YANG TERTANAM
Kita tidak pernah tahu isi hati seseorang, malapetaka ini aku dapat dari tetangga dekat sendiri

[A Thread]
@bacahorror #bacahorror #santet Image
Ini cerita dari follower Payung Hitam, aku share pengalamannya disini karena aku bener2 relate. Curhat sedikit, aku juga sering ngalamin waktu renovasi rumah apaun itu, ganti pagar, ngecat, renovasi kebun, selalu ada aja tetangga yg pengen tau.
Aku agak risih sebenernya, kenapa
Ini pengalamanku yang amit2 terjadi lagi, kejadian yang menimpa keluarga kami pada tahun 2004 waktu aku masih duduk di bangku sekolah dasar.
Ngomong2 namaku Rizal, aku anak sulung dari 4 bersaudara, aku tinggal hanya bersama ibu dan kakak kedua dan ketigaku.
Karena ayahku sudah lebih dulu meninggalkanku karena penyakit jantung menyusul kakak pertamaku yang meninggal 2 bulan sebelumnya pada bulan Juni karena sakit kanker darah dan gagal ginjal kronis.
Sepeninggal ayahku pada tahun 2002 itu, ibu mendapatkan tabungan pensiunan yang lumayan besar karena ayahku adalah seorang PNS dengan jabatan yang cukup tinggi, akhirnya uang tersebut dibuat ibuku merenovasi habis rumah kami yang sudah lapuk dimakan usia.
Waktu proses pembangunan itu ibuku sering kali mengontrol tukang bangunan yang bekerja, untuk tahu bagaimana keadaan di lapangan dan apa yang sedang diproses tukanh bangunannya.
Ada hari dimana waktu rumahku sudah masuk proses finishing, ibuku sedang mengontrol pembangunan, ada seorang tetangga kami, wanita tua yang bernama Mbi Rumi, rumahnya dibelakang rumah kami,
masuk kerumah dan nimbrung ibuku mengontrol rumah, sambil banyak basa basinya dan nanya2 banyak hal.
Mengenai biaya, upah kerja tukang, dll. Tapi waktu itu ibuku tetap fokus sibuk melihat proses pembangunan, jadi gak begitu meperdulikan apa yang dibicarakan Mbi Rumi dan apa yang dilakukan Mbi Rumi.
Beberapa bulan berselang, waktu rumah sudah 95% jadi, kami sudah bisa menempati rumah itu dengan layak. Tapi ibu justru sakit2an, sakit yang mendadak parah, muntah limbung sampai tidak bisa beranjak dari Kasur,
kami mau membawanya berobat pun sulit karena sampai buat duduk pun rasanya sulit sekali.
Akhirnya kabar ibu sakit sudah terdengar ke saudara ibu yang terbilang “berada”, lalu dipaksalah kami antar ibu pergi ke rumah sakit dan ke dokter spesialis penyakit dalam terkenal di kotaku. Setelah diperiksa, menurut medis ibuku didiagnosa mengidap maag kronis.
Ibu akhirnya mengambil berobat jalan dengan cara kami urus sendiri dirumah, tapi setelah beberapa kali berobat, ibuku bukan membaik justru malah kondisinya makin buruk. Beberapa kali kami lihat ibu seperti orang yang umurnya ga akan lama lagi.
Dan beberapa kali juga, kami meminta semua keluarga kami berkumpul dirumahku. Tapi setiap kali ibu seperti sudah mendekati ajalnya, ia selalu pulih lagi, nanti seperti kritis dan ingin menjemput ajal, tapi berulang kali pula ia pulih.
Aku yang saat itu masih SD betul2 takut menghadapi ini semua apalagi kalau ibu betul2 pergi, karena semua kakakku masih sekolah. Yang paling besar belum lulus kuliah. Karena musibah ini terus menerus membuat keluarga kami kewalahan,
akhirnya ada tetangga dekat kami yang menyarankan agar ibu diobati pada orang pintar/ahli sihir.
Karena tetangga saya juga memiliki firasat kalau penyakit yang ibu derita adalah penyakit “kiriman”. Setelah kami bermusyawarah dengan keluarga yang lain, akhirnya kami mengikuti saran dari tetangga kami tersebut.
Setelah itu, orang pintar tersebut didatangkan kerumahku, ya karena ibu hanya bisa berbaring kan. sebut saja nama orang pintar itu pak Kholik. Setelah diterawang, pak Kholik membenarkan kalau ibu ternyata punya penyakit “kiriman”,
setelah itu pak Kholik meminta kita untuk beberapa kali berobat/harus dengan proses, syarat yang diperlukan pak Kholik juga terbilang banyak untuk proses penyembuhan ibu.
Ada 1 syarat yang menurutku cukup unik dan sulit, tapi akhirnya bisa terpenuhi juga, yaitu menyediakan bunga Wijaya Kusuma, bunga tersebut dikenal bunga mistis yang jarang sekali berbunga. Sekalinya berbunga, bunga putih itu memancarkan cahaya yg terang, tapi mekar hanya sebentar
Jarang sekali orang bisa menemukan bunga tersebut sedang mekar, karena hanya waktu orang itu beruntung aja dia bisa lihat, selebihnya, banyak orang yang kelewatan atau sebelum bunga itu mekar.
Bunga ini adalah salah satu syarat penting proses penyembuhan ibu, jika bunga itu tidak didapatkan, kemungkinan ibu bisa tidak tertolong. Tapi seperti yang aku bilang tadi,
akhirnya saudaraku meminta saudara yang lain untuk membantu mencari bunga tersebut, dan kita akhirnya mendapatkannya.
Setelah diberikan ke pak Kholik, bunga itu dibuat ritual dirumahnya, tapi sayangnya ibu belum juga sembuh, tapi memang ibu lumayan membaik. Ibu masih sering sakit2an dan kambuh.
Aku punya uwak di Jepara, dan anaknya yang kita sebut saja a’ Beni, datang menjenguk ibu dan mereka aku perhatikan berbincang sangat lama.
Ternyata a’ Beni ini punya kenalan berada di Jepara yang katanya bisa mengobati penyakit ibu. A’ Beni juga kami kenal orang yang percaya sekali dengan hal mistis dan ia betul2 menghargainya maka dari itu a’ Beni betul2 megerti kondisi ibu dan kami.
A’ Beni berjanji pada kami akan membawakan orang tersebut kepada kami, kami menyetujuinya dan singkat cerita, minggu depan orang itu betul datang bersama a’ Beni. Orang tersebut kita panggil mas Jamil. Mas Jamil langsung memeriksa ibu dan menanyakannya bagaimana ini bisa terjadi
pada akhirnya seperti biasa, mas Jamil meminta beberapa syarat salah satunya yaitu telur angsa.
Telur angsa itu nantinya akan ditanam dibawah lantai rumah, setelah itu besoknya mas Jamil dan a’ Beni akan Kembali meneruskan proses penyembuhan ibu. Seluruh keluargaku menyaksikan bagaimana prosesnya, dan menurut penerawangan mas Jamil,
orang yang mengirimi penyakit ini adalah orang yang rumahnya dibelakang rumah kami.
Ciri orang yang mengirimi sihir ini yaitu perempuan paruh baya,
“apa betul ada ahli sihir di belakang rumah ini?” tanya mas Jamil memastikan, kami semua mengangguk, ya, orang yng kami maksud adalah Mbi Rumi,
mbi Rumi ini menurut ibuku adalah salah satu org yg punya ilmu hitam dulu nya.
Mas Jamil sebetulnya ingin membalikkan sihir kepada pengirimnya, tapi tentu saja dalam persetujuan ibu. Tapi ibu bilang tidak usah, cukup sembuhkan penyakit ibu ini saja rasanya sudah syukur.
Mas Jamil menimpali, menurutnya sihir ini jika tidak dikirim balik, bakal berbahaya, karena akan menyerang keluarga kami.
Karena kata mas Jamil, sihir jenis ini ditargetkan untuk 7 turunan. Proses selanjutnya yaitu a’ Beni menanam telur angsa yang kemarin diminta jadi sebuah syarat di dekat kamar mandi.
Setelah menananam telur itu, mas Jamil bilang prosesnya sudah selesai, dan haya tinggal menunggu ibu sembuh secara bertahap.
2 hari setelah proses itu, ada kabar bahwa Mbi Rumi mninggal, kami para tetangganya semua tidak tau karena apa, ia meninggal di dalam kamar rumahnya, ditemukan oleh anaknya sendiri.
Perlahan pula ibuku mulai pulih, semakin sehat seperti sediakala. Disitu ibu cerita, bahwa malam sebelum mbi Rumi meninggal, ibuku mimpi didatangi mbi Rumi yang keadaannya sangat berantakan, belum lagi tubuhnya penuh luka seperti bekas bertarung/diserang habis habisan.
Disitu juga mbi Rumi seolah menyodorkan tangannya seperti mengajak bersalaman ibuku. Tapi ibu Cuma diam saja tanpa menyambut jabat tangannya. Akhirnya mbi Rumi berlalu pergi begitu saja pulang kerumahnya.
Sampai saat ini, ibuku tidak mengerti sama sekali mengapa mbi Rumi mengirimkan ilmu hitam itu pada kami. Dan ibu menerka2 sepertinya kejadian ini berawal waktu ibu mengontrol rumah yang sudah aku ceritakan di awal.
Ibu banyak tak perduli dengan pertanyaan2 dari mbi Rumi, atau hal lain yang membuatnya sakit hati? Ibu betul2 tidak tau.
Setelah kejadian ini semua, ibu tidak pernah mengalami sakit yang parah lagi, tidak ada kejadian2 ganjil juga, dan itulah cerita dari ibuku. Aku baru tau detail cerita ini ketika aku sudah SMA, ibu yang menceritakan langsung padaku.

-TAMAT-

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Payung Hitam

Payung Hitam Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @PayungH11101101

19 Jun
Kata bapaku kalo supir truk duduk ber 2/sendiri itu normal, tp kalo ber 3 itu dipertanyakan yg ditengah. Kenapa? Katanya si yg tengah itu biasanha org mati. Kenapa bisa org mati? Iya kayak misal ada perantau yg ga punya uang untuk diantar pake ambulan, ya mayatnya dibawa pke truk
Biasanya pake truk antar kota gitu, katanya bapa aku liat sendiri bahkan ngobrol nanya2 sama sopir truknya, ya sopirnya bilang apa adanya, dan sopirnya santuy aja katanya udah biasa mereka bawa mayat. Bingung sih aku, apa gak bau ya? Dan mayat kan ga boleh ditekuk🤔
Apa bener begitu ya kawan? Kalo iya si serem bgt asli, tp bapaku liat juga org yg ditengah biasa aja, kayak org lg tidur, trus disarungin🤷🏻‍♀️
Read 5 tweets
15 Jun
MENIKAHI JIN
Mengikhlaskan dan mengorbankan-

[A Thread]
@bacahorror #bacahorror #menikahijin Image
Temen2 semua, jangan lupa berdoa sebelum baca thread ini, karena dalam prosesnya menyusun cerita ini aku ngerasa badan bener2 gak enak padahal udah diusahain fresh waktu nulis, dan aku usahain selalu pagi kalo nulis gini.
***
Aku Tya, kejadian ini aku alami waktu tahun 2017, kejadian ini ga akan pernah aku lupa karena pertama kalinya aku bersinggungan dan melihat kehidupan lain di bumi selain binatang dan tumbuhan seumur hidupku.
Read 96 tweets
28 May
Warung Sembako Pojok Wetan

Bukan mengenai pesugihan, tapi kelamnya penyesalan dalam kematian.

[A Thread]
@bacahorror #bacahorror Image
Halo temen2, nama aku Roro, salam hangat untuk para followers payung hitam, soalnya aku followersnya juga✌🏼mau berbagi kisah pengalaman aku waktu dulu sekitar tahun 2003 waktu aku masih kelas 6 SD.
*nama akun ga admin tag karena permintaan dari narasumber ya
Read 137 tweets
1 May
JALAN PULANG

Entah karena kesalahan teknis, atau dunia lain yang lagi “menyalahi” kita.

[A Thread]
@bacahorror #bacahorror #threadhorror Image
Temen2, udh lama banget ini payung hitam ga up pengalaman horror, ya kayak di twitt sebelumnya Udh admin jelasin ya admin sibuk😭.
Oiya kali ini mau admin ceritain tentang pengalaman rekan kerja admin yang gak masuk akal, tapi sayangnya rekan kerja admin ini udh ga punya bukti2 di cerita ini, alias hp dia yang lama udh hilang.
Read 90 tweets
31 Mar
Yang Terkasih Anandaku

Anakku yang hebat, anakku yang malang, ibumu ini aku, bukan dia

[A Thread]
@bacahorror #bacahorror Image
Terjadi di satu desa kecil di Jawa Barat, penderitaan ini baru berakhir 2 tahun silam sekitar tahun 2018.
Nama saya Kumala, alumni siswi SMU unggulan dan termasuk murid unggulan di sekolah saya. Saya mempercayai admin payung hitam karena awalnya memang admin langganan olshop saya, jadi akhirnya kami sudah sangat dekat dan saling bertukar cerita.
Read 139 tweets
25 Mar
Disembunyikan Jin
Bapak sudah melanggar “pantangan”

[A Thread]
@bacahorror @bacahorror
Halo, nunda upload ini maaf banget ya karena aku sibuk magang, jadi capek banget, padahal cerita narasumber udah antri nih, ya walaupun bukan mereka yg minta diupload si, tp akunya malah yang ngejar mereka untuk cerita hehe.
Oke, langsung aja. jadi thread ini pengalaman dari narasumber kami bernama Vivi, cerita ini dialami oleh ayahnya sendiri, kejadian ini bermula di tahun 2002, yang bakal terus tertanam di memori ayahnya, karena menyangkut keselamatan nyawanya.
Read 81 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(