My Authors
Read all threads
[WANITA TAK KASAT MATA]
~Chapter One~

_A Thread_

Sumber (delviharahap20)

#threadhoror #horror #ceritahorror #hororstory
@ceritaht @bacahorror
#MahasiswaUPITolakBayarUKT
Thread kali ini narasumber mau ngangkat cerita mistis temen narasumber sendiri. Disini narasumber coba menceritakan ulang kejadian2 mistis yg di alamin Jarot (nama samaran) dengan sesosok perempuan bernama Misliana. Dengan gaya bahasa narasumber sendiri.
Selamat Membaca dan jangan lupa support terus TS (delviharahap20), dan jangan baca Thread ini sendirian di tengah malam.
Suasana ruangan kamar mulai terasa dingin, dengan aroma bunga memenuhi seluruh ruangan. Ini pertanda, iya pertanda wanita cantik itu datang mengahampiriku. Samar samar terlihat sosoknya di balik pintu, tersenyum anggun.
Dengan baju putih selulut kesukaannya. Yang membuat bulu kuduk merinding hanyalah matanya yg berwarna putih keseluruhan, tanpa terlihat titik hitam sedikitpun. Dengan kaki melayang di atas angin.
Perkenalan kami dimulai beberapa puluh tahun yang lalu. Ketika umurku masih 7 tahun.
Ketika itu kedua orang tuaku sibuk bekerja, tinggallah aku sendirian di rumah yang sunyi. Bermain sendirian hingga sore petang.
Hari itu sepulang sekolah aku pergi ke belakang rumahku yang terdapat semak belukar, sekitar pukul 4 sore. Dengan cuaca awan gelap yang hampir menjatuhkan hujan. Aku berjalan mengejar seekor belalang besar.
Hingga aku terhenti pada sebuah pohon angkasia yang tak terlalu besar. Ketika awan semakin gelap, aku bergegas kembali kerumah. Tapi langkahku sedikit terhenti ketika ada suara memanggil namaku "jarot" ketika aku menoleh tidak ada siapa siapa.
"jarot" panggilan kedua pun sama, tak terlihat siapapun. "jarot" panggilan ketiga aku mulai merinding, terlihat kepala manusia sedikit mengintip dibalik pohon angkasia dengan mata putih keseluruhan.
Aku mati rasa beberapa detik. Saat sosok itu mulai hilang, sekuat tenaga aku berlari meninggalkan pohon itu. Dengan sedikit menjerit ketakutan.
Beberapa hari setelah kejadian menakutkan itu, aku tidak lagi ingin pergi ke belakang rumah. Sosoknya terlalu menyeramkan untuk diingat. Bahkan aku tak berani mengatakannya pada siapapun, termasuk orang tuaku.
Mungkin tepatnya seminggu setelah itu, aku merasakan ada seseorang yang selalu memperhatikanku di rumah, tapi itu terjadi jika aku sedang sendirian. Contohnya pada waktu itu tepatnya hujan deras pada sore hari, aku sendirian.
Duduk menonton tv di ruang tengah. Tiba tiba suasana menjadi lebih dingin.
"jarot" panggilan itu terdengar lagi dari arah tirai jendela yang bergoyang goyang akibat tiupan angin. "jarot" panggilan keduan aku menoleh.
Perlahan terlihat kepala menyembul dari balik tirai sedikit demi sedikit. "temani aku jarot" suaranya bagaikan sambaran petir di siang bolong. Aku hanya diam mematung, mengerjapkan mata berulang ulang, berharap makluk itu cepat hilang.
Naas kepala wanita itu tak kunjung menghilang selama kurang lebih 10 menit. Selama itu pula nafasku tersengal sengal tak karuan. Setelah bayangan itu hilang. Aku memutuskan berlari ke kamar dan menutupi seluruh badanku dengan selimut. Hingga kedua orang tuaku pulang.
Jam sudah mununjukkan pukul 1 tengah malam. Mataku tak kunjung bisa di pejamkan. Iseng iseng aku menggertakkan kakiku ke kasur yang masih beralaskan papan di bawahnya, intinya bukan sprinbad. Aku melakukannya berulang ulang kali.
"tok...tok...tok...tok...tok" samar namun jelas. Suara ketukan balasan dari arah kolong tempat tidurku. Nafasku kembali sesak, jantungku terasa ingin meledak mendengar suara itu. Badanku kaku, ingin teriak namun lidah sangat kelu.
Untuk ukuran anak seusiaku saat itu, itu sungguh mengerikan. "kreeeekkkkkk" terdengar suara mobil mainanku di jalankan, ntah oleh siapa. Perlahan mobil mainan itu terlihat keluar dari bawah tempat tidur sebelah kiriku.
Nyawaku seperti sudah di ambang batas, kuberanikan bergerak mendekati sisi kiri tempat tidur, dengan sejuta ketakutakan perlahan kutundukkan kepalaku melihat isi kolong tersebut.
"hihihihihihihihi" secepat kilat kepala dengan mata putih itu muncul dan tertawa di depan wajahku. Kali ini spontan aku berteriak.
"aaaaaaaa, tolongggg pakk, bukk, tolongggggggg" tak perlu nunggu lama, kedua orang tuaku langsung menghampiriku ke kamar.
"ngapa nak?" terlihat ibuk panik melihat kondisiku yang sangat menyedihkan. Tubuh bergetar hebat, keringat dingin mengucur deras dari semua sisi kulitku.
"ada hantu buk, di bawah kolong."
Langsung bapakku memeriksa kolong tempat tidur, dan gak ada apa apa disana. "gak ada lo nak, tidur lagi aja lah. Mimpi palingan" bapakku seolah menyepelekan apa yang baru ku sampaikan.
"sumpah pak, ada tadi disitu"
"yaudah yaudah, tidur aja lagi besok sekolah." kata bapak meninggalkanku dan di susul ibuk. Ke esokan paginya, ternyata aku demam. Dan demam ini berlangsung selama 3 hari. Selama itupula aku bersyukur dia belum menampakkan wujudnya lagi.
Semakin hari dia seperti selalu mengikutiku, dia tak berani menampakkan dirinya ketika ada orang lain. Hanya ketika aku sendirian dia berani muncul. Malam ini tepatnya pukul 7 selepas magrib.
Kedua orang tuaku pergi ke undangan nikahan kerabat. Aku memaksa ingin ikut. Tapi mereka enggan membawaku, dan berdalih tidak ada yang menjaga rumah.
Kuputuskan menyalakan tv dengan volume yang sangat besar. Aku takut sosok nya kembali hadir malam ini. Sejam berlalu tak ada tanda tanda, hingga pada saat. "tes.." setitik air menetes tepat di keningku.
Spontan aku menoleh keatas plapon. Seketika terlihat wanita terlentang melayang di atas situ, dengan rambut basah menutupi seluruh wajahnya. Sesak nafas, dan kebiasaan lainnya mulai kambuh seketika.
Sperti kilat wanita itu menjatuhkan tubuhnya ke arahku secara tibatiba. "aaaaaaaaaaa" tanpa aba aba aku menjerit sekuat tenaga, sambil memejamkan mataku sekuat yang kubisa.
5 menit berlalu tak ada benda jatuh yang kurasakan. Perlahan ku buka mata, menoleh ke atas, dan semua sisi ruangan. Mengerjapkan mata berkali kali. Ya luar biasa, tak ada siapa siapa.
Jam 1 siang aku berjalan kaki dari sekolahku menuju rumah. Tanpa disadari kakiku menyandung sebuah batu saat melangkah cepat. Seketika aku tersungkur ke tanah dengan batu batuan krikil, menyebabkan lututku berdarah dan sangat perih.
Sepanjang perjalanan pulang aku terus saja menangis, hingga sampai di rumah. Aku duduk di sofa sambil terus menangis.
"brakkkkkk" suara benda jatuh ke lantai berhasil menyumpal mulutku seketika, rasa sakit seketika berubah menjadi ketegangan.
Perlahan sebuah mobil mainan yg berasal dari kamarku melaju tepat ke arahku. Hingga mobil itu menabrak kakiku dan berhenti sendirinya.
Hening, suasana menjadi sangat hening, aku sudah mulai pasrah jika dia kembali lagi saat ini. Perlahan ku langkahkan kaki menuju pintu keluar dengan perasaan was was. Aku berdiri di depan pintu rumah, sambil mengintip ke arah ruang tamu, tak ada apapun disana.
"berhentilah menakut nakutiku"
ku beranikan diri berbicara, ntah kepada siapa. Beberapa menit berlangsung tak ada jawaban apa apa. Selama hampir dua jam aku terduduk di depan pintu rumahku, tak kunjung ada hal hal aneh.
Sampai pada akhirnya ku putuskan untuk masuk ke dalam rumah, dan mengganti pakaian di kamar. Di atas meja belajarku, tersemat selembar kertas dengan tulisan acak acakan, bertuliskan.
"kau sangat cengeng, berhentila menangis atau aku akan memakanmu" Seketika aku hampir pingsan membaca isi tulisan itu. Ku percepat mengganti pakaian, dan sesegera mungkin keluar dari rumah.
Aku pun menuju sebuah sungai di pinggiran kota ini, duduk disana hingga sore menjelang saat kedua orang tuaku pulang.
Sekarang setiap harinya sesudah pulang sekolah aku tidak lagi pernah berada di rumah sendirian, pasti aku pergi ke sungai atau bermain ke rumah temanku.
Keberanian ku seolah menguap, karna lama lama teror demi teror itu semakin menakutiku. Tapi setelah aku tak pernah berada di rumah, wanita itu tidak pernah hadir lagi, mungkin dia lelah menggangguku.
Terhitung saat itu kurang lebih sekitar 3 bulan aku tidak berjumpa lagi dengan wanita itu. Aku pun kembali berani sendirian di rumah saat sepulang sekolah. Di tambah dengan ayunan baru di belakang rumah dekat dapur.
Bapak baru saja membuatnya untuk tempatku bermain disana. Setiap hari ku habiskan waktu di ayunan itu sendirian. Seperti siang ini, setelah makan dan mengganti baju aku langsung menuju ayunan tercinta. berayun ayun di sana hingga ketiduran.
Sayup sayup mataku mulai terpejam, hingga aku terkejut karena kurasakan ada yg mengayunku. Sekitar beberapa detik aku diam mematung akibat terkejut luar biasa.
terlihat sesosok wanita seusiaku, dengan senyum pucat di bibirnya, dia sangatlah pucat. Dia tidak mengatakan apa apa tapi terus saja mengayunku.
"kau siapa?" kuberanikan bertanya, walau sangat gemetaran.

"aku Misliana, aku ingin main"

"rumahmu dimana? Aku ga pernah liat kamu disini?"

"aku baru pindah, kapan kapan aku ajak ke rumahku"
Bentuk wanita ini terlihat sedikit berbeda dimataku, matanya yg sayu dengan kantung mata hitam, seperti orang yang sedang sakit. Rambutnya hitam lurus se pinggang, dengan bando putih sebagai pemanis, serta baju dres cream selutut yg sudah sedikit kumuh.
Tak lupa sepatu pantofel ala ala wanita, dengan kaos kaki putih semata kaki dengan hiasan renda renda. Senyumnya terlihat manis, karna giginya yg seperti kelinci.
Semenjak hari itu setiap aku pulang sekolah dia selalu menemaniku bermain di belakang rumah.
"jar, aku nemu boneka di pinggir jalan. Bagus kan? Sapa gadis itu ketika baru sampai menemuiku hari ini.

"hah, coba sini liat" aku mengambil boneka itu dari tangannya.
"boneka apa bentukan kaya gini? Jelek lagi, udah sobek kepalanya. Dapet dari tong sampah ya? Buang aja, jelek jelek" seketika aku langsung mencibir boneka itu, boneka manusia yg sudah tidak layak lagi di mainkan.
"kembalikan, biar aku bawa pulang" di rampasnya boneka itu, dan melesat pergi meninggalkan aku sendirian, sepertinya dia marah karna aku mencibir boneka jeleknya itu.
3 hari setelah inseden itu, Misliana tak kunjung menemuiku. Mungkin dia masih marah. Jujur saja tanpa dia hari hari terasa membosankan. Aku terpaksa harus bermain sendirian lagi.
"buk, tau gak anak perempuan yg sering main kesini?" tanyaku pada ibuk saat malam hari menonton tv.

"emang kamu punya temen perempuan?" tanyanya heran

"punya, yang baru pindah itu loh"

"gak tau ibuk, emangnya ada orang baru apa di deket sini?"
"iyaa ada, dia kesini setiap aku pulang sekolah"

"owh gitu, dia pulang sebelum ibuk pulang ya? Makanya ga pernah ketemu"

"hahaha iyaa buk".
Siang ini, siang ke 4 ku tanpa misliana. Aku mulai bosan menunggunya yg tak kunjung datang datang. Tanpa sadar aku mulai jatuh tertidur di ayunan.
Hingga sebuah batu mendarat mulus tepat di jidatku, membuatku tersentak kaget dan langsung terbangun. Spontan aku menoleh kekanan dan kiri, tapi tak ada siapa siapa.
Hingga batu kedua terlempar lagi, yang berasal dari samping rumah. Aku pun langsung melangkah ke samping bagian rumahku itu. Betapa bahagianya aku menemukan Misliana si pelempar batu.
"ehh kamu kok lempar lempar aku?" kataku seolah cuek, padahal bahagia.

"gapapa" jawabnya datar

"ada apa?"

"tidak ada. Cuman mau main"
"heeh boneka itu lagi, kenapa ga di buang aja sih?" aku kesal melihat boneka itu masih di tangannya.

"karna aku suka".

"yaudah terserah, ayok ke ayunan"
Suasana dingin di antara kami pun mulai mencair, kini aku mengayunnya kuat kuat sampai dia menjerit jerit kesetanan. Tapi dia tidak takut, melainkan tertawa.
Baru ku sadari dia tidak pernah berganti pakaian, seketika aku merinding. Mungkinkah?? Tanpa sadar aku melepaskan guncanganku pada ayunan. Membuat gadis itu menatapku kebingungan.
"kenapa berhenti?" tanyanya saat itu.

"gak apa apa, aku boleh tanya?" ku berani kan diri untuk mengusir rasa penasaranku.

"boleh"
"kamu kok ga pernah ganti baju sih? Kok setiap ketemu aku bajunya yg ini terus?" aku mulai kebingungan karna dia terdiam untuk beberapa saat.

"hehehe, baju aku bentuknya kaya gini semua. Terserah mau percaya atau enggk"
Saat itu kuputuskan percaya pada semua katakatanya. Walaupun sebetulnya sedikit tidak masuk akal.

"ibuk aku bentar lagi pulang, kamu disni aja dulu ya".
"aku harus pulang sekarang, nanti ibuk aku nyariin." jawabnya dingin

Tanpa berbasa basi gadis itu berlari menjauhi area rumahku, aku sedikit kecewa tapi mau bagai mana lagi. Dia juga harus pulang.
Pukul 17.30 ibu ku sudah kembali dari bekerja, sedangkan bapak kadang pulang kadang tidak karna kerjanya sebagai kontraktor yg harus pindah pindah tempat.
"jar, jar" teriak ibu dari arah belakang rumah.

"apa buk?" teriakku dari ruang tv membalas ucapannya.

"kesini bentar"
Aku pun langsung menghampiri ibuk di belakang rumah dekat ayunanku.

"itu boneka siapa di ayunan? Kok seram banget jar, di buang aja"

"boneka temenku buk, ketinggalan kayanya tadi"
"besok suruh bawa sama temenmu"

"iyaiya buk".

Alhasil boneka jelek itu berdiam diri semalaman di ayunan belakang rumah.
~Bersambung~
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Keep Current with Dongeng Sebelum Tidur

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!