Profile picture
, 32 tweets, 13 min read Read on Twitter
Selamat Hari Kartini, coy! Di momen #HariKartini ini, gue mau memperkenalkan tiga sosok perempuan Tionghoa yg ikut mendobrak tradisi tidak adil gender pada masanya. Siapa saja?

--------- a thread ---------
Kartini Tionghoa yang pertama: Nyonya Auw Tjoei Lan, pendiri panti asuhan Hati Suci. Sejak muda, Auw Tjoei Lan aktif memberantas perdagangan perempuan.

Karena aktivismenya itu, tak jarang nyawa Auw Tjoei Lan terancam akan dibunuh oleh para sindikat.

#HariKartini
Auw Tjoei Lan lahir di Majalengka, 1889. Bapaknya Auw Seng Hoe, seorang Kapitan Tionghoa. Auw Tjoei Lan nikah dgn Lie Tjian Tjoen & pindah ke Batavia pada 1906.

Di Batavia, Auw Tjoei Lan ketemu dr Zigman yg mengajaknya menjadi pengurus di Badan Sosial Ati Soetji

#HariKartini
Ati Soetji ini badan sosial (kalau istilah sekarang kaya LSM gitu) yg menampung para perempuan yg jadi korban perdagangan manusia. Resesi ekonomi dunia 1930an bikin perdagangan manusia makin marak, biasanya dari Tiongkok ke Malaya dan Hindia Belanda.

#HariKartini
Auw Tjoei Lan menyelamatkan perempuan2 korban ini, sering kali dgn mempertaruhkan nyawanya. Auw Tjoei Lan aktif turun ke lapangan. Sesuatu yg jarang terjadi, perempuan Tionghoa terutama menengah-atas umumnya pada masa itu masih berkutat di wilayah domestik

#HariKartini
Auw Tjoei Lan jg menyuarakan perlunya perlindungan bagi perempuan2 korban eksploitasi dan perdagangan manusia, dalam konferensi yang dihelat Liga Bangsa-Bangsa, cikal bakal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

#HariKartini
Dalam makalahnya, Auw Tjoei Lan bicara tentang pengalamannya serta tujuannya untuk merehabilitasi dan mengubah nasib perempuan-perempuan ini. Dia mengusulkan pentingnya polisi perempuan untuk menangani kasus semacam ini.

#HariKartini
Suatu hari, Auw Tjoei Lan mendapati bayi yg baru lahir di serambi rumahnya. Beberapa kali pula, Zuster Gunning, seorang perawat, membawa bayi yg baru lahir ke rumahnya. Kasus2 seperti ini membuat Auw Tjoei Lan mendirikan sebuah rumah yatim piatu. 

#HariKartini
Pada 1913, sebuah panti asuhan didirikan. Mula-mula menampung sembilan anak perempuan. Setahun kemudian, panti asuhan tersebut diresmikan dan diberi nama Ati Soetji. Oleh masyarakat Tionghoa, panti asuhan tersebut lebih dikenal sebagai Po Liang Kiok

#HariKartini
Kini, sudah lebih dari 100 tahun, dan panti asuhan Hati Suci masih berdiri, dan berkembang jadi sekolahan.

Kalau ada yg mau mampir, bisa langsung ke Jalan Hati Suci, belakang Hotel Millenium.

#HariKartini
Selengkapnya ttg Auw Tjoei Lan, bisa dibaca di buku ini.

Atau bisa juga mampir ke sini hidupnyaanakkomunikasi.blogspot.com/2017/04/berken…

#HariKartini
Sosok yang kedua: Ho Wan Moy, sejak belia ikut terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

#HariKartini
Ho Wan Moy berasal dari Jateng. Sejak usia 13 tahun terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Sebelum memberanikan diri terjun ke kancah pertempuran, Ho Wan Moy harus mengalahkan trauma dan ketakutan saat seorang laki-laki mengancam membunuhnya karena ketionghoaannya. 

#HariKartini
"Saya sdg jaga warung, masih sangat muda," kenangnya. Itulah pertama kali ia merasakan ketakutan yg sangat. Sebuah samurai Jepang bergerak2 di depan wajah pucatnya. "Kamu anak Cina! Kamu harus dibunuh!"

"Saya lari, ngumpet di kamar berhari-hari. Tidak mau keluar!"

#HariKartini
Keluarga Ho lalu kedatangan rombongan pejuang yang mengungsi dari Jakarta, yang dipimpin oleh Herman Sarens Soediro, yang kemudian menjadi petinggi Angkatan Darat yang cukup disegani.

#HariKartini
Herman selaku komandan Kompi Tentara Pelajar Siliwangi memberi pesan kepada Ho Wan Moy, 

"Kamu tidak boleh takut. Walaupun kamu perempuan dan Tionghoa, kamu harus berani!" kata Herman Sarens Soediro

#HariKartini
Nasihat itu mendorong Ho Wan Moy gabung dgn Palang Merah Indonesia & Laskar Wanita Indonesia.

Awalnya Ho Wan Moy jadi penunjuk jalan bagi pejuang ke tempat2 persembunyian. Lalu belajar merawat pejuang yg terluka, lalu menangani logistik sekaligus jadi mata-mata.

#HariKartini
Dua hari sekali Ho Wan Moy menempuh hampir 20 km perjalanan melewati gunung yang sangat terjal dengan berjalan kaki, untuk membeli bahan-bahan makanan.

#HariKartini
Saat persediaan sudah habis, terpaksa dia sembunyi2 belanja ke kota. Karena Ho Wan Moy orang Tionghoa jadi pasukan Belanda tidak curiga. Dalam perjalanan belanja itu, Ho Wan Moy sengaja melewati pos-pos penjagaan Belanda, untuk mencatat jumlah tentara yang berjaga.

#HariKartini
Atas dedikasinya, Ho Wan Moy menerima penghargaan Bintang Gerilya dan Bintang Veteran! Sayangnya literatur tentang sosok Ho Wan Moy tidak banyak.

Selengkapnya, bisa dibaca di sini yaa
hidupnyaanakkomunikasi.blogspot.com/2017/05/ho-wan…

#HariKartini
Sosok yang ketiga: Ong Pik Hwa, pendiri majalah Fu Len, majalah untuk memberdayakan dan memajukan perempuan Tionghoa.

Mungkin kalau pake istilah sekarang, Ong Pik Hwa seorang penggiat Literasi!

#HariKartini
Ong Pik Hwa lahir pada 1906, tahun kuda api. Ayahnya bernama Ong Ban Djoen, seorang pengusaha kayu yang sangat terkenal di Ungaran. Ibunya (tidak dituliskan namanya) juga mempunyai usaha sendiri di rumah, yaitu memproduksi bedak dingin, kecap dan minyak kelapa

#HariKartini
Setamat sekolah dasar, ia disekolahkan ke Hogere Burgerschool (HBS) di Semarang. Pada masa itu, belum banyak anak perempuan yang masuk sekolah menengah, apalagi sekolah Belanda, sehingga banyak orang yang mengkritik keputusan Ong Ban Djoen menyekolahkan Ong Pik Hwa.

#HariKartini
Menyerah pada omongan orang2, Ong Ban Djoen memutuskan untuk menghentikan sekolah putrinya yang telah berlangsung selama dua tahun. Ong Pik Hwa lalu dipingit seperti lazimnya anak gadis pada masa itu. Di rumah, Ong Pik Hwa belajar memasak dan menjahit

#HariKartini
Ong Pik Hwa menikah, tetapi dia memutuskan utk pindah ke Batavia karena merasa enggak cocok dgn suaminya. Dia pun meninggalkan dua anaknya bersama ibunya. Ibunya enggak setuju, karena tindakan itu tentu akan memicu gosip, apalagi mereka keluarga kaya & terpandang.

#HariKartini
Di Batavia, Ong Pik Hwa dibantu ayahnya mendirikan perusahaan perkayuan. Usahanya ini membawa keuntungan yang lumayan, tetapi dia tidak merasa puas. Ong Pik Hwa ingin mempunyai pekerjaan yang lebih intelektual.

#HariKartini
Sejak 1935, Ong Pik Hwa sering menulis esai utk majalah mingguan Sin Po. Tulisan Ong Pik Hwa umumnya mengenai kedudukan perempuan dalam masyarakat Tionghoa pada masa itu yang lebih rendah dibanding laki-laki.

#HariKartini
Pada 15 Desember 1937, Ong Pik Hwa memutuskan untuk menerbitkan majalah perempuan dalam bahasa Belanda dengan nama Fu Len (perempuan). Majalah Fu Len merupakan majalah dwi mingguan, yang terbit setiap tanggal 1 dan 15 setiap bulannya.

#HariKartini
Melalui majalah Fu Len, Ong Pik Hwa memiliki beberapa keinginan, yaitu memajukan dan memberdayakan kaum perempuan, memberi penjelasan tentang kebudayaan Tionghoa yang sebagian besar masyarakat Tionghoa tidak mengetahuinya lagi.

#HariKartini
Di terbitan2 akhir yg ditulis dari Bandung, Ia menyerukan kepada pembaca utk terus aktif dan siap menghadapi Jepang dan bergabung dengan organisasi2 untuk menolong korban perang atau dengan membuka dapur umum. 

#HariKartini
Ong Pik Hwa menghembuskan nafas terakhirnya pada 1972, dan diperabukan di Jelambar, di krematorium yang didirikannya sendiri.

Selengkapnya ttg Ong Pik Hwa, bisa dibaca di sini ya hidupnyaanakkomunikasi.blogspot.com/2018/04/ong-pi…

#HariKartini
Sekian yaa!

Semoga thread ini bermanfaat! Kalau ada yg mau koreksi, silahkan ya. Kalau ada yg mau nambahin juga silahkan.

Selamat #HariKartini!
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Elwi Gito
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!