknya saja berkata pada orang lain. Waktu itu aku hanya bisa menjawab, mung kin belum kenal atau mungkin memang seprti itu. Itu karena aku belum merasakan sendiri jadi masih berpikir positif.
ternyata salah besar perkiraanku, ia memang karakter cewek yang bisa dibilang sok. Dan justru malah bangga dengan sifatnya yang sok itu. tapi sudahlah bukan hal penting unukku, suatu saat pasti kena batunya juga....
usut punya usut dulunya mala ini adalah seorang penari, jelasnya penari apa aku tidak tau. berdasar penglihatan batinku ada energi penarik yang terpancar di wajahnya, mungkin itu pemikat untuk lawan jenis. kecerobohannya menggunakan pemikat, energi negatif dalam wujud....
"AYANG- AYANG IRENG" acapkali menampakkan diri...

"Apa ya itu? Tiap hari ngikutin si mala terus? Aneh...." Gumamku dalam hati.

Bayangan itu melingkar dan bergeliat mencengkram punggungnya.
Gak mau lepas, mirip benalu yang lekat menempel di batang pohon. Ia mencari atau memang pemberian dari sesepuhnya?
Yang tau ya dirinya sendiri, toh yang menggunakan juga dia sendiri. Namun hal seperti itu tetap ada masa berlakunya. Kadang aku melihat wajahnya tampak terlihat kusam, tidak bersinar. Kadangkala tampak cerah, tapi ada yang aneh di bola matanya.
Jika ku menatapnya lama, mala lebih sering mengalihkan pandangannya. Ia tidak berani balik menatapku.

"Dasar! Tau aja nie orang apa yang kupake!" Umpatnya dalam hati
Bahkan saat ia sedang menggerutu pun aku bisa merasakan. Dikiranya hanya dengan berkata lirih atau menuliskan kata- kata kasar, aku tidak tau ditujukan untuk siapa. Padahal dengan jelas tau, ia melontarkan hinaan, makian, cacian untukku.
Saat ia sedang emosi, Ayang- ayang ireng itu bergumul hebat menguasai setiap jengkal tubuhnya. Emosinya yang meledak hebat tak sebanding dengan sikapnya saat normal. Memang seperti ada keanehan...
Meski kadang sakit hatinya itu tak beralasan, namun dengan gamblangnya ia seolah menyudutkan salah satu orang atau dua orang saja. Padahal ada banyak orang sering membicarakan keburukannya. Emosinya tidak wajar!
Karena hanya benar menurut akal pikirannya saja, namun ia tidak berpikir apakah masuk diakal pikiran orang banyak. Sikapnya yang berlebihan semakin mengundang energi negatif datang kepadanya, mengikat kencang logika berpikir sehat yang harusnya ia miliki.
"setiap hari status isinya marah- marah" ucap ina padaku

"Sopo na?" Jawabku singkat

"Iki lo, si mala...angger- angger gawe status mesti ngenengi uwong"
(Ini lo, mala...setiap bikin status pasti bikin sakit hati orang)

"Owh mala to, wes rahasia umum nek kui"
"wes dijarke wae" ucapku
(Udah, dibiarin aja)

"Woo raiso ngono, iki statuse koyo nyerang awake dewe lo"
(Ya gak bisa gitu, ini statusnya seperti ditujukan untuk kita)

"Uwes ben wae, lak yo pikiran elek digawe dewe kok...emange awake dewe ngapake dekne" jawabku.
(udah biarin aja, pikiran buruk dibikin sendiri kok. Emang kita ngapain)
"Mengko nek awake dewe komentar malah dikiro tenan" imbuhku lagi

(Nanti kalo kita komentar malah dikira beneran)
Ina hanya terdiam, ina ini juga tidak dengan mala. Sikap mala yang kasar itu membuat ina lebih memilih menjauhinya. Tapi mala itu memang pandai bersilat lidah, wajahnya tampak manis saat mengambil hati orang lain, mungkin ada maksud tersembunyi.
Mala pandai memanipulasi pikiran orang, tapi setelah tau karakter aslinya, kebanyakan orang akan mundur teratur untuk tetap stay berteman dengannya. Mungkin hanya orang- orang yang satu frekuensi dengannya yang bisa mendekat.
Mala selalu mencari batas aman saat mengobrol, atau mungkin diamnya itu seolah mencuri informasi dari orang lain.
informasi itu disimpannya, yang kemudian hari digunakannya untuk mengadu domba orang lain. terbilang kejam juga si mala ini, menusuk dari belakang dan dan setelahnya akan tertawa puas melihat orang lain bertengkar.
beberapa hari ini, aku tidak melihat batang hidungnya....
teman-temanku yang lain juga gak tau kenapa ia gak terlihat masuk kerja.
jadi gini sob! aku dan mala ini satu kerjaan di sebuah swalayan, meski satu kerjaan aku dan beberapa temanku yang lain gak seberapa dekat dengan mala.
karena dari awal kenal ada bias aneh di wajahnya, seperti ada energi yang membatasi lingkup kedekatannya dengan orang lain yang berbeda frekuensi. menurutku ia mendapatkan itu semua karena dulu ia adalah penari. mungkin saja ia melakukan ritual tertentu di malam- malam tertentu.
atau sengaja mendatangi orang pintar untuk memasang susuk pemikat di wajahnya.
"na, pirang- pirang dino iki kok ra weruh mala, nengdi yo" tanyaku pada ina
(na, berapa hari ini kok gak liat mala, kemana ya?
"weh, perhatian tenan og, lapo takon dekne, ra penting"
"yo pengen weruh wae, soale aku ngimpi dekne elek" sahutku
(pengen tau aja, soalnya aku mimpi buruk tentangnya)

"welah, ngimpi opo je! kok koyone ngeri" tanya ina heran
(welah, mimpi apa? kok sepertinya ngeri)
Beberapa hari yang lalu, gak sengaja aku mimpi mala. Tepat jam 1 malam kebangun karna mimpi yang cukup seram. dalam mimpi aku liat mala berjalan dengan seseorang, tapi wajah orang itu gak keliatan.
Tinggi orang itu sekitar 165cm, agak besar badannya tapi mukanya gak keliatan, sepertinya laki- laki kisaran usia 30 tahunan. Ia menggandeng mala, dan berjalan perlahan menuju tebing di pinggir pantai.
Mala terlihat diam, dengan tatapan kosong. Trus melangkah mengikuti kemana orang itu berjalan. sesampainya di tebing, mereka duduk bersila saling berhadapan. Entah apa yang mereka lakukan...
Orang itu menyentuh dahinya mala dengan jempol kanannya, mirip ritual pasang susuk. Tapi aku gak begitu jelas liatnya. Waktu itu mala memakai baju berwarna biru, rambutnya dikucir satu. Setelah itu, mala mendapat pemberian cincin perak dari orang itu.
Cincin yang persis dipakai mala sehari- hari, cincin dengan aura hitam. Gak habis pikir aku dengan si mala ini, kenapa percaya dengan hal semacam itu.
Setelah selesai, mala berjalan menuruni tebing itu. Orang itu mengikuti dari belakang. Di perjalanan pulang mereka terlibat obrolan cukup serius.

"Mala, setelah aku memasang susuk di wajahmu, ada beberapa pantangan yang tidak boleh kamu langgar"
"baiklah, pantangan apa itu?"
Tanya mala.
"Kamu harus bisa mengontrol emosimu, saya sarankan untuk tidak sesumbar berbicara. Setiap hari ke 40, basuhlah wajahmu dengan air bunga mawar" terang orang itu pada mala.
Percakapan serius itu adalah sebuah janji untuk mala, setelah melakukan pemasangan susuk. Namun dibawah sadarku,

"Bukannya mala sering melanggar janjinya? Apa orang itu gak tau kelakuan mala itu bagaimana? Bahkan ia sudah melanggar pantangan itu setiap hari...."
Ucapku dalam hati....

"Ha...ha..ha..."
Tiba- tiba aku mendengar suara tawa berat seseorang, di sebelah kanan telingaku.

"Saya tau, mala melanggar pantangannya"

Suara misterus itu berbisik...
Aku terkejut mendengarnya, bagaimana dia tau padahal aku bicara dalam hati.

"Apa kamu ingin tau apa yang terjadi pada mala, karena melanggar pantangan itu!"

Suara misterius itu terdengar menyentakku...
Aku hanya diam, rssanya gak bisa gerak. Untuk berkata satu kata rssanya sulit, padahal memang aku masih di alam mimpi waktu itu. Antara sadar dan tidak, aku melihat mala didorong oleh laki- laki itu dari atas tebing.
Mala berteriak kencang lalu pingsan, tubuhnya terhempas di atas batu- batu karang yang cadas.
Ombak laut yang besar menggulung tubuhnya dan menghilang di lautan lepas...
"malaaa....."
Tanpa sadar aku menjerit menyebut namanya. Aku terbangun tepat jam 2 malam, peluh membasah di sekujur badanku. Rasanya lelah, padahal hanya mimpi.
"apa maksud mimpi itu? Apakah terjadi sesuatu pada mala?"
Tanyaku dalam hati.

Setelah terbangun karena mimpi itu aku tak bisa memejamkan mata hingga menjelang subuh. Rasa kantuk hilang begitu saja, karena suara malam yang mencekam.
Suara burung cangak terdengar bersahutan, pun dengan burung hantu yang tak mau kalah membuat suasana malam itu semakin menyeramkan. Aku masih bersembunyi di balik selimut tebalku, enggan beranjak dari tempat tidur.
Tak tahu mengapa rasa takut semakin menguasaiku, mimpiku seolah seperti isyarat.

"Kriiiing.....kriiiing...kriing"
Tiba- tiba terdengar bunyi panggilan di ponselku. Aku tersentak kaget, gak habis pikir siapa telpon subuh- subuh gini.
Segera aku melihat siapa yang menelponku...

"Owh ina to..." Batinku

"Halo na! Ono opo kok subuh- subuh ngebel, sajake penting"
(Halo na, ada apa subuh- subuh telpon, sepertinya penting)
"halo na! Iyo penting, ngene lo...."

Suara ina terdengar terbata- bata dari seberang telpon.

"Alon- alon leh cerito, tarik nafas sek ben tenang...opo ngombe sikek na, kok ngos- ngosan ngono"
(pelan- pelan ceritanya, tarik nafas biar tenang, apa minum dulu, kok terengah- engah gitu)
Bujukku pada ina.

"Ngene lo, wes reti kabare mala hurung ma?"

"Hurung reti, lah piye?"
Jawabku singkat
"mala kecelakaan ma, wingi bengi"
(Mala kecelakaan kemarin malam)

Ucap ina dengan nada cemas dari balik sambungan telpon subuh itu.
Tiba- tiba jantungku berdegup kencang setelah mendengar kabar dari ina. apa yang terjadi pada mala mirip isyarat mimpinya semalam.
Aku terdiam, tak menggubris ina yang masih bicara, dan terputus begitu saja karena aku masih tak percaya dengan isyarat mimpi itu.
Keesokan harinya terdengar berita duka, mala tidak tertolong setelah sehari dirawat di rumah sakit.
Ia mengalami luka cukup parah di kepala, mala mengalami kecelakaan tunggal, saat perjalanan pulang dari rumah temannya motor yang ia kendarai pecah ban...
Lalu hilang keseimbangan dan menabrak pagar pembatas jalan....mala terjungkal jatuh kearah kanan jalan yang berupa jurang terjal yang tidak begitu dalam. Seorang petugas kebersihan menemukannya dalam kondisi pingsan...
Banyak tanya berkecamuk di pikiranku setelah melihat peristiwa itu.

"Benarkah yang terjadi pada mala, itu karena sikapnya?"
"Apakah mala telah melanggar pantangan yang seharusnya dijaga?"
"Siapakah sosok yang mendorong mala dari atas tebing?"
Mala telah ingkar janji pada sosok itu, sifat buruknya menjadikannya lupa menjaga adab. Yang seharusnya bisa dilakukan dengan kehati- hatian, namun mala lebih mementingkan egonya sendiri hingga berakhir dengan "petaka".

SELESAI
Ping @bacautas

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with OmahSuwung

OmahSuwung Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @Bekti08197726

9 Mar
"TUMBAL PESUGIHAN"

Ceritaku kali ini tentang sebuah kisah nyata korban tumbal pesugihan...

#sukabacahoror
#storyhoror
#ceritahoror
#IDNhoror

….................A THREAD............... Image
Aku mulai ceritaku ya? Tentang kecelakaan yang merenggut satu korban jiwa. Tempo hari di depan sebuah swalayan...banyak spekulasi yang beredar karna kematiannya seperti tidak wajar..
Kejadian ini terjadi di condong catur, sleman...hari- hari sebelumnya sih gak ada yang nyangka sama sekali akan terjadi kecelakaan tragis itu. Waktu kejadiannya pun terbilang masih pagi banget...
Read 76 tweets
8 Nov 20
Cepu, tahun 1960..waktu itu ibuku masih menjadi istri seorang carik sebelum akhirnya mereka berpisah.
Masih terbilang sangat muda saat itu untuk menyandang gelar istri seorang pamong desa (carik). Kalo sekarang kita biasa menyebutnya sekertaris desa. Saat itu memang sedang..
Terjadi krisis pangan, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Yang mau tidak mau banyak orang dari desa pelosok mencari kerja serabutan di desa lainnya.
Read 149 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(