..karena orang Indonesia itu peka secara geopolitik.
Belum tentu selalu tepat & kuat literasinya.
Kisah ttg Bung Karno yg membawa Indonesia ke panggung global (serta dr mana tantangan & bantuan utk itu) rupanya membekas di benak kita
cnnindonesia.com/internasional/…
Dalam melihat konflik dunia ada 4 perspektif:
1. Awam (harus disimak krn peka secara kemanusiaan)
2. Aktivis ideologis (abaikan krn mereka hitam putih)
3. Diplomat (perlu disimak krn etika & hukum)
4. Ahli strategi (harus disimak krn realistis & strategis)
Orang Indonesia & banyak masyarakat negara berkembang banyak yg memakai perspektif 2 dan 4. Sisa-sisa Perang Dingin (yg sekarang dihidupkan lagi). Sementara menurut perspektif KEILMUAN Hubungan Internasional, yg tepat adalah perspektif 3 dan 4
Pilihan sikap resmi pemerintah Indonesia dalam sidang di PBB utk menghentikan perang dengan menolak operasi militer Rusia berangkat dr perpsektif 3 dan 1. Tp penolakan pemerintah Indonesia utk memberi sanksi pd Rusia berangkat dr pertimbangan no 4
Baiknya seorang pengamat Hubungan Internasional saat dimintai komentarnya, membuat kerangka berpikir spt ini ...Memetakan cara berpikir orang Indonesia pd isu2 dunia (tak harus sama dgn saya) dan bukan curhat kenapa orang Indonesia bersimpati pd Putin...
Eman2 atau sayang gelar akademisnya jika seorang ahli Hubungan Internasional diminta analisis yg berkait dengan inti (core) keahliannya malah berbicara dari perspektif nomor 1 dan nomor 2 (awam serta ideologis emosional)
Saya pernah pakai 4 perspektif itu. Sejak kelas 3 SD thn 1979 (saat membaca berita revolusi Sandinista di Nicaragua & revolusi Islam di Iran) saya pakai perspektif 2 (tanpa sadar). Tp setelah belajar HI secara akademis (2004) saya banyak pakai perspektif 4
Boleh dikatakan sampai kelas 1 SMA, minat saya malah lebih ke isu2 politik internasional. Isu domestik nyaris tanpa argumen ilmiah. Semata2 gak suka Orde Baru aja..Baru mulai SMA saya belajar alasan2 ekonomi politiknya secara detail kenapa Orba harus diakhiri
Setelah belajar Hubungan Internasional & Geopolitik, saya disadarkan bahwa HI & Geopol perlu secara eksklusif beranjak dr perspektif 4 & 3. Dan itu harus di tangan ahli strategi & diplomat profesional. Utk soal ini jangan kasih corong ke yg bukan ahlinya
Satu catatan yg perlu kita camkan dalam2:

Isu2 strategis internasional itu sangat subyektif;
geopolitik itu sangat obyektif.

(langkah yg diambil negara harus memadukan subyektivitas & obyektivitas itu dengan cermat & cerdas)

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Budiman Sudjatmiko (IG: masbud_sudjatmiko)

Budiman Sudjatmiko (IG: masbud_sudjatmiko) Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @budimandjatmiko

Mar 9
Kan orang2 tua sudah lama kasih nasihat..jagalah tetanggamu.
Sahabat terbaikmu yg lain kampung & di seberang lautan sekalipun bukan yg datang pertama saat rumahmu terbakar. Makanya jgn bersekutu dgn mereka u/ mengincar anak tetanggamu
cnnindonesia.com/internasional/…
Lingkaran inti Zelensky:
1. Ka Staf Kepresidenan, Yemark, produser film komedi;
2. Ka Admin. Kepresidenan, Bodin, pengacara bisnis hiburan;
3. Ka penasihat presiden, Sheffey, penulis komedi;
4. Bakanov, Waka Badan Intelijen Ukr, bos perusahaan film komedi
5. Penasihat senior Komite Pertahanan Ukraina, S. Sivoko, komedian
Read 6 tweets
Mar 9
Inalillahi wa'inailaihi roji'un. Rremaja SMA akhir 1980an kehilangan kakak spiritualnya.
Terimakasih sdh ngajak kita jd anak SMA Merah Putih. Kisah Lupus-mu membentuk lapisan remaja progresif moderat di era kami (mengimbangi remaja konservatif moderat Si Boy)
Lupus sudah jd inspirator bagi remaja biasa2 aja yg kritis, progresif, nakal secukupnya, sinis pd gaya hidup sok bintang, pemberontak tp menghargai ibu dll. Remaja yg tak bermaksud jd standar moral & material serba wah tp tahu bagaimana mengkritisi keadaan
Lupus & teman2nya, Gusur & Boim, Poppy pacarnya, Fifi Alone si seleb sekolah itu teman2 imajiner remaja era kami. Di realita sekolah selalu bisa kita jumpai kembaran2 mereka di sekitar kita..(maaf bagi yg sekolahnya di De Britto, Kanisius, PL atau Tarakanita)
Read 4 tweets
Feb 24
Jika problem internasional ditanggapi secara emosional...bisa kacau dunia. Melihat secara realisme politik & geopolitik adalah cara waras tersisa. Gak bisa atiipati atau simpati berlebih. Bisa kacau dunia & Indonesia bisa cuma jd obyek (karna kita belum kuat)
Jika analisis ilmiah problem global ditolak @thedufresne, mau menawarkan alternatif ideologis?
Tak sesederhana itu.
Aku pernah belajar Hub. Internasional, logikanya BERBEDA dgn politik domestik..Jika ILMU HI tak boleh dipakai menganalisis, pakai apa?
Ada 4 kaca mata yg dipakai 4 kalangan utk melihat problem interrnasional:
1. Kemanusiaan (awam)
2. Ideologis (pejuang)
3. Hukum internasional (diplomat)
4. Strategis geopolitik (pemimpin politik)
Read 7 tweets
Feb 24
Itu casus belli-nya (faktor khusus). Faktor umumnya: Rusia masih marah karena Presiden Ukraina, Yanukovich, yg bersahabat dgn Rusia...digulingkan di tengah jalan pd 2010. Pendukung2 Yanukovich di Ukraina Timur kemudian memproklamasikan 2 republik sendiri
Yg menggulingkan Yanukovich adalah partai2 Ukraina yg pro Barat & ultranasionalis Ukraina (yg sejak Perang Dunia II sudah anti Soviet.& pro Nazi), sementara Yanukovich dr partai yg pro Rusia
Makanya dalam sebuah negara demokratis, tak selayaknya sebuah pemerintahan digukingkan dgn pemberontakan. Apalagi jika itu berkait dgn adu kekuatan geopolitik negara2 besar dunia. Urusannya bisa panjang
Read 9 tweets
Feb 23
Hebat! Fisikawan2 Rice University membuat dimensi buatan yg memungkinkan mereka memperbesar atom sehingga mampu menganalisis interaksi antaratom yg bersifat kuantum (saling berbelit & ada di mana2 sekaligus) @sandokokosen
@AryBandung news.rice.edu/news/2022/phys…
Simulasi Kuantum adalah produk teknologi yg paling dekat utk mempraktikkan sains informasi kuantum (sebelum manusia mampu membuat komputer kuantum yg mampu menjalankan aneka tugasnya) yg melampaui superkomputer klasik tercepat
Gunanya? Salah 1-nya membuat materi2 baru & menirukan ruang hampa kuantum (yg melahirkan materi2 padat alam raya) atau ruang hampa yg pura2 runtuh di awal alam raya (transisi dr Tiada jadi Ada yg pertama) atau pengakhirannya (kiamat!)
phy.cam.ac.uk/news/towards-q…
Read 11 tweets
Jan 28
Pemfasisan Eropa lahir dr ide memurnikan suku/ras SETEMPAT. Di Indonesia fasis2nya mendompleng agama dgn mengglorifikasi budaya ras asal agama tsb. Klas menengah kota menolaknya. Gugup. Lain cerita jika yg menolak itu suku2 Nusantara
manadopost.jawapos.com/berita-terbaru…
Selain beda akarnya, di mana fasisme Eropa berdasar suku/ras setempat, mereka juga menjunjung sains teknologi. Watak ekspansionisnya sih sama. Faktor itu yg membuat fasisme Eropa cuna bisa dikalahkan dgn perang DARI LUAR dgn alasan: demokrasi & kemanusiaan
Sementara upaya pemfasisan Indonesia (karena asalnya dr budaya wilayah lain), tak perlu dihadapi dgn perang. Cukup dgn mempromosikan sains teknologi & berpikir ilmiah (karena fasismenya tdk lahir dr tradisi ilmiah yg kuat) serta memperkuat budaya2 Nusantara
Read 10 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(