GIBRAN VS TEMPO
.
.
.
Penjarakan Mereka Yang Pantas
.
.
.

Isu kental yang sengaja dihembuskan terhadap penangkapan Mensos Juliari Batubara adalah penggalangan dana bagi Pilkada 9 Desember yang lalu. Duit dalam jumlah besar, kabarnya dikumpulkan demi pemenangan PDIP.
Sama dengan rijik, salah satu alasan bagi kepulangannya dari Arab Saudi setelah sekian lama terdampar di sana, isu beredar adalah penggalangan dukungan dari kelompok yang sangat dekat dengannya. Sama-sama dalam konteks Pilkada.
Kalau alasan itu benar, keduanya sudah keburu lumpuh sebelum perang dijalaninya. Ibarat pertandingan, score adalah 1:1. Dua orang itu telah mendekam di penjara dengan alasan masing-masing.
Sepertinya peperangan tak hanya berhenti di sana. Gibran putra Presiden disebut- sebut masuk dalam lingkaran Korupsi Bansos Menteri Sosial Juliari Batubara. Gibran diisukan terkait terhadap perkara yang dialami Mensos.
Ini perang lanjutan. Perang yang masih terus akan dihadirkan, entah sampai kapan.

Tagar TangkapAnakPakLurah viral di Twitter pada Senin 21/12/2020. Nama Gibran disebut terlibat memberi rekomendasi Goodie bag dari PT Sritex.
Gibran yg diduga masuk dalam skandal korupsi Bansos covid-19 menjadi bahan pemberitaan Majalah Tempo edisi terbaru.

Dalam laporan itu juga Tempo mengungkap dugaan dana korupsi bantuan sosial Juliari Batubara mengalir utk kepentingan partai politik, dalam hal ini PDI Perjuangan.
" Itu tidak benar ...Dan saya tidak pernah Merekomendasikan, atau memerintahkan atau Ikut campur dalam urusan Bansos apalagi merekomendasikan Goodie bag, gk pernah tuh, silahkan kan saja nanti di kroscek ke KPK dan juga ke PT Sritex ya..." demikian Gibran membantah.
Tak lama, dari PT Sritex pun statement senada terdengar, Gibran tak terkait apa pun terhadap isu itu.

Lebih jauh Gibran bahkan telah menyatakan berani mengambil resiko jika harus ditangkap. Asal ada bukti yang valid dia benar menerima dana Bansos tersebut.
Perkara sudah jelas. Ada Gibran yang dituduh sebagai pihak pemberian rekomendasi dan Sritex sebagai penerima rekomendasi. Dalam konteks perkara kasih rekomendasi dan terima rekomendasi, seharusnya tak ada unsur pidana.
Namun ketika Gibran sebagai anak Presiden, memberi rekomendasi, tentu cerita itu dapat diterjemahkan suka-suka. Bisa sebagai perintah terselubung pada aparat yang berada di bawah kekuasaan bapaknya. Bisa apa saja sesuka mereka ingin.
Dugaan bahwa dia adalah bagian dari cerita korupsi yang dilakukan oleh Mensos mereka lemparkan, ini lain lagi. Ini ada unsur dugaan pidana serius. Paling tidak, ada unsur pencemaran nama baik.
"Adakah isu itu ingin ditarik dan berhenti hanya di sana atau ke tempat lebih tinggi lagi, bapaknya?"

Gibran tidak boleh diam. Isu atau tuduhan rekomendasi yang pernah dia berikan, adalah pintu masuk kecurigaan mereka.
Buktikan itu tak pernah ada. Bukankah Sritex sudah membuat klarifikasi dan tak ada unsur itu?

Tempo bukan majalah sakti, dia pernah kalah pada 2004 oleh seorang TW.
Tulisan Tempo berjudul "Jangan Sampai Republik Ini Jatuh ke Tangan Preman, TW" dianggap salah oleh Pengadilan dan dinyatakan sebagai tindakan pencemaran nama baik.

Buat Tempo tidak sekedar hanya dihukum dengan minta maaf seperti kasus melawan TW.
Tutup atau penjarakan mereka yang memang pantas.

Ini bukan tentang materi. Ini juga bukan sekedar menang demi bersih pribadi. Ini tentang nama baik sebagai anak seorang paling berkuasa di negeri ini, Presiden. Nama baik keluarga Presiden yang harus dijaga marwahnya.
Tuduhan miring bahwa nepotisme keluarga Presiden pernah coba mereka lemparkan dan namun tak pernah menjadi cerita seru. Dia mati dan sedikit pun tak menuai respon. Tak ada nepotisme dalam Pilkada langsung. Semua terserah rakyat sebagai pemilik suara.
"Katanya Tempo sudah edit berita itu, bukan?"

Tuman namanya. Masa tiap salah selalu selesai dengan edit? Emang nama baik Gibran dan keluarga bisa diedit?

Bagaimana Gibran? Siap kamu perang demi nama baik kamu dan bapakmu?

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with NitNot ❘

NitNot ❘ Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @__MV_llestari__

23 Dec
JANGAN KONGO KAN INDONESIA
.
.
.
.
Indonesia tak boleh menjadi Kongo ke dua dalam konteks negara gagal gara-gara tak mampu membuat regulasi atas kekayaan alam yang dimilikinya. Image
Negara yang merdeka dari Belgia tahun 1960 ini dulu bernama Zaire. Kekayaan alam yang dimilikinya adalah berkah di satu sisi namun ternyata menjadi bencana di sisi lain.
Kobalt adalah salah satu hasil tambang mineral bumi yang dimiliki Kongo dan menjadi rebutan banyak pihak telah memancing para kapitalis asing. Perang saudara adalah apa yang diakibatkannya ketika persatuan rakyatnya kalah
.
. Image
Read 27 tweets
20 Dec
HUBUNGAN GELAP JERMAN DAN FPI ?
.
.
.
.

Ketika jalur formal tak berujung memuaskan, jalur non formal pun dipilihnya. Formalitas dalam bentuk protes hingga mem WTO kan Indonesia oleh EU dalam hal kebijakan Nikel tak pernah membuat Indonesia mundur.
Bahkan ketika sawit dijadikan sanderaan, kita pun hanya menoleh dengan tatapan aneh. Tak ada ekspresi takut komoditas itu jadi tak laku dan kita kawatir.
Jerman sebagai salah satu negara terdepan pada kelompok negara-negara super kaya dan maju yang tergabung dalam Uni Eropa harus bertindak dengan cara seperti itu karena mereka benar-benar terancam.
Read 37 tweets
18 Dec
GELIAT MOROWALI
.
.
.
.
.

Mbok Jilah kini selalu sumringah. Tak ada lagi wajah ditekuk gegara dagangannya gak laku apalagi sisa.
Dulu, jam 8 pagi, seperempat dagangannya selalu masih tertata di amben atau lincak atau apalah namanya meja dari bambu dengan tengahnya berlubang dan mbok selalu duduk disana saat beraksi.
Kini, jam 7 pagi, semua bersih. Tak tersisa sedikitpun, dan mbok Jilah gak berusaha nambahin jumlahnya alih-alih mencegah pesaing, dia menyarankan tetangganya turut berdagang.
Read 26 tweets
18 Dec
DRUN... INI PESAN DARI JAKARTA UNTUK INDONESIA
.
.
.
POLRI & TNI BERTINDAK TEGAS PADA KEBRUTALAN .
.
.
.
Terima kasih Pada Kapolda Metro Jaya & Pangdam Jaya
yang telah tegas membubarkan aksi 1812 hari ini.

BRAVO TNI & POLRI
MEMAKSAKAN KEHENDAK ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN KADRUN
.
.
.
#ProvokatorBahlul
MENJADIKAN IBU-IBU SEBAGAI GARDA TERDEPAN UTK DIBENTURKAN DENGAN APARAT
.
.
.
.
Sampahhhhh....
.
.
Read 4 tweets
17 Dec
KOMNAS HAM VS KASUS
.
.
.
.
.

Bodoh, tak peka, minim kretivitas atau ndableg, entahlah. Seringkali, mereka hanya akan bicara apa yang ingin dibicarakan. Melihat apa yang benar-benar ingin dilihat saja.
Peristiwa Sigi tak mampu dilihat dari sisi pantas sebuah peristiwa dilihat dari sudut pandang yang lebih masuk akal yang seharusnya dilakukan oleh Komnas Ham. Mereka tak bersuara.
Kenapa peristiwa tewasnya 6 orang pengawal rijik demikian mudah mereka caption? Itu sisi pandang mudah dan maka cepat dia berteriak lantang. Ada indikasi kekerasan negara pada rakyatnya. Ada korban meninggal atas akibat peluru milik aparat.
Read 26 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!