Kalo belum betul-betul tau, wajar jadinya takut dan ragu. Termasuk soal vaksin covid19. Berikut paparan singkat saya tentang vaksin covid19. Saya kasih bonus endorsement saya terhadap vaksin asli buatan Indonesia di akhir thread (bukan yg itu tapi wkwk). Simak sampai habis yah! Image
Disclaimer 1. Penjelasan saya merupakan oversimplifikasi dari mekanisme cara kerja vaksin Covid 19. Jika ada diksi yang kurang tepat atau penggunaan ilustrasi yang kurang ilmiah, saya mohon maaf terlebih dahulu. Mohon dikoreksi buat bahan diskusi.
Disclaimer 2. Diskusi disini tidak bisa menggantikan keputusan dokter yang memeriksa langsung, jadi kalo saya bahas tentang prinsip umum boleh tidaknya vaksin di thread ini, bisa jadi akan berbeda dengan hasil pemeriksaan dokter langsung ke kamu. Oke lanjut.
Kenapa harus divaksin? Karena beban penyakit covid 19 ini besar sekali. Kemaren saya sudah ngomong soal tiga faktor terjadinya infeksi, nah vaksinasi ini salah satu upaya untuk memperkuat strategi kita biar covid19 bisa ter-eliminasi.
Vaksinasi menyiapkan tubuh kita agar dapat menghalau serangan virus/bakteri. Perlindungan tubuh akan serangan dari luar ada yang bersifat sporadis (innate), ada yang spesifik (adaptive), perlindungan spesifik ini yang menjadi target mekanisme vaksin memperkuat sistem imun kita.
Maksudnya perlindungan spesifik adalah, terdapat antibodi yang khusus untuk menghalau patogen secara khusus juga. Makanya antibodi untuk menghalau campak, itu tidak bisa menghalau cov19. Antibodi campak kalo disuruh ngadepin covid ya pasti gak mau lah karena bukan tupoksi mereka. Image
“Ohhh, jadi vaksin itu memberikan antibodi yah?” Bukaaaann..😭😭.. Vaksin isinya bukan antibodi. Vaksin adalah produk biologis yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia agar dapat melatih sistem imun kita untuk memproduksi antibodi spesifik terhadap penyakit tertentu.
“Ih ribet, kenapa gak kasih antibodinya langsung?”, Ya bisa aja dikasih antibodi langsung. Kayak terapi plasma pada covid itu kan harapannya adalah memberikan antibodi dari penyintas covid untuk menyerang cov19 yang ada pada pasien covid penerima donor.
Tapi ngasih antibodi ini sama aja kayak jaman2 timnas diisi sama pemain naturalisasi, gak sustainable.Antibodi ada purna tugasnya. Kalo mereka pensiun, dan tubuh gak bisa produksi antibodi sendiri, gimana kita bisa menjaga pertahanan kita? masak tiap hari harus transfusi plasma?
Untuk itulah vaksinasi dilakukan, dengan vaksinasi diharapkan tubuh kita secara paripurna dapat membuat sendiri antibodinya dan tentu saja yang bertahan lama, kalo bisa seumur hidup, atau sepanjang tubuh kita rentan dari serangan virus/bakteri tersebut.
Vaksinasi pada dasarnya kita nge-brief sistem imun kita, gini lho bentuk virus corona. Apalin betul ya. Dipelajarin betul ya. Nanti kalo coronanya beneran datang,dah pada tau kalo itu adalah musuh, langsung digebukin, jangan malah diajak masuk disuguhin teh ama goreng pisang. Image
Bagaimana cara sistem imun kita belajar? Ya dengan ngasih materi belajarnya berupa vaksin. Nah materi belajar ini yang bisa berbeda-beda tergantung jenis vaksinnya.. Berikut saya paparkan jenis vaksin yang tersedia saat ini untuk menghalau Covid19, cekidot.. Image
Vaksin inaktif. Dengan metode ini, sistem imun tubuh akan belajar soal covid, dari virusnya langsung!! OMG kalo dikasih vaksin ini kita bisa terinfeksi covid doong.. Gak gitu maennya sob. Tubuh emang dikasih virusnya, tapi ini virus mati, gak bisa menginfeksi, gak bisa replikasi. Image
Dengan ngasih tubuh kita virus ini langsung, diharapkan sistem imun kita bisa unboxing virusnya sendiri, direview satu2 part by part, terus diapalin mati luar dalam. Jadi ketika virus benerannya datang, bisa dikenali oleh antibodi lalu digebukin rame2. Image
Vaksin mRNA. Vaksin ini berisi materi genetik yang dibungkus rapi biar gak rusak saat disuntikan ke tubuh manusia. mRNA ini bagaikan instruksi lego yang ketika dibaca oleh sel tubuh kita, tubuh lalu akan membuat susunan lego yang serupa dengan sebagian komponen dari virus. Image
Jadi ketika cov19 itu datang, walaupun tubuh kita belum pernah bertemu dengan virus itu “seutuhnya”, antibodi kita tetep bisa mengenali virus tersebut, gara2 ada bagian dari virus (spike protein), yg sudah pernah dibuat dan dipelajari oleh tubuh kita sebelumnya. Image
Kok bisa cuman dari mengingat sebagian kecil virus, antibodi tetep bisa mengenali cov19? Ya sama lah kayak kopdar tinder dengan match yang fotonya beda banget ama aslinya tapi kita tetep bisa ngenalin, just because tahi lalat gak bisa boong beib. (not my story, tau dari temen)💅🏻
Vaksin vektor virus. Ini mirip sama vaksin mRNA. Bedanya, pada vaksin ini kita gak ngirim mRNA-nya langsung. Tapi memakai jasa virus lain sebagai kurirnya. Image
Semacam kurir CoD gitu deh. Mereka yang nganter instruksi lego tadi ke dalam sel, lalu sel membuat spike protein yang kemudian dapat dipelajari oleh sistem imun tubuh kita. Virusnya sendiri sudah didesain untuk tidak mampu menginfeksi si penerima vaksin. Canggih gilak.😭
Vaksin sub unit. Ini teknologi lawas tapi masih cukup efektif juga. Instead of ngasih instruksi ke sel, kita langsung aja ngasih part dari virus yang bisa dipelajari oleh tubuh. Ini kayak belajar ujian pake soal dengan kunci jawabannya sekalian, hehe.. Image
Yang dipake di Indonesia yang mana? Ada Coronavac dari Sinovac dan buatan astrazeneca. Bentar lagi masuk yang buatan sinopharm dan pfizer dll. Pilih yang mana? Pilih mana yang tersedia saja. Asli Indonesia ada? Ada lagi dibikin, buat program selanjutnya. Keren kan Indonesia. 😎. Image
Jadi kalo kamu usia 18 tahun ke atas, tidak ada kontraindikasi alias layak untuk divaksin, dan ada undangan vaksinasi di deket rumahmu, sikaat langsung, jangan ditunda-tunda. Gak usah nunggu vaksin A,B,Z, inget terus kata mas Rian. syukuri apaaa yang adaaa, vaksin adalah aanugrah
Kalo punya riwayat komorbid gimana? riwayat sakit jantung, DM, asma, infeksi HIV, autoimun,dll. Pada dasarnya bisa divaksin jika kondisi badan stabil atau penyakitnya tidak sedang flare (kumat). Jika ragu, periksa ke dokter yang merawatmu dan tanyakan apakah bisa divaksin/tidak.
Apapun kondisi atau riwayat sakitmu, spill semuanya ke petugas vaksinasi ya. Secara umum vaksin aman. Begitu di-vaksin, tetep protokol kesehatan, 3M. Bersabar dulu, sampai virusnya terkendali, baru kita bisa agak longgar. Semangat hantam corona! Merdeka!! Image

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with K. S. Denta

K. S. Denta Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @sdenta

20 Jun
Salah satu pertanyaan tersering yang saya dapatkan tentang vaksinasi covid 19 adalah.. “Dooookk kenapa ini udah vaksin dosis komplit tapi masih kena covid jugaaaa dosa saya apaaaa?”😭😭.. Baiklah saya spill disini alasannya.. Tolong jangan sedih dulu, nanti saya ikutan sedih. 😢
Jadi begini, dalam proses terjadinya infeksi, ada yang namanya segitiga epidemiologi. Yaitu faktor2 yang memungkinkan terjadinya infeksi.. karena namanya segitiga, maka faktornya ada tiga.😌. Yaitu faktor pejamu (manusia), faktor agen (virus/patogen lain), dan faktor lingkungan.
Yang membuat infeksi dapat terjadi adalah ketika terjadi ketidakseimbangan antara ketiga faktor yang condong ke arah keuntungan si virus, sehingga mereka bisa masuk dan mengobrak abrik tubuh manusia.
Read 15 tweets
19 Jun
Mau keluar? Boleh banget, selain cuci tangan rutin dan selalu jaga jarak. Pake maskernya didobel ya, masker sekali pakai di bagian dalam, masker kain bagian luar. Ketika ini dilakukan, transmisi muncratan droplet/aerosol antar manusia bisa berkurang sampai 96,4% 😱😱
Cuci tangan juga sering-sering ya. Cuci tangan yang bener, pake sabun dan air mengalir. Ya boleh sesekali pake hand seniteser.. Cuci tangan terutama sebelum dan sesudah makan, megang2 barang, megang2 orang, sebelum dan sesudah buang air, sesudah batuk dan bersin. dll..
Jaga jarak antara kamu dan orang lain minimal 1,8 meter. Hati-hati tapi menjaga jarak antara kamu dan dia, kalo terlalu jauh ntar lepas..LDR sucks 🥲🥲
Read 12 tweets
18 Jun
Bayangin kalo dirimu adalah sebuah kerajaan, lagi diserang Titan, kamu latih pasukan khusus biar bisa menghalau Titan, tapi Titannya masih banyak berkeliaran disekitar kerajaanmu, apakah kamu akan segitu cerobohnya ngerobohin tembok pembatasmu?
Padahal ngelatih pasukan anti b̶o̶d̶y̶ Titan butuh waktu. Di kerajaan lain Titannya dah terkendali dan termonitor dengan baik, jadi bisa dicopot m̶a̶s̶k̶e̶r̶ tembok pembatasnya dan berkerumun buat nonton bola. 😭😭
Pasukan Anti Titanmu mungkin sudah terbentuk, tapi karena kamu tinggal di negara yang c̶o̶r̶o̶n̶a̶ Titannya awut-awutan tak terkendali jumlahnya, pada akhirnya kemungkinan besar mereka masih mampu untuk menembus pertahananmu..
Read 5 tweets
17 Jun
Taukah kamu? kalo vaksin covid19 buatan oxford-astrazenecca isinya memang virus, tapi bukan virus corona. Isinya adenovirus, virus cupu tapi tubuh akan mengenalnya sebagai corona karena adenovirus tersebut dipasang material genetik yg membuatnya dari luar “tampak “ seperti corona
Dari “mengamati” adenovirus yang pake topeng corona inilah tubuh menghasilkan antibodi khusus covid19. Begitu virus corona beneran datang, antibodi yang sudah dibrief siap gebuk si covid19. Covidnya kaget..
Kok bisa kita baru pertama kali datang ke manusia ini, tapi dia sudah punya antibodi yang mengenali kita?? Sesama covid yg laen berbisik, hmm orangnya ternyata ngikutin thread @sdenta terus, jadinya yakin vaksin dan sudah divaksin.. 😭😭.. Kita salah strategi.. 😱😱..
Read 18 tweets
15 Jun
Masih banyak ternyata yang gak mau divaksin C19. Apapun pertimbangan kamu, mau takut sakit, takut efek samping, takut gak halal, takut dimasukin chip, dll semua itu ketakutan yang valid. Take your time to learn the risk of getting or not getting vaccinated. Then decide..
Kalo ngerasa ga yakin divaksin, gak usah memaksakan diri. Lakukan ikhtiar pencegahan yang lain, sekuatnya dan semampunya. Buat diri sendiri, dan buat sekitarnya.. Bismillah. Apapun yg kita putuskan, akan ada konsekuensinya, baik buruknya.. Siap2 aja selalu..Hwaighting! 💪🏻
Waktu masih muda dulu sebagai dokter ((halah)), selalu kesel ngadepin orang yang ga mau divaksin, buat saya alasannya kebanyakan ga masuk akal dan memancing emosi. Tapi kemudian saya tersadar ((elah tersadar)), bahwa saya yakin sama vaksin karena saya punya privilej ilmunya aja.
Read 5 tweets
19 Apr
Waktu saya pesantren dulu (yang versi kilat), saya diajarin soal tuntunan Nabi Muhammad (SAW) bahwa sumber segala penyakit asalnya dari perut. Dulu saya pikir ya tuntunan tersebut sebatas penyakit2 yang berhubungan dengan saluran cerna saja, ternyata saya salah. ~sebuah utasan~
Pas kuliah juga saya belajar ternyata dokter yang sumpahnya dilafadzkan seluruh dokter di dunia dr. Hippocrates, sekitar 1 milenium sebelum jaman rasul pernah juga bilang ke murid2nya begini.. “kabeh loro ki asale seko weteng”.. Translate : setiap penyakit asalnya dari perut.
Dokter segala dokter dah bilang gitu, di Islam juga diajarin gitu, pasti ada penjelasan yang lebih dong dari sekadar sakit mencret mual perih doang. Masak satu sistem organ doang bisa mempengaruhi kesehatan seluruh tubuh? Kata saya waktu itu sembari ngunyah pecel di kantin putri.
Read 24 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(