Mata Najwa Profile picture
17 Feb, 64 tweets, 20 min read
Selamat malam, selamat datang di #MataNajwa. Saya @NajwaShihab, tuan rumah Mata Najwa.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Kritik atas UU ITE sudah mengemuka sangat lama, problem akut yang hingga kini belum terpecahkan jua.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Produk hukum yang kerap dipakai mereka yang berkuasa, terbukti membuat rentan banyak sekali warga biasa.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Pasal karet yang bisa ditafsirkan dengan seenaknya, kadang dipakai membungkam suara yang berbeda.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Kini Presiden Jokowi yang berinisiatif merevisi, angin segar yang sudah sangat lama dinanti-nanti.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Seberapa mungkin revisi UU ITE bisa direalisasikan, produk hukum mana lagi yang membahayakan kebebasan? Inilah #MataNajwa, Kritik Tanpa Intrik.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Pernyataan terbuka presiden yang minta dikritik jadi polemik. Revisi UU ITE kembali jadi perbincangan publik. Perbincangan yang sama terjadi ketika undang-undang ini direvisi pada 2016. Apa yang berbeda? Mungkinkah kita bebas mengkritik tanpa intrik?
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Sudah hadir di studio #MataNajwa, Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati, dan pakar hukum tata negara, Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Sebagai sebuah pernyataan formal, itu baik. Tapi, kita harus menunggu, ada kebijakan apa setelah ini?” kata Ketua YLBHI Asfinawati soal pernyataan Presiden Jokowi yang mempersilahkan rakyat untuk aktif mengkritik pemerintah.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kita khawatir kalau pernyataan politik itu hanya untuk menepis jika ada ketidakberesan dalam pemerintahan," kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“(Selain itu) kenapa larinya ke UU ITE saja? Padahal masalahnya (terkait kritik kepada pemerintah dan kebebasan berpendapat) banyak sekali," kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“(Pernyataan presiden) itu jadi paradoks. Misalnya soal menyampaikan kritik atau menyampaikan pendapat di muka umum. Ada 3.000 lebih orang (temuan YLBHI) yang ditangkap karena itu," kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Dan (dari yang ditangkap itu) yang dibawa ke pengadilan sedikit sekali, itu bukti (penangkapan) sewenang-wenang," kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Ini membuktikan Presiden Jokowi tegak lurus dengan demokrasi, dan terus-menerus memperbaikinya,” kata Juru bicara Presiden Fadjroel Rachman soal pernyataan presiden yang mempersilakan rakyat untuk aktif memberikan kritik ke pemerintah.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Presiden sudah bilang, kalau UU ITE tidak memberi rasa keadilan, presiden minta DPR untuk merevisi. Tahun 2016, revisi pertama juga datang dari Pak Jokowi," kata Fadjroel Rachman.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Tidak pernah ada orang yang ditangkap karena menyampaikan kritik. Saya bicara dengan humas kepolisian, kalau ada aduan-aduan, selalu ada upaya menemukan unsur-unsur pidananya," kata Fadjroel Rachman.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Banyak sekali sebetulnya orang yang ditangkap karena kritik," kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Memang ada masalah tampaknya di UU ITE ini. Kenapa jadi masalah terus menrus, karena kita baru berhadapan dengan dunia digital," kata Fadjroel Rachman.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Banyak sebelumnya orang-orang bertanya bahkan sesama aktivis, 'Kira-kira kalau kita bikin meme ini ditangkap, enggak?'. Kekhawatiran seperti itu muncul," kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Suasana bahwa takut mengkritik takut dipolisikan memang terasa, pertama saat kita ambil posisi kritik terhadap kekuasaaan, saya juga dilaporkan," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
"Pangkal persoalannya ada dua, pertama di UU ITE yang terlalu ngaret kita gak bisa membedakan mana penghinaan, kritik, begitu orang mengadu tiba-tiba ditendem dengan ujaran kebencian," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kedua, soal objektifitas subjektifitas penegak hukum. Itu diserahkan ke penegak hukum untuk menafsirkan (UU ITE)," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kenaikan (pengguna internet) ini ada korelasi dengan momentum politik, konsideran utama adalah saling lapor antar warga. Ini negara merdeka kebebasannya dijamin," kata Fadjroel Rachman.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Sudah terlalu banyak kritik itu, kalau dikatakan naiknya (kasus) UU ITE karena pengguna internet, itu enggak juga," kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kalau masyarakat biasa dia (penegak hukum) tidak selektif bahkan langsung ditangkap ketika kasusnya menyangkut politik maka polisi selektif," kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kalau dia bersifat delik aduan seharusnya orang yang bersangkutan yang melaporkan. Di situlah polisi harus menyeleksi terlebih dulu," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Untuk kasus bukan delik aduan itu inisiatif polisi. Kasus Ahok bukan delik aduan jadi kalau tidak dilaporkan maka polisi independen dia jadi tersangka atau tidak," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Nuansa politik 2017 ikut mewarnai kasus Ahok ini sehingga polisi enggak bisa bedain delik aduan dan delik umum," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kalau (dari perspektif) HAM, semua (kritik) boleh kecuali melakukan siar kebencian/hate speech. Hate speech itu (indikatornya) kalau berdasarkan agama, RAS, menganjurkan permusuhan,” kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Selain ingin merevisi UU ITE, presiden juga meminta Kapolri untuk lebih selektif (menangani) kasus-kasus saling adu di masyarakat," kata Fadjroel Rachman.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Walau pihak kepolisian bilang, mereka tidak meneruskan kasusnya kalau tidak ada unsur pidana," kata Fadjroel Rachman.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Ketika kita bilang, benar nggak presiden mikirin rakyat kalau petani ditangkap? Karena mereka (para petani) merasanya seperti itu," kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Ada yang dianggap oposan ketika mengkritik pemerintah. Tapi ketika influencer pemerintah men-doxing orang, itu tidak diapa-apakan," kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Setelah UU ITE 2008, banyak sekali aduan warga soa UU ITE. Langsung ada revisi setelah ada masukan dari berbagai pihak," kata Fadjroel Rachman.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Presiden bilang, tegas, ada pasal karet, dan kemanfaatan untuk hak demokrasi. Presiden sudah jelas tegak lurus dengan demokrasi dan UUD 1945," kata Fadjroel Rachman.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kita menunggu masukan masyarakat agar revisi UU ITE ini sesuai harapan masyarakat," kata Fadjroel Rachman.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Yang penting niatnya. Tapi ini akan menimbulkan problem baru," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Masalahnya, UU ITE terlalu memberikan ruang lebar kepada penegak hukum untuk menafsirkannya," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Membedakan hasutan, penghinaan, provokasi,itu yang enggak jelas. Akibatnya, mudah sekali menangkap orang kalau penegak hukum punya target atau subjektivitas," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kita ini bicara level UU, kita tidak pernah ingat ada konstitusi lebih tinggi dari itu, yaitu UUD 1945 pasal 28. Tapi kita tidak pernah menghayatinya," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Instrumen HAM misalnya. Anda boleh mengkritik, tapi tidak boleh SARA. Itu sudah jelas. (sedangkan) “antargolongan” itu mesti jelas (definisnya)," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kita harus lihat, jika polisi mau menindak, harus faktual. Apakah benar menimbulkan keonaran dengan sebab akibatnya," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Karena tidak jelas ukuran-ukurannya ini, dan dengan adanya pengaruh dari kekuasaan, segala sesuatu jadi relatif dan tidak jelas," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Perdebatan soal pasal karet UU ITE seolah tak ada habisnya. Meski para korban jeratan pasal ini terpampang di depan mata, tak serta merta membuat diskusi soal pasal karet mencapai satu suara.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Karenanya #MataNajwa mengundang perancang undang-undang dan juga korban UU ITE: Anggota Komisi I Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon dan Ketua Paguyuban Korban UU ITE Muhammad Arsyad.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Saya mendengar kutipan dari presiden 'kalau'. Kalaupun 'kalau; dan dianggap menjadi masalahnya dan menyebut pasal karet, saya bertanya yang disebut pasal karet yang mana?" kata Effendi Simbolon.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Karena dari dia lahir sampai revisi 2 kali di judicial review MK tidak ada yang melanggar UU, sudah teruji," kata Effendi Simbolon.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Jangan kita menyalahkan UU padahal persoalannya bukan di kitab UU itu," kata Effendi Simbolon.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Sepanjang yang merasa dihina melakukan delik aduan ya monggo diproses yang terjadi, kan, yang dihina siapa yang mengadu siapa," kata Effendi Simbolon.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kayak ada bisnis baru kelompok yang datang ke kepolisian untuk melakukan aduan. Mana pasal yang disebut pasal karet soalnya diuji di MK tidak teruji," kata Effendi Simbolon.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Apanya yang mau direvisi itu, kan, kelembagaan. Boleh saja direvisi, tapi pertanyaan kalau alasannya ada pasal karet tolong dibuktikan. Saya enggak melihat adanya korban dari pasal itu," kata Effendi Simbolon.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Ini presiden baru bikin political will untuk perubahan kedua. Beliau mengatakan ada saling adu di antara masyarakat. Salah satu yang ikut mengadukan ya pejabat negara," kata Fadjroel Rachman.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kalau tidak ada pasal karet, kita tidak berdebat malam ini. Kalau kita lihat pasal 27 ayat 3 kita bicara subjek dan objek, dalam praktek yang dihina A yang melaporkan B," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
"Yang jadi masalah karena ketidakjelasan akhirnya banyak yang mengadu dan tidak ada batasan sehingga dikembalikan ke penegak hukum," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kalau kita mengkritik kepolisian, kejaksaan, ya tidak boleh merasa terhina karena institusi itu benda mati, enggak punya perasaan. Saya enggak setuju lapor melapor dengan UU ITE karena itu mengganggu demokrasi Indonesia," kata Refly Harun.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kasih tahu ke presiden. Justru UU ini sangat minimum tata laksana kita berinteraksi di dunia elektronik," kata Effendi Simbolon.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Jangan menafsir dengan kepentingannya dengan sudut pandangnya masing-masing jangan lantas ini seolah-olah diperbaiki karena pasal karet," kata Effendi Simbolon.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Ada sekitar 1.500 laporan yang masuk terkait UU ITE. Hanya sekitar 50% yang maju sampai pengadilan, selebihnya di kepolisian,” kata Muhammad Arsyad.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Pencemaran nama baik di KUHP, hukumannya sembilan bulan, di pasal UU ITE jadi empat tahun,” kata Koordinator Paguyuban Korban UU ITE Muhammad Arsyad soal multitafsir pasal 27 (3) UU ITE. #MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Artinya enggak ada yang signifikan soal pasal karet. Dan nggak usah buat panguyuban, lah. UU ITE itu untuk mengatur sendi-sendi masyarakat, kok, dalam dunia maya (digital). Demi persatuan bangsa,” kata Anggota Komisi I Fraksi PDIP Effendi Simbolon. #MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Sebetulnya itu jelas pasal karet. Yang ditolak teman-teman panguyuban itu pasal-pasal tertentu, tidak seluruh UU. Yang dibicarakan bukan menghapus UU, tapi menghapus pasal-pasal karet yang korbannya ada di depan mata kita," kata Asfinawati.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Kita pilah-pilih mana korban yang perang dengan penegak hukum, mana yang salah penafsiran, mana yang benar pelaku," kata Effendi Simbolon.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
“Masih banyak itu manfaatnya UU. Selama kita tidak sengaja melakukan penghinaan di dunia maya, tidak akan ada masalah pada anda. Seluruh dunia punya UU ITE," kata Effendi Simbolon.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Presiden telah melontarkan wacana revisi UU ITE. Lalu sejauh mana pemerintah mengkaji dan memandang pentingnya revisi? Sudah bergabung dengan Mata Najwa, Staf Ahli Menkominfo Henri Subiakto.
#MataNajwaKritikTanpaIntrik

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Mata Najwa

Mata Najwa Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @MataNajwa

16 Feb
Presiden @Jokowi meminta masyarakat lebih aktif menyampaikan kritik dan masukan untuk pemerintah.

#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Menanggapi maraknya fenomena saling lapor dari masyarakat yang bersuara di dunia maya, Presiden pun menggulirkan wacana untuk merevisi UU ITE.

#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Presiden juga memerintahkan kepolisian untuk lebih selektif dalam menyikapi dan menerima pelaporan kasus-kasus yang menggunakan UU ITE sebagai rujukan.

#MataNajwaKritikTanpaIntrik
Read 5 tweets
16 Dec 20
Peristiwa penembakan yang menewaskan 6 laskar FPI pengawal Rizieq Syihab pada Senin, 7 Desember 2020 lalu, hingga kini kejelasan kasusnya masih abu-abu.⁣

#MataNajwaSilangVersiFPIPolisi
Kepolisian mengklaim, para petugas terpaksa menghadiahi timah panas lantaran para laskar FPI melawan dengan senjata api & senjata tajam. Sedangkan klaim FPI, setiap anggotanya dilarang membawa senjata api, senjata tajam, & bahan peledak.⁣

#MataNajwaSilangVersiFPIPolisi
#MataNajwa, "Silang Versi FPI-Polisi". Malam ini, live pukul 20.00 WIB di @TRANS7.

Ilustrasi karya kolaborator @narasitv: @guudart.

#MataNajwaSilangVersiFPIPolisi
Read 82 tweets
3 Nov 20
UU Cipta Kerja resmi ditandatangani Presiden Jokowi. Meski begitu, rentetan aksi demonstrasi menolak undang-undang ini yang terjadi di berbagai daerah hingga kini masih menyisakan cerita.

#MataNajwaDiBalikAksiDemonstrasi
Mulai dari dugaan adanya pihak yang menunggangi aksi unjuk rasa, hingga dugaan aksi represif aparat.

Rabu ini, #MataNajwa akan menghadirkan cerita-cerita dari lapangan, dari kesaksian para demonstran dan bagaimana aparat meredam kericuhan.

#MataNajwaDiBalikAksiDemonstrasi
Ada apa di balik aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja?

#MataNajwaDiBalikAksiDemonstrasi, Rabu, 4 November 2020. Live pukul 20.00 WIB di @TRANS7. Image
Read 77 tweets
14 Oct 20
Ini beda naskah RUU Cipta Kerja setebal 905 halaman yang diketuk palu di sidang paripurna DPR 5 Oktober 2020 lalu dengan naskah setebal 812 halaman yang diserahkan kepada presiden hari ini.

#MataNajwaCiptaKerjaManaFaktaManaDusta
Grafis di atas menunjukkan pengubahan naskah RUU Cipta Kerja tidak hanya bersifat teknis sebagaimana diatur dalam UU No.12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan dan perubahannya pada UU No.15/2019⁣.

#MataNajwaCiptaKerjaManaFaktaManaDusta
"Informasi intelijen kita sudah punya data siapa bertemu siapa, ngomong apa itu ada dan sekarang mulai ditangkap dan masih akan berlanjut." @mohmahfudmd
#MataNajwaCiptaKerjaManaFaktaManaDusta
Read 36 tweets
14 Oct 20
"Pada saat saya menanyakan bahwa yang dilakukan teman-teman sesuai mekanisme, saya meyakini apa yang saya lakukan bisa saya pertanggung jawabkan."Azis Syamsuddin #MataNajwaCiptaKerjaManaFaktaManaDusta
“Memang tidak ada naskah yang disetujui di rapat paripurna tingkat II. Kita memutuskan naskah yang belum disetujui di tingkat I,” kata Anggota Baleg Benny K. Harman #MataNajwaCiptaKerjaManaFaktaManaDusta
“Apakah naskah yg disetujui di paripurna bisa diubah? Bisa kalau ada mandat kepada panja dan baleg untuk perbaikan. Tapi kalau sifatnya substansial, harus dikembalikan ke rapat paripurna,” kata Anggota Baleg Benny K. Harman #MataNajwaCiptaKerjaManaFaktaManaDusta
Read 13 tweets
14 Oct 20
Polemik UU Cipta Kerja yang telah disetujui DPR dan pemerintah pada Sidang Paripurna 5 oktober 2020 lalu masih terus bergulir.
#MataNajwaCiptaKerjaManaFaktaManaDusta
Unjuk rasa menentang UU sapu jagat di sejumlah daerah disebut-sebut akibat adanya disinformasi soal substansi UU Cipta Kerja, hingga tudingan adanya aktor yang memancing di air keruh.
#MataNajwaCiptaKerjaManaFaktaManaDusta
Sementara dalam prosesnya, publik dibuat bingung dengan beredarnya sejumlah versi naskah UU Cipta Kerja yang berubah-ubah, ada yang 905 halaman, 1.035 halaman, dan 812 halaman.
#MataNajwaCiptaKerjaManaFaktaManaDusta
Read 30 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!