My Authors
Read all threads
Based on True Story

** Kisahku pada Masa SMU **

| - Chapter 2 - |

` Peristiwa Meninggalnya Kakek `

#SpiritualExperience
#bacahorror @bacahorror
@bacahorror Pagi hari itu merupakan hari Jum'at di bulan Juli tahun 99. Saat itu masih liburan sekolah dan Aku sudah menaiki tangga pendidikan ke kelas 2 SMU.
@bacahorror Sudah satu minggu ibu berada di luar kota, tepatnya di tempat Kakek dan Nenek tinggal. Di sana beliau mengurus pengobatan Kakek ke salah satu RS yg cukup terkenal di kota tersebut dan hari ini beliau akan kembali pulang.
@bacahorror Pagi itu Aku berinisiatif untuk mencuci pakaian yg sudah terlampau menggunung. Kupisahkan pakaian putih dengan pakaian yg berwarna supaya tidak terkena luntur. Setelah dikeringkan kemudian Aku menuju ke halaman belakang untuk menjemurnya.
@bacahorror Ketika menjejakkan kaki di halaman belakang, ku dongakkan wajahku ke langit yg dihiasi lebih dominan awan hitam dan terlihat sang mentari seperti malu untuk menampakkan diri. Karena situasi saat itu hanya mendung maka aktivitas menjemur pakaian pun ku lanjutkan.
@bacahorror Setelah selesai menjalankan keseluruhan aktivitas mencuci, Aku rebahkan tubuhku di sofa untuk sedikit menghilangkan rasa lelah. Tak terasa mataku terpejam dan tubuhku beralih ke dunia mimpi.
@bacahorror Di dunia itu Aku berada di sebuah perempatan jalan yg tak ada satupun kendaraan yg terlihat. Anehnya terdapat tempat tidur yg luas sehingga menutupi kedua ruas jalan. Tempat tidur tersebut begitu indah dipandang mata sehingga membuatku terpana & terbujuk untuk segera menaikinya.
@bacahorror Tanpa berfikir apapun Aku langsung merebahkan tubuh di tempat tidur tersebut. Angin sepoi-sepoi yg entah datang dari mana menerpa tubuhku dengan lembut serta pandangan mata yg langsung ke arah langit yg cerah mampu membuatku terbelenggu dalam kenyamanan.
@bacahorror Ketika Aku sudah terbuai oleh suasana saat itu, nampak dari langit sesuatu benda yg mulai bermunculan dan menjatuhkan diri. Lambat laun benda itu membesar seiring posisinya mendekatiku yg mampu membuatku terhenyak dan terhempas dari kenyamanan yg sebelumnya kurasakan.
@bacahorror Semakin posisinya mendekat membuatnya semakin jelas terlihat bahwa benda itu menyerupai batu yg sangat besar yg siap menghujani tubuhku yg sedang terbujur kaku. Atas ketidak berdayaanku untuk menghindar, terasa beberapa batu itu sukses menghantam tubuhku dengan telak.
@bacahorror Setelah peristiwa itu berakhir Aku kemudian bangkit dan duduk dengan napas yg terengah-engah.

"Apa sebenarnya yg sudah terjadi?"

Aku lihat situasi di sekitar namun tak ada satu pun batu yg tadi berjatuhan tergeletak di sekitarku.
@bacahorror Mataku terfokus pada satu sudut jalan dimana ada seorang kakek yg tersenyum kepadaku kemudian beliau berkata

"Apabila yg mengenai tubuhmu empat batu berarti empat namun apabila yg mengenaimu lima batu maka lima"

Setelah mengatakan itu kemudian beliau menghilang.
@bacahorror Tidak berselang lama dengan menghilangnya seorang kakek tadi Aku terbangun dari mimpiku. Masih dengan nafas yg terengah dan bercucurannya keringat membasahi wajah, Aku beranjak ke luar rumah. Ku tatap langit yg masih murung membuatku sangat khawatir terhadap kondisi Kakekku.
@bacahorror Aku duduk termenung di halaman depan berusaha untuk mentakwilkan mimpi tadi.

"Ya Allah, apakah ini merupakan pertanda yang ingin Engkau beritahukan kepadaku?"

Nafas ini mulai terasa sesak & mata pun sudah tak mampu membendung air yg sedikit demi sedikit mulai membasahi wajah.
@bacahorror Terdengar suara motor vespa dari kejauhan yg menandakan Ayah segera datang.

"Aku tak boleh terlihat seperti ini"

Aku lalu berdiri dan segera masuk menuju kamar mandi.

Selepas mandi dan berpakaian, Aku hampiri Ayah yg sedang duduk di sofa.
@bacahorror Aku: "Pah, Aydin mau minta ijin, selepas shalat Jum'at nanti mau berangkat ke rumah kakek ya."

Ayah: "Memangnya ada apa A? Ko tiba-tiba mau ke rumah Kakek."

Aku: "Aydin hanya pengen ketemu Kakek. Pengen lihat kondisi Kakek juga"

Ayah memperhatikan wajahku kemudian menjawab
@bacahorror "Sebentar lagi Mamah datang, nanti kita tanyakan kondisi Kakek. Bukan hanya Aa yg mengkhawatirkan keadaan Kakek, Papah juga sama"

Aku: "Gak tahu Pah, tapi rasanya Aydin harus berangkat hari ini juga"

Ayah: "Ya sudah, tapi berangkatnya besok saja."
@bacahorror Tidak berapa lama kami pun berangkat ke Masjid untuk shalat Jum'at. Ternyata Ibu sudah ada ketika kami pulang dari Masjid. Ayah langsung menanyakan kondisi kesehatan Kakek.

Ibu: "Bapak (Kakek) terkena kanker lambung stadium akhir. Harusnya dirawat tapi bapak menolak."
@bacahorror Ayah: "Waktu tadi Mamah pulang Bagaimana kondisi Bapak?"

Ibu: "Sudah terlihat membaik, bahkan sudah bisa ke kamar mandi sendiri, oleh sebab itu Mamah tidak terlalu khawatir untuk pulang. Hanya saja ada kejadian aneh kemarin, Bapak ngomong ada tamu padahal gak ada siapa2."
@bacahorror Ayah: "Nggak ada menurut penglihatan kita, tapi kan Mamah tahu sendiri seperti apa Bapak"

Ibu: "Iya Mamah tahu, tapi Bapak bilang gini ke Mamah 'Teh tahu nggak tadi siapa yang datang? Dia itu Ridwan yg nanti akan mengurus Bapak. Jadi Teteh pulang aja, jangan khawatirin bapak'."
@bacahorror Ayah langsung melihatku setelah Ibu mengatakan hal itu.

Ayah: "A sekali lagi Papah mau nanya, kenapa tiba-tiba Aa mau berangkat sekarang ke rumah Kakek?"

Aku: "Entahlah Pah, Aydin gak bisa ngasih tahu alasannya, tp firasat Aydin bilang hari ini mesti ke sana"
@bacahorror Ayah terlihat sedang berfikir & menimang-nimang untuk segera mengambil langkah. Tidak lama beliau berdiri dan mengajak ibu masuk ke kamar mereka. Setelah sekitar 20 menitan, Ayah dan Ibu keluar kamar. Namun baru saja Ayah akan duduk di sofa, terdengar dering suara telpon rumah.
@bacahorror Ayah bergegas mengangkat telp

Ayah: "Hallo, Assalaamu'alaikum"

Bi Leni: "Wa 'alaikum salam. A, ini Leni. Bapak A, bapak ..."

Ayah: "Tenang Len, tenang, atur nafasnya. Ada apa dg bapak?"

Bi Leni: "Bapak muntah darah A, Leni mesti ngapain?"

Ayah: "Bawa bapak ke RS Len,
@bacahorror minta bantuan sama mahasiswa yg ngekost, Ashar nanti Aa sama Teteh berangkat."

Bi Leni: "Sudah, tp bapaknya gak mau. Bapak bilang pengen istirahatnya di rumah Aa."

Ayah: "Kalau begitu kamu siap-siap, nanti Aa ke sana. Bilang sama bapak, nanti Aa jemput untuk dibawa ke sini."
@bacahorror Gagang telp pun kembali ke sarangnya.

Ayah: "Mah, Papah ke sekolah dulu, mau pinjam mobilnya kepala sekolah buat jemput bapak."

Ibu: "Iya Yah"

Ayah langsung pergi mengendarai motor vespanya. Selang 30 menit beliau sudah kembali ke rumah.
@bacahorror "A, siap-siap! Kita berangkat sekarang, Pak Farid sudah menunggu kita di depan." Ucap Ayah sambil masuk kamar untuk mengganti pakaian.

"Iya" jawabku

Aku yg memang sudah mempersiapkan diri sejak keberangkatan Ayah hanya bergegas ke dapur untuk mengambil segelas air.
@bacahorror Tak lama Aku dan Ayah berangkat sedangkan Ibu dan kedua adikku tinggal di rumah untuk mempersiapkan semuanya.

FYI, Aku mempunyai 2 adik kandung. Adik pertamaku perempuan bernama Ana (11 thn) dan Adik keduaku laki-laki bernama Rama (5 thn).
@bacahorror Perjalanan kami diiringi hujan yg cukup deras. Cahaya petir tak henti-hentinya berkelebat sehingga menciptakan teriakan-teriakan di langit yg menggelegar. Suasana tersebut tak membuat pak Farid gentar untuk tetap menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi namun penuh kewaspadaan.
@bacahorror Setelah menempuh waktu sekitar 2 jam, akhirnya kami tiba di rumah kakek.

Terlihat kondisi kakek yg begitu lemah tak berdaya walau hanya untuk mengeluarkan kata-kata.

Rasa lelah memang ada, namun kami langsung membopong Kakek ke dalam mobil yg dibantu oleh beberapa mahasiswa.
@bacahorror Pak Farid mulai mengijak pedal gas dg kecepatan standar tdk seperti pd waktu berangkat tadi.

Dalam perjalanan, Kakek yg duduk di baris kedua belakang kemudi tak mampu mempertahankan posisinya yg terus melorot. Beberapa kali Aku perbaiki posisinya namun tetap saja terus melorot.
@bacahorror Melihat kondisi tersebut, Aku langsung duduk di bawah tepat depan jok kakek untuk menahan kaki beliau sehingga tidak kembali merosot. Walaupun beberapa kali kena muntahan kakek dan kakiku dilanda kesemutan sepanjang perjalanan, Aku tetap pada posisiku sampai tiba di rumah.
@bacahorror Setelah tiba di rumahku sekitar pkl 10 malam, kakek di tempatkan di kamar tidurku.

Malam itu kakek terlihat gelisah dan selalu memegang perut yang katanya terasa panas. Beliau tidak mau makan, hanya terus menerus meminta minum akibat panas yg dirasakan perutnya.
@bacahorror Semalaman kakek tidak tidur, termasuk diriku yg pada malam itu menjaganya sampai shubuh. Barulah selepas shalat shubuh beliau tertidur pulas begitu pula denganku.

Aku bangun sebelum adzan dhuhur, ku ambil handuk kemudian mandi. Selepas itu Aku makan dan berangkat ke Masjid.
@bacahorror Pkl 1 siang Nenek membangunkan Kakek, namun tidak ada respon sedikit pun. Melihat hal tersebut, Nenek memberitahukan kondisi Kakek kepada ibu. Ibu langsung menghubungi sekolah di mana Ayah bekerja. Selang 15 menit Ayah datang bersama seorang dokter yg membuka praktek di desaku.
@bacahorror Setelah Kakek selesai diperiksa, Ayah mengajak dokter tersebut berbincang di halaman depan rumah yg dulu didiami kedua pamanku. Entah apa yg dibicarakan, setelah kepulangan dokter, Ayah berangkat ke rumah Mang Yanto untuk menyuruh pulang Mang Harto yg bekerja di luar kota.
@bacahorror Malam itu Kakek belum juga siuman dari tidur panjangnya.

Rumahku cukup ramai atas kedatangan beberapa saudara yg sengaja menjenguk Kakek atas informasi Ayah.

Tengah malam Mang Harto beserta istri dan anaknya sudah tiba, tentu saja bersamaan kedatangannya dengan Mang Yanto.
@bacahorror Tepat adzan shubuh berkumandang, akhirnya Kakek pun terbangun. Kakek langsung turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Aku yg sudah bangun sejak awal & berada di ruang tengah kaget & langsung menghampiri Kakek. Kakek masih terlihat lemas, namun lebih baik dari sebelumnya.
@bacahorror Aku: "Bah, mau Aydin bantu?"

Kakek: "Abah bisa sendiri, kamu bangunkan saja yg lain."

Aku: "Iya Bah"

Aku perhatikan dulu langkah Kakek sampai masuk kamar mandi. Selepas itu baru membangunkan Ayah, Ibu & Nenek, karena merasa sungkan sisanya biarlah mereka yg membangunkanya.
@bacahorror Dengan kondisi Kakek yg terlihat membaik, satu per satu kerabat pun pamit pulang. Yang tersisa hanya keluarga utama dari Kakek (keselurahan anak kandung).

Selepas shalat Ashar Kakek memanggilku ke kamarnya.

Kakek: "Aydin, apa yg ada pada kita hakikatnya bukanlah milik kita.
@bacahorror Allah membebaskanmu menggunakan atau memanfaatkannya, tapi Allah akan meminta pertanggung-jawabanmu atas penggunaan atau pemanfaatannya.

Apabila Allah menitipkan sesuatu kepadamu maka tidak boleh merasa memilikinya. Oleh karena itu dilarang menggunakan atau memanfaatkannya.
@bacahorror Apabila Allah menganugerahkan sesuatu kepadamu berarti ada tugas untuk menggunakan atau memanfaatkan anugerah tersebut sesuai dg wujud dari anugerah tersebut. Aydin faham maksud dari ketiga pernyataaan Abah?"

Aku: "Aydin faham Bah?"

Kakek: "Alhamdulillah jika kamu memahaminya."
@bacahorror Aku: "Bah, ada hal yang ingin Aydin tanyakan kepada Abah?"

Kakek: "Perihal mimpimu?"

Aku: "Iya."

Kakek: "Ay, setiap yang bernyawa itu pasti mati dan itu mutlak. Kamu tidak boleh menggantungkan diri kepada seseorang atau sesuatu. Hanya kepada Allah lah kamu boleh bergantung."
@bacahorror Aku: "Iya Bah Aydin tahu, tapi bagaimana cara memperkokohnya?"

Kakek: "Perkuat rasa & pikiran atas apa yg kamu yakini. Jangan pernah terbersit sekecil apapun sebuah kesangsian. Jika kamu mampu menerapkannya dg benar, maka hal apapun akan semudah membalikkan tangan, Insya Allah."
@bacahorror Pagi itu, tepatnya pada hari Selasa, Aku berangkat ke Sekolah karena ada kegiatan pengenalan organisasi IREMA terhadap siswa baru yg sedang mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa.

Pada saat pengenalan organisasi, saya kaget dengan disampaikannya materi ceramah ghazwul fikri.
@bacahorror Suatu materi yg menurutku tidak tepat untuk disampaikan pada saat pengenalan organisasi di mana tujuannya menarik minat siswa baru untuk mau menjadi bagian organisasi IREMA.

Setelah kegiatan tersebut selesai bersamaan dgn sudah masuknya waktu dhuhur, kami pun shalat berjamaah.
@bacahorror Selesai shalat berjamaah, para pengurus dan anggota IREMA berkumpul untuk merefleksi kegiatan tadi serta membahas kegiatan selanjutnya pada hari berikutnya.

Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memberikan pendapat dan pandangan terhadap kegiatan tadi.
@bacahorror Aku: "Assalaamu'alaikum Wa rahmatullahi Wa barakaatuh. Mohon maaf sebelumnya saya ingin bertanya, mengapa harus materi ghazwul fikri yg disampaikan kepada siswa baru?"

Situasi mendadak hening atas pertanyaanku, sesaat tidak ada yg menjawab sebelum akhirnya Ketua yang berbicara.
@bacahorror Ketua: "Silahkan diutarakan apabila kamu memiliki pandangan atas kegiatan tadi."

Aku: "Begini Kang, bukankah kegiatan tersebut untuk menarik minat siswa baru untuk bergabung dg kita?"

Ketua: "Betul"

Aku: "Menurut saya materi tadi tidak tepat untuk disampaikan pada momen tadi.
@bacahorror Saya tahu maksudnya untuk memperingatkan, tapi dengan penyampaian seperti tadi, saya cukup yakin mereka akan segan untuk bergabung bahkan tidak menutup kemungkinan mereka akan berpandangan bahwa organisasi kita berusaha membentuk mereka menjadi manusia yg berkarakter "keras"."
@bacahorror Aku: "Kenapa kita tidak menyampaikan kajian yang ringan, misalkan berkenaan dengan kata Islam itu sendiri yg dihubungkan dengan akhlak Rosul di mana materinya kita buat sedemikian sehingga menimbulkan minat mereka untuk mempelajari Islam lebih dalam?"
@bacahorror "Seharusnya kamu sampaikan pendapat ini sebelum kegiatan perkenalan tadi, percuma kalau dibicarakan sekarang"

Aku: "Memangnya Aku diundang untuk terlibat dalam kegiatan ini? Seharusnya dg sedikitnya anggota baru pada angkatanku bisa dijadikan pertimbangan kalian dlm memutuskan?"
@bacahorror Jawabanku ternyata membuat kikuk salah satu pengurus yg tadi berbicara. Aku pun lalu memandang ketua sambil berkata

"Kang, bukannya Aku pernah meminta untuk melibatkan kami anggota baru dlm setiap kegiatan yg dijalankan organisasi kita dg tujuan supaya ada pengalaman buat kami?"
@bacahorror Aku: "Bukankah tahun depan kami yg akan menjadi pengurus yg menjalankan organisasi ini? Bagaimana kami mampu menjalankan amanah apabila kami tdk mempunyai pengalaman sedikit pun?"

Tiba-tiba terdengar bisikan

"Ingat Mimpimu!"

Seketika itu Aku melihat gambaran situasi di rumah.
@bacahorror Terlihat Mang Harto sedang membaca Al-qur'an di samping tubuh Kakek yg terbaring lemah. Kulihat juga beberapa anggota keluarga sedang menangis tipis melihat kondisi Kakek yg kembali mengkhawatirkan.

Melihatku yg terdiam dengan tatapan kosong, sang Ketua berusaha menyadarkanku.
@bacahorror "Aydin .. Aydin .. Kenapa kamu? Aydin ...!"

Teriakan itu sukses menghilangkan gambaran yg kulihat.

Aku: "Aku baik-baik saja ko Kang. Oh iya, dgn beberapa pertanyaan/pernyataan tadi yg sebenarnya mencerminkan kegundahanku, mohon maaf, Aku menyatakan keluar dari organisasi ini.
@bacahorror Tapi jangan takut, Aku tidak akan pernah menghasut teman-teman kelas 1.9 ku untuk ikut keluar. Namun Aku pun tidak bisa menjamin mereka untuk tetap berada di organisasi ini, mengingat mereka bergabung pun dikarenakan mengikutiku. Oleh karena itu, saya pamit, Assalaamu'alaikum."
@bacahorror Sesampainya di rumah, Aku langsung menuju kamar di mana Kakek terbaring yg di temani Nenek. Beliau melihatku, namun beliau bertanya kepada Nenek

"Siapa Mah?"

"Aydin Pak" sahut Nenek.

Mendengar jawaban Nenek, Kakek menangis dan menyuruhku mendekatinya.
@bacahorror Kupeluk Kakekku dan kudekatkan telingaku dengan bibir beliau. Terdengar Kakek berkata lirih

"Aydin, sekarang kamu yang memegang 'kunci' rumah dan tanah Kakek. Hanya kamu yg bisa 'melepas ikatan & membuka pintunya'. Bersiaplah dan bertawakallah dengan sebenar-benarnya tawakal."
@bacahorror "Iya Kek" jawabku. Dengan semakin terasa sesak di dadaku, Aku coba menuntun Kakek dengan mendekatkan bibirku sambil berucap lirih "Laa Ilaaha Illallah wa Muhammad Rosuulullah, Allah .. Allah .. Allah" Terlihat bibir Kakek mengikuti ucapanku.
@bacahorror Mendengar suara teriakan "Bapak" dari tanteku (putri bungsu kakek yg usianya berdekatan denganku) sambil menangis dan lari keluar kamar, Aku tarik Mang Harto untuk menggantikan posisiku. Aku pun bergegas untuk mengejarnya dengan niatan untuk meredakan kehisterisannya.
@bacahorror Namun sebelum kaki ini keluar dari kamar, terdengar beberapa orang mengucapkan "Inna Lillaahi wa Inna Ilaihi Raaji'un" yg otomatis membuatku membalikkan badan & melihat wajah Kakek yang dihiasi senyuman pada bibirnya setelah terlepas dari ruh yg selama ini menyatu dengan raganya.
@bacahorror Kakiku terasa lemas, namun Aku tetap melangkah mendekati tanteku yang semakin histeris setelah ditinggalkan oleh Ayahnya tercinta tepat pada saat adzan Ashar berkumandang di Masjid kampungku.
@bacahorror Tanteku (Bi Yanti) langsung berdiri mengetahui Aku berada di depannya & memelukku sambil berkata "Bapak Ay, Bapak". Tak banyak kata yang mampu kukeluarkan saat itu, hanya ucapan "Iya" dengan tanganku mengelus punggung nya. Tak lama tante pun mampu menguasai emosinya, dia berjalan
@bacahorror menuju kamar di mana raga kakekku terbaring. Sedangkan Aku menuju kamar mandi untuk berwudhu. Kupakai motor kesayangan Ayah bersama Mang Harto menuju masjid untuk shalat berjamaah sekalian memberitahukan informasi atas telah Meninggalnya Kakek.
@bacahorror Selepas shalat Ashar, kami pun melanjutkan perjalanan ke beberapa kerabat untuk memberitahukan informasi tadi dan kembali ke rumah pkl 5 sore. Di rumah penuh sesak atas kedatangan dari orang yg melayat dan jenazah Kakek sudah selesai di mandikan dan dikafani.
@bacahorror Selepas shalat maghrib, jenazah Kakek di bawa ke masjid untuk dishalatkan. Walaupun masjid tersebut cukup luas, namun kapasitas masjid yg tidak memungkinkan menampung keseluruhan yang hadir, maka shalat jenazah dilakukan bergiliran dan terbagi menjadi 3 kelompok.
@bacahorror Akhirnya tahap menyalatkan jenazah Kakek sudah selesai, kami pun berjalan menuju tempat pemakaman umum.

Saat jenazah Kakek akan dikebumikan, Aku melihat seorang raja yg dulu pernah kutemui ada di sana. Tdk hanya beliau, ada juga sesosok wanita tersenyum padaku penuh kewibawaan.
@bacahorror Di malam setelah proses penguburan kakek Aku bermimpi bertemu beliau dengan wajah dan penampilan berbeda ketika beliau masih hidup. Kakek mengatakan "Aydin, janganlah kamu bersedih, sebetulnya Abah belum meninggal."

"Apa maksudnya kalau Abah belum meninggal?" Tanyaku
@bacahorror Tak ada jawaban apapun dari Kakek, hanya sebuah senyuman sebelum akhirnya beliau menghilang.

Kakek adalah guruku dalam setiap kajian mengenai pendalaman ilmu agama.

Kakek adalah tabibku ketika Aku sedang jatuh sakit.

Kakek adalah pembimbingku dalam setiap aktivitas spiritual.
@bacahorror | PENUTUP |

Sehebat-hebatnya makhluk tidak akan pernah melebihi kehebatan Allah, Rabb keseluruhan alam.

Ketika waktu kematian sudah ditetapkan Allah bagi makhluknya, maka tak ada satu makhluk pun yang mampu lari dari kematian itu.

Sudah siapkah kita untuk mati?
@bacahorror Sekian cerita mengenai peristiwa meninggalnya Kakek. Sampai jumpa pada chapter selanjutnya dengan judul

|Dimulainya Pertempuran Gaib|
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Keep Current with Aydinlatici

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!