My Authors
Read all threads
[ MEREKA ADA DI SETIAP RUMAH! ]
Part 4

_A Thread_

#FixEnak #malamminggu #LoveStory #thread
Seolah tidak peduli dengan kehadiranku di sana, terkadang bayangan tersebut berlompatan di dekatku yg sedang menonton TV. Sebenarnya aku tidak mempermasalahkan, asal tidak iseng mengganggu saja, pikirku. Walau orang seisi rumah tidak percaya, aku yakin kalau mataku ini sehat.
Bagaimana mungkin salah lihat jika ketika sedang asyik menonton TV, terkadang layarnya dilewati oleh bayangan hitam dan aku menjadi tidak jelas menyaksikan apa yg ada dilayar TV pada saat itu.
Dari yg awalnya merinding, kini aku sudah terbiasa ketika bayangan itu muncul dan "bermain" didekatku. Pada suatu sore, seisi rumah dihebohkan oleh suara ibuku yg memanggil anak-anaknya dari ruang tamu.
Katanya, uang didalam dompetnya hilang beberapa ratus ribu ketika ditinggal memasak didapur sedangkan dompet digeletakan bgtu saja diatas meja ruang tamu. Saat beliau menanyakan anaknya satu persatu, tak satupun dari kami yg mengaku telah mengambilnya.
Akupun tidak mengaku, karna aku memang tidak pernah mengambilnya, apalagi itu uang milik orangtuaku sendiri yg akan digunakan untuk kebutuhan keluarga. Karna tidak ada yg tau, akhirnya disimpulkan mungkin saja uang itu dicuri oleh orang lain ataupun jatuh ketika sedang diluar.
Tapi aku tidak sepakat kalau uang itu dicuri oleh orang lain, jika memang diambil oleh orang lain, kenapa tidak sekalian sama dompetnya juga? Bukanya akan lebih memakan waktu bagi seorang pencuri jika harus membuka dompet dan mengambil sebagian isinya terlebih dahulu?
Rupanya kami harus terbiasa dengan hal tersebut. Tiap beberapa hari, ibuku pasti marah2 karna uangnya terus hilang lembar perlembar. Dan selalu dengan cara yg sama, uang yg hilang selalu pecahan 100 atau 50 rbu. Awalnya mungkin percaya, namun lama kelamaan ibuku menuduh anak2nya.
Dituduh oleh orangtua sendiri atas perbuatan yg tidak pernah kami lakukan, membuat keadaan rumah kamipun menjadi perang dingin. Sampai pada akhirnya kakakupun mengalami hal yg sama. Uangnya hilang beberapa ratus rbu didalam dompetnya yg ia letakkan diatas lemari di ruang tamu.
Ia menuduhku, tentu aku tidak terima, dan keadaanpun memanas. Seringkali seperti itu, tiap ada uang yg hilang, kami jadi saling menuduh dan keadaan rumah semakin memanas. Kecuali ayahku yg hanya bisa pasrah tiap kali uangnya hilang seratus atau ratusan ribu tiap beberapa malam.
Adikku pun uang simpananya hilang setengahnya, dan menuduh kakaku yg tinggal selantai dengannya dilantai atas, merekapun ribut. Sudah tak terhitung berapa banyak uang yg terus menghilang didalam rumah itu dan masaing2 diantara kami tidak percaya lg antara satu sama lain.
Keadaan menjadi semakin pelik tatkala saat itu tidak hanya uang saja yg tiba2 menghilang. HP ibuku tiba2 hilang pada suatu siang ketika diletakan diatas meja ruang tamu sambil di charge. Orang rumah menganggap kalau mungkin ibuku lupa naro hpnya.
Namun ketika dihubungi, hp ibuku tidak pernah aktif. Lagi2, kami menganggapnya diambil oleh orang dari luar rumah saat ruang tamu sedang kosong. Tapi dengan singkatnya jeda waktu ketika hp tersebut ditinggalkan ibuku hanya untuk mengambil air minum di dapur.
Rasanya pencuripun tidak punya cukup waktu untuk melakukannya tanpa ketahuan. Sejak saat itu, keluarga kami tidak lg percaya baik orang didalam maupun luar rumah. Semua pintu depan rumah kami terkunci dan pintu pagarpun tergembok sepanjang hari.
Tetangga dekatpun mulai menganggap keluarga kami tidak ingin bersosial dengan baik saking tertutupnya. Kedepannya, keadaan mulai membaik. Ternyata kejadian hilangnya uang atau barang tidak lg terjadi. Kami menjadi semakin yakin kalau selama ini pelakunya orang dari luar rumah.
Tidak peduli dengan anggapan tetangga terhadap keluarga kami yg semakin tidak enak didengar, hal tersebut harus terus kami lakukan demi keamanan finansial keluarga kami. Kelabatan bayangan tersebut juga sudah mulai jarang muncul.
Hingga pada suatu sore menjelang malam, kakaku panik dan mengomel ketika mengetahui bahwa kali ini hp miliknya yg hilang. Keadaan rumah saat itu sedang terkunci sehingga tidak mungkin ada orang luar yg masuk. Jadilah tuduhan ditujukan kembali pada orang2 didalam rumah.
Tak peduli bagaimana kami saling bertengkar dengan hebat, hp tersebut tetap tidak dapat ditemukan. Berulang kali dihubungipun tetap tidak aktif. Kakaku pun akhirnya menyerah dan mengikhlaskan kenyataan bahwa hp barunya kini telah lenyap entah kemana.
Siang hari saat sedang asyik mengerjakan tugas kuliah, aku kembali dikagetkan dengan kemunculan bayangan itu. Ya, sekelebatan bayangan yg sudah agak lama tak pernah kulihat, kini terlihat kembali. Aku berusaha kembali tenang dan tidak menghiraukannya.
Karna tidak nyaman, aku kembali masuk kekamar dan melanjutkan tugasku. Malam hari tiba, tugasku masih belum selesai sementara besok harus sudah dikumpulkan. Aku terpaksa bergadang. Karna dikamar tidak ada TV, aku setel musik dari hp dengan volume kecil agar suasana tidak hening.
Sekitar jam 01:00 malam, tugasku sudah hampir selesai tiba2 pintu kamarku yg menuju keruang makan ada yg mengetuk2. "Siapa larut2 begini?" Gumamku. Ah, mungkin salah satu orangtuaku yg ingin menanyakan kenapa aku masih belum tidur tengah malam itu.
Pintu langsung kubuka. Lucunya, tidak ada siapapun disana. Pintu ke arah kamar orangtuaku pun tertutup. Aku pikir mungkin kakaku atau adikku yg iseng menakutiku, tapi mereka lebih penakut dariku, mana mungkin. Pintu kembali kukunci dan lagu di hp aku matikan.
Tugasku belum selesai namun aku berencana menyelesaikanya besok pagi saja sebelum aku berangkat kuliah. Karna jujur, bulu kudukku berdiri pada saat itu. Setelah membereskan buku, aku berdoa menjelang tidur.
Ketika sedang berdoa, samar2 aku mendengar ada suara seperti Perempuan yg sedang bernyanyi dari arah teras depan. Hendak kuintip dari jendela kamar, namun nyaliku tidak ada saat itu. Aku lebih memilih untuk segera tidur namun senandung suaranya semakin jelas.
Siapapun itu, aku yakin bukan manusia. Dan tak lama setelah aku berpikir demikian, senandungnya berubah menjadi suara lirih seperti orang yg sedang menangis. Aku terus berdoa dalam hati, berupaya keras untuk segera tertidur walau keringet dingin bercucuran. Akhirnya aku tertidur.
Paginya, aku menanyakan pada ibuku perihal ketukan pintu semalam, ia bilang tidak tahu. Aku juga menceritakan suara perempuan yg kudengar tersebut, namun respon ibuku tentunya sudah dapat kalian tebak.
Ya, ia hanya bilang kalau aku mungkin salah dengar atau mungkin ada tetangga yang sedang menyanyi tengah malam tadi. Jujur, aku agak kecewa dengan responnya. Selang beberapa hari kemudian, adikku meminjam kamera digital untuk acara Study Tour sekolahnya.
Aku meminjamkannya dengan berpesan agar menyimpannya dengan baik karena kamera tersebut merupakan benda kesayangan yang aku peroleh dengan susah payah. Ia pun berjanji untuk melakukan hal tersebut dan berangkat pada keesokan paginya.
Sore itu di hari yang sama, aku mendapat kabar yang tidak mengenakkan. Sepupu yang sangat dekat denganku mengalami kecelakaan motor ketika pulang sekolah dan sekarang sedang koma di Rumah Sakit Pluit karena gegar otak.
Sore itu juga aku berangkat ke rumah sakit dan menginap di sana. Semalaman, sepupuku tidak sadarkan diri. Sebenarnya ia tidak sadarkan diri hingga seminggu dan mengalami lupa ingatan sebagian (partial amnesia) tapi itu bukan hal yang akan aku bahas di thread ini.
Hari kedua aku di RS, aku mendapat panggilan telepon dari rumah dari nomor HP adikku. Setelah kuangkat, aku mendengar suaranya yang terdengar seperti antara sedang ketakutan dan setengah menangis.
Dengan terbata-bata, ia memberitahukan jika kamera digital milikku yang dipinjamnya telah hilang. Bagai disambar petir di siang bolong, hatiku bertambah sedih saat itu. Sore harinya aku kembali pulang ke rumah.
Sepanjang perjalanan, aku terus mengumpat. Aku sama sekali tak dapat menerima kenyataan tersebut. Sesampainya di rumah, aku langsung menemui adikku dan memarahinya.
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Keep Current with Dongeng Sebelum Tidur

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!