2020, sekilas warung itu tampak biasa2 saja, tak ada yang aneh.
Tapi entah kenapa sudah hampir 2 minggu ini warung tersebut sepi pembeli.
Pemilik warung makan itu bernama Dira, dia adalah seorang janda yang memiliki 2 orang anak yang masih kecil2an. Dira bercerai dengan
Suaminya setelah sekian tahun menjadi korban perselingkuhan.
Kini dira dan kedua anaknya tinggal bersama sang ibu yang juga merupakan seorang janda.
Awal2 hidup tanpa suami, dira benar2 bingung mau kerja apa, sedangkan ia sama sekali tak memiliki pengalaman dan ijazah.
Hingga seorang tetangganya menawarkan dira untuk bekerja di sebuah gudang rotan yang juga berada di kalimantan selatan, dira pada saat itu tentu langsung menerima tawaran tersebut, apalagi tetangganya yang merupakan seorang laki2 bujangan itu mau memberikan tumpangan
Pada dira selama ia bekerja di gudang rotan itu.
Singkatnya tanpa banyak syarat akhirnya dira pun mendapatkan pekerjaan pertamanya tersebut, ia menjadi tukang gosok rotan/membersihkan rotan menggunakan gosokan panci.
(Gambar dari google sekedar untuk ilustrasi)
Pada awal2 bekerja, dira mengalami banyak kesulitan, bahkan telapak tangan nya sampai luka2. Namun walaupun begitu, semangatnya bekerja untuk mendapatkan uang tak goyah sedikitpun, apalagi ketika ia mengingat anak2nya yang sudah pada pintar memanggil abang2 pedagang
Keliling yang lewat di depan rumah, bisa menghilangkan rasa sakit, letih dan lelahnya bekerja.
Beberapa bulan ia bekerja di gudang rotan sebagai tukang gosok, akhirnya dira mendapatkan jalan untuk membuka usaha sendiri.
Ia bertemu seorang kawan lama yang mau membantunya dengan meminjamkan modal untuk dira membuka usaha warung makan.
Singkat cerita dalam waktu 7 bulan saja dira sudah berhasil mengembalikan uang modal yang di pinjamkan oleh teman nya tempo hari,
Usaha warung makan nya itu sangat laris, setiap saat selalu saja ada yang datang ke warungnya untuk makan atau sekedar membeli lauk pauk masaknya saja.
Hingga suatu hari, usaha warung makan dira mendadak sepi. Pelanggan setianya yang biasa membeli makanan di situ pun
Sekarang malah cuma lewat saja bahkan tanpa menoleh sedikitpun.
"Coba kamu periksakan warungmu itu, siapa tau ada yang menaruh sesuatu yang tidak bai di sana, hingga membuat warungmu tertutup dari pandangan orang2. " ujar ibunya di suatu malam ketika melihat dira
Yang tengah duduk di teras rumah sambil melamun
"Di periksa kemana ma? "
"Ke guru, atau ustadz. "
Dira menghela nafas panjang,
"Tapi dira tidak berpikiran kalau warung dira terkena hal2 semacam itu. "
"Tidak ada salahnya untuk memeriksakan warungmu itu dir. "
"Baiklah, besok dira akan turuti saran mama. "
Pagi harinya, dira sengaja tidak berjualan. Ia pergi bersama ibunya menuju ke rumah seorang guru.
Setelah sampai di sana dira dan ibunya di persilahkan masuk,
Dira menceritakan semua tentang warungnya pada guru tersebut,
"Jadi ulun handak minta banyu ae supaya warung ulun tu lancar, laris lagi. (Jadi saya mau minta air doa agar warung saya itu lancar dan laris lagi.) " ucap dira
Setelah dira berkata seperti itu, ibunya lantas mengeluarkan sebotol air aqua yang mereka beli saat perjalanan ke rumah guru tadi.
Tanpa berkata apa2 guru tersebutpun langsung membuka tutup botol dan beliau mulai berdoa,
Setelah selesai beliau mengembalikan botol itu kepada dira,
"Air itu nanti kamu gunakan untuk menciprat2kan ke meja dan halaman warung saat akan membukanya. "
"Baik, terima kasih. " ucap dira seraya memberikan amplop putih, beliau menolak, namun kembali dira taruh
Di bawah karpet.
----
Keesokan harinya saat akan buka warung, dira melakukan hal yang sama seperti yang disuruh oleh guru semalam. Dan Alhamdulillah hari itu warungnya kembali laris.
"Lamanya baru buka, memangnya dik dira ini kemana?
Saya setiap hari terpaksa ke warung ujung sana itu untuk makan. " ujar seorang lelaki berusia 40 tahunan yang merupakan pelanggan setia warungnya
Dira sedikit kaget dan tertegun mendengar perkataan lelaki itu.
"Padahal warung saya ini buka terus kak, cuma sehari kemarin saja yang tutup. "
Lelaki itu menahan suapan terakhirnya dan melotot menatap dira.
"Ah yang benar. Kok saya lihatnya tutup terus ya? "
"Iya kak benar, warung saya memang buka terus, dan kalau tutup lama2, saya tidak ada pemasukan.
Dan hampir 2 minggu ini saya sering melihat kakak cuma lewat saja di depan warung tanpa menoleh kesini. " ucap dira tersenyum
Lelaki itu terdiam, alisnya mengkerut.
"Wah mbak dira, baru buka mbak? Lama tutup ya? Habis dari mana mbak dira? " ujar seorang wanita yang baru datang dan termasuk pelanggan setianya warung dira
Hari itu dira di buat bingung dengan pertanyaan2 para pelanggan setianya yang menanyakan kenapa warung dira tutup begitu lama. Dan saat pulang ke rumah, dia bercerita tentang hari itu pada ibunya.
"Nah benarkan apa kata mama dir. Warungmu di guna2 orang. Kan selama ini warung mu memang sangat laris jadi wajar kalau ada yang iri. "
Dira menghela nafas panjang, ketidak percayaan nya terbantah oleh kenyataan, untung ia langsung mengikuti saran ibunya, kalau tidak
Mungkin sampai kesudah warungnya sepi, pikir dira.
Akan tetapi hanya satu minggu saja warungnya ramai pembeli, kini warungnya malah kembali sepi lagi.
Kalau dira tidak menunggu di luar untuk memanggil pelanggan2nya warungnya tidak akan ada pembeli.
"Kok bau busuk ya dik? " tanya lelaki itu seraya menaruh telunjuknya di depan lubang hidung
Dira mengendus2 bau busuk yang tercium oleh pelanggan nya itu, tapi dira sama sekali tidak mencium bau apa2.
"Tidak ada bau apa2 kak. "
"Ada, ini baunya semakin menyengat. Ku rasa mungkin ada bangkai tikus di sekitar sini. "
Dira mengerutkan alisnya, bingung.
Uweeekkk... Lelaki itu muntah setelah memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Maaf dik dira, saya rasa nasinya basi. " ujar lelaki itu
"Hah? Ba basi? " ulang dira tak percaya, karena memang nasi itu baru saja ia masak
"Iya. Coba dik dira cicipi. "
"Maaf ya kak, permisi. " ucap dira saat akan mengambil nasi dari piring pelanggan nya itu
(Mohon maaf om mau ngiklan bentar, Barangkali ada ponakan2 yang berminat / tertarik.
om ada menjual madu hutan, obat2an herbal untuk sakit pinggang, prostat, kanker, tumor, stroke, asam lambung dll.
Hingga minyak2 kalimantan nya, mulai dari Penglaris, pagar diri / usaha /rumah
Dari hal2 jahat. Pemikat lawan jenis
Penunduk lawan bicara, pembuka aura biar di senangi orang2 di sekitar. Untuk kewibawaan(bagus buat ponakan yang selalu di remehkan bos ataupun bawahan) dan minyak Arjuna yang membuat kita mudah bergaul / mudah Di terima oleh orang2 di sekitar
Kita terutama lawan jenis, membuat
lawan jenis jadi tertarik / suka.
Om juga melayani pemikat jarak jauh kalau berminat dan mau tanya2 ataupun curhat berbayar (PRIVASI DI JAMIN AMAN) silahkan hubungi om Rasth melalui DM atau WA di - 0856 5403 7262
Terima Kasih😊🙏)
Saat nasi itu masuk kedalam mulutnya, dira seketika memuntahkan nya ke tanah.
"Basi kan dik? "
"Iya kak, basi. Kok bisa basi ya? "
"Ya sudah dik, kalau begitu saya permisi dulu, ini uangnya. " ujar lelaki itu
"Tidak usah kak, kakak tidak perlu membayar untuk makanan ini. Saya minta maaf dan semoga kakak tidak jera mampir disini. " ujar dira menolak bayaran makan si pelanggan
"InsyaAllah tidak akan jera dik. " ucap si lelaki sebelum pergi
Dira melihat kedalam tempat nasinya, dan anehnya nasi yang berada di dalam tempat tersebut sama sekali tidak basi.
Hari itu dira tutup lebih awal, karena ia ingin pergi ke rumah guru itu lagi.
Singkat cerita
Saat ia sampai di sana, dira langsunh menceritakan tentang warungnya yang menjadi sepi kembali. Dira meminta air doa lagi pada guru tersebut.
Tapi keesokan harinya, meski banyak pembeli, entah kenapa mereka selalu menyisakan makanan di dalam piring, bahkan ada yang baru
sesuap sudah ditinggal begitu saja.
Penasaran, dira pun mencicipi makanan sisa pembeli tersebut. Dan wajahnya mendadak berubah
Uweeekkk..
Rasa makanan itu seperti makanan yang sudah basi, namun anehnya tampilan luar dari makanan tersebut sama sekali tidak menunjukkan tanda2 basi.
Dira terduduk lemas, raut wajahnya menggambarkan kesedihan yang luar biasa.
——
Sudah 4 harian warungnya seperti itu, dan pelanggan2 setianya pun sudah pada kabur ke warung lain, dira tak menyalahkan mereka, karena siapa juga yang mau membeli makanan basi seperti di warungnya itu. Sempat pada awalnya dira berpikir untuk berhenti berjualan, namun ketika
Mengingat masa2 sulitnya bekerja di gudang rotan dulu, semangat dira untuk terus mempertahankan usahanya pun kembali bangkit.
Terdengar suara beberapa buah sepeda motor berhenti di depan warungnya, dan tidak berapa lama masuklah 6 orang laki2 ke dalam warung itu. Dira menyambut mereka dengan ramah, dan mereka pun memesan minuman serta makanan pada dira.
Saat mereka duduk, lelaki2 itu mulai asyik
mengobrol sementara dira menyiapkan minuman serta makanan yang mereka pesan.
Han tia napa jar aku samalam di ae. Makanya jangan di bari muha urang nang kaya inya tu. (Tuh kan apa kubilang kemarin di. Makanya jangan terlalu di perhatikan orang seperti dia itu.) " ujar
Salah satu lelaki tersebut pada teman nya
"Kanapa garang rud? Aku kada tahu kisahnya nah. (Kenapa memangnya rud? Aku tidak tahu masalahnya.) "
"Ah kadada kisahnya ae. (Ah, tidak ada masalahnya.) " ujar rudi mengelak
Tidak berapa lama kemudian 6 gelas es teh di antarkan oleh
Dira ke meja mereka.
Di susul dengam makanan2 yang mereka pesan.
Namun saat mereka menyantap makanan itu empat dari enam lelaki tersebut mendadak muntah.
"Kok basi?? "
"Ah gak, enak gini masa di bilang basi. " ujar salah satu teman nya yang masih asik menyantap
Makanan itu
Rudi pun ikut mencicipi makanan nya,
"Iya, ini enak kok. Gak basi. " ujar Rudi
Dira mendekat, dan meminta maaf pada orang2 itu. Ia juga menceritakan apa yang keadaan warung makan nya akhir2 ini pada keenam orang laki2 tersebut
"Nah pas ae tu, bauntung ikam tadapat lawan inya ni nah, inya ni paham jua masalah yang kaya itu tu. (Nah pas sekali, beruntung kamu bertemu dengan dia ini, dia juga paham tentang masalah2 seperti itu.) " ujar salah satu di antara mereka menunjuk kearah rudi
Rudi dan satu teman nya yang duduk tepat disampingnya itu masih meneruskan makan, mereka terlihat sangat lahap menyantap masakan itu.
Setelah selesai makan, dira pun mendekati Rudi.
"Sebelumnya maaf jika saya sedikit lancang, tapi kalau memang bisa, saya mau coba kak. "
"Panggil amang saja. " ujar rudi
Dira mengangguk, meski lelaki itu sepertinya sepantaran dengan nya, tapi ia tetap memanggil rudi dengan sebutan amang.
"Beh, han tia jar aku. Si rudi nginih, bibinian handak mangiau ba kaka malah disuruh akan ba amang. Aku tu di ae biar tuha2 kaya ini masih ae jua handak di kiau ba ading. (Tuh kan apa kataku. Si rudi ini, perempuan mau manggil kakak malah disuruhnya manggil om. Aku ini di walau
Tua2 begini masih kepengen tuh di panggil adik.) "
"Itu nyawa, lain inya. (Itu kau, bukan dia.) " ujar yang lain nya
Rudi pun terlibat obrolan yang cukup serius dengan dira, entah apa yang mereka obrolkan tak ada yang mendengarnya.
Setelah membayar makanannya itu Rudi dkk pun berpamitan untuk pulang.
"Kenapa gak sekalian kau minta nomor hp nya rud? Kau tau aku sudah menduda bertahun2 kan? "
"Sekali lagi kau bicara yang tidak2 ku turunkan kau disini. " ujar rudi membuat teman nya itu langsung diam
-----
Dira resah menunggu kabar dari rudi yang tak kunjung datang menemuinya.
Malam harinya saat warungnya akan tutup, ponselnya berbunyi, awalnya dira malas mengangkat panggilan tersebut karena nomor si penelpon tidak ia kenali.
"Halo, siapa? "
"Ini amang. " ujar suara di seberang telepon yang langsung membuat dira tersenyum
"Sudah lawas ulun nunggu pian nelpon mang ae. (Sudah lama saya menunggu telepon dari om) " ujar dira
Obrolan keduanya berlanjut cukup lama sekali,
Sesekali dira mengangguk,
"Baik, saya tunggu disini. " ujar dira sebelum telepon ditutup
Dira menunggu cukup lama di warungnya.
Ia juga sempat beberapa kali melihat anak dari pemilik warung ujung, bolak balik lewat di depan warungnya yang membuat dira sedikit heran.
Suara motor perlahan2 berhenti di depan warungnya, dira bergegas keluar karena ia yakin yang datang adalah rudi.
2 orang lelaki dengan memakai jaket hitam dan celana hitam serta masker dan helm itu turun dari motornya.
Ia langsung masuk kedalam warung mengikuti dira,
Dira sempat merasa kurang nyaman saat 2 lelaki itu duduk di dekatnya tanpa melepaskan helm,
"Katanya mau kesini sendirian mang. " ujar dira pelan
Orang itu tak menjawab, malahan salah satu di antara mereka
Beranjak berdiri dan melihat2 kesekeliling warung dira.
Saat melihat tas dira ya g berada di atas kursi di belakang meja, lelaki itu langsung mengambilnya tanpa permisi.
"Mang, itu tas saya. Mau di bawa kemana?? " ujar dira seraya beranjak berdiri berusaha merebut kembali tasnya
Namun tubuhnya di dorong oleh lelaki yang satunya lagi hingga dira terjatuh.
Suara sepeda motor berhenti di depan warung, membuat 2 orang itu bergegas keluar.
"Maliiing... Maliiing... " teriak dira histeris
Dira berusaha berdiri untuk melihat apa yang terjadi diluar, ia juga mendengar suara ribut2 orang berkelahi.
Dira ternganga begitu melihat 2 orang yang mengambil tasnya tadi berkelahi dengan rudi.
Orang2 yang makan di warung ujung itu berdatangan untuk melihat perkelahian tersebut. Mereka tak ada yang berani mendekat karena salah satu dari 3 orang yang berkelahi itu menggunakan senjata tajam berupa belati.
Namun akhirnya dengan bantuan beberapa orang yang berani turun mendekati ketiganya, mereka berhasil di tangkap.
"Pak, pak, jangan di bawa pak. Saya kenal dengan dia ini. Dia yang sudah membantu saya pak. 2 orang itu yang malingnya pak. " ujar dira memohon pada salah satu
Orang yang memegangi rudi
Dira menjelaskan pada orang2 itu tentang kronologi kejadian lengkapnya.
"Oohh.. " ujar orang2 tersebut mengangguk
Rudi pun di lepaskan, dan orang2 yang sudah menangkapnya tadi juga meminta maaf.
"Amang ada luka kah? Biar saya bantu obati. " ujar dira khawatir
"Kenapa bisa kamu kira orang itu adalah amang, padahal tadi di telpon kan amang sudah bilang kalau kesini sendirian saja. "
"Soalnya penampilan mereka seperti amang waktu pertama datang kemari waktu itu, dan tinggi tubuhnya juga sama. "
Rudi menghela nafas panjang, untungnya ia tak terkena sabetan belati dari orang jahat tadi.
Setelah keadaan sedikit lebih tenang, dan kedua maling tadi pun sudah di bawa oleh orang2, dira mulai bertanya2 pada rudi.
"Amang minta tolong ambilkan seember air. " ujar rudi pada dira
Tanpa bertanya apa2 dira langsung megambilkan seember air.
Ia memberikan air itu
Pada rudi, lalu kemudian lelaki tersebut mengambil sesuatu dari dalam kantong jaketnya, mencampurkan sesuatu itu ke air yang berada di dalam ember.
Setelah itu rudi membawa ember tersebut keluar, sementara itu dira mengikuti dari belakang.
Saat melihat rudi menyiramkan air di dalam ember kesekeliling warungnya, dira mengangguk.
Setelah selesai, rudi menyerahkan botol kecil berisi minyak tadi pada dira.
"Simpan, atau gantung saja di warungmu ini.
Semoga besok dan hari2 berikutnya warungmu kembali ramai. Tentang minyak itu kau jangam khawatir karena kau bawa sholat pun minyak itu tidak apa2, malah dia akan lebih bagus. "
"Terima kasih mang, semoga dengan perantara ini warung saya kembali laris
Dan tidak ada lagi yang mengirim macam2 di tempat ini. "
"Aamiin.."
"Oh iya, kalau begitu amang antarkan pulang sekalian saja. Bahaya juga malam2 begini sendirian. " ujar rudi
"Boleh mang. Saya juga masih takut sama kejadian tadi. " ujar dira tersenyum
Lalu dira mulai beberes di bantu oleh rudi.
Rudi mengiringi motor dira yang berada di depan nya. Tidak berapa lama kemudian dira pun berhenti di depan sebuah rumah, rudi pun ikut berhenti.
"Ya sudah, amang pulang dulu ya. " ujar rudi pamit
"Iya mang, nanti kalau ada apa2 saya kabari amang rudi ya. " ujar dira
Rudi tersenyum sebelum akhirnya pergi.
------
Keesokan harinya, terlihat biasa saja. Namum entah kenapa dira merasa kalau warungnya sekarang jadi terasa nyaman di pandang.
Sebuah mobil berhenti di depan warung, beberapa orang dengan pakaian bagus masuk kedalam warung.
Mereka memesan makanan dan memuji warung dira yang bersih meski berada di pinggir jalan.
Saat mereka mulai menyantap makanan yang dira antarkan, dira harap2 cemas melihat reaksi mereka. Apakah akan sama seperti pelanggan di hari2 sebelumnya atau tidak.
Tapi sampai makanan mereka hampir habis, mereka tetap terlihat lahap. Bahkan beberapa dari mereka tak henti2nya memuji rasa masakan dira yang sangat enak.
Hari itu warungnya kembali laris, dan malam nya dira juga mengabari rudi yang tentu ikut senang mendengar kabar dari dira.
Di tahun 2022 ini, dira sudah membuka 2 cabang warung makan nya di kalsel. Mungkin ponakan2 yang berada di kalsel ada yang sudah pernah makan
Di warung itu tanpa kalian sadari.😊
----SELESAI----
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
(NIAT MENCARI KERJA UNTUK BANTU KELUARGA, MALAH DIJADIKAN TUMBAL OLEH MAJIKAN.)
@IDN_Horor
@ceritaht
@bacahorror
#ceritaseram
#basedontruestory
#threadhorror
#bacahorror
#omrasth
(Gambar Hanya Ilustrasi)
Arfin merupakan seorang pemuda berusia 16 tahun yang duduk di bangku kelas 1 SMA.
Ia merupakan anak pertama dari 3 bersaudara, Anak nomor dua masih berusia 14 tahun, sementara anak yang bungsu baru berusia 9 tahun.
Meski bukan dari keluarga berada, tapi ayah dan ibunya selalu berusaha untuk menyekolahkan ketiga anak laki-laki mereka tersebut hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Cu Ipau, adalah seorang janda yang tidak punya anak. Beberapa tahun lalu ia diceraikan oleh suaminya dengan alasan karena selama 8 tahun pernikahan, Cu Ipau tak juga kunjung hamil. Sementara mertua dan keluarga besar suaminya terus menerus mendesak
supaya Cu Ipau hamil dan punya anak. Begitulah, sekilas kisah hidup Cu Ipau yang Iwan ketahui.
Iwan, seorang pemuda berusia 25 tahun, ia bekerja di sebuah toko hp yang lumayan besar dengan 10 karyawan yang tugasnya berbeda-beda.
Pernikahan baru seumur jagung, tapi sudah dihadapkan dengan ujian yang sangat banyak. Itulah yang dirasakan Eni, perempuan berusia 16 tahun
yang terpaksa harus menikah dikarenakan hamil duluan.
Saat itu, Eni masih sekolah kelas 2 SMA. Dan Roby kelas 3 SMA. Mereka berpacaran kurang lebih selama satu tahun. Eni berasal dari sebuah keluarga sederhana, ayahnya seorang buruh angkut di pasar, sedangkan ibunya berjualan
sayur keliling.
Sementara Roby dari keluarga yang bisa di bilang berkecukupan. Ayahnya seorang juragan karet, ia mempunyai beberapa hektar kebun karet yang masih aktif dan ia juga membeli karet-karet dari petani karet di daerahnya, untuk kemudian dijual lagi.
“Uhuk.. Uhukk.. Wanda, ambil akan pang banyu putih gasan abah..(Wanda, tolong ambilkan air putih ” Ujar seorang laki-laki berusia 50 tahunan yang sedang duduk di depan TV
Wanda yang baru saja hendak berangkat kerja itu pun langsung kembali ke dapur mengambilkan air putih di dalam botol untuk sang ayah.
“Napa ikam lawan laki ikam jadi badahulu badudi tulaknya? (Kenapa kamu dan suamimu tidak berangkat bersama?)”
Semua nama tokoh dalam cerita ini sudah disamarkan atas permintaan yang bersangkutan.
Cerita berawal dari seorang laki-laki berusia 21 tahun yang terlihat sangat bahagia karena namanya tercantum ke dalam daftar orang-orang yang lulus tes masuk ke sebuah PT. pertambangan
batubara yang cukup besar kala itu, sebut saja namanya Eki.
Awalnya sebelum melamar di PT tersebut Eki bekerja serabutan, kadang-kadang ia ikut mangatu(mencari emas dengan menggunakan mesin, biasanya dilakukan oleh penambang di desanya.) Atau bila hari sabtu dan minggu,
“Capati pang ma.. Ulun kada sabaran lagi nah.. (Ayo cepat ma.. Aku sudah tidak sabar lagi..)” ujar seorang anak laki laki berusia 10 tahunan seraya menarik tangan ibunya
Ya, hari itu keluarga kecil yang terdiri dari 4 orang tersebut akan pindah rumah, ke rumah baru mereka.
4 orang dalam keluarga itu terdiri dari ayah, ibu dan 2 anaknya. Kita panggil saja nama si ayah pak Fahri, kisaran usia 35 tahunan. Si ibu bernama Desi, kisaran usia 30 tahunan. Anak pertama mereka sebut saja namanya Vendra usia 10 tahun. Dan anak kedua mereka bernama Salsa yang