Punten banget lho Mas saya ngomong ini pas Ramadan: Saya sih yakinnya Qur'an itu ciptaan Muhammad.

Tidak ada satu pun informasi dalam Qur'an yang di luar pengetahuan atau khayalan manusia pada zaman itu. Cuma biasanya pengajar-Islam tidak menceritakan pencapaian-sains pra-Islam.
Ratusan—bahkan ribuan—tahun sebelum Qur'an rilis, pengetahuan—termasuk matematika, astronomi, fisika, biologi, dan kedokteran—itu sudah beredar, tertulis, dan terkumpul.

Kalaupun ada sains nyelip di Qur'an, itu nggak ada seujung-kukunya informasi yang sudah beredar di zaman itu.
Nah, cuma, guru-guru agama Islam biasanya membanggakan ayat Qur'an seolah-olah "sebelum Qur'an rilis, umat manusia itu nggak tau apa-apa".

Padahal ya udah ada berbagai perpustakaan-raksasa dengan ratusan-ribu buku/gulungan di masa itu. Bangsa Arab aja yang waktu itu terbelakang.
Pasti ada yang bawa argumen, "Muhammad nggak bisa baca-tulis jadi nggak mungkin bikin Qur'an."

Muhammad itu, kalau di masa ini, setara dengan:
1) konglomerat ekspor-impor,
2) merangkap jenderal,
3) merangkap ketua parpol,
4) katanya sih ganteng + stylish, jadi punya banyak fans.
Namanya orang dagang skala-besar kemampuan komunikasinya pasti bagus. Udah terlatih bertahun-tahun untuk bisa meyakinkan orang lewat hard-selling.

Belum lagi kalau dianya merangkap tokoh politik populer. Hampir-pasti punya kenalan ilmuwan—dan hampir-pasti pernah ngobrolin sains.
Dengan asumsi bahwa Qur'an adalah buatan Muhammad, keberadaan remah-remah informasi "pengetahuan-alam" dalam Qur'an itu ya kira-kira setara dengan Lia Eden yang, saat khotbah, ngutip apa katanya fisikawan Michio Kaku atau kosmolog Stephen Hawking.

Buat yang awam, itu wow banget.
Misalnya, "sains" di QS 23:14 ini. Kenapa sih Qur'an lalai menyebut peran "sel telur"? Padahal "sel telur" itu faktor penting dalam pembuahan, dicantumkan di semua buku IPA.

Ya karena konsep "sel telur" baru ditemukan 1827. Waktu Qur'an rilis, orang taunya cuma "mani jadi bayi".
Ini mungkin salah—dan silakan dikoreksi jika bersedia—tapi yang saya yakini sejauh ini sih:

"Pengetahuan Allah tidak lebih banyak dibanding pengetahuan Muhammad. Dan pengetahuan Muhammad tidak lebih banyak dibanding informasi dan imajinasi yang beredar di wilayah dan zaman itu."
Oiya selamat berpuasa lho bagi yang ibadah puasa.

Saya sih percaya bahwa keyakinan, ibadah, dan ritual tetap bisa dijalankan dan dirayakan dengan khidmat dan sepenuh hati tanpa perlu bersikukuh bahwa mitologi adalah fakta sejarah—dan tanpa ngeyel bahwa takhayul adalah kebenaran.
Lho, kalau mau beriman, ya beriman aja. Mau ibadah, ya ibadah aja. Saya menghindari makan di depan orang puasa dan menghindari debat kecuali diminta.

Tapi kalau Masnya mau nyebarin paham "sebelum Qur'an rilis, manusia itu bego semua" ya—gomen ne chotto matte—akan saya interupsi.
Kalau mau menceritakan-ulang legenda Malin Kundang, ya silakan aja. Tapi kalau bilang Batu-Malin-Kundang itu beneran dulunya orang, ya saya interupsi.

Mau cerita legenda Loro Jonggrang ya silakan. Tapi kalau bilang semua candinya dibangun jin, ya saya tunjukin prasasti candinya.
Saya nggak menganggap Qur'an ilahi/divine. Cuma saya menghormati Qur'an sebagai literatur dan produk budaya, sebagaimana saya menghormati buku/koleksi bersejarah lainnya—termasuk "Avesta", "Sìshū Wǔjīng", "Taurat", dan "Sutta Pitaka".

Ya buat bacaan aja—siapa tau nemu inspirasi.
Merasa Qur'an itu menginspirasi dan mendamaikan hati? Ya silakan baca tiap hari.

Cuma, kalau Mas menganggap orang yang tidak percaya ke-ilahi-an Qur'an sebagai orang "bodoh, bebal, dan sesat", saya akan menunjukkan alasan-alasan "kenapa meragukan-keilahian-Qur'an itu hal wajar".

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Copy Ninja #WearMask

Copy Ninja #WearMask Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @Okihita

18 Apr
Twit ini, dan semua responsnya, adalah alasan #1 kenapa berbagai upaya duplikasi Silicon Valley akan gagal di Indonesia.

Bukan internet lambat, bukan investor kurang, bukan tanah rawan-gempa, bukan umur negara; penghalang utamanya tentu saja "budaya untuk berhenti bercita-cita".
Ini alasan kenapa Indonesia tidak dikenal dunia. Tidak punya hal yang dibanggakan—kecuali kemunculan sebagai piguran di berbagai film dan manga.

Bahkan, walau ada di pusat peta, dengan populasi peringkat-4 dunia, Indonesia tidak dipertimbangkan—kecuali sebagai kumpulan konsumen.
Ini, justru jauh lebih parah lagi. Melihat jumlah-aset dan jumlah-pengeluaran sebagai satu-satunya tolok-ukur pencapaian dalam hidup manusia.

Mana yang bikin kamu lebih iri? Orang-orang dengan pengeluaran yang lebih besar, atau orang-orang dengan karya-karya yang lebih berkilau?
Read 20 tweets
30 Nov 20
Ada satu lagi langkah-nyata yang mudah dan sederhana: Mendesak dewan/pengurus masjid terdekat untuk meminta khatib membawakan materi anti-terorisme di khutbah Jum'at.

Selama ini khatib yang secara satu-arah menyetir arah-pikir jamaah. Saatnya jamaah yang gantian menyetir khatib.
Tapi, spesifik untuk konteks anak-anak MIT yang sedang ngetren, apakah itu bentuk terorisme? Apakah anak-anak MIT itu tahu/percaya mereka sedang melakukan terorisme?

Enggak. Justru, bagi mereka, yang mereka lakukan itu perjuangan yang sah untuk menjadikan Indonesia negara-Islam.
Selama ada yang menyebarkan paham bahwa "adalah sah dan halal untuk berusaha mengubah Indonesia menjadi negara Islam", selama itu juga anak-anak MIT akan "merasa benar".

Khusus konteks ini, salah satu usaha-lebih adalah dengan menghadiahkan buku ini untuk kenalan yang ekstremis.
Read 26 tweets
5 Oct 20
Sebenernya, Omnibus Law ini tragis. Menginjak-injak Pancasila (atau setidaknya elemen "Sosialisme" dari Pancasila).

Tapi, sikap menolak Omnibus Law (atau UU pro-Pasar-Bebas pada umumnya) itu mirip sikap menolak GoJek/Grab dengan alasan "mengurangi rezeki ojek pangkalan/offline".
Awal 2000-an—waktu awal-awal Indomaret jadi waralaba dan gencar ekspansi gerai di Indonesia, gerai-gerai Indomaret itu dilemparin batu sama para preman utusan pemilik toko-eceran-tradisional.

Alasannya ya karena barang di Indomaret lebih murah. Toko-eceran lain jadi kalah saing.
2015–2017, awal ojek online masuk pasar Indonesia, para ojek pangkalan juga ngusir, mukulin, dan ngerampok pengemudi ojol yang mereka temui.

Kenapa? Karena ojek online itu berani "banting harga". Penumpang bayar 4000 per kilometer. Kalau ke opang, penumpang bayar 10.000+ per km. ImageImageImageImage
Read 24 tweets
26 Jul 20
Gue percaya konsep Vigilantisme. Gue percaya bahwa—dalam kasus perkosaan—korban punya hak-moral untuk menangani pelaku tanpa campur-tangan Negara—jika Negara dianggap lalai.

Korban punya hak-moral untuk menculik, menyekap, meracun, menyiksa, membunuh tanpa perlu merasa bersalah.
Kenapa sering banget keulang? Salah satunya, karena cowok-cowok kayak gitu dibiarin hidup. Mereka pamer ke temennya yang lain, terus temen-temen mereka juga ikutan tertarik merkosa cewek.

Coba kalau dibunuhin satu-satu. Minimal nggak ada korban selanjutnya dari pelaku yang sama.
Coba cek pengumuman warga ini: "Maling motor bakar di tempat." Ringkas dan sederhana. Simple and clean. Hukuman mati tanpa perlu pengadilan-formal.

Kalau ada seseorang yang tidak menghargai kenyamanan orang lain—bahkan sampai memerkosa orang lain—untuk apa menghormati nyawanya? Image
Read 6 tweets
18 Jul 20
Menkeu Sri Mulyani mengeluhkan: "Anggaran pendidikan Indonesia itu habis buat menggaji guru-guru yang nggak kompeten."

Kalau definisi "korupsi" adalah "habisin uang pajak-rakyat tanpa ngasih timbal-balik yang sepadan kepada rakyat", korupsi terbesar itu dilakukan oleh kaum guru.
Kenapa skor PISA murid Indonesia rendah? Salah satunya, karena gurunya bukanlah orang-orang yang kompeten dalam mengajar.

Salah satu ukuran-formal kualitas guru adalah hasil tes UKG. Berapa nilai rata-rata guru Indonesia? Cuma ~50 dari 100. Emang yang kayak gitu layak jadi guru?
70% guru Indonesia tidak kompeten. Nggak jelas kemampuannya apa. Nggak jelas kenapa belum dipecat.

Anggaran Pendidikan Indonesia itu 20%. Tahun 2020, nilainya 500 T. Secara umum, anggaran ini dibelanjakan 2/3 lewat pemda dan 1/3 lewat pemerintah pusat. Kenapa gagal mencerdaskan?
Read 36 tweets
19 Jun 20
Pas kelas 3 SMA, gue peringkat 1 try-out Ujian Nasional se-Kabupaten Nganjuk.

Habis try-out, guru SMA ngumpulin anak-anak skor-tinggi buat jadi "sumber contekan satu sekolah" pas hari-H UN, terus bagi-bagi tugas sesuai spesialisasi—gue dapet yang Bahasa Inggris sama Matematika.
Gimana mekanisme nyontek-massalnya? Intinya, pas hari-H gue [dan beberapa Chosen Children yang lain—sesuai mata pelajaran] ngerjain dengan cepat dan fokus, lalu jawabannya dikasih ke teman sekelas yang udah ditugasin buat bawa ponsel.

Yang bawa ponsel ngirim SMS ke kelas lain.
Jadi, dalam praktiknya, di berbagai sekolah negeri, murid-murid yang skornya tinggi "nggak bisa nggak nyontekin".

Apalagi murid-murid yang masuk kontingen Olimpiade Sains Nasional—mereka hampir pasti dipepet guru sama anak-anak OSIS buat "mengamankan nilai teman-teman satu SMA".
Read 38 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!