"Terima kasih telah menjagaku.
Tapi kenapa kau terus MENGIKUTIKU"
sebuah kisah seorang pemuda yang mulai mengenal dunia ghaib.

_Based on true story_

@bacahorror
#bacahorror
Masih gua liatin rt ny sebelum mulai 😁
Siang itu.
Di suatu pasar yang begitu sangat ramai tampak 2 pemuda sedang berjalan menyusuri keramaian pasar.
Pemuda itu bernama ahmad,
Seorang pria yang berprawakan tinggi dan memiliki badan besar cukup gempal dengan kulit sawo matang dan yang paling menarik alis matanya
Yang saling menyambung maka siapa pun melihat matanya pasti akan luluh.
Ahmad memiliki seorang teman yang dari dulu sudah akrab dengannya bahkan sedari kecil karna rumah mereka yang berdekatan.
Tama(disamarkan) nama dari teman ahmad tersebut.
Ahmad: malam ini kita butuh berapa kilo ayam tam?"
Tama: terserah kamu mad. Kan yang mau buat acara kamu."
Ahmad: oke deh kalo gitu. Kita ke kios itu aja, Teman bapak gua soalnya. Siapa tau dapat diskon"
Kemudian mereka pun menghampiri kios penjual ayam tersebut belum sempat
Menawar ayam pemilik kios langsung menyapa ahmad.
Pemilik kios: ehh nak ahmad.. Mau beli ayam untuk siapa?. Buat pak hendra(ayah ahmad) ya?"
Ahmad: ehh enggak kok pak untuk saya sendiri. Malam ini mau bakar bakar ayam di depan rumah sama temen."
Pemilik kios: mau berapa kilo nak
Ahmad?"
Ahmad: 5kilo aja pak. Rame soalnya temen nanti malam."
Pemilik kios: tunggu sebentar ya"

Kemudian pemilik kios itu segera memotongkan ayam dan menimbangnya. Setelah di rasa cukup yang di minta ahmad tadi ayam tersebut kemudian di berikan kepada ahmad.
Ahmad: berapa pak?"
Pemilik kios: 50rb aja nak ahmad"
Ahmad: lah pak.. Kok murah banget. Serius nih?"
Ujar ahmad yang mengatakan murah seolah gak enak sama bapak tersebut karena harga ayam yang terlalu murah namun di dalam hati dia sangat girang bisa dapat diskon sebanyak itu.
Pemilik kios: ya gak papa kok nak. Malah sejujurnya saya lebih gak enak sama pak hendra kalo sampe nerima uang dari nak ahmad"
Ahmad hanya tersenyum mendengar itu.
Ahmad kemudian mengeluarkan uang dari sakunya dan memberikan uang 50rb.
Ahmad: nihh pak. Terima kasih banyak ya pak"
Pemilik kios: iya nak ahmad. Kalo kurang bilang aja sama pak hendra nanti biar pak hendra kasih tau biar bapak bisa antarkan kerumah."

Ahmad hanya tersenyum dan pamit kepada pemilik kios itu yang kemudian dia mencari bahan untuk bumbu bakar malam nanti.
Setelah di kiranya selesai berbelanja untuk kebutuhan malam nanti ahmad pun pulang kerumah lalu bahan tadi dia berikan kepada bik ainun untuk menyiapkannya.

Rumah ahmad terletak di pinggir jalan yang cukup lebar, semntara rumah tama masuk lorong yang beseberang jalan dengan
Rumah ahmad.
Di samping lorong itu tepatnya di seberang rumah ahmad terdapat pemakaman umum setempat. Pemakaman atau kuburan ini tersekat oleh dua lorong.
Dari arah barat yaitu lorong tempat tama tinggal dan dari arah timur lorong kosong yang menembus jalan lainya.
Di arah timur ini terdapat pohon beringin yang cukup lebat dan besar sehingga ketika malam hari terasa begitu sangat mencekam.
Namun semua itu tidak pengaruh bagi ahmad dan teman-temannya setiap malam mereka begadang dan membuat kursi basecamp untuk mereka nongkrong seperti anak
Muda pada umumnya karna lahan di sebelah timur itu banyak yang kosong dan juga tidak akan menganggu tetangga lain jika mereka ribut di malam hari.
Ahmad pun menemui boy salah satu temannya yang cukup di segani ditongkrongan.
Ahmad: bang boy soal makanan udah siap."
Boy: oke oke.. Nanti aku kasih tau yang lain malam ini kita pesta"
Ahmad: jangan lupa.. Minumannya ya" (sambil mengedipkan mata)
Boy: aman soal itu mad" boy sambil tertawa kecil
Ahmad pun mengacungkan jempolnya dan pamit untuk pulang.
Waktu itu anak-anak muda memang terkesan
Nakal hanya untuk terlihat gaul. Sehingga sudah lumrah jika seorang remaja yang sedang melewati masa mencari jati diri.

Ahmad pun sudah sampai dirumah. Dia lihat ayahnya sedang berada di ruang tamu menelpon seseorang. Di akhir telepon ahmad mendengar bahwa ayahnya mengatakan
Pondok pesantren. Ketika ahmad berlalu di depan sang ayah. Ahmad pun di panggil.
Pak hendra: mad. Kesini dulu kamu"
Ahmad pun menoleh ke arah ayahnya dan mengatakan
Ahmad: ada apa pak?"
Pak hendra: kata kakek awal tahun nanti kamu harus masuk pondok pesantren"
Ahmad: haa.. Di suruh mondok?
Males ah pak"
Pak hendra: kata kakek demi kebaikan kamu juga. Soalnya umur kamu udah hampir 18 tahun."
Ahmad yang tidak mengerti maksud ayahnya tersebut hanya menjawab
Ahmad: nanti dulu lah pak ahmad pikir-pikir dulu."
Dan langsung meninggalkan
Ayahnya di ruang tamu menuju kamarnya.
Di kamar ahmad mulai memikirkan apa yang di katakan ayahnya tersebut.
" masak iya aku harus mondok. Kalo itu terjadi aku jadi gak bisa nongkrong bareng temen lagi. Namun di satu sisi ada benarnya juga kata ayah. Tapi aku belum siap"
Gumam ahmad sendirian di kamar mencoba mencerna apa yang di maksud ayahnya tersebut.
" ahh sudah lah.. Mondoknya nanti aja lagian kan aku masih muda.. Masa iya masa muda aku tukar dengan terkurungnya diri di dalam pondok pesantren."
Ahmad pun memutuskan untuk tidak mengikuti
Ayahnya.
Petang pun datang di sambut dengan senja yang menuju gelap. Jam 8 malam ahmad pun keluar rumah. Sebelum keluar rumah ahmad pun mencari ayahnya untuk mengatakan yang tidak dia pikirkan.namun dia tidak menemukan ayahnya dan hanya bertemu buk nayla. (ibu ahmad)
Ahmad: buk.. Bapak kemana?
Buk nalya: bapak kamu kan setiap malam senin dan jumat kerumah kakek."
Ahmad: ohh iya malam ini kan malam senin. Yaudah kalo gitu buk ahmad main kerumah temen dulu"
Buk nalya: pulangnya jangan kemaleman"
Ahmad: siap bukk.."
Ahmad pun pergi dengan membawa mangkok besar berisikan ayam yang tadi siang dia beli.
Sesampainya di tempat tongkrongan, Teman-teman ahmad sudah menunggu termasuk tama dan juga boy.
(jadi di tongkrongan ahmad ini rame hanya saja saya hnya menyebutkan dua orang saja yang berperan)
Boy: nahh makanan sudah sampai. Tama idupin api pemanggangnya."
Tama pun langsung membakar kayu yang sedari tdi dia siapkan pemanggang yang mereka buat hanyalah terdiri dari batu bata yang di susun lalu ditengahnya di letakan jaring kawat untuk meletakkan ayam.
Malam itu mereka lalui dengan tawa dan ceria sambil meneguk minuman anggur yang mereka beli kecuali tama. Dia bukan tipe orang peminum namun hanya ikut nongkrong. Musik pun di steel kuat menggunakan speker aktif. Jam pun menunjukan pukul 11 malam namun tidak begitu terasa.
Karena banyaknya anggur yang di minum ahmad. Ahmad pun merasa ingin buang air kecil. Ahmad pun berjalan kebelakang menuju tepian lorong dekat pohon beringin dan buang air kecil disitu.
Seketika ahmad merasa ada hawa dingin yang meniup kearahnya namun tidak di hiraukannya.
Sekelebat di tengah bisingnya musik yang berbunyi ahmad seperti mendengar suara namun sangat pelan.
" awas kena anakku "
Ahmad tidak menghiraukannya kapala ahmad hanya mengangguk-ngangguk mengikuti irama musik. Setelah selesai buang air kecil, ahmad pun kembali lalu jam pun
Tanpa mereka sadari telah pukul 12 malam. Minuman sudah habis di teguk mereka bersama hanya tinggal camilan dan ayam bakar yang mereka makan menunggu sampai waktu subuh.
Ketika itu ahmad memandang ke arah pohon beringin yang berada dekat kuburan tersebut.
Entah nyata atau halusinasinya karna mabuk, ahmad seperti melihay sesosok tinggi yang hampir setengah pohon itu. Dengan kuku nya yang panjang sampai ketanah. Lama ahmad memperhatikan sosok itu seperti marah dengan mata merah melotot ke arahnya. Ketika ahmad mencoba memperjelas
Penglihatannya dengan mengusap matanya, sosok tersebut hilang.
" tadi itu apa? "
Gumam ahmad di dalam hati.

Semakin manusia mulai kehilangan kesadaran maka perlahan mata batinnya akan terbuka Itulah yang tidak di sadari ahmad.
Malam pun semakin larut dan mereka pun pulang
Kerumah masing-masing. Ahmad yang berjalan sedikit merasa berat meminta tama untuk membantunya.
Ahmad: kok badanku terasa berat ya tam"
Tama: kamu mabuk.. Makanya minum jangan terlalu banyak."
Ahmad: gak lah.. Kalo aku mabuk aku gak bisa ngajak kmu bicara kek gni.
Tama: yaudah langsung tidur aja pulang kerumah. Besok juga badan kamu pasti mendingan."

Kenyataannya ahmad memang sedang tidak mabuk apalagi mengantuk. Karna memang itu adalah efek dari gangguan makluk yang dia lihat tadi namun ahmad tidak menyadarinya.
Sesampainya di rumah, ahmad langsung merebahkan badan di tempat tidurnya tanpa terasa ahmad pun terlelap.
Di dalam mimpi,
ahmad seperti merasa di siksa dilempari dengan batu panas yang merah menyala. Ahmad mencoba mencari siapa yang melemparinya tersebut namun tidak terlihat
Oleh matanya tiba tiba ahmad terbangun dengan napas memburu.
" untung hanya mimpi " panik ahmad sambil mengelus dadanya.
Ahmad pun bangun dari ranjangnya di lihatnya jam sudah pukul 8 pagi. Lalu keluar kamar dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
Lalu menuju meja makan untuk sarapan
Ketika sudah selesai sarapan, buk nalya pulang dari pasar dan melihat ahmad yang duduk di meja makan.
Buk nalya: udah bangun ya nak?"
Tanya buk nayla sambil berjalan melewati ahmad karna membawa barang belanjaan dari pasar.
Ahmad: udah kok buk. Ibuk kok gak bangunin ahmad kalo kepasar. Kan ahmad bisa nganterin ibuk."
Buk nayla: kamu nyenyak banget tadi tidurnya ibuk gak tega bangunin kamu"
Buk nayla terus memandangi ahmad seperti ada yang salah di diri ahmad.
Ahmad: kenapa buk?
Buk nayla: itu mata kamu kok hitam gitu?"
Ahmad: hitam gimana sih maksud ibuk?"
Buk nayla: coba deh kamu ambil kaca dan lihat sendiri."
Ahmad pun langsung menuju kamarnya dan berkaca melihat-lihat matanya.
Ahmad: itam apaan. Biasa-biasa aja. Ngawur ibuk mah"
Mata ahmad hitam melingkar di sekitaran bola matanya seperti mata orang mati gitu. Namun yang bisa melihatnya hanya orang lain tidak dengan ahmad sendiri.
Ahmad pun keluar kamar
Ahmad: gak ada apa-apa buk. Mata ahmad gak hitam kok. Ahmad keluar dulu buk mau kerumah tama"
Belum sempat mengatakan sesuatu ahmad langsung pergi berlalu meninggalkan buk nayla.
Buk nayla hanya berharap semoga anaknya tidak terjadi apa-apa meski pun hatinya merasa gelisah.
Ahmad pun menuju rumah tama yang pastinya akan melewati kuburan yang berada di depan rumahnya.
Ketika melewati lorong itu ahmad merasa seperti banyak sekali yang memperhatikannya namun dia tidak bisa melihat apa-apa. Yang dia hanya lihat batu nisa serta kuburan seperti biasanya.
Sesampainya di rumah tama, tama ternyata ada di depan rumah sedang memperbaiki motor.
Ahmad pun menghampiri tama karna tama tidak menyadari kehadiran ahmad rantaran sibuk mengotak-ngatik motornya.
Ahmad: sudah la tam jual saja motor tua ini"
Celetuk ahmad sambil menepuk pundaknya tama.
Tama: biar gimana pun gua gk mau jual mad. Peninggalan kakek gua nih"
Ahmad: sayang amat sih sama besi tua gini"
Tama hanya tertawa kecil sambil lalu bertanya kepada ahmad sambil menolehkan badan memandang ahmad.
" gimana kondisi kamu? Udah se.."
Belum sempat menyelesaikan pertanyaannya tama terdiam memandang ahmad.
Tama: mata kamu kok gitu mad. Kek di film film gitu aja pas lagi mati"
Ahmad: apaan sih tam. Tadi aku lihat di kaca gk ada item itemnya kok. Ibuku juga bilang gitu tadi."
Tama: kebanyakan begadang kamu mungkin"
Ahmad: mungkin aja sih. Kasih tau temen yg lain malam ini aku gak
Ikut nongkrong dulu kek nya"
Tama: oke oke"
Ahmad tidak menceritakan apa yang dia lihat malam tadi dengan tama. Karna jika tama tau pasti dia tidak akan lagi ikut nongkrong dan temanya yang lain pasti juga akan takut nongkrong lagi karna pohon beringinnya itu sangat berdekatan.
Ahmad memang suka menghabiskan waktu di rumah tama jika di rumah dia merasa sangat sepi karna tidak ada yang di ajaknya main. Dia punya adik tapi seorang wanita bukanya gak akrab sama adik, tapi terkadang wanita itu gak sepemikiran dengan laki-laki Begitu mungkin yang di benaknya
Tanpa terasa hari pun sudah mulai sore, namun motor yang di perbaiki tama tak kunjung bagus.
Sampai akhirnya terdengar suara ngaji dari mesjid menandakan bahwa magrib hampir tiba dan azan akan di kumandangkan.
Ahmad: gua pulang dulu ya tam. Udah mau magrib nih."
Tama: gak nunggu abis magrib sekalian mad?"
Ahmad: gak lah.. Gua mau mandi bersihin badan juga sekalian. Liatin kamu bongkar motor aja buat gua kringetan jadi lengket nih badan."
Tama: ahaha..
Yaudah hati-hati.. Magrib soalnya"
Ahmad hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan
Tama. Ketika melewati kuburan itu, ahmad merasa seperti ada anak - anak yang berlarian mendekatinya.
Namun jauh di kuburan sebelah timur terlihat kain putih sedang mengawasinya dia terlihat marah namun tidak bisa berbuat apa-apa seperti ada hal yang lebih kuat darinya yang
Yang menghalanginya itulah sebabnya sosok tersebut tidak bisa mendekati ahmad.
"kok ketika menjelang malam gini prasaanku kek di awasi ya"
Kata ahmad di dalam hati, mencoba bertanya dengan diri sendiri.
Sampainya di rumah ahmad langsung mandi dan rebahan. Ketika azan sudah
Berkumandang ahmad masih rebahan.
Namun dia merasakan kepalanya sangat sakit. Karna tidak tahan, ahmad pun bangun berniat sholat dulu sebelum minum obat karna perlu makan dulu ketika harus minum obat. Ketika dia mengambil wudhu rasa sakit di kepalanya pun mulai berkurang
Hingga wudhu selesai rasa sakit yang di kepalanya tadi sudah berhenti dan dia pun melaksanakan sholat magrib.
Setelah melaksanakan sholat magrib ahmad pun menuju meja makan. Ketika melewati ruang tamu dia tidak melihat ayah dan ibunya.
Ketika sampai dapur dia hanya bertemu bik ainun yang sedang memasak.
Ahmad: bik.. Ibuk.. Sama bapak kemana?
Bik ainun: ohh iya tuan.. Ibuk sama bapak dari sore tadi katanya kerumah kakek"
Ahmad: cici juga ikut?" (adiknya ahmad)
Bik ainun: iya tuan.."
Ahmad hanya mengangguk
Sambil membuka tudung saji. Ketika makan ahmad merasa perutnya mual ketika memasukan lauk. Namun ketika hanya makan nasi putih dia tidak mual sedikit pun. Hingga akhirnya ahmad pun makan tanpa lauk sampai habis sepiring penuh.
Bik ainun: kok lauknya gak di makan tuan?. Kurang
Enak ya masakan bibik?"
Ahmad: ehh enggak kok bik. Entah kenapa perut ahmad merasa mual kalo makan pake lauk."
Sudah pasti ada yang aneh di diri ahmad namun ahmad belum menyadarinya atau bahkan belum mengetahuinya tentang apa yang terjadi pada dirinya.
Tanpa terasa azan isya pun berkumandang. Ahmad pun beranjak dari meja makannya menuju ruang santai dan menghidupkan televisi. Baru saja ahmad ingin duduk di sofa yang menghadap langsung ke tv, kepala yang tadi sakit datang lagi dengan sendirinya.
"aduhhh kok sakit lagi sih."
Keluh ahmad dan mencoba mengambil obat di kotak obat yang biasa di gunakan ibunya.
Sesudah minum obat sakit kepala yang di deritanya tak kunjung juga reda. Hingga akhirnya dia memutuskan ke kamar untuk segera tidur.
Ketika merebahkan badan dan mulai menyelimuti dirinya ahmad sangat gelisah dan juga sakit di kepalanya itu belum sembuh. Berulang kali dia merubah posisi tetap saja tidak bisa tidur. Hingga pada pukul 9 malam ibu dan ayahnya pulang dari rumah kakek.
Pak hendra seakan tau jika
Ahmad belum tidur dan langsung memeriksa kamar ahmad namun sangat pelan.
Pak hendra: nak.. Kamu belum tidur?"
Ahmad: belum pak.. Ini kepala ahmad sakit sekali pak."
Bukannya menanyakan sudah minum obat atau belum pak hendra justru menanyakan tentang sholat ahmad.
Pak hendra: ahmad sudah sholat isya belum?"
Ahmad: belum pak..
Pak hendra: sholat dulu mad. Siapa tau tidurnya nyenyak kalo udah sholat."
Ahmad: iya iya pak."
Ahmad pun berjalan keluar kamar dan ingin mengambil air wudhu.
Namun terjadi lagi ketika ahmad berwudhu sakit yang tadi
Perlahan mulai reda.
Lalu ahmad pun melaksanankan sholat di kamarnya dan sakit yang di deritanya tadi hilang seketika.
Ketika dia sudah selesai sholat ayahnya pun masuk kamar menghampiri ahmad.
Pak hendra: gimana kepalanya udah agak mendingan?"
Ahmad: alhamdulillah pak."
Jawab ahmad yang singkat karena merasa aneh dengan sikap ayahnya.
Pak hendra: bapak tidak bisa bantu kamu nak. Karna ini harus kamu sendiri yang menyelesaikannya bapak hanya bisa kasih jalan"
Ahmad yang merasa bingung dengan apa yang di ucapkan
Ayahnya tersebut mencoba memahami apa yang baru saja di katakan ayahnya. lama dia terdiam kemudian
Ahmad: maksud bapak?
Pak hendra: nanti kamu akan tau sendiri."
Lalu pak hendra pergi meninggalkan kamar ahmad sebelum pergi meninggalkan kamar pak hendra sempat menundukan kepala
Seperti memberi hormat ke sudut kamar.
"semoga anakku kuat menerima dan mampu beradaptasi dengan khodam sekuat itu"
Gumam pak hendra di dalam hati setelah meninggalkan kamar ahmad.
*Flashback sedikit*
Sore itu sewaktu ahmad masih bermain kerumah tama.
Buk nayla: pakk lihat gak mata ahmad kok hitam gitu pak."
Pak hendra: ha maksud ibuk hitam gimana?"
Buk nayla: di pinggiran matanya itu hitam seperti orang sudah mati gitu pak".
Pak hendra: ya sudah.. Kita kerumah kakek aja buk tanyain sama kakek mungkin tau."
Kemudian mereka pun pergi membawa kiki bersamanya.
sebelum pergi buk nayla titip pesan sama bik ainun jika ahmad pulang katakan jika ayah ibunya pergi menjenguk kakek.
Perjalanannya cukup lumayan jauh karna masuk pedesaan. Mamakan waktu sekitar satu jam dari kota ke desa. Setelah lama berjalan akhirnya pak hendra dan buk nayla pun sampai di tujuan di lihatnya ayah dari pak hendra ini sedang duduk di depan rumah sambil menunggu magrib tiba.
Hendra yang sambil mengucap salam lalu langsung menyalami ayahnya tersebut dan di ikuti istri dan anaknya(adik ahmad) di sambut hangat oleh mbah guntur.
Mbah guntur: ada apa ini nak kok mau magrib gini ke desa."
Pak hendra: gini loh pak. Ini menyangkut ahmad.. Kata nayla, dia melihat di mata ahmad ada lingkaran hitam di matanya seperti orang mati gitu"
Mbah guntur: ohh bahas cucu ku.. Yaudah masuk dulu. Udahxmau,magrib".
Mereka pun masuk kerumah setelah dirasanya magrib sudah tiba. Karna memang di desa ini mesjid agak jauh Jadi sulit terdengar suara azan dari mesjid.
Bahkan di desa ini aliran listrik belum masuk jadi mengunakan PLTD untuk menghidupkan lampu yang mulai hidup dari jam 5 sore
Sampai jam 11 malam.
Ketika magrib telah usai, mbah guntur duduk dan mulai menceritakan apa yang telah terjadi dengan ahmad.
Mbah guntur: seperti yang kemarin saya bilang sama kamu nak.. Cucuku ahmad ini harus masuk pondok pesantren."
Pak hendra: saya sudah sampaikan sama dia pak. Namun katanya masih mikir-mikir dulu."
Mbah guntur: yaa bukannya tanpa alasan saya menyuruhnya mondok itu nak hen. Jika dia tidak sholat tepat pada waktunya raganya akan merasakan sakit"
Buk nayla yang mendengar itu langsung bertanya kepada mbah guntur.
Buk nayla: lahh kok bisa gitu mbah?"
Tanya buk nayla dan cici sebelahnya. Buk nayla ini orangnya sangat menanamkan sopan santun terhadap anaknya. Makanya pas manggil mbah guntur tidak dengan sebutan bapak supaya
Cici gak ikutan.

Kemudian mbah guntur berdiri mengambil sesuatu di dalam peti kayu yang dia simpang di dalam lemari tua. Mbah guntur mengambil sebuah keris namun tepiannya tidak berkelok-kelok seperti keris jawa.lebih tepatnya keris banjar namun memiliki ukiran seperti mandau.
Lalu mbah guntur kembali ketempat iya duduk tadi.
Mbah guntur: ini nak.. Ini yang membuat ahmad itu merasakan sakit jika dia tidak sholat tepat pada waktunya."
Pak hendra dan buk nayla masih bingung dengan apa yang di katakan mbah guntur.
Pak guntur: maksudnya bapak?"
Mbah guntur: keris ini bapak dapat dari tuan guru sewaktu bapak merantau ke martapura. Di dalam keris ini diisi oleh makhluk yang sangat kuat. Waktu itu kata tuan guru, si makhluk ini masuk islam karna tertarik dengan apa yang di pelajari oleh tuan guru
Hingga tuan guru pun membuatkan keris agar bisa di tempatinya. Jadi siapa pun yang memegang keris ini maka akan di jaga makhluk itu. Dengan syarat sholat harus tepat pada waktunya dan lebih baik lagi diiringi dengan ibadah lain"
Pak hendra: lantas. Apa hubungan dengan ahmad pak"
Mbah guntur: dia tertarik dengan raga ahmad. Karena ahmad cucuku. Dan sekarang aku yang memegang keris ini."
Sontak pak hendra dan buk nayla pun kaget.
Pak hendra: bagaimana cara agar dia tidak mengikuti ahmad lagi pak?"
Mbah guntur: tidak ada cara untuk menghentikannya nak. Yang harus kita lakukan adalah membuat ahmad bisa beradaptasi dengannya namun kusarankan biar ahmad sendiri saja tau karna mata batin ahmad mulai terbuka seiring bertambahnya umur karena dia keturunanku."
Pak hendra menghela napas panjang dan memandang buk nayla yang merasa khawatir dengan ahmad.
Pak hendra: baiklah pak saya akan coba memujuknya lagi untuk masuk pondok pesantren".
Mbah guntur pun kembali meletakkan keris ketempatnya semula.
Mbah guntur: ingat.. Jangan pernah kasih tau ahmad. Biarkan dia tau dengan sendirinya. Tugasmu cukup mengingatkanya untuk sholat dan beribadah Setelah dua minggu ajak dia kesini."
Pak hendra dan buk nayla pun mengangguk mengerti kemudian pamit pulang.
**
Setelah pak hendra menutup pintu kamar ahmad pak hendra pun pergi menghampiri buk nayla yang berada di ruang santai. Pak hendra melihat ada rasa khawatir di wajah buk nayla. wajar saja jika seorang ibu mengkhwatirkan anaknya.
Buk nayla: gimana pak kondisi ahmad?"
Pak hendra: baik kok buk. Asalkan dia ibadah tepat waktu pasti gak papa"
Buk nayla: bapak kan tau sendiri ahmad itu gimana."
Khawatir buk nayla yang menafsirkan jika prilaku ahmad sama seperti ayahnya semasa remaja.
Kemudian pak hendra tersenyum dengan mata menerawang ke atas mengingat tentang bagaimana sejauh ini dia bisa melangkah.
Pak hendra: dia anakku.. Sama sepertiku. Dia belajar dari pengalaman, teman serta lingkungan. Dia pasti bisa melewati itu semua dengan caranya sendiri.
Tugas kita hanya membantunya mencari jalan yang benar buk. Karna jika dia sudah berhasil mendapatkan khodam itu jalan yg dia pilih akan ada dua, Ilmu hitam atau ilmu putih"
Buk nayla hanya mendengarkan apa yang di katakan pak hendra dengan mata yang memandang arah tak menentu.
Kemudian menganggukkan kelapa bahwa sepakat dengan apa yang di katakan pak hendra.
Di kamar, ahmad yang tertidur pulas kembali bermimpi. Mimpinya sama seperti malam kemarin namun kali ini ahmad bisa melihat siapa yang melempari batu panas itu. Ternyata sosok yang di lihat sewaktu di pohon beringin dekat kuburan tempo lalu.
Ahmad menggerang merasakan sakitnya batu panas itu ketika ia ingin berontak ia baru sadar jika tubuhnya terikat. Di pandangnya sekeliling ternyata tubuhnya di ikat di pohon dengan akar pohon tersebut yang melilit tubuhnya.
Lamanya merasakan sakit kemudian ahmad terbangun dengan napas tersengal. Di pandangnya jam ternyata masih jam 4 pagi. Ahmad pun duduk karna tidak ingin melanjutkan tidurnya dan juga suara ngaji dari mesjid terdengar menandakan sholat subuh akan segera di laksanakan.
Dan azan pun terdengar ahmad langsung beranjak dari tempat tidurnya untuk mengambil wudhu kemudian melaksanakan sholat subuh. Ketika ahmad sedang sholat, pintu kamar ahmad berbunyi ternyata pak hendra. Pak hendra yang melihat ahmad sedang melaksanakan sholat lantas menutup pintu
Lagi tanpa masuk kekamar ahmad.
Setelah mengucap salam ahmad menoleh ke pintu kamarnya.
"bapak tadi ngapain ya" gumam ahmad dalam hati yang selalu bertanya tentang sikap ayahnya belakangan ini.
Namun ahmad tidak ambil pusing. Setelah selesai sholat, ahmad pun rebahan menunggu
Sarapan di hidang di meja makan. Karna memang biasanya sarapan baru di hidang oleh bik ainun pukul 6 pagi.
Setelah dilihatnya jam sudah pukul 6, ahmad pun keluar kamar lalu menuju meja makan. Dilihatnya ayah dan ibunya sudah berada di meja makan termasuk cici adiknya
Karena cici akan pegi berangkat sekolah.
Ketika menghampiri meja makan ahmad duduk lalu ingin menyantap nasi goreng yang di buat bik ainun.
Dia melihat nasi goreng itu sangat lezat di matanya lalu ahmad menyuapnya dan terasa sangat lezat di mulut namun ketika ingin menelannya
Ahmad merasakan mual di perutnya lalu cepat-cepat menuju belakang dan memuntahkan nasi goreng yang di makannya tadi.
Bik ainun yang melihat itu wajahnya pucat karena dia merasa jika masakannya belakangan ini tidak sedap di mulut tuanya tersebut.
Berbeda dengan buk nayla dia merasa kasihan dengan anaknya itu bahkan untuk makan yang enak - enak saja ahmad jadi gak bisa begitu mungkin di pikiran buk nayla.
Pak hendra: kamu kenapa nak?"
Tanya pak hendra yang pura-pura tidak tahu.
Ahmad: gak tau pak. Dari semalam juga kalo
Makan pasti mual dan pengen muntah."

Dengan mata berbinar-binar ingin menangis buk ainun berkata "maaf tuan jika masakan bibik kurang enak. Sekali lagi maaf tuan"
Buk nayla: gak kok bik.. Masakan bibik enak kok. Buktinya cici lahap makan nasi goreng buatan bibik"
Puji buk nayla
Kepada bik ainun agar ia tidak berkecil hati.
Pak hendra: yaudah bik. Ambilkan nasi putih aja untuk ahmad"
Pak hendra seakan tau apa yang hanya di makan oleh ahmad. Kemudian bik ainun mengambilkan nasi putih yang masih hangat dan memberikannya kepada ahmad.
Ahmad pun memakannya dengan lahap lalu kekenyangan. bik ainun yang merasa heran mencoba tetap tenang dan menyembunyikan rasa ingin tahunya. Ketika ahmad selesai makan ahmad mau menuju ruang santai namun di tahan ayahnya.
Pak hendra: dari pada kamu nonton kartun pagi-pagi gini.
Mending antar adik kamu sekolah aja."
Pak hendra paham betul dengan ahmad meskipun umurnya menginjak remaja ahmad masik menyukai kartun.
Ahmad: hmm iya iya deh..
Ayoo cii udah siap brangkat.?"
Teriak ahmad kepada adiknya. Kemudian ahmad pergi mengantarkan cici kesekolah.
Setelah ahmad pergi,
Pak hendra: jangan heran dengan ahmad bik. Pokoknya selama dua minggu ini bibik harus nyediain nasi putih jika ahmad makan atau pun sarapan. Ahmad sedang berada di tahap beradaptasi"
Bik ainun yang mendengar itu merasa bingung.
Bik ainun: maksudnya pak?"
Pak hendra: ahmad ini anak yang istimewa bahkan bangsa jin saja tertarik padanya."

Buk nayla menghela nafas. Karna memang buk nayla kurang menyukai hal hal mistis.
Buk nayla: makanya pak ketika ahmad tumbuh, melihat alisnya yang bersambung itu sudah membuat ibuk khawatir"
Pak hendra: yaa mau gimana lagi buk. Memang sudah garis keturunan. Bapak saja hanya bisa merasakan namun tidak bisa melihat. Bisa saja bapak buka mata batin namun bapak mencoba untuk hidup normal mengingat ibuk yang tidak menyukai itu"
Bik ainun yang mendengar itu perlahan mulai
Mengerti,
Kemudian pergi kebelakang menjalankan pekerjaannya seperti biasa. Pak hendra pun pamit kepada buk nayla untuk pergi bekerja sementara buk nayla kepasar pergi berbelanja.

Tak lama buk nayla pergi ahmad pun pulang kerumah setelah mengantar adiknya pergi sekolah.
Di lihatnya dirumah sudah sepi hanya ada buk ainun. Ahmad yang merasa suntuk pun pergi keluar rumah karna memang ahmad baru saja lulus sekolah dan memutuskan untuk nganggur dulu. Jadi hari-hari kegiatannya hanya bermain kerumah teman. Hari itu di jalani seperti biasa tanpa ada
Keanehan namun lingkaran hitam di matanya tetap saja terlihat oleh orang lain. karna sudah sering melihat teman-temannya mengabaikan itu menganggap itu hal yang biasa ketika seseorang suka begadang. Seperti biasa ketika waktu sholat tiba ahmad langsung pulang dan melaksanakan
Sholat. Mengingat betapa sakitnya kepala yang di rasa jika dia melalaikan sholat. Hingga malam pun tiba ahmad yang merasa baik - baik saja mulai ikut nongkrong lagi dengan temannya di tempat biasa. Seperti pada malam sebelumnya mereka meminum anggur bahkan bisa di katakan hampir
Setiap malam. Namun malam itu ahmad hanya meminum sedikit lantaran tidak enak dengan boy yang memaksanya untuk minum karna boy orang yang di segani di tongkrongan. Ketika malam semakin larut, lagi-lagi ahmad melihat sosok itu yang berada di pohon bringin. Namun kali ini ahmad
Melihatnya secara sadar. Ahmad mencoba mengalihkan pandangan namun tetap saja sosok itu memandang ahmad dengan tajam. Ketika ahmad memandang kearahnya. Sosok itu menyeringai. Dengan mengeluarkan taring dan gigi yang di basahi oleh darah hitam. Ahmad tercekat..
Boy: woyy woyy.. Lu kenapa kek lihat setan aja"
Ahmad pun mencoba untuk menenangkan diri dia tidak ingin membuat temannya takut.
Ahmad: ehh enggak kok bang. Ada nyamuk gigit nih." ahmad beralasan sambil menepuk-nepuk kakinya.
Ketika ahmad melihat lagi ke arah pohon itu sosok itu
Sudah hilang. Kemudian angin malam pun bertiup namun begitu dingin di rasa ahmad. Karna tidak tahan, ahmad pun pulang lebih dulu.
Sesampainya di rumah. Tubuh ahmad terasa sangat panas Suhu tubuhnya naik drastis. Ahmad pun merebahkan badan dan tertidur.
Dan lagi-lagi ahmad bermimpi dengan sosok itu namun kali ini sosok itu tidak melemparinya dengan batu panas. Melainkan sosok tu mendekatinya dan menyentuh tangannya lalu tiba - tiba menggigit jari jemarinya hingga putus. Ahmad pun berterik sekencang-kencangnya. Sampai di lihatnya
Mulut sosok tu penuh darah hitam dengan jarinya yang masih berada di mulutnya.
Tersentak ahmad terbangun namun dalam keadaan tubuh masih panas. Dilihatnya jarinya terasa sangat kaku. Hingga akhirnya ahmad jatuh sakit.
Azan subuh pun berkumandang namun ahmad tidak merasakan
Sakit di kepalanya. Yang dia rasakan hanyalah jari yang kaku dan mengigil namun kondisi suhu tubuh panas. Ketika itu pak hendra membuka pintu kamar ahmad. Di lihatnya ahmad masih terbaring di ranjang lalu menghampiri ahmad.
Pak hendra: kok gak sholat nak?"
Ahmad: ahmad lagi gak enak badan pak"
Pak hendra menatap sekeliling seperti mencari sesuatu. Setelah dirasanya tidak ada pak hendra pun fokus kepada ahmad.
Pak hendra: istirahat aja kalo gitu nak" lalu pak hendra pun berlalu keluar meninggalkan kamat ahmad.
"kemana khodam itu.?aku tidak merasakan kehadirannya. Apakah dia meninggalkan ahmad?"
Gumam pak hendra pelan sambil berjalan meninggalkan kamar.

Setelah ahmad jatuh sakit setiap malamnya ahmad selalu bermimpi buruk 3 hari berturut.
Pak hendra pun mulai merasa khawatir apa lagi
Buk nayla sebagai ibunya ahmad. Bermacam dokter sudah datang kerumah untuk mengobati ahmad. Namun tetap jawabanya hanyalah demam biasa.
Hingga buk nayla menyuruh pak hendra untuk membawa ahmad kerumah kakek yaitu mbah guntur.
Namun di urungkan oleh pak hendra karna mbah guntur
Berpesan apapun yang terjadi ahmad hanya boleh di bawa kesitu setelah dua minggu. Tanpa terasa sudah satu minggu ahmad sakit seperti itu. Namun di malam senin setelah satu minggu mimpi buruk, mimpi ahmad berbeda dari sebelumnya.
Ahmad bertemu dengan seorang kakek tua dengan baju serba putih dan menggunakan sorban namun posisinya membelakangi ahmad.
Lama ahmad memperhatikan kemudian ahmad mulai bicara
Ahmad: anda siapa?"
Kakek tua yang di mimpinya itu hanya diam dan tidak menoleh sedikit. pun ketika ahmad
Mencoba mendekatinya. Kakek tua itu tiba tiba mendekapnya dan menghilang hanya tertinggal kain putih yang menyelimuti ahmad.

Ahmad pun terbangun.
Dan mulai merasakan jarinya yang kemarin kaku sudah bisa di gerakkan namun suhu tubuhnya tetap panas.
Siang itu, Ketika pak hendra pergi bekerja. Buk nayla yang sudah banyak memangil dokter dan hasilnya masih saja nihil. Memutuskan untuk memanggil orang pintar untuk menyembuhkan ahmad.

"Assalamuallaikum.. Permisi.."
Bik ainun yang mendengar lantas langsung menuju kedepan dan
Membukakan pintu.
Bik ainun: walaikum salam. Bapak siapa ya."
"Saya bahtiar. Ini rumahnya ibuk nayla kan?"
Bik ainun: iya pak ada apa ya.?"
"saya di panggil buk nayla katanya mau ngobatin anaknya yang sakit"
Bik ainun: ohh iya silahkan masuk pak buk naylanya ada di dalam."
Kemudian bik ainun pun masuk diikuti bahtiar di belakang. Buk nayla yang berada di kamar ahmad yang selalu menjaganya terlihat sangat cemas melihat kondisi ahmad.
Bik ainun: buk.. Ini orang pintarnya udah datang."
Sambil menoleh buk nayla melihat
"ohh iya mas bahtiar ini mas
Anak saya yang sakit. Mohon di bantu yang mas"
Bahtiar pun masuk dan mulai mendekati ahmad. Kemudian meminta segelas air putih dan mulai membaca doa.
Lama iya melihat gelas air tersebut dengan mulut yang masih memanjatkan doa. Kemudian dia terdiam dan menyuruh ahmad meminum air
Tersebut.
Kemudian mulai mengatakan sesuatu.
Sambil menghela nafas.
Bahtiar: Anak ibu ini sebenarnya sudah mati."
Buk nayla yang mendengar itu langsung tercekat kaget dengan apa yang di katakan oleh orang pintar tersebut.
Buk nayla: maksud mas bahtiar? Ini anak saya masih hidup
Mas. Kenapa bisa gitu."
Bahtiar: anak ibu ini selama satu minggu jiwanya di siksa."
Buk nayla: di siksa? Kenapa mas apa penyebabnya?."
Bahtiar: anak ini tanpa sengaja ketika buang air kecil terkena anak dari salah satu pengikut makhluk itu."
Bahtiar sedikit ragu menjelaskan tentang apa yang dia lihat di dalam air gelas tadi. Namun hatinya tergerak untuk membantu ahmad.
Kemudian bahtiar mulai berkeringat ketika menerawang ke dalam gelas itu.
Bahtiar: mahkluk itu bertubuh besar hitam berbulu. Kukunya sangat panjang sehingga menyentuh tanah. Dia adalah ketua sekaligus raja di arah timur itu. Sosok inilah yang menyiksa jiwa ahmad selama satu
Minggu. Waktu itu pengikutnya ini tidak bisa mencelakai ahmad. Makanya dia mengadu kepada rajanya untuk segera menyiksa jiwa ahmad yang lama kelamaan berujung kematian."
Buk nayla yang mendengar itu menangis sambil memeluk ahmad yang terbaring itu. Kemudian bahtiar melanjutkan.
Bahtiar: untungnya ahmad ini seperti ada yang melindungi yang kekuatannya hampir setara dengan mahkluk itu, makanya jiwa ahmad belum bisa di ambil mahkluk itu. Bukannya tidak mungkin jika selama satu minggu di siksa oleh rajanya roh halus itu bisa mengakibatkan kematian."
Buk nayla: melindungi anak saya?"
Bahtiar: iya buk.
Entah apapun itu saya tidak bisa melihatnya dengan jelas apa lagi untuk menembusnya."

"apa mungkin yang di katakan kakek kemarin." buk nayla bertanya-tanya dengan dirinya sendiri dan mencoba mengingat apa yang di katakan
Mbah guntur waktu malam itu.
Lalu
Bahtiar: apakah orang tua buk nayla terdahulu punya ilmu kebatinan?"
Lalu buk nayla mencoba mengingat-ngingat. Karna yang dia tau mbah guntur atau ayah dari suaminya itu mempelajarinya sendiri sewaktu merantau.
Buk nayla: ada.. Dia kakek ahmad, orang tua dari suami saya. Tentang pendahulu yang lain saya tidak begitu mengetahui mas."
Bahtiar hanya menganggukan kepala sambil mengelus janggut tipisnya.
Bahtiar: sepertinya ini ada kaitannya buk. Namun sekuat apapun itu tetap bedoa sama
Gusti Allah buk semoga anak ibuk sehat"
Buk nayla mengangguk sambil memandang cemas ahmad.
Bahtiar: yaudah buk. Kalo gitu saya pamit dulu"
Buk nayla: ohh iya mas. Tunggu sebentar"
Buk nayla mengeluarkan aplop di dalam dompetnya dan ketika ingin memberikan kepada bahtiar.
Bahtiar: ehh ehh gak usah buk.. Saya ikhlas kok nolongin anak ibuk. Lagian saya cuma di kasih lihat apa yang terjadi dengan anak ibuk. Saya tidak bisa menembusnya karna yang menjaga anak ibuk tidak mengizinkan saya ikut campur. Yaudah buk saya pamit dulu. Assalamuallaikum"
Buk nayla: walaikum sallam."
Karena buk nayla merasa tidak enak dengan bahtiar lantas mengantarkan bahtiar hingga sampai ke depan teras.
Lalu bahtiar pun mulai menaiki motor dan menghidupkannya. Karna bahtiar ini ujung mengarah timur jadi harus melewati pohon bringin yang berada
Di kuburan itu.
"kok prasaanku tidak enak ya" gumam bahtiar di dalam hati. dia tetap mengendarai motornya namun begitu pelan.
Ketika melewati tepat di pohon bringin yang di bagian timur itu. Ada dua motor yang berlawanan arah pengendara itu membawa dengan sangat cepat. Sontak
Bahtiar yang melihat itu lantas langsung membanting setang motornya ke arah semak-semak dan dia pun terselamatkan dari tabrakan. Ketika ahmad terjatuh ke dalam semak-semak. Pemuda yang berdua ngebut tadi langsung turun dan menghampiri bahtiar.
Karna waktu itu bahtiar menggunakan
Peci berwarna putih jadi pemuda itu mengira jika bahtiar seorang ustad.
" maaf ya ustad.. Saya gak lihat ustad Makanya saya mau motong jalan. Tiba udah dekat baru saya lihat. Sekali lagi saya mohon maaf ustad" ujar pemuda sambil membatu ustad itu bangkit dari semak itu.
Bahtiar: ohh iya iya gak papa kok dek.. Yang penting saya selamat adek juga selamat."

"mari ustad kami antar pulang kerumah. Rumah ustad dimana.?"
Ujar pemuda itu menawarkan kepada bahtiar.
Bahtiar: gak usah dek. Saya bisa sendiri kok. Terima kasih ya dek. Yukk mari.."
Kemudian dua pemuda itu pun pergi melanjutkan perjalanan sementara di jalan bahtiar sempat terpikir sesuatu.
"jadi ini alasan kenapa aku tidak di bolehkannya untuk ikut campur. Hmmm"
Gumam bahtiar di dalam hati sambil memperhatikan jalan agar tidak terjadi hal seperti tadi.
"lindungi hambamu yang lemah ini Ya Allah.. Ammiinn"
Ucap bahtiar sambil mengusap wajahnya satu tangan.

Tanpa terasa hari pun sudah siang pak hendra pulang dari kerja dan langsung melihat ke kamar ahmad untuk memastikan kondisi ahmad.
Di kamar ahmad buk nayla masih saja menunggui ahmad yang sedari tadi terbaring dan tidak bisa berbuat apa-apa. Melihat pak hendra datang, buk nayla menceritakan semua yang di katakan bahtiar saat mengobati ahmad.
Buk nayla: gimana pak.. Apa ahmad kita bawa aja ke rumah kakek?"
Pak hendra: jangan buk.. Ini belum dua minggu. Ibuk yang sabar.. Terus berdoa, Semoga ahmad cepat sembuh."
Buk nayla: tapi pak.. Kondisi ahmad.?"
Pak hendra: bapak yakin ahmad bisa melewati ini.. Kita harus percaya dengan anak kita buk"
Lalu buk nayla pun mulai melunak setelah
Di bujuk dengan pak hendra.
Entah kenapa pak hendra begitu yakin jika ahmad bisa melewati ini meski pun di hati kecilnya dia sangat takut kehilangan anaknya itu.

Jam pun berlalu, tanpa terasa malam pun tiba
Ahmad yang sedari tadi hanya terbaring namun hanya ketika malam dia
Merasakan dia benar-benar tertidur. Lagi-lagi dia bermimpi
Di mimpinya dia di datangi sebuah keris yang memiliki ukiran seperti mandau namun keris itu dapat berbicara. Ahmad menjauh dari keris itu namun keris itu terus mengikutinya.
"jangan takut nak. Aku tidak akan mencelakaimu" suara nya sangat berat namun terdengar sangar.
Ahmad pun membranikan diri dan mulai mendekati keris itu.
Ahmad: apa maumu dan kenapa kau mengikutiku"
"kau salah satu keturunannya. dan ragamu yang kuat membuat aku tertarik"
Ahmad yang merasa bingung dengan apa yang di katakan keris itu hanya bisa terdiam.
Ahmad: keturunannya.? Siapaa?
Apakah kau wujud dari sosok yang selama ini melempari aku dengan batu panas itu?. Ku mohon hentikan itu.. Maafkan aku jika aku bersalah"
"tidak nak.. Mulai sekarang tolong jaga keris ini. Suatu saat kau akan mengingat dimana kau jumpai keris ini"
Ahmad pun memegang keris itu. Kemudian di lihatnya secara seksama ketika dia membuka sarung dari keris itu dia melihat setiap ukiran di keris itu.
Sampai akhirnya ahmad pun terbangun dari mimpinya. Di lihatnya jam pukul 4 subuh. Tubuh ahmad yang tadinya panas kini sudah membaik. Di lihat ibunya nayla tertidur dalam keadaan menggenggam tangannya. Ahmad pun mencoba membangunkan ibunya.
Ahmad: bukk.. Bukk bangun buk.. Udah jam 4. Mau sholat subuh buk"
Buk nayla mendengar itu mulai mengumpulkan titik kesadaran. Dan dia lihat ahmad sudah bisa duduk di hadapannya.
Buk nayla: kamu udah sembuh nak? Kok malah bangun.. Istirahat aja dlu nak."
Ahmad: iyaa iya buk. Ahmad mau sholat subuh dlu."
Kemudian ahmad pun ingin beranjak dari tempat tidurnya namun tubuh-tubuhnya terasa begitu sakit. Hingga dia memaksakan diri untuk bisa bangun.
Lalu ahmad pun melaksanankan sholat subuh hingga slesai.
Pagi harinya pak hendra pun kembali lagi ke kamar ahmad. Dan di lihat ahmad sudah bisa duduk meski masih di tempat tidur.
Pak hendra: bapak sudah yakin kamu pasti bisa nak."
Ahmad: maksud bapak.. Emang ada apa dengan ahmad pak.? Ahmad kan cuman sakit meriang biasa"
Pak hendra: tunggu lah satu minggu lagi nak.. Nanti kamu akan tau sendiri.. Tetap tenang dan jangan panik"
Semakin ahmad bertanya dan semakin membuat dia bingung hingga ahmad memutuskan untuk mengangguk saja apa yang di katakan ayahnya tersebut walaupun dia tidak mengerti.
Waktu pun berlalu akhirnya ahmad pun sembuh dari sakitnya meskipun kepalanya tetap terasa sakit jika dia lalai dengan ibadah.
Karena ahmad ini masih muda dia masih saja nongkrong dengan teman temannya seperti biasa bahkan ketika nongkrong ahmad masih saja meneguk anggur yang
Biasa mereka beli ketika nongkrong. Yang ahmad rasakan ketika meneguk anggur itu tentu kepalanya sangat sakit karena khodam yang mulai ingin beradaptasi dengan ahmad tersebut tentunya marah ketika ahmad meneguk minuman haram tersebut oleh karena itu setiap ahmad meneguknya kepala
Kepalanya akan terasa sangat sakit. Namun ahmad sanggup menahan rasa sakit itu. Justru ahmad semakin menggila meneguk anggur hari semakin hari ahmad pun mulai terbiasa dengan rasa sakit itu. Kini raganya sudah mulai kuat dari rasa sakit yang di terima saat khodam itu marah
Kepadanya. untuk beberapa hari tidur ahmad juga tidak lagi di ganggu oleh khodamnya apa lagi makhluk yang dulu mengganggunya.
Hingga 2 minggu pun seminggu pun berlalu. Waktu itu pada malam jumat selepas isya pak hendra mencari ahmad. Di lihatnya di kamar ahmad sudah tidak ada.
Lalu pak hendra kedapur mencari buk nayla.
Pak hendra: buk.. Ahmad kemana ya.? Kok gak ada di kamar?"
Buk nayla: tadi katanya sholat magrib di mesjid pak. Sampe sekarang ibuk gak lihat dia pulang"
Pak hendra: ohh yaudah kalo gitu buk. Bapak cariin dia dulu."
Pak hendra mencari ahmad dengan maksud ingin membawanya kepada mbah guntur. Karna sejak dia kerumah mbah guntur kemarin, sudah 2 minggu sesuai apa yang di katakan mbah guntur kemarin yang harus membawa ahmad ke desa sewaktu pak hendra pulang.
Pak hendra tau dimana ahmad berada
Karna memang pak hendra sering melihat ahmad nongkrong. Dan pak hendra tidak pernah mempermasalahkan apa yang di lakukan anaknya. Mungkin dia mengerti jika buah tidak pernah jauh ketika jatuh dari pohonnya.
Baginya selama tidak merendahkan wanita apa lgi sampai menginjak harga
Diri wanita pak hendra tidak akan marah. Karna bagi pak hendra lebih baik liar untuk diri sendiri dari pada liar menerkam orang lain.

Dan benar saja ahmad sudah ada di tempat tongkrongan biasanya dengan kain sarung yang sengaja di ikatnya di pinggang dan peci hitam yang di
Kenakannya. Ketika pak hendra menghampiri tempat itu teman - teman ahmad terkejut, dengan cepat menyembunyikan anggur yang mereka beli untuk rutinitas malam ini.
Boy yang mengetahui siapa pak hendra lantas menyalami tangannya karna memang pak hendra sempat di segani pada masanya
Bahkan boy tau dari ayahnya karna ayahnya si boy kawan akrab pak hendra.
Boy: ehh pak hendra.. Mau ngapain pak?. Gk mau ikutan kan hhe"
Gurau boy yang mencoba akrab dengan pak hendra.
Pak hendra: gak kok boy. Saya cuman mau cari ahmad. Mau ngajakin dia pergi"
Ahmad yang berdiam
Di sudut merasa takut. Karna baru kali ini dia ketahuan pak hendra. Pak hendra biasa-biasa saja karna memang pak hendra sudah tau dari dulu.
Boy: woyy mad.. Bapak lu nyariin nih.. Malah nyudut kesitu.
Lantas ahmad pun langsung berdiri dan berjalan cepat kerumah.
Pak hendra: bapak tinggal dlu ya nak boy.. Jangan banyak-banyak nanti teler. Gak bisa pulang.. Hhaha
Ohh iya salam sama bapakmu ya" ledek pak hendra kepada boy dan teman-temannya.
Boy: wahaha
Iya iya nanti saya sampaikan pak"
kemudian pak hendra pun berjalan pulang kerumah.
Sesampainya di rumah ahmad langsung duduk di ruang tamu. Tqk lama, ayahnya sampai di rumah.
Ahmad yang takut waktu itu tidak berani memandang ayahnya. Dia hanya tertunduk ketika ayahnya mendekatinya.
Pak hendra: malam ini kita harus ke rumah kakek mad"
Ahmad: malam ini pak? Gak besok aja sekalian?"
Pak hendra: gak bisa. Bapak udah janji malam jumat harus kerumah kakek dan kakek berpesan untuk mengajakmu sekalian"
Kemudian ahmad pun mengangguk dan segera menganti pakaian yang menurutnya pantas.
Pukul 8 malam mereka brangkat ahmad pun bersedia menaiki motor dengan maksud ingin memboncengi pak hendra namun di halangi pak hendra.
Pak hendra: sini.. Biar bapak aja yang bawa motor"
Ahmad: lohh kenapa pak?"
Pak hendra: nanti juga kamu tau pas di jalan"
Ahmad yang merasa bingung lantas hanya membiarkan pak hendra lalu mengambil posisi kebelakang jok motor.
Tanpa terasa perkotaan pun sudah terlewat hingga masuk ke pedesaan yang terlihat hanyalah hutan gelap. Yang terlihat hanyalah cahaya dari lampu rumah penduduk desa yang
Posisi rumahny agak berjauhan. di gelapny hutan, Ahmad seperti melihat kain-kain putih melayang dari pohon ke pohon. Apa lagi ketika melihat pohon pisang yang di tanami penduduk didepan rumah sekilas ahmad melihat pocong namun. Ahmad sama sekali tidak terkejut
Ahmad: di desa tempat kakek tinggal ternyata kalo malam gini ya pak."
Pak hendra: ohh jadi kamu udah bisa melihat dengan jelas?"
Ahmad: cuma sekilas pak. Bapak bisa lihat?"
Pak hendra hanya tersenyum tipis.
Pak hendra: Bapak gak bisa lihat cuman bisa merasakan. Bapak tau kok
Disini banyak penghuninya."
Ahmad: kalo bapak udah tau kenapa harus pergi malam begini pak.?"
Pak hendra: ini perintah kakekmu"
Ahmad yang masih tidak tau maksud dari pak hendra tersebut hanya diam. Walaupun di dalam hatinya selalu bertanya ada apa dengan kakeknya dan apa
Yang di sembunyikan ayahnya.
Hingga akhirnya mereka pun sampai di rumah mbah guntur.
Di lihatnya mbah guntur tidak ada di luar rumah kemudian pak hendra pun turun dari motor dan mengetok pintu.
"tokk tokk tokkk"

"Assalamuallaikum pak.."

Kemudian dari dalam
"masuk aja nak hen.. Pintu tidak di kunci"
Kemudian pak hendra masuk diiringi ahmad dari belakang.
Dilihatnya di dalam mbah guntur sedang menulis sesuatu di atas kertas serta melihat lihat kitab usang yang dibukanya dan kemudian menulisnya lagi di sebuah kertas.
Kemudian pak hendra berbincang hangat dengan mbah guntur dan mbah guntur menceritakan jika ahmad sakit namun persoalan belum tertuju dengan ahmad.
Ahmad yang sedari tadi merasa gelisah ketika memasuki rumah mbah guntur. Meski pun waktu kecil dia sering main kerumah kakeknya ini
Namun belum pernah dia merasa segelisah ini.
Sampai akhirnya mbah guntur memandang ahmad sangat lama.
Mbah guntur: ini siapa yang kau bawa hen.? Bukankah sudah kukatakan untuk membawa ahmad kesini?"
Pak hendra yang merasa bingung lantas hanya menjawab
Pak hendra: lahh ini kan ahmad pak.. Gimana bapak tidak mengenali cucu bapak sendiri. Ayo mad.. Salim sama kakek"
Ahmad pun menyalimi tangan mbah guntur kemudian mbah guntur tetap saja memandang ahmad seperti memastikan sesuatu.
Mbah guntur: kenapa cung(pangglian yang biasa orang dahulu untuk memanggil cucunya) wajah kamu kok hitam gitu?"
Ahmad merasa heran dengan apa yang di katakan kakeknya tersebut namun pak hendra hanya terdiam.
Ahmad: maksud mbah Hitam gimana.? Karna malam mungkin mbah?"
Mbah guntur: seri di wajah kamu hilang. Selama ini kamu ngapain aja"
Baru saja ahmad ingin menjawab. Tiba tiba badannya menggeliat. Dan seketika lampu di rumah itu mati.
Ahmad yang tadi menggeliat tiba-tiba diam begitu saja. Kesunyian di gelapnya malam begitu terasa.
Mbah guntur: haduhh. Gimana sih ini katanya jam 11 baru mati.. Ini baru jam 10 aja udah di matikan."
Gerutu mbah guntur karna memang dari awal listrik di kampungnya ini menggunakan PLTD. Mbah guntur sibuk mencari lampu duduk lalu menemukannya di lihatnya ahmad sudah duduk bersila
(lampu duduk= sumbu kompor yang di masukan kedalam botol kaca dan disi oleh minyak tanah)

Ketika melihat ahmad seperti itu lantas mbah guntur menyadari jika yang menempati raga ahmad bukan lagi diri ahmad sendiri lantas mengucapkan salam.
Mbah guntur: Assalamulakum datuk"
"Walaikum sallam"
Mbah guntur: kenapa ya datuk sampai harus masuk ke raga cucu saya.?"

" tolongg.. Ingattkannn.. Dengan anak ini untuk meninggalkan tempat itu. Jangan lagi pergi kesitu apa lagi sampai menyentuh dan meneguk barang haram itu"
Suaranya begitu terdengar sangat berat seolah begitu dia sangat marah namun terluapkan malam ini.

"aku sangat tidak menyukai perbuatan maksiat. Berulang kali sudah aku peringatkan kepada anak ini dengan cara membuat raganya sakit. Namun tetap saja dia anak yang tangguh"
Jin yang akan jadi khodamnya ahmad ini pun terus saja memberi tahu kepada mbah guntur dan pak hendra melalui raganya ahmad agar ahmad dapat beradaptasi sepenuhnya dengan ahmad.
Hingga setelah lamanya akhirnya jin itu pun keluar dan ahmad masih terbaring. Tubuhnya berkeringat
Seperti merasakan hal yang teramat melelahkan. Hingga akhirnya ahmad pun tersadar dan langsung di beri secangkir air yang sudah di sediakan mbah guntur. Suasana tetap gelap. Namun kali ini penerangan di bantu lampu terongkeng karena jam sudah hampir 12 malam.
Ketika ahmad sudah sadar. Mbah guntur pun mulai beranjak dari tempatnya dan mengambil keris yang waktu itu.
Ahmad yang melihatnya seperti tidak asing lagi.
Mbah guntur: kamu tau keris ini cung?"
Ahmad: tau mbah.. Jadi itu punya mbah?. Waktu itu saya pernah bermimpi dan
Memdengar jika keris ini bicara"
Mbah guntur: hmm jadi kamu sudah pernah melihat.
Keris ini diisi oleh jin islam yang sangat kuat. Kemungkinan dia akan menjagamu. Lebih tepatnya akan menjadi khodammu."
Ahmad mengangguk dan memandang mbah guntur seolah ingin mendengarkan
Apa yang di katakan mbah guntur selanjutnya.
Mbah guntur: dia tertarik dengan ragamu yang tangguh cung. Namun tentunya untuk agar dia dan kau bisa saling beradaptasi dengannya ada hal yang harus kau jalani"
Ahmad: apa itu mbah?"
Mbah guntur: yang pertama mulai besok kau harus
Melakukan puasa mutih disini cukup selama satu minggu,
Selama melakukan puasa mutih iringilah dengan sholat wirid dan baca apa yang di kertas ini"
Perintah mbah guntur sambil memberikan sebuah kertas yang dia sibuk tulis tadi.
Ahmad: hanya satu minggu mbah?"
Mbah guntur hanya tersenyum dan menatap pak hendra.
Pak hendra: ini akan sulit karna mata batin kamu tepat jam 12 nanti akan terbuka nak. Mata batin yang terbuka tentu akan banyak mengudang mahkluk halus yang akan mengganggu."
Ahmad mulai gemetar.
Ahmad: kok bisa terbuka?. Selama ini aku hanya bisa melihat mereka sekillas namun jika untuk di ganggu.."
Pak hendra: kamu pasti bisa nak.. Bapak yakin sama kamu."
Pak hendra mencoba menyemangati ahmad yang mulai ragu karena ahmad takut.
Mbah guntur: satu lagi cung.
Mulai hari ini jika sudah kembali ke rumahmu.. Berhentilah untuk ikut nongkrong sama teman-temanmu. Karna jin itu berpesan untuk kau segera meninggalkan perbuatan itu.. Dia tidak menyukainya."
Ahmad hanya mengangguk seperti tidak bisa membantah apa
Yang di katakan kakeknya itu. Pikir ahmad karna raganya ini sudah bukan dia seorang yang menempati jadi dia hanya bisa diam ketika semua yang dia perbuat ketahuan oleh pak hendra dan mbah guntur.
Mbah guntur: kalo begitu malam ini kalian tidur sini saja dlu. Untuk mu nak hendra
Pulangnya besok pagi saja. Dan kita akan tinggalkan ahmad selama satu minggu disini."
Ahmad: kita..? Maksud mbah.. Aku akan disini sendirian selama melakukan puasa mutih?"
Mbah guntur: kamu pasti bisa.. Jangan takut cung.."
Ahmad merasa jika dia takkan mampu sementara
Pak hendra kelihatan cemas dengan ahmad. Berbeda dengan mbah guntur. Mbah guntur menaruh harapan besar kepada ahmad yakin jika ahmad bisa mengendalikan khodam yang bakal jadi miliknya tersebut.
Malam itu mereka pun tidur dengan kondisi gelap seperti pedesaan pada umumnya. Lampu-lampu yang berkaitan dengan api di matikan karena takut terjadi apa-apa mbah guntur dan pak hendra terlelap dalam tidurnya, namun tidak dengan ahmad. Ahmad berusaha mencari posisi ternyaman saat
Berbaring di lantai yang hanya beralaskan tikar tersebut. Ketika ahmad telentang, matanya menuju langit-langit rumah. Sangat gelap namun dia melihat beberapa pasang mata sedang memperhatikannya di sela sela langit-langit yang tidak tertutup itu.
Ahmad pun membuang muka ke arah langit-langit itu.
"ternyata gini kalo mata batin udah terbuka.. Haruss.. haruss kuat.. Harus terbiasa"
Ahmad meyakinkan dirinya jika dia pasti bisa menjalani apa yang akan terjadi dengannya. Sebelum ahmad pernah mendengar bahwa
Ada orang yang pernah gila karena mata batinnya terbuka disaat jiwanya belum siap.. Al hasil menjadi gila karena setiap hari di ganggu mahkluk halus.

Hingga waktu subuh pun tiba. Mbah guntur membangunkan pak hendra dan ahmad. Ahmad yang sedari malam merasa terganggu tidak bisa
Tidur dengan nyenyak.
Hingga mereka pun melaksanakan sholat secara berjamaah.
Seusai sholat, mbah guntur pun keluar rumah lalu menancapkan 4 bilah bambu kuning mengitari rumah dengan 4 sisi yang membentuk segi empat Kemudian kembali masuk kerumah.
Mbah guntur: ayo hen..kita ke kota."
Pak hendra: gak nunggu pagi dulu pak?.. Masih subuh ini"
Mbah guntur: gak boleh. Ahmad harus di tinggalkan sebelum matahari terbit."
Kini ahmad sudah mulai bisa tenang. dia mulai membiasakan dirinya dengan hal-hal yang nanti akan dia lewati.
Mbah guntur: kamu tenang saja cung. Kakek sudah mempagari rumah ini dengan dinding ghaib. Intinya kamu harus fokus sama tujuan. Jika ada yang mengetok pintu abaikan saja baca terus apa yang tertulis di kertas itu berulang-ulang."
Ahmad hanya mengangguk. Dia tidak mengeluarkan
Sedikit kata pun. Kemudian mbah guntur mengambil kunci dari lemarinya dan membuka pintu sebuah ruangan yang sangat minimalis. Di dalam kamar itu hanya beralaskan tikar anyaman luasnya pun hanya cukup untuk satu orang dalam posisi berbaring.
Mbah guntur: gunakanlah kamar ini cung. Sudah lama kakek tidak menggunakan kamar ini semenjak nenek kamu meninggal"
Ahmad pun melihat isi kamar dia bisa melihat begitu banyak benda pusaka di kamar itu pada waktu dulu. Namun semua benda pusaka itu sudah banyak di buang mbah guntur
Semenjak istrinya meninggal.
Ahmad hanya bisa melihat dengan mata batinnya jika kamar ini juga sering di gunakan kakeknya untuk bermeditasi.
Setelah ahmad melihat isi kamar itu kemudian dia memandang mbah guntur. Dan mbah guntur mengerti jika ahmad bisa melihatnya hanya di balas
Dengan senyuman oleh mbah guntur.
Mbah guntur: kalo begitu kakek sama bapakmu pergi ke kota dulu. Selalu ingat pesan kakek tadi."
Ahmad: baik kek.. Hati-hati di jalan" kemudian ahmad menyalami tangan mbah guntur dan pak hendra.
Pak hendra: semoga kamu berhasil nak" mata
Pak hendra berbinar lalu memeluk ahmad.

Pak hendra dan mbah guntur pun mulai brangkat dan pergi meninggalkan desa.
Hingga matahari terbit ahmad pun mulai masuk kamar dan membaca apa yang tadi sudah di pesan mbah guntur. Pagi siang hingga ke sore di lalui ahmad dengan terus
Merapalkan tulisan di kertas itu hingga malam pun tiba.
Di alam bawah sadarnya dia seperti berada di sebuah hutan sendirian. Banyak mahkluk ingin mendekatinya dari berbagai macam bentuk namun bentuknya dominan setengah binatang dan setengah manusia.
Setiap kali mahkluk itu ingin mendekat mereka selalu terhalang sesuatu seperti dinding dan ketika mereka mencoba menembusnya seketika mahkluk itu lenyap. Berulang kali mahkluk lainnya ingin mendekat, namun tetap aja akan lenyap jika ingin menembus dinding yang tidak terlihat itu.
Hingga hari berganti hari. Ahmad yang memejamkan matanya masih saja terhanyut dalam alam bawah sadarnya sampai ketika seseorang berjubah putih lalu di kepalanya menggunakan sorban datang menghampirinya sosok itu tidak lenyap meskipun terkena dinding yang telah di buat oleh mbah
Guntur di alam nyata tadi.
Kemudian sosok itu duduk di sebelah ahmad. Kemudian ahmad melihat sosok itu namun sosok itu tidak memperlihatkan wajahnya kepada ahmad.
" apakah kau wujud dari keris waktu itu?" ahmad memberanikan diri bertanya kapada sosok itu. Dia hanya mengangguk
Tanpa menoleh ke arah ahmad
Kemudian sosok itu mengatakan
sesuatu dengan suaranya yang sangat berat.
"anak kecil kalo sama orang tua harus sopan."
Ahmad yang mengerti maksud sosok itu lantas langsung meminta maaf.
Ahmad: maafkan saya datuk. Siapa nama datuk?"
Lalu sosok itu mulai berdiri dan seketika berubah menjadi sebuah keris sambil mengucapkan sesuatu.
" panggil saja aku datuk BUYUT BUNIAN. Jagalah keris ini sebaik-baik engkau menjaga dirimu sendiri."
Kemudian ahmad pun memegang keris itu dan mulai nyimpannya di pinggang.
Hingga tanpa terasa sudah satu minggu berlalu.
Mbah guntur dan pak hendra pun pergi lagi kedesa untuk melihat keadaan ahmad.
Ketika sampai kedesa di rumah mbah guntur langsung memeriksa kamar yang di gunakan ahmad untuk meditasi. Ketika membuka pintu kamar. Betapa terkejutnya
Pak hendra melihat kondisi ahmad yang sangat pucat dan tubuhnya yang gempal gini mulai mengurus.
Mbah guntur yang melihatnya biasa-biasa saja dan tersenyum sambil memandang ahmad. Ahmad yang dalam kondisi tidak sadarkan diri tersebut langsung di bawa keluar kamar dan di baringkan
Ketika mbah guntur melihat tangan ahmad sedang menggenggam keris yang waktu itu dia semakin tersenyum lega.
Mbah guntur: anak mu sudah berhasil hen."
Pak hendra: syukurlah pak."
Pak hendra pun tersenyum lega kemudian mbah guntur pun mengambil air putih lalu membacakan sesuatu
Dan meniup ke air itu dan meminumkannya ke ahmad. Tak lama kesadaran ahmad pun kembali namun kondisi tubuhnya masih melemah.
Mbah guntur: gimana. Sudah lihat siapa yang di keris itu.?"
Ahmad kemudian terdiam sejenak.
Ahmad: penampilan beliau seperti kyai gitu kek.
Dan namanya datuk buyut bunian."
Mbah guntur: oohh jadi itu namanya."
Kemudian mbah guntur menyuruh ahmad makan yang makanan di bawa oleh ayah dan kakeknya dari kota.
Mbah guntur: makan dulu cung yang banyak"
Ahmad pun makan sebelum dia pulang ke kota.
Lalu ketika selesai makan dia pun kembali ke kota sebelum pulang ahmad dan pak hendra pun berpamitan dengan mbah guntur.
Mbah guntur: tolong.. Jaga keris ini cung..(sambil memberikan keris) karna dia sudah menjadi hak dirimu. Jika dirimu sudah siap, Masuk ke pondok pesantren yang
Berada di pulau kalimantan. Bawalah keris itu bersamamu. Jangan lakukan hal yang salah menurutnya jika tidak ingin ragamu tersiksa."
Ahmad: iya iya kek.. Kalo gitu ahmad pulang dulu. Terimakasih kek guntur"
Pak hendra: saya pamit pulang dulu pak. Asssalamualaikum"
Mbah guntur: walaikum salam. Hati hati di jalan nak"
Hingga mereka pun pulang ke kota. Sesampainya di kota ahmad langsung menuju kamar dan merebahkan badannya. Keris yang di berikan mbah guntur tadi kini dia simpan di lemari miliknya.
Dan pak hendra pun menceritakan kepada buk nayla tentang ahmad yang berhasil menjalani semuanya. Buk nayla pun sangat bersyukur sampai-sampai malamnya membuat hajatan kecil-kecilan.
Beberapa bulan berlalu.
Kini ahmad pun pergi mondok sesuai apa yang di katakan mbah guntur. Dan kini ahmad melakukannya dengan senang hati tanpa harus dipaksa seperti awal pak hendra menyuruh ahmad untuk mondok. Ahmad memperdalam ilmu agamanya dan membiasakan diri hidup sebagai
Seorang santri. Ahmad tidak pernah menceritakan kepada temannya di pondok pesantren. Bahkan ahmad hanya menceritakan kepada teman terdekatnya saja.
Karna dia belajar seperti padi semakin berisi akan semakin merunduk.
Kisahahmad mendapatkan khodam penjaganya.

Tamat~

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Putra Ramadhan

Putra Ramadhan Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @Angah_Put

Mar 3, 2021
"40 HARI"

"Dia akan mati atau menjadi gila seumur hidup namun akan ada resikonya"
"Apa itu mbah?"
"jika dia berhasil menjinakannya maka semua itu akan BERBALIK PADAMU"
..

based on true story
@bacahorror
#bacahorror Image
Malam atau sore akan saya mulai.
Sebuah cerita kelam yang dialami oleh kakak teman saya yang satu kontrakan di tempat perantauan ini.
Read 127 tweets
Oct 27, 2020
-Sepenggal kisah andi dan alasan kenapa ia berhenti menjadi nahkoda kapal- Image
Suara nyaring mesin perahu ketek yang melaju dari pelabuhan menuju kapal tongkang untuk mengantakan nahkoda yang ingin berlayar.
Sebelum itu kapal itu berhenti di dermaga besar tempat biasa kapal -kapal memuat barang.
Dengan kecepatan penuh, abdur pun melaju membawa perahu ketek tersebut membawa seorang nahkoda yang biasa di sebut yudi.

Hingga sampai di dermaga, yudi pun naik. Dan yudi mengajak abdur dulu naik kekapal karna kebetulan kapal belum berangkat.
Read 14 tweets
Aug 8, 2020
"Ingatlah.. Tidak ada perjanjian yang akan berakhir menyenangkan"

"Apapun akan kulakukan"

AKU SUDAH MEMPERINGATKANMU JANGAN PERNAH MENYESAL ATAS KEPUTUSANMU

-melanggar Larangan-
Seri ke 2
_Perjanjian Dengan Iblis Laknat_

@bacahorror #bacahorror Image
Akan di mulai besok pukul 09:00.
Sampai jumpa besok😊
Malam hari,
Terlihat sekitar 5 orang mondorong gerobak yang berisikan sound serta alat musik lainnya.
Di dalam 5 orang tersebut ada seorang wanita yang mengenakan pakaian layaknya biduan mengenakan baju serta rok mini.

"mau mangkal dimana ini bang"
Ucap laras berjalan
Read 242 tweets
Jul 29, 2020
APA YANG KAU LAKUKAN.?
"maafkan kami.."
TIDAK ADA KATA MAAF. KAU HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN SEMUA INI

-MELANGGAR LARANGAN-
_Horror Story_

@bacahorror #bacahorror
Baru pulang kerja..
Mandi dlu, sholat.
Dan langsung kita mulai wait bentar ya.😊
*srekkk.. Srekkk*

Langkah dari seorang remaja yang menginjak dedaunan kering yang berjalan memasuki hutan.
Bermodalkan ketapel serta beberapa batu di kantongnya,
Remaja itu berburu burung yang biasa dia lakukan di sore hari.
Read 178 tweets
Jul 3, 2020
"Apakah aku harus MENERIMA DAN MENERUSKAN DENDAM ORANG TUA?"
.
SUDAH SEHARUSNYA.. DAN INI SEMUA HARUS DI AKHIRI.

"Akhir Dari Garis Keturunan Terakhir"
_Palasik Kuduang_ PART III

@bacahorror #bacahorror
Sebelum itu..
Ada baiknya singga disini dulu.

Read 400 tweets
Jun 29, 2020
"Bekas Pabrik Limun"

Semua orang hanya tau apa yang di hasilkannya
Namun tidak tau kisah apa yang ada di balik itu semua.

_based on true story_
@bacahorror #bacahorror
Mood baik itu susah datang.
Akan saya mulai di 100 rt 😁 ahh dikit kok
Tahun 2000an minuman pabrik ini sangat terkenal di kota kuala tungkal. Dengan khas rasa sarsaparilla yang sangat menyegarkan bila di campur dengan es.
Read 99 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(