TALAK TIGA
.
.
.
.

Saat menlu AS datang & sibuk berbicara tentang bagaimana berbahayanya komunis bagi Indonesia, China menjadi cara kita melihat tentang siapa sumber bahaya. China tak baik utk dijadikan teman. Paling tidak, itu adalah apa yg ingin Pompeo sampaikan pada kita.
Saat itu, Trump belum kalah. Bahkan pemungutan suara pun belum dilakukan. Masih ada aura gagah dan maka Pompeo sangat pede berbicara tentang hal itu kepada kita, Indonesia.
Maka, isu kepulangan bibib ini dikaitkan. Tak ada yang salah karena ada hal yang tiba-tiba seperti lompatan aneh. Arab Saudi mengusir dia yang dulu selalu dipersulit karena banyak perkara dibuatnya. Tiba-tiba CUKUP dengan bayar denda saja dan surat pengusirannya terbit.
Tak berlebihan bila hal ini dikaitkan dengan kehadiran Pompeo. Agenda yang akan dibuat atas kepulangannya, salah satunya adalah kampanye anti China yang akan menuai pengaruh besar bila bibib ini yang berteriak langsung dari TKP.
Wajar bila AS yang meminta. Tak ada hal mustahil apalagi semua orang tahu bagaimana hubungan AS dan Arab Saudi.

Agenda pertama datang dari paman Sam untuk menjadi corong anti China di Indonesia.
Lalu, isu tak kalah seru, pak kumis datang bawa sekoper duit sebagai tanda pinangan ke Arab yang kemarin menguasai fisiknya. Dia ditahan tak boleh pulang karena banyak sebab yang tak diceritakan pada kita.
Gak tuh ada makan siang yang gratis, maka isu bahwa pak kumis ingin si bibib ini melakukan pekerjaan yang hanya dia bisa lakukan, tentu bukan cerita aneh.
Isunya, untuk kepentingan anak manis pak kumis yang lagi kedodoran di Ibu kota dan pentingnya dia harus hadir pada hajatan nasional Pilkada 2020. Dua pekerjaan diminta pak kumis kepadanya.
Anak kolokan sebagai bonekanya sedang tak baik kondisinya. Maka untuk kepentingan 2024 nanti, perlu hadir seseorang yang tepat demi publisitas dari jalur agama. Dulu, bibib ini sudah teruji dengan pernah menggunakanya pada pilgub, dan berhasil.
Kepentingan ketiganya adalah memenangkan Pilkada 2020. Kehadirannya pada banyak daerah yang sedang ingin memilih kepala daerah, penting bagi kelompok yang berseberangan dengan Jokowi dan kelompok besar PDIP.
Mereka ingin menuai suara demi menyingkirkan keperkasaan PDIP dan kemudian mengepung Pemerintah dengan penguasa daerah yang tak sealiran dengan pusat. Pada akhirnya, ini akan sangat berguna bagi Pilpres 2024 dimana si anak kolokan sedang digadang.
Paling tidak, ada 3 hal pokok harus dia lakukan, yakni kampanye anti China, Pilkada 2020 dan terakhir Pilpres 2024.

Supaya merasa dirinya besar, tak berlebihan bila cara pulangnya pun harus dibuat heboh dan terlihat menakjubkan.
Ini penting demi rasa PD bibib sekaligus cara melempar umpan untuk melihat bagaimana pemerintahan Jokowi akan bersikap.
Dan, benar. Heboh penjemputan si bibib yang di mata media asing sebagai "porn figitive" (kabur-kaburan karena sebab mesum) mampu menguasai bandara terbesar Indonesia, meski hanya untuk sesaat.
Menyadari dirinya sangat dibutuhkan, si bibib gede kepala. Wajar bagi mereka yang suka bombongan.

Tak penting lagi kita berdebat tentang pantas atau tidak, siapa pun pasti akan menjadi merasa tinggi dan hebat pada posisinya.
Pesta besar digelar di rumahnya tak lama sejak sambutan meriah itu. Protokol kesehatan tak berlaku baginya. Terlalu besar seorang terpilih dibuat sibuk dengan pertanyaan boleh atau tidak dengan hajatan besar di tengah pandemi nasional ini.
Aparat Pemda, aparat Keamanan hingga Satgas bencana Covid pun seolah bersatu sikap melayani semua keinginannya. Tunduk pada perintah yang keluar dari mulutnya. Dia adalah sang penguasa sesungguhnya.
Kepongahan pertama langsung terdengar nyaring. Makian dgn diksi"LON*TE" demi marah kepada seorang Nikita lebih dari 6 kali dalam kotbahnya adalah perkara pertama.

Seolah merasa bahwa "lo*te" tidak terdengar menjijikkan, "PENGGAL KEPALA" sebagai diksi mengerikan, dipilihnya.
Perkara ke dua dia lempar tak berjarak waktu dengan perkara pertamanya.

Perkara ke tiganya, dia mulai memaki dan menyudutkan petugas keamanan. Tidak Polisi, tidak tentara, semua dia hajar dengan tanpa sedikitpun merasa bersalah.
Masihkah harus menunggu perkara keempat, lima dan enam? TIDAK!

Dia langsung dianggap makhluk aneh yang came out of nowhere. Pokoknya ga jelas. Dia tak pantas menjadi seperti apa yang sempat pernah banyak orang perkirakan.
Tiga tugas hebatnya yang seharusnya akan mengantar dia menjadi orang hebat bagi harapan runtuhnya pemerintahan Jokowi, langsung musnah seketika tanpa sedikitpun tersisa. Bekas auranya pun tak lagi terasa, apalagi jejaknya. Dia sudah habis.
Tak ada lagi cerita dia akan bisa hadir pada banyak Pilkada seperti jadwalnya. Tak mungkin pula ada cerita dia masih akan melenggang dengan caciannya hingga 2024, apalagi menjadi orator anti China seperti rencana untuk apa dulu pernah dia akan dipulangkan.
Dia benar-benar telah kena talak 3 dari hampir seluruh rakyat Indonesia. Baliho bergambar dirinya yang kemarin bahkan sempat menjadi media sesembahan, kini mendapat perlakuan tak hormat. Diturunkan, dirobek dan diperlakukan dengan hina.
"Terus bagaimana nasib mereka yang memulangkannya?"

Tiga rasa hebatnya telah runtuh oleh tiga perkaranya dan kini talak tiga dia dapat dari hampir seluruh rakyat Indonesia yang masih waras.
Tak ada sedikitpun apa itu kebenaran apalagi baik pada pribadinya dapat diharapkan. Dia hanya tinggal menjadi cerita buruk.

Bukan hal yang mustahil, dia akan menjadi ancaman semua pihak, bahkan bagi mereka yang kemarin sibuk memulangkannya.
Tak ada yang akan pernah tahu bagaimana nasibnya nanti. Tak ada yang tahu seberapa besar dia telah mengantongi bukti rahasia besar dari mereka yang pernah memintanya.

Dia memiliki terlalu banyak rahasia.
Di luar sana, seorang agen yang tertangkap tak akan dibiarkan sempat bercerita banyak. Bukan hal mustahil bila berita tentang sakitnya pun, dapat memiliki banyak makna. Bisa karena alasan apa pun. Tak ada yang akan pernah tahu.
"Bagaimana dengan mereka yang ada di balik semua ini?"

Makanya....., doakan dia selamat. Tertangkap, dan kemudian bercerita banyak, pasti akan dia lakukan.
Ciri-cirinya sudah sangat terbaca sejak awal. Siapa pun yang terlihat senang dan bangga dengan sikap arogannya, (sebenarnya) dia hanya menyembunyikan kepengecutannya.
Cerita yang akan keluar dari mulutnya, akan sangat penting bagi terbukanya mister raya yang selama ini hanya menjadi dongeng. Semoga...
.
.
.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with NitNot ❘

NitNot ❘ Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @__MV_llestari__

24 Nov
SAATNYA KAPOLDA BARU BERAKSI
.
.
.
.

Sebelumnya, PSBB sudah diperpanjang sejak tanggal 9 November 2020 sampai dengan 22 November 2020.

Kembali si Gubernur memperpanjang untuk 14 hari kedepan yakni 23 November hingga 6 Desember. Image
Sebelumnya, dia enjoy hadir pada kerumunan di rumah RS di Petamburan meski abai terhadap aturan yg dia buat sendiri.

Kembali si Gubernur ingin membuat ide bagaimana menampar mulutnya sendiri. Aksi Bela Kebenaran & Keadilan akan digelar di depan Balai Kota pada 27 November '20.
Kerumunan. Entah berapa banyak dia ingin kumpulkan, yang jelas ide atau gagasannya seperti guyonan tak lucu guna sensasi dangkal atas esensi tak jelas isi kepalanya. Image
Read 28 tweets
22 Nov
DENGUNG SUARA DWIFUNGSI ABRI
.
.
.
.
T E R D E N G A R
.
.
.

Trauma psikologis adalah jenis disfungsi jiwa yang terjadi sebagai akibat dari peristiwa traumatik.
Ketika trauma yang mengarah pada gangguan stress pasca trauma, disfungsi mungkin melibatkan perubahan fisik dan kimia di dalam otak. Itu akan mengubah respon seseorang terhadap stress masa depan.
Paijo benar tak lagi ingin naik kendaraan. Tak ada lagi sisa apa itu pikiran baik tentang fungsi kendaraan sebagai sarana yang mampu membantunya bergerak lebih cepat dari satu tempat ke tempat lain. Dia KAPOK.

Dia pernah hampir mati gara-gara mobil yang dia tumpangi kecelakaan.
Read 33 tweets
20 Nov
INDONESIA TERBAIK NO 6 DUNIA DALAM PENANGANAN COVID-19
.
.
.

Katanya, mensugesti diri dengan sesuatu yang positif akan membuat kita lebih tangguh menghadapi tantangan.
Menghadirkan suasana gembira pada diri sendiri, membuat tubuh kita lebih siap menghadapi penularan Covid-19 yang tak tahu kapan akan berakhir.

Demikian pula seharusnya bila kehidupan berbangsa adalah ibarat badan kita. Sebagai bagian dari bangsa ini, saya, anda dan kita semua,
seharusnya selalu berpikir positif. Disana, segala perbedaan berbaur, bercanda dalam satu bingkai yang sama, yakni NKRI.

Bersuara beda adalah keniscayaan, namun berbeda hanya untuk menjatuhkan, tentu bukan tentang itu perbedaan kita maknai.
Read 24 tweets
20 Nov
FADLI LAGI, FADLI LAGI
.
.
.
BUSET DEH.... BOSAN!
.
.
.

Fadli Zon itu dibayar terus dianugerahi bintang Mahaputra, tak terlalu berlebihan adalah untuk menjadi oposisi pemerintah. Hal baik dan benar agar selalu ada pagar bagi pemerintah.
Bahwa soal kualitas kritiknya sering asbun, itu masalah yang berbeda. Masalah kapasitas ruang kepala dan pengalaman hidupnya. Teks dan konteks sering tak nyambung. Dangkal, mungkin istilah paling tepat dapat kita gunakan.
Berharap dapat feedback bermutu dan lalu ada debat positif atas celotehnya, wasalam dah. Ga usah terlalu berharap. Baru kita mulai gali, langsung ketemu dasarnya.
Read 20 tweets
20 Nov
BUBARKAN FPI GITU?
.
.
.
.
Hmmm...Menarique
.
.
.

Setelah terbentuk Pam Swakarsa, Wiranto terlibat pertemuan yang mengkoordinasikan pergerakan pasukan milisi itu.
Pada 9 November 1998, sekitar pukul 09.00-10.00, dilakukan rapat di rumah dinas Wiranto di Kompleks Menteri, Jalan Denpasar Raya, Jakarta.
Hadir dalam pertemuan itu antara lain: Pangab Jenderal Wiranto, Pangdam Jaya Mayjen Djadja Suparman, Kapolda Metro Jaya Mayjen Noegroho Djajoesman, dan Mayjen Kivlan Zen.
Read 9 tweets
20 Nov
BRAVO TNI!, LIBAS TERORISME..!!
.
.
.
Seri Jokowi
.
.
.

Dulu, becanda soal agama, sepertinya bukan hal tabu. Berbicara dan bahkan kritik adalah hal lumrah. Yang penting, bukan menghina apalagi menista.
Menjadi sulit ketika tiba-tiba kaum fanatik muncul menguasai publik dan kita bingung mana batasan kritik dan menghina. Yang jelas, banyak sudah korban dipenjara gegara ngomong masalah agama.
Dulu, mengkritik pemerintah, negara, hmm..., besok hilang atau paling tidak gak akan bisa tidur nyenyak, apalagi berbicara mengganti dasar negara. Makar dan Nusa kambangan menanti dengan awal bonyok-bonyok.
Read 30 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!