iblizz katon Profile picture
Feb 18 134 tweets 24 min read
Namanya tersesat ya sperti di bingungkan,berjalan sudah lama dan jauh eh kbali kesitu lagi,,kan nge hek.
Nah pengalaman itu aku alami tahun 2007 lha masih koclok koclok nya alias menuju Kenthir.

Tunggu nanti ya
Aku wes ngantuk e bhozz.
Kisah ini waktu berburu binatang di sebauh hutan..Ya di sana daerahku masih banyak hutan yang lumayan lebat tapi yo dulu sekarang mah sudah jadi kebon.

entah hari apa lupa yang jelas aku di samperin temenku sebut saja Preksu.

Preksu memang suka berburu binatang di hutan
Kadang sampai tiga hari bahkan lebih.
Nah siang itu preksu kerumah Ku,dia ngajak berburu dan segala peralatan sudah di siapkan karena sebenernya preksu sudah janjian sama satu temen tapi temen nya itu tiba tiba sakit jadi ngga bisa ikut berburu,makanya preksu mencari ganti
Termasuk temen temen nya semua dan sudah beberapa teman yang datangi tapi semua ngga bisa..Akhirnya aku yang terakhir di datangin.

dasar lagi koplak aku mengiyakan
Jadi sore kita berangkat berdua jam 4 sore,,dua orang hanya aku dan preksu.
Tas bekal aku gendong lumayan berat,
Preksu juga membawa bekal sendiri berbekal senapan dengan ukuran peluru yang lumayan besar untuk membunuh seekor babi hutan.

singkat cerita
Sampai di kampung dekat tujuan perburuan preksu singgah di rumah temen untuk menitipkan sepeda motor.

Tapi temen nya tidak dirumah
Hanya ada bapak nya,sampai si bapak bertanya
"kamu lupa atau memang tifak tau atau sengaja"tanya bapak nya.
"maksut bapak"jawab preksu
"kalian berdua ingin masuk hutan apa sudah niat,sedangkan ini malam jum at"ucap bapak nya

"sudah niat pak"jwb preksu
"ya sudah hati hati"pesanya
"kita ngga akan lama kok pak,tegas temenku

"kalau ada suara gamelan jangan di ikuti"pesan bapaknya.

Tapi preksu dasar sudah niat berburu dia tetep melangkah
"blizz,udah jangan di pikirkan niat kita berburu"preksu berkata
Berjalan di pinggiran desa menembus kebonan,gelap sunyi
"su,,magrib lho apa istirahat dulu"tanyaku
"halah,,justru ini waktu yang tepat hampir rata rata binatang mulai meninggalkan sarang nya untuk cari makan,bentar blizz ini ada bekas cakaran binatang"ucap preksu sambil menunjukkan pohon bekas cakaran bintang dan terlihat masih baru
"byuh,,lha iki cakaran opo ya su,kok segini gedenya tapi kok cuma tiga sih jangan jangan x men"tanyaku sambil memegang erat senapan ku.
"xmen ndasmu kuwi kakean nonton kartun kowe blizz,udah senter mu pakai kamu kearah kiri kira kira 30 meter nanti kamu kekanan,aku dari kanan
Nanti ketemu kita di tengah,lihat ini semak semak yang roboh,ini kayaknya sih macan blizz"jawab preksu.
"kamu bajingan,mosok ada macan di sini"jawabku membantah.
"heh kemarin aku dapat anak an nya sekarang masih aku kandang"jawab preksu.
"asuui nakutin lho,,mbo ojo macan"terangku
"udah kakean cangkem,udah kamu kekiri,senapan selalu siap,kalau bisa bidik kepala untuk yang sejenis macan,kalau untuk yang merangkak,komodo,biawak kadal dan buaya,disini kamu bidik nya tepat di belakang telinga oke,jangan jauh jauh jauh"ucao preksu sambil merunduk kekanan
Mau ngga mau aku kekiri sambil mengendap ngendap diantara gelap malam(selepas magrib) lampu tidak aku nyalakan sengaja memang untuk menyergap si buruan.

Terus aku menghitung sambil mata jelalatan tapi belum terlihat apapun suara juga belum twrdengar hanya jangkrik dan gangsir
Entah di hitungan keberapa,aku jongkok disamPing pohon agak lumayan gede dan terdengar suara srhekk..Srhekk.

Aku langsung mengarahkan senjataku dan aku mencari cari sumber suara tetepi alangkah terkejutnya di depan ku sudah banyak bola mata yang menyala.
kekuning kuningan hitam
Aku nyalakan senter di kepalaku tapi masih aku tutup dengan telapak tangan dan aku mulai merenggangkan jari agar cahaya senter menelewati sela sela jari dan aku arah kan ke mata yang menyala.
Begitu cahaya mengenai sosoK tersebut dan

"bajingann,,lha kok macan sih"lirihku
Wes ngga punya hati,,macannya melihat kearahku dengan tatapan tajam,Mungkin siap menerkam.

"wah,gimna ini,,tak tembak kalau ngga mati paling aku yang mati di terkam nya,macan kan bisa manjat pohon,,wah piye yo"pikirku jauh membayangkan.
Terpaksa aku diam lampu aku matikan
Diam seribu bahasa dengan pikiran kacau dan senjata masih mengarah ke sosok macan itu.

Bergerak ya tak dor.

Tpi sekian lamaamenunggu macan itu tidak bergerak hanya sekali kali mengaum Lirih.
Di tangan sudah penuh dengan nyamuk sampai aku tidak berani bergerak.
Sampai aku menyerah.
"mbah macan,cucunya hanya mau berburu mbah kalau mbah macan mau mandi atau mau lewat silahkan pergi,badan ku gemeter mbah"ucapku dalam hati sambil menunduk ketanah serasa sudah putus asa.
tiba tiba terdengar suara langkah mbah macan beranjak pergi.
"kresek..
Srek..Srekk
terdengar baru beberapa langkah tiba tiba terdengar suara tembakan Yang lumayan jauh.

"duoooaarrr,,rrr rr"
Sampai bergema di dalam hutan.
Dan saat itu aku lihat mbah macan mengaum dan berlari pergi..
Tidak menyia nyiakan kesempatan aku beranjak dan langsung lari
Sekuat tenaga,nabrak pohon kecil,gelundung dan tersangkut batang yang melintang wes ngga peduli,aku bwrlari menjauh dari lokasi itu,berlawanan dengan mbah macan.

Sampai di tebing dan aku terhenti dengan memegangi sebuah pohon jati yang lumayan kuat
Berdiri aku menatap sekeliling
Dengan lampu senter menyala.
terlihat jauh di sana merah menyala ketap ketip..Aku kira apa an setelah aku perhatikan lama kok ngga ilang..Ternyata lampu pemancar(tower) tapi sangat jauh

Di sekeliling tidak ada cahaya lampu atau tanda pemukiman penduduk

Bener bener aku sendirian
Aku duduk lalu melepas tas gendongku,senapan aku letakkan.

Aku cari cari di dalam tas,mencari air minum dan alhamdulillah ada botol air mineral.

Baru beberapa teguk tiba tiba terdengar suara cewe sedang bersin.
"ahinggg...Ahinggg"
aku kaget dan bergegas memasukkan botol ke tas
Dan kemudian menggendongnya kembali.
senapan aku ambil dan bergegas ke arah sumber suara bersin tadi.

jadi lokasi ku waktu itu diatas bukit(menggunung) aku bisa melihat sekeliling hanya hamparan hutan yang luas,berlahan aku arahkan senterku kesegala penjuru dan begitu mengenai
Sosok tubuh wanita berbaju kotak kotak sedang duduk diatas batu dan posisinya membelakangiku,sedangkan batu yang di duduki sosok itu menjulangbdi pinggir jurang
Kalau misal jatuh itu sosok ya modar.

Tapi sosok itu menghiraukan cahaya senterku padahal tepat mengenai seluruh bdn
"aaaahing"
Suara bersin dan terlihat tangannya bergerak.
Tapi aku tidak melihat mukanya.

Aku dekati sambil berpikir.

"manusia apa demit yow,kalau manusia ngapain juga di sini,atau dekat bukit sini ada rumah atau apa lah,tapi kok berani sih di sini apa ngga takut macan atau ular
Kalau dedemit lah,sial aku tapi kalau dedemit ngapain disini juga,kan rugi tinggal disini ngga bisa ngeganggu atau menakuti orang"pikirku

"mba,,mba,,ngapain nek kono"tanyaku

Terdengar bersin lagi dan tiba tiba menoleh kearah ku dan terlihat rambutnya bergerak kesamping
"eh ada mase"jawab nya sambil berdiri tegak kearahku,masih diatas batu.
"lho awas mba..Jatuh inhil mangfus kowe"sahutku
"hiiii hiiii kiiiikkkiiii"tawa mba e.
Membuat ku merinding seketika tawa nya sangat menakutkan.
"Mase ngopo rene"ucapnya dengan nada yang besar dan marah
Sambil melotot sambil merentangkan kedua tangannya.

"MULEH,,MULEH"bentak nya lagi lalu tiba tib menjatuhkan diri kebelakang dan di sertai suara tangisan.

aku kaget dan spontan lari mengejar ke batu sambil mengarahkan senterku ke bawah tebing/jurang tapi tidak terlihat apa apa
"asuuu asu demit tenan tow"ucapku sambil bergegas pergi menjauh..

Terdengar suara tembakan terasa sangat dekat.
"doorr"

Pikirku mungkin preksu
Berlari sambil mengandalkan filing saja,,kayaknya deket suaranya dan hanya beberapa puluh meter di bawah tebing.
Tapi aku harus memutar
"suuu"teriakku
tapi tidak ad jawaban.
"Suuu...Suuuu"teriakku lagi
"hoe"sahutan dan hnnya sekali suaranya tidak terdengar jelas,tapi aku pikir ya itu siara si preksu.
Terus berlari dan dan tanpa melihat kanan kiri aku fokis kedepan dan ,,gubrakkk.

Jatuh berguling guling,,
Jungkir balik beberapakali dan berhenti menghantam sebuah batu padas putih.
Untubg kepala ngga meeghantam batu,,coba kepala hah bisa gegar otak
Kesakitan dan terdengar suara gemericik air mengalir atau sperti air terjun kecil gitu entahlah,aku coba memungut senterku yang terlepas
Tidak jauh dari ku hanya beberapa meter saja,Senter ku berada di samping pohon besar dan menyorot ke sambing kiri ku setelah dekat aku raih dan aku tarik lha kok nyantol sesuatu.
Aku tarik tapi susah
(posisi nya lereng,aku di bawah dan senterku dilerang agak atas)
"bajindul,,ndadak nyangkut lho lah"gerutuku sambil memegang ranting yang menyangkut tali senterku.
Begitu aku pegang kok beda,terasa agak empuk,tapi keras,kan tidak terlihat ranting nya maka aku ulur terus ke atas dan aku pikir pikir.Lha kok kayak ruas jari.
sambil mengenali
Intu ranting atau akar,maka aku terus memegang smbil mencari tali senterku.
"lho opo yo iki,kayak ranting tapi kok empuk,apa akar yow,tapi kok mbelengkuk kayak jari tangan,tapi kok gini yo"pikir ku terus menerawang karena memang waktu itu sangat gelap banget.
Begitu aku memegang
Seluruhnya.
aku rasakan itu memang sebuah tangan tapi besar,sepwrtinya sebuah tangan lha aku rasa ada lima jari,dan telapak yang aku pegang pegang/raba raba.
Kasar dan keriput sempat aku cubit kayaknya elastis mulur kayak karet.
.Dan ada kukunya runcing dan panjang
ati ku entek
Saat itu wes mulai takut dan gemetar,mataku ketap ketip kayak kethek ketulup.
Masih aku pegang itu benda dan senterku.
aku yakin kalau itu sebuah tangan yang tak biasa karena besar,jari jarinya saja panjang panjang(jadi posisi nya waktu itu tangannya,jari telunjuk kedepan dengan
Membembentuk kail pancing itu lho,dan keempat jarinya seperti mengepal)

Jdi memang senterku kayak di tahan sama itu tangan,dan posisi kalau aku teruskan keatas di lengannya,sosok nya sembunyi di balik pohon besar di depan atasku.

Dan aku berada di kayak tanah lekukan/cekung
Aku tarik paksa tapi hanya mulur saja dan tiba tiba terdengar tawa yang sangat Menyeramkan.
Suaranya kayak nenek nenek tapi agak berat gede banget gitu.
"heee heee hee"

Sontak saja aku lepaskan senter yang aku tarik dan aku langsung jongkok dan nyender ke tanah.
"mbah,maaf ya,saya ngga sengaja sampai disini,,maafkan saya mbah ya"ucapku
tawanya masih terdengar dan tiba tiba dari atas ku di ukurkannya senterku dan terlihat hitam tangan dan jari jari yang panjang kurus sedang menenteng senterku Tepat di depanku aku menerima dengan gemetar
"matursuwun mbah"ucapku tapi tidak ada jawaban hanya tawa saja.

aku merangkak diantara bebatuan menjauh dari situ dan aku terus merangkak dan aku rasa sudah jauh aku berdiri.
Rasanya lutut kayak di bebani berton ton
mau melangkah saja berat bangettttt.
Sampai aku angkat pakai kedua tangan dan saat sadar lha senapanku ngga ada.
Waduh blaik,jatuh dimana,,pikirku aku segera mencarinya tapi berdiam sejenak.
kalau sosok itu masih disana..?Piye.

Aku diam sejenak lalu mengambil rokokku dan tidak lupa menawari para penghuni hutan.
"mbah macan..Mbah badak mbah kidang mbah kethek,mbah kewan kabeh mbah dedemit alas sini,maaf ya saya mau ngerokok,saya sebenernya ngga bermaksut membunuh hewan Di sini,,tapi apa ya ada hewan gajah disini,alas sak tempik kucing mosok ono gajah mbah,ngapuro mbah aku mau ngerokok
Aku hanya sedang istirahat mbah nanti kalau ketemu temenku,aku pasti pulang"ucapku Sambil menyalakan korek dan mulai membakar rokok..
Aku nikmati sambil senderan batu besar di sebuah sungai yang jernih airnya kemericik syahdu.Selain yang paling indah adalah lantunan Adzan
Baru kali itu akubdengar suara indah dengan sunyi kemericik air mengalir,sesekali terdengar benda jatuh di air.
"plungg"

Kaget sih tapi saat aku senter i hanya buah ketapang yang jatuh mungkin terbawa sama kelelawar
Di depan sperti ada batu besar kanan kiri seolah jadi bendungan
Dan di tengah nya air mengalir bak air terJun.
Aku arahkan cahaya senterku kearahnya dan kembali memantul kearahku.
Begitu aku lihat dengan seksama..
Langsung aku diam.

Ternyata seseorang sedang duduk di batu itu membelakangiku sambil menyisir rambut.
Dan bersenandung.
"Gelas-gelas kaca
Bunyikan suara
Di manakah aku kini
Sepi yang mencekam
Menusuk hatiku
Kemana aku melangkah
Aku ingin pulang
Ke pangkuan ibunda sayang"senandungnya
Pikirku
Mosok malam malam begini kok bersenandung riang.
Ngga mau ketipu kedua kalinya aku cuek in sosok itu
aku merunduk berjalan pelan menjauh dari sana,tetepi masih terdengar nyanyiannya.
"Mataku terpejam
Hatipun menangis
Menantikan dirimu
Malam yang berlalu
Tak pernah tersenyum
Menghantarkan tidurku"suaranya semakin menjauh
Setelah jauh aku berbisik lirih
"dedemit alas sini koplak koplak,mosok demit bunuh diri,demit kasmaran,demit tangan demit binatang,demit opo maneh mengko"ucapku lirih sambil terus berjalan mengikuti pinggiran sungai.

tiba tiba di depan suara riuh orang sedang mandi.
"byurrr"
Seperti seseorang sedang lompat
ke dalam sungai.
Bergegas aku,mempercepat langkahku dan sudah terlihat di depan beberapa orang sedang mandi di sungai yang agak lebar.

Aku mengendap sampai bener benr dekat di belakang mereka.
Ada emapt lelaki sedang mandi bersuka ria.
Di depanku Terlihat ada senapan melintang
aku Pegang dan aku ambil pelan plan dan aku bawa pergi menjauh.
Pikirku lumayan buat ganti senapanku yang jatuh

Tetapi sampai di jarak yang lumayan jauh aku naik ke bukit lagi.
Aku lihat dan aku senter lha kok senapan ku sendiri.
tali nya lepas 1
Yng aku ingat senapan
yang aku bawa ada tulisan nya,elx(nama asli dari temen ku preksu)
Karena setiap senapan nya preksu selalu di tulisi namanya agar tidak tertukar atau misal hilang atau di curi orang bisa di kenali.

Aku heran kok bisa di bawa empat orang itu..Pikirku kheranan
Belum juga rasa heranku hilang,sambil menikmati rokok,aku melihat sekelebat orang berlari sangat cepat diantara semak semak belukar,siapa tau itu preksu,tidak mau kehilangan jejaknya aku bangkit langsung berlari mengejarnya dan menerobos sana sini entah Semak semak berduri
Tidak aku pedulikan,aku terus berlari mengejar bayangan hitam yang masih terlihat dan lama kelamaan aku, kehilangan jejak.Tepat di antara dua pohon besar,aku kehabisan nafas lalu aku berhenti dan beristirahat mengembalikan nafas.

"asuu cepet banget..Bajingan,,siapa ya"lirihku
Setelah beristirahat dan nafas sudah ngga dag dig dug sheer..
Aku nyalakan korek aku bakar rokok lalu aku hisap.

berdiri lalu berjalan pelan pelan sambil.Melihat sekeliling dan tepat di antara kedua celah pohon yang hidup rukun berdampingan tiba tiba seperti ada kekuatan
Yang sedang menghisapku(maksutnya ada rasa penasaran agar aku mendekat kearahnya)

MENAIKI akat akak kedua pohon yang besar,dan setelah sampai diatas tepat di bawah ku terlihat duduk seorang wanita,tapi aneh wanita itu tidak berbaju,alias telanjang sebatas dada dan kebawahnya
Terlihat asap sedang mengelilingi,ya asap putih dan snngat terlihat jelas Oleh kedua mataku.
kemudian wanita itu menatapku dari samping samping akar.
(jadi wanita itu duduk di tengah akar yang melebar kiri dan kanan) jadi katak sekat antara kanan kiri tapi itu akar,aku menatapnya
Tangan wanita itu mengarah padaku dan menggerakkan jarinya seolah memberi ku kode untuk mendekatinya.

"mba di dekat sini ada kampung"tanyaku
"ada mas",jawabnya lirih dan merdu hemm membuat ku nafsuuuu.
nafsu untuk mendekatinya sebab rupanya bener bener cantik dan hemm mantap
Aku waktu itu masih nangkring di atas akar akar pohon posisi agak keatas dari si sosok wanita itu.
Begitu aku hendak turun terdengar suara sangat dekat di sampingku
"OJO MEDUN"suara lirih
Aku menoleh tapi tidak ada siapa pun kebuali pohon besar di samping ku
tidak menghiraukan
(jangan turun) suara itu aku tetep turun menghampiri wanita itu Sambil menenteng senapan
Setelah turun aku duduk di sampingnya,diantara dua akar lebar kayak kamar satu meter
"aku mau turun ke kampung jalannya mnn mba"tanyaku
"nanti bareng sama saya mas,saya juga mau turun"blsnya
Aku sambil mencabuti duri kecil yang menempel di celana dan jaketku,sambil terus ngobrol.
"mba namanya siapa ya,kok berani malam malam di hutan"tanyaku
"aku warga sini mas,warga sini memanggilku SERUNI,,itu kampung mas tinggal turun saja sudah sampai"tegasnya sambil menunjuk
Betapa kagetnya saat aku melihat arah yang di tunjukkan seruni.
Asli tadi ngga ada kampung ataj cahaya atau apapun lha setelah aku lihat di sana ada perkampungan yang ramai/padat rumah rUmah.
"ini sudah pagi mas,lihat itu matahari sudah muncul"tegas si seruni dan bener bener aneh
Saat itu muncul matahari dari ufuk timur dan terlihat sudah undlup undlup(nongol sedikit)

Tidak lama terang dan pagi menjelma.

Aku keheranan,lha magrib baru selesai dan setelah pelarianku tadi harusnya ini baru bberpa jam tapi kok yang aku lihat sudah pagi dan sekarang terang
Aku memandang matahari terbit dan tidak melihat seruni,tapi begitu aku kembali melihat seruni dia sudah tidak ada,,aku memandang sekwliling tapi tidak ada siaaa siapa hanya hamparan kebon jagung yang luas dan terlihat jauh sekali.
Kanan ku terlihat bener ada kampung.
Masih heran
Kemana seruni pergi,aku melihat bekas tempat seruni duduk dan aku melihat ada kilauan kaca terkena sinar mentari,Diantara tumpukan daun daun kering,berlahan agak merangkak karwna malas bangun kan jaraknya ngga begitu jauh hanya satu meter atau lebih dikit.
Perutku diatas akar
Yang melintang di depanki dan tanganku Meraih benda berkilau.
begitu aku mendapatkannya,Aku hendak tarik dan begitu aku sadar dan melihat jelas

itu sebuah cincin wanita yang di lubangnya masih ada ranting(aku kira)

"Asuukkk,,balung"ucapku lirih

rasanya langsung lemes semua
Badanku.
pikiranku langsung takut dan badan ku gemeteran,,sampai aku pukul kepalaku
Sendiri dan aku tarik pelan plean tapi tidak mau lepas,kemudian aku kembalikan dan aku membersihkan daun daun kering sedikit sedikit dan

"bener tow,iki tangan"ucapku lagi.
Posisi ku masih smula
Mta ku kedap kedip,ded deg an dan takut,kalau ketemu hantu sih mending ngga begitu sheer sheer an lha ini tulang,,mayat bos.

Tapi masih penasaran dan aku berguling kesamping mendekatkan diri ke tumpukan saun kering yang menyembul katas.Kayak kasur

Penasaran tapi takut
Aku bersihkan daun daun kering dan sedikit sedikit terlihat jelas,tulang tulang yang sudah mulai menghitam.

"mba seruni maaf yo aku ngga tau"ucapku lirih Sambil terus membersihkan daun daun kering dan terlihat sangat jelas
Sebuah kerangka yang sedang meringkuk!!
Seperti orang kedinginan.
Dengan posisi kedua tangan di Jepit diantara kedua paha.

Dan terlihat kepala serta beberapa rambut.

"halah mba seruni,piye kok bisa kayak gini to mba,kenapa harus aku yang nemuin tulang mu"ucapku sambil mengumpulkan nya menjadi satu
Sambil terus aku kumpulkan dengan gemetaran aku coba tenangkan pikiran.
."mana lihat sekarang mba sisa sisa kecantikanmu hilang ngga terlihat,dulu mungkin tete mu besar dan montok mba lha sekarang mana,bh saja ngga pakai apa ngga malu sama cacing,makanya besok besok kalau lahir
Kembali jangan suka pamer tete yo mba,biar mati nya enak dan layak,eh pakai cawet pink mba e kik ahahaha,,asemm,,asemm,apa ini tulang paha kok kecil nya ampun deh,dulu paling kalau pas masih hidup mba suka memamerkannya kan,sekarang lho mba ngepleh ngepleh ngga ada temennya
Mkanya jangan percaya sama janji lelaki mba,lelaki itu lebih kejam dari sebuah pisau mba lebih rakus dari cacing tanah mba,apa apa di makan lelaki itu ngga nolak semua di sikat ninggal wong mati sama bayi,buktinya mba disini matj sendirian mana ada temen atau pacarmu mba,
Jadi wanita jangan mudah terbujuk rayuan lelaki,ingat mba ya nanyi kalau di sana jangan beranj berani menggoda malaikat,bisa bisa di tanya yang rumit rumit mba,mba disana diam saja pasang gaya Budek dan bisu ya,kalau di tanya malaikat heh seruni tete mu buat siapa saja di dunia
Mba seruni jawab,orang banyak gitu ya ahahaha biar ada sensasi nya paling juga di dorong ke dalam api yang membara,dan kalau di tanya itu semphik buat siapa saja di dunia kamu jawab saja mba,,semphik ku buat siapa yang membutuhkannya ahahaha,tapi jangan ding mba"canfaku sambil
Menutupi kerangka mba seruni dengan cawet pink dan gaunnya juga sendalnya dan tas gendongnya aku kumpulkan jadi satu,hanya tersisa dompet yang beeada di dalam tas,kemudian aku tutupi dengan daun daun kering dan aku keluarkan korek api ku.

"kalau ngajari jangan yang sesat",ucap
Suara dari belakangku dan begitu aku menoleh lha mba seruni.

"wahh demit ki"ucapku lantang
"aku sudah ketemu sama malaikat jadi ngga usah kamu ajari lagi aku sudah lulus pertanyaan dari malaikat dan aku mengganggumu untuk menyampaikan pesan ke keluargaku,memang aku akui aku
Kurang bagus di kehidupan dunia aku seenaknya saja mencari kesukaanku dan demi diriku sendiri tetapi aku tidak kecewa aku lepas beban aku bersama sama orang orang yang mengejar harta"mba seruni mulai cerita
"ah itu kan merka yang iman nya lemah"ucapku Sambil duduk di akar
"glubrakk" akujatuh kebelakang.
"setann..Bajingan malah gledak(duduk langsung bablas jatuh ke belakang)"umpatku sambil berdiri dan membersihkan diri.

sampai mba seruni tertawa lirih..
"ini terus terang mba kalau tulang ini aku sempurnakan dengan cara aku bakar gimana mba",ucpku
"iya ngga apa apa mas bakar saja,aku juga tidak mau membebani keluargaku,aku sudah tenang dan aku hanya ingin pesan kepada keluargaku bahwa aku pergi atas dasar rasa sayangku kepada keluarga,walau aku anak tiri aku tetep sayang kepada bapak tiri dan kakak tiri ku"ucap seruni
ku nyalakan korek dan membaca mantra pengantar untuk seruni.
"bismillah Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan yang Adi dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku, Di sanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan tanah airku, Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku, Hiduplah neg’riku, Bangsaku, Rakyatku, semuanya, Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya, Untuk Indonesia Raya.
Indonesia Raya, Merdeka, merdeka, Tanahku, neg’riku yang kucinta! Indonesia Raya, Merdeka, merdeka, Hiduplah Indonesia Raya"doa pengiring yang aku baca untuk mba seruni.

Lanjut setelah mba seruni pergi aku pun membakar tulang belulang
Pertanyaannya kenapa di setiap menyanyikan lagu INDONESIA RAYA tersebar aura mistis dan membuat gemetar jiwa dan raga serta air mata,,karena di setiap menyanyikan lagu kebangsaan tidak hanya manusia yang menyanyikan(kalau yang bisa melihat akan miris melihat siapa yang ada)
Setelah selesai membakar kerangka mba seruni aku kembali melanjutkan mencari jalan keluar dari hutan juwangi.
Aku datangi perkampungan yang berada di bawah bukit tempatku bertemu mba seruni.
Jalan terjal berkelok diantara bebatuan dan kebonan jagung yang luas Dan aku lihat memang
Tidak ada lagi perkampungan.
Perasaan sangat dekat tapi begitu lama ngga sampe sampe di perkampungan dan aku masih ingat melewati sungai kecil yang air nya jernih dan berbatu sangat bagus indah,pikirku tempat seindah ini kok ngga jadi tempat wisata? ketemu lah sama seseorang
Yng sedang berjalan kearahku,ditepian sungai
Seseorang lelaki tua bercaping dan mengenakan kaos partai(kayaknya sih partai ada bintang nya,kaos nya putih lengan hijau)

Sampai di dekatku.
"pak maaf mau tanya pak"ucapku
"owh iya dik,tanya apa ya"jawabnya
"kalau jalan raya sebelah
Mana dan arah nya lewat mana pak nggih"tanyaku
"waduh disini ngga ada jalan raya mas,jauhhh banget kalau jalan kaki bisa empat jam,kalau naik motor dua jam mas,tapi disini motornya ngga bisa jalan semua mas,lha mas nya dari mana tow?"tanya balik bapak itu
"saya dari desa Kramat pak tadi malam niat saya berburu di hutan sini,eh malah saya dikejar kejar macan pak,jadinya saya ngga tau bisa sampai di sini,ini desa apa to pak"tanyaku lagi.

"ow halah berburu,lha malam jum at kok berburu di sini ya di bikin tersesat kamu mas,ini hutan
Termasuk pertigaan wilayah,yang ke kiri masuk di Grobogan/purwodadi kalau ke selatan sana kabupaten boyolali,kalau ke barat masuk kabupaten Demak juga bisa Mranggen semarang,kamu ikuti arah sungai ini mas jangan belok kalau belum menemukan makam samping waduk"jelas bpk nya
Aku hanya tersenyum dan mengangguk dan setelah Mengucapkan terimakasih kembali aku tenteng senapanku dan berjalan melewati tanggul.

Pemukiman penduduk kayak dekat tapi kok jauh banget Setalah aku berjalan,lapar yang sudah tidak tertahan klesak klesik ngga ada apa apa,untung aja
Lihat warung.
Lha kebeneran ada warung,pikirku segera berlari
sampai di depan warung(hanya gubuk reot beratap jerami dan tidak berdinding ddagangannya hanya di tempatkan di meja bambu ala kadarnya)
"permisi,,permisii"teriakku
"iya,silahkan" jawab suara dari balik tanaman kacang
Panjang,kemudian bergegas datang.
"gimana mas,ada yang perlu saya bantu"Ucap suara perempuan yang ternyata sangat cantik.
kok ada wanita cantik di hutan,pikir ku sambil mengangguk sendiri.
saking melongonya aku sampai tidak sadar.
"mas,mas"tanya mba nya sambil menepuk lenganku
"woh iya mba,saya lapar mba,apa ini warung"tanyaku
"iya mosok ada warung to mas ini di pinghir hutan lho mas,bukan warung mas ini memang untuk keluarga saya yang sedang menanam palawija di hutan nanti makannya kesini keluarga saya"ucap mba nya.
"waduh mba saya lapar banget"ucapku
Memelas.
"itu mereka sudah datang mas"ucap mba nya sambil menunjuk kearah tempatku tadi datang.
Aku menoleh dah melihat emapt orang datang dua perempuan dua lelaki Dan masih muda muda.
Terdengar mereka sedang berbincang bincang/ngobrol sambil berjalan.

dan mereka sampai
"lho ada tamu tow"ucap lelaki 1,Sambil meletakkan seombyok jagung.
"iya mas"jawab mba nya Sambil menuangkan minuman kedalam gelas(gelas kaleng bergagang bercorak tentara hijau)

Lelaki 2 meletakkan sedompol ketela/singkong yang masih ada sebagian batang nya.

Lalu duduk di tanah
Berempat duduk sila di tanah dan aku juga ikut duduk di tanah.
Ngga sopan mosok duduk di atas sendiri sedangkan yang lain duduk di tanah ..
Sampai di suguhkannya minuman dan makanan dan aneh nya lha kok lauk nya kelihatan enak enak banget
Ada rendang daging ada daging ayam
Bukan ayam goreng tapi ayam di bakar.

Kedua lelaki itu berpakaian rapi mirip anak raja,bajunya berwarna biru dan yang cewe juga cantik kayak putri berpakaian hijau kombinasi putih,aku menatap mereka dan keheranan sendiri,kok ada orang ganteng dan wanita cantik tapi sopan sopan.
Disitu akj ngga senpat kenalan karena sehabis makan mereka pergi lagi,hanya mengucapkan dua patah kata dan merwka pergi hanya tinggal si mba yang aku kira penjual juga pulang dan saat aku tanya jalan keluar atau kampung si mba malah kebingungan katanya di kampung nya hanya ada
Dua rumah dan itu rumah milik ayah nya dan rumah adik ayahnya si mba Itu.

Aku lihat arah perginya si mba itu lewat semak semak dan entah langsung kemana,aku sendiri kebingungan harus kemana,,masih duduk diam noleh kiri dan kanan dan tidak lama aku putuskan berjalan kembali
Menyusuri tepian sungai.
Baru sebentar berjalan perasaan ada yang aneh sperti ada banyak langkah kaki di tepian sungai,,gedebak gedebuk langkah kaki..Au berhenti suara itu juga berhenti

Aku berhenti di bawah pohon pisang yang lumayan rimbun dan tidak terasa rasa kantuk menyerang
Dan entah saking lelah atau ngantuk aku pun tertidur,entah berapa lama aku juga tidak tahu dan aku tertidur pulas sampai telingaku tiba tiba mendengar riuh suara suara aneh.

Sperti hembusan angin kencang ada suara seperti orang ngobrol dan sayu sayu terdengar suara gamelan.
Aku mulai membuka mata dan betapa kaget nya ternyata sudah malam,kebingungan,aku gendong tasku dan aku ambil senapanku kemudian aku isi dan aku tembakkan..
Dua kali berturut turut,sangat bergema suaranya dan ternyata tidak ada sahutan apapun,,sekali lagi aku tembakkan senapanku
Berharap si preksu mendengar atau ada orang lain yang berburu..Tapi sia sia Saja tidak ada hasil
Kemudian aku berteriak
"woeee setan dedemit penghuni hutan kalau memang kalian berniat ayo keluarlah dan aku tunggu di sini,,jangan kan kalian hanya dedemit,,dewo medun aku ra wedhi
,Dapure alas sak tempik kucing wae aku ra iso mentu,keluar kalian..Setannnnn"teriakku putus asa.

Setelah mentanang dantidak terjadi apa apa,kembali aku isi senapanku dan aku kokang kemudian aku tembakkan kearah hutan.

"duooorr"

Dan tiba tiba ada sahutan tembakan.
"dooorr"
Yang menggema dan arah nya dari empat penjuru.

Semakin bingung arah mana yang akan aku pilih,tapi aku masih berjalan kearah hulu sungai,aku turut aliran sungai siapa tau mentok di sungai besar dan ketemu peekampungan.

Tpi lagi lagi aku di buat stres dengan aliran sungai yang
Tiba tiba bercabang menjadi empat cabang.

Denga ukuran yang sama dan tiba tiba aku teringat suara gamelan.
Pikirku ah mungkin dekat dengan desa.

Dan aku pilih kekanan.Lampu senterku sudah mulai merdup dan aku matikaa saja berhemat
Dasar sial,sudah gelap pakai kesandung batu,jatuh dan terbentur tanah,kejedot pohon,berjalan sangat pelan dan sampai di sebuah tikungan sungai Tiba tiba suara gamelan terdengar jelas dan terasa sangat dekat.
aku coba lIhat kiri kanan dan pandanganku tertuju pada satu titik
Di samping sebuah gapura
terlihat terang benderang banyak lampu obor dan petromax.
rasa penasaran dan kumudian aku mendekati tempat itu dan lumayan ada banyak orang sedang berdiri membelakangi ku,terlihat banyak sekali penonton dan aneh kok tidak ada suara apa apa kecuali gamelan
Aku mendekat dan semakin mendekat sampai di belakang mereka
(mereka banyak,berjubel dan berdiri semua) menutupi apa yang sedang Di lihat/tonton.

"permisi pak,,acara aaa pak,,nonton apa?"tanyaku sambil berusaha menerobos barisan mereka,aku dorong dorong aku semakin merangsek
Masuk tetapi anehnya mwreka focus pandangan kedepan tidak menoleh ku walau aku merangsek maju menerobos mereka.
Mereka tanpa menoleh ku sama sekali,aneh?pikirku

Sampai aku di depan dan aku sangat kaget dan seketika aku hendak mundur tapi sudah di tahan sama tubuh mereka.
Aku meronta tapi lutut mereka menahan sangat kuat sampai aku jengkel.
Dag dig dig sheer
Betapa tidak yang aku lihat ternyata bukan sebuah hiburan atau tontonan,,ternyata sebuah pemakaman

Aku lihat satu pemandangan satu liang lahat dan dua jenazah

satu di sebelah kanan satu kiri
Sudah berbentuk pocong siap di kubur.

aku terus meronta mau mundur tapi tetep di tahan begitu aku menoleh kebelakang.

astaga

Ternyata eh ternyata miras itu haram...Eh salah ternyata mereka semua adalah pocong semua.
tambah sesak nafas ku dan kakiku langsung DENGEL,EN
Dengkel,en itu kayak lumpuh mendadak ngga bisa jalan,Gemeteran.

"asuu,,barang opo iki"ucapku lirih,badan terhuyung dan hampir jatuh
Untung saja pegangan bahu salah satu pocong.

pocong yang aku pegangin bahunya melirik sambil nyengir pinggir bibir.
"kenapa?"tanya pocong itu.

Pakai di tanya segala,bawa badan saja hampir hampir melorot jatuh kok.

Kaki aku seret,tanganku memegang bahu satu persatu dari pocong pocong yang berdiri,gantian aku pegang sebagai tumpuan ku berjalan sambil menyeret kaki yang dengkel,en.
Suara gamelan semakin kencang aku dengar dan tiba tiba badanku terjatuh dan entahlah aku tidak ingat lagi.

Sampai aku dengar suara adzan dan ketika aku buka mata,aku sudah berada di sebuah mushola.
Dan terlihat banyak orang yang menungguiku.

"ada pocong pak,pocong banyak sekali"ucapku sambil bangun
"pocong...Kayak begini,,ahahahaaaa"ucap salah satu dan tiba tiba semua orang yang di situ berubah menjadi sosok pocong.
"ya allah,,,ya allahhh,,pocong meneh"teriakku
"ya allah,,ya allah,,ya allah"balas pocong itu menirukan nya sambil mengangguk angguk

suara banyak tawa terdengar riuh dan dan tiba tiba yang tadinya sebuah mushola lengkap dengan tempat imam nya menghilang menjadi kebonan kelapa

dua kali di kerjain sama dedemit edan
Nyender di pohon kelapa,masih agak ketakutan dan masih terdengar tawa mereka.
"jannccuukk njiiarannn,,metuo nek wani ayo rene,kalian bisanya mengerjain orang,hayo tunjukkan wujudmu,,pocong keparatttt"teriakku.

Dan kemudian
Aku buka kunci senapanku dan
"duorr"
Kokang lagi
Dor
Dua kali tembakan yang tidak mengenai apa apa..Hanya ngawur saja.

"hustt,,jangan berisik"ucap seseorang yang muncul dari balik pohon kelapa di depanku

"majuo tak tembak ndasmu"bentakku sambil menodongkan senjata.
"ahahaaaa kamu ini guyon lho,,ayo aku antar pulang",ucapnya
"kamu itu kok ngga sadar sadar,kamu sudah berapa kali mengalami kejadian aneh dan hampir saja mati tapi kamu masih saja sombong,kamu harus mikir dari kemarin kamu sudah berputar putar di hutan ini tapi kami memang keras kepala,sekarang masih aja sombong,dasar cah sablenk"ucapnya
"siapa kamu berani menasehati ku,awas mendekat tak dok beneran"ancamku sembari masih mebodongkan senapan kearah nya

"pikir pakai pikiranmu yang jernih dan bwrsih,tidak usah oakai kekerasan,kamu lihat aku tidak bersenjata dan apa bila aku ingin membunuh mu sudah dari awal
Aku melakukaanya gus,gus"ucapnya sembari berjalan mendekat.

sosok pemuda bertelanjang dada dan bercelana pendek hitam,terlihat bersih badannya dan tidak menakutkan hnaya saja rambutnya di kuncir belakang(ekor kuda)
"jangan panggil aku gus,aku bukan agus dan aku bukan gus anak seorang pendakwah,aku anaknya tukang kebon,panggil aku tejo"ucapku membantahnya
"iya,,iya,,namaku POLYTRON,panggil aku Ron dan aku akan mengantarmu keluar dari sini,sudah lama kamu disini"ucap sosok itu
Sambil terus mendekat dan sampai di dekatku kemudian di rangkulnya tubuh dan tiba tiba aku menangis sesenggukan.

"sudah,jangan menangis,memang ini oelajaran buat mu biar kamu tidak selalu slengehan,tidak sembrono kepada maklhuk maklhuk tak kasat mata,jangan kamu sembarangan
Menjahili dan memwperlakukan mereka,mereka juga bisa marah dan dendam,apa yang dapat kamu ambil dari kejadian ini,,gunakan mata batinmu untuk melihat hal hal yang semestinya,karena itu akan berdampak kepada penglihatan nyata mu,jangan dekat dengan mereka karena suatu hari nanti
Kmu akan merasakan sakitnya,jangan Suka menyebut orang lain salah sebab kamu belum tentu benar dimatanya,jangan suka menghina maklhik lain sebab maklhuk yang lain juga ada manfaatnya,kenapa ada bangsaku(jin,demit dan lainnya) itu karena memperingatkan bamgsamu bahwa hidup
D dunia bukan semata mata mencari kebenaran dan kebaikan untuk diri sendiri,kamu masih muda,langkahmu masih panjang,ginakanlah kakimu untuk mengantarkanmu di jalan hang bersih agar kakimu selalu sehat dan bermanfaat,gunakan tangan mu sebagai jembatan untuk menyambung hubungan
Dengan orang lain,sebab tangan juga butuh kesennngan seperti kamu tidak hanya butuh bekerja dan berusaha,kamu butuh sesuatu hal yang bisa memberikan jiwa mu menuju tinghi nya aklhaq"nasehat nya kepadaku,aambil terus berjalan pelan namun tangisku belum juga berhenti.
Sampai aku lihat di depan asa sebuah jalan menurun dan saat itu pula polytron berhenti lalu memenag kedu bahuku dan mengahadap ku.

"dan ingat,tisak semua ilmu harus kamu miliki dan ghnakanlah ilmumu sebijak mungkin agar bermanfaat untuk orang lain,sekarang pulanglah"pesannya
Dengan tangis yang belum berhenti aku mengangguk dan terasa tangan polytyon di bahuku dilepasnya
"turun saja nanti ada sebuah makam dan itu sudah dunia nyata,terimakasih dan ingat jangan sembarangan menapakkan kaki tanpa salam"pesannya untuk terakhirkalinya dan akupun mengucapkn
Terimakasih kepad polytron dan aku mulai berjalan menapaki jalan dan aku menoleh kearah polytron terlihat disna polytron masih mengamati langkahku sambil melambaikan tangan.

Sampai tidak terlihat dan aku pun terus berjalan sampai aku temukan sebuah makam keluarga dan tidak lm
Aku bertemu seseorang yang sedang berdiri di pinggir jalan cor.
Aku sapa kemudian aku bertanya
dan jawabannya membuatku merinding sedikit heran.

"pak ini didaerah mana pak"tanyaku
"mranggen mas"jawabnya
Dan .Singkat kata akhir cerita
Ternyata aku sudah 5 hari tersesat.
Kok bisa bisanya dari hutan juwangi sampai ke hutan mranggen.

aku pun meminta tolong kepada bapak itu agar diantar kan pulang ke rumah.

Dan sampai dirumah kedua orang tua ku tidak heran atau bertanya kepada ku,kemana pergi kesekian hari tidak pulang.
Aku tidak menceritannya.
Tidak ada inti nya di dalam kisahku tetepi setidaknya berhati hati lah selalu membaca doa ketika memasuki wilayah wilayah yang masih terkenal angker.

Jngan takabur atau sombong
Karena mereka ada.

Sekian
Salam
Sheer
Ibka Image

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with iblizz katon

iblizz katon Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @karyawan_tuhan

Jun 30
Kembali dengan kisah tidak bermutu Wagu dan Banyak guyonnya.
Tapi begitulah adanya.
sebenernya kisah singkat tapi sangat bermanfaat,Jangan di baca hanya dari Judulnya
Lokalisasi Demit.

Nah ini yang harus di garis bawahi membaca ceritaku harus berusia 18,1/2+..
SEBAB cerita ini tentang perjalanan sakral
Cah kenthir(iblizz katon) vs Cah Pekok(Giman/gigi mancung)
dapat job kerja di luar Pulau ya naik oesawat sih tapi sampe sana lha kok masih harus naik kapal gede 2 sianb satu malam lewatnya ya sungai Besar dan lebar wah wah edan,,
Read 149 tweets
Jun 28
Diteror maklhuk tak kasat mata dari tempat mancing dan sampai kerumah dan terbawa ke dalam keseharian dan selama berminggu minggu sampai sampai terbiasa dengan nya,dan ya gitulah ngga siang ngga malam selalu datang menghoda menakuti memgagetkan dan membahayakan
Di Semarang(Pedurunban tempatku berdomisili saat ini) ada tepat pemancingan yang bebas untuk siapa saja,lokasinya strategis kanan kantor kelurahan daa kirinya sebuah sekolahan lumayan mewah,nah di depan nya ada beberapa rumah/komplek dan ada yang sudah huni ada yang masih kosong
Read 72 tweets
Jun 11
Kisah tidak bermutu kembali lagi.
Tenang saja tetep koclok dan sedikit kenthir.

Sore di seberang istana eh Gereja ada sebuah pabrik sepatu dan kebetulan sedang ronovasi bangunan di sampingnya sebagai tambah an gedjng dan menyambung kebetulan kita lah kulinya,aku dan kawan kawan
Namanya kuli ya gitu kerja jam 8 pulang jam 4,,dah biasa bagiku.

kebetulan pekerjaan renovasinya di buru alias target sekian hari/bulan harus kelar.

Oke kita lembur terus sekuat mata dan tenaga

Di suatu malam saat start kerja ya jam 7, malam kita lembur mengerjakan plesteran
Read 129 tweets
Jun 7
Kalau rame di lanjut pukul 00:01Wib

Tetep dengan kisah kenthir yang suka keta kete
Tpi kali ini aku akan ceritakan kisah kisah klasik(kampungan)
Karena di kampung orang,sebenernya sih kisah manusia Tersombong terkenthir dan ter koclok
Bagaimana tidak koclok gara gara orang dengan kepribadian khusus aku hampir saja sakit parah.
Di kota Kendal di rumah temenku Kyai muda,aslinya sih tetangga Desa ku sana Penawangan Grobogan Purwodadi
Sebut saya Imron Sadeli(pernah aku tulis juga sih salah satu ceritaku)
Read 103 tweets
Jun 6
Selamat pagi
Selamat menjalankan aktivitas masing masing
Semoga di beri kemudahan dan kelancaran..Amin

Kembali lagi dengan kisah tidak bermutu
Kali ini aku tulis lagi tentang alam lelembut
"MENGHADIRI PERNIKAHAN DI ALAM LELEMBUT"

mendengar judulnya saja sudah pasti Kocak.
Namanya kita kerjanya di jalan raya
Waktu itu pengerjaan pengaspalan jalan raya sepanjang Pekalongan-Pemalang
Dan aku ikut salah satu Kontraktor MIXMIX gitu aja dan ngga usah ceritakan pengaspalannya
Pokoknya di situ gitu aja ya.

Siang kerja malam juga kerja lembur dan kita
Read 135 tweets
May 29
Kembali lagi dengan kisah nyeleneh dan tidak tentu arah ceritanya.

Kejadian ini sudah agak lama sih waktu kerja di Daerah ibukota sana tapi gubernur nya sebelum sekarang ini.
Dan waktu itu kontrakan ku berjejer lumayan panjang ada 8 pintu dan penghuninya pun macem macam
Manusia,yang aku tempati kebetulan di pintu nomer 4 jadi kanan kiri ada tetangga gitu rame,tapi kontrakan itu sudah berapa bulan kosong nganggur padahal bagus,tembok dan rapi juga kamar mandi di dalam dan depan kontrakan jalan kecil dan depannya kuburan di belakang kontrakan ada
Read 167 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(