Selamat hari jumat malam teman2 untuk kalian semua, ini mimin spoiler dulu thread horor selanjutnya setelah “Sebelah Kamar Mayat”.

Tapi santai dulu, thread ini mimin tulis besok.

Buat kalian yg belum baca thread sebelumnya, nih mimin kasih linknya
👇👇👇
Cerita ini mimin dapat dari korbannya sendiri sewaktu dia baru masuk sekolah menengah atas. Tapi mimin gak bisa mention dia, soalnya dia bilang “mas, jangan mention aku loh, pakai nama samaran saja”

Yaudah gpp kan, yg penting alur ceritanya masih sama.
Setelah lulus SMP, Nana harus melanjutkan SMA diluar Kota Probolinggo karna harus ikut ayahnya yg mutasi disuatu daerah. Akhirnya Nana harus mendaftar SMA didaerah tsb.

Dengan berbagai tes yg telah dijalani, Nana pun dinyatakan lolos menjadi siswi di SMA favorit didaerah itu.
Sebelum menjalani proses belajar mengajar, disetiap sekolah selalu mengadakan masa orientasi siswa atau mos.

Sesuai aturan yg dibuat, Nana akan menjalani mos selama 7 hari dan bermalam diasrama putri yg letaknya tidak jauh dari sekolahnya.

Hari pertama mos dimulai jam 7 pagi.
Nana datang dg semangat yg tinggi begitu juga dg siswa siswi yg lain.

Mos hari pertama telah usai, berbagai acara telah dijalani. Siswa dan siswi kembali keasrama masing2.

Malam itu penempatan kamar sesuai intruksi dari pembina asrama. Nana menempati kamar nomor 13 diasrama itu
Secara pandangan dg mata telanjang, asrama itu menakutkan, apalagi udah ditinggalkan siswi2nya selama 2 minggu saat libur semester.

Setelah membersihkan kamarnya, Nana mencoba tidur dengan seorang temannya yg bernama Yeni.

Hingga jam 11 malam Nana sulit tidur. “Yen sudah tidur”
“Hah, apa na?” Tanya yeni sambil mulet2.

“Aku tidak bisa tidur yen, kek gelisah dari tadi”. Jawab Nana.

“Udah yok tidur, baca doa dulu na” jawab Yeni lagi.

Setelah mengiyakan, Nana mencoba tidur lagi setelah baca doa.

Dalam tidurnya Nana bermimpi.
Dia berada disuatu tempt yg besar, penuh sesak dg orang. “Ini orang berkumpul tp kok pada diem2an aja” kata Nana.

Lalu ada seseorang yg datang dengan pengawalan ketat. “Apa dia raja, tp dijaman skr kok masih ada raja?”, Nana mulai bingung. Sebenernya dia berada dimana.

“Tenang”
Salah satu orang menepuk pundak Nana. Tidak usah khawatir, Raja itu baik kok dek.

Semakin dibuat bingung saja, Nana hanya bisa diam dan membalas senyuman kepada orang itu.

Namun mata Nana masih sibuk melirik kesana kesini.

Saat sampai diatas singgahsananya, Raja itu berdiri.
“Kalian nikmati semua hidangan yg ada disini rakyatku” kata Raja itu.

“Ini sebenarnya dimana sih, itu juga siapa sih?” Gumam Nana dalam hatinya.

“Kalian nikmati hidangan paling nikmat dan juga langkah, disini kalian bisa menikmati daging manusia”, kata Raja melanjutkan.
Sontak Nana kaget, “apa mereka yg ada disini kanibal? Atau sebenarnya mereka bukan dari bangsa manusia?” Kata nana.

Setelah mengetahui hal itu Nana berusaha mencari pintu keluar. Nana ingin cepat2 keluar dari tempat itu.

Setelah bola matanya melirik kesana kemari
Akhirnya Nana menemukan pintu keluar yg dijaga oleh banyak orang seperti pengawal.

“Jauh banget pintunya, tp gpp daripada aku mati sia2 disini” gumam Nana sambil cepat2 melangkah ke pintu keluar tsb.

Menerobos banyak orang disana, hingga tidak sengaja Nana menabrak orang disana
Sambil menoleh Nana bilang “maaf pak” kata Nana.

Akan tetapi Nana kaget, karena wajah orang yg dia tabrak itu rata tidak ada mata hidung dan mulut.

Hal itu membuat Nana lari semakin cepat lagi. Menurutnya pandangan semua orang berpusat kepadanya.

Nana tidak menghiraukan itu.
Nana terus fokus untuk bisa keluar dari tempat itu. Kurang beberapa meter lagi, tiba2 Nana dicegat penjaga pintu keluarnya.

Namun Nana tidak berhenti, ditabraklah pengawal itu, namun kali ini Nana tidak mau menoleh lagi ataupun sekedar minta maaf.

Akhirnya Nana berhasil keluar
Saat keluar dari tempat itu, Nana seperti berada ditempat terbuka, hawanya enak banget menenangkan. “Tempat apa lagi ini?”, kata Nana ketakutan

“Na na na na” yeni berusaha membangunkan Nana karna sudah subuh.

Nana pun terbangun, dengan detak jantuk yg masih berdetak cepat.
“Yen aku mimpi buruk”, kata Nana.

“Kita sholat subuh dulu yok, nanti setelah kamu tenang, baru cerita ke aku” jawab Yeni.

Nana mengangguk lalu melangkah kekamar mandi. Mencuci muka lalu wudhu dan melakukan sholat subuh setelah Yeni.

Setelah sholat, Nana menceritakan mimpinya.
“Mungkin itu kerajaan jin Na”, kata Yeni.

“Iya, tp knpa harus daging manusia?”, tegas Nana.

“Ntahlah, yaudah mungkin cuma mimpi saja”, kata Yeni.

Setelah itu mereka bersiap2 melakukan senam pagi sesuai agenda mos.

Singkat cerita semua akan melakukan sholat dhuhur.
Tiba2 Yeni nyeletuk, “Na kok aku tiba2 merinding ya”

“Yaelah mungkin kamu banyak setannya, makanya setanmu memberontak pas km mau sholat” jawab nana sambil bercanda.

“Serius Na, ini loh bulu ditanganku berdiri”, tegas Yeni sambil menunjukkan tangannya.

Nana diam memperhatikan
“Gatau apa2 aku masalah ginian, coba nanti tanya sama kakak pembina aja”, jawab Nana.

Yeni mencoba tenang meskipun bulu ditangannya tidak kunjung turun meskipun saat sholat.

Setelah itu mereka mencoba melupakan itu, tidak ada rasa penasaran dalam diri mereka.
Saat sholat ashar pun demikian, ketika Yeni akan mengambil wudhu, dia kembali merinding.

“Na aku merinding lagi, setiap aku mengambil wudhu selalu merinding”, kata Yeni.

Nana kembali menepis omongan Yeni, ntah mungkin untuk menenangkan Yeni, atau sekedar menutupi rasa takutnya.
Setelah sholat merinding itu menghilang dengan sendirinya. “Aneh” kata Yeni dalam hati.

Proses kegiatan mos kembali dimulai dari setelah sholat ashar hingga menjelang maghrib.

Tiba2 saat akan melakukan sholat maghrib, kakak pembina memberikan pengumuman agar adik2 selalu fokus
Kata kakak pembina itu jangan sampai ada siswi yg fikirannya kosong.

“Knpa Yen? Ada yg kesurupan?” kata Nana.

“Sepertinya iya Na, tadi ada sekelompok kakak pembina seperti membicarakan hal yg serius, seperti ada omongan kerasukan2 gtu”, jawab Yeni.

Nana diam merenung sejenak.
“Jika ada kesurupan, apa memang ada hubungannya dg kerajaan jin dimimpiku ya?” gumam Nana dalam hati.

Namun Nana tidak terlalu memikirkan serius tentang itu. Nana pun melangkah ke tempat wudhu bersama Yeni.

Lagi2 Yeni merasakan merinding disana, tp kali ini nana juga merasakan.
Saling menoleh, Yeni menaikkan alisnya sebagai isyarat, Nana mengerti maksud dari isyarat Yeni, Nana langsung menganggukan kepalanya.

“Kamu juga?” tanya Yeni.

Sambil senyum kecut Nana menganggukkan kepalanya lagi.

“Fokus saja Na” kata Yeni.

“Iya” jawab Nana.
Meskipun dalam keadaan merinding terpaksa mereka harus melakukan sholat maghrib.

Lagi2 merinding itu menghilang ketika mereka selesai melakukan sholat.

Tidak memikirkan apa2, mereka melanjutkan aktivitas selanjutnya, yaitu makan malam.

Saat makan malam,
Tiba2 ada salah satu siswi yg mengalami kesurupan. Siswi yg kesurupan itu memecahkan piring kaca lalu memakan hasil pecahannya.

Sontak semua siswi kaget, semua berhamburan keluar namun tidak dg Yeni dan Nana.

Yeni dan Nana masih saja melihat gerak gerik temannya itu.
“Kira2 kesurupan apa dia ya” tanya Yeni.

Nana hanya menggeleng2kan wajahnya.

Siswi yg kesurupan itu akhirnya dibawah oleh kakak pembina kesalah satu ruangan. Disana cewek itu diobati oleh salah satu guru mereka yaitu Bu Indah.

Semua siswa yg berhamburan keluar
Disuruhlah masuk kembali oleh kakak pembina utk melanjutkan makan malam. Namun dari ekspresi semua siswi sudah tidak mood lagi untuk melanjutkan makannya. Mereka semua takut termasuk Yeni dan Nana.

“Pokoknya tetap fokus jangan sampai pikiran kalian kosong, ini sudah malam kedua”
Kakak pembina masih saja mewanti2 siswi semua, “apabila ada diantara kalian yg berhalangan, silahkan keruang osis terlebih dahulu”.

Mereka yg berhalangan langsung menuju keruang osis, “kita mengaku halangan saja Yen” kata Nana.

Nana merasa takut karna suasana sudah tdk kondusif
“Jangan lah Na, kita dari tadi kan sudah melakukan sholat” jawab Yeni.

Sebenarnya mereka merasa takut namun mental Yeni lebih bisa dikontrol daripada Nana.

Setelah itu, mereka yg tidak berhalangan kembali melanjutkan aktivitas mos seperti biasa.

“Aaaaaaa hihihihi”
“Suara apa itu Yen?” Tanya Nana.

Yeni mencari sumber suara itu, ternyata ada salah satu siswi lagi yg kesurupan. “Suara Egi” jawab Yeni sambil matanya terus menyoroti temannya yg kerasakan itu.

“Aku minta tumbal hihihihi” kata Egy yg badannya sedang dikuasai oleh jin.
Ketika kata2 itu diucapkan, semua siswi minghindari Egi, saat pembina datang siswi2 yg lain disuruh minggir terlebih dahulu.

Sedangkan kakak pembina yg lain berusaha memegangi Egy agar tidak lari.

Salah satu kakak pembina yg bernama kak Intan mendatangi Nana dan Yeni.
“Dek yg penting pikiranmu jangan kosong ya” katanya kepada Nana dan Yeni.

Nana dan Yeni mengangguk, lalu kak Intan pun pergi menuju Egy.

Tidak lama dari itu, Bu Indah datang untuk mengobati Egy. Namun setelah jin yg diraga Egy keluar, ada siswi lain yg kerasukan lagi.
Dari situ banyak siswi yg kerasukan. Bu Indah semakin kuwalahan menangani siswi yg kerasukan.

Sudah ada 10 siswi yg mengalami kerasukan.

“Dek kamu keruang osis aja ya bareng temen2 yg lain” kata kak Intan.

“Iya kak” kata Yeni dan Nana.

Akhirnya Nana dan Yeni berdiri
Mereka melangkah menuju ruang osis.

Namun, ditengah2 perjalanan mereka menjerit. Karna mendengar suara wanita. “Liat samping”.

Nana dan Yeni terdiam lama sekali ditempat itu. Setelah mereka memilih lari kembali ketempat awal.

Jeritan mereka didengar kakak2 pembinanya.
“Kalian kenapa? Kenapa kembali?” Tanya Kak Intan.

“Itu kak ituuu” jawab Nana sambil nafasnya yg masih ngos2an.

“Tenangin dulu dirimu, lalu cerita kamu kenapa?” Kata Kak Intan.

Nana menoleh ke Yeni, begitupun sebaliknya.

“loh Yen kenapa kamu menangis?” Tanya Kak Intan.
“Tadi ada suara cewek kak, serem banget” jelas Nana.

“Sudah gpp, kalian disini aja wes tenangin diri kalian dulu”, kata Kak Intan menenangkan mereka.

Setelah kak Intan yg menenangkan mereka, tidak lama Yeni kesurupan. Dia tertawa secara tiba2 lalu menangis histeris.
Nana yg mengetahui hal itu berusaha menjauh dari Yeni.

Yeni dibiarkan duduk sendiri, aneh memang, wajahnya yg mulai pucat, matanya melotot dan tangannya yg memukul2 lantai. Hingga akhirnya Bu Indah datang berusaha mengeluarkan Yeni.

“Sesuai janji dari bangsa kalian dulu”
“Kalian akan memberikan tumbal manusia kepada bangsa kami” kata Yeni yg raganya dikuasai bangsa jin.

Bu Indah menepis omongan jin tsb “siapa yg menjanjikanmu tumbal?, tidak ada tumbal disini” jawab Bu Indah.

Jin itu marah dia mencekik leher Yeni dan berusaha membunuh Yeni.
Mungkin untuk tumbal, atau mungkin sakit hati dg omongan Bu Indah.

Kak Intan yg memegangi Yeni pun mulai kuwalahan. Akhirnya Bu Indah cepat2 mengambil keputusan untuk membuang jin tsb.

Satu kali percobaan gagal, jin itu tertawa terbahak2, “tidak mungkin bisa mengeluarkan saya”
“Apa yg kamu mau?” Kata Bu Indah kepada jin yg menguasai raga Yeni.

“Darah segar manusia”, jawab jin tsb sambil terus tertawa.

“Tidak ada, kamu keluar saja” jawab bu Indah lagi.

Sambil menjawab jin tsb Bu Indah mencoba mengeluarkan jin itu lagi.

Akhirnya Yeni sadar.
Jin tsb berhasil dikeluarkan, namun tak lama setelah sadar, Yeni kerasukan kembali. Namun yg masuk ke raga Yeni itu sosok lain.

Sosok itu terus menangis, dia meminta tolong diputuskan tali ikatan dg raja jin disitu.

Disisi lain, Nana terus merasa gemetar
Dengan detak jantung yg tidak beraturan.

Kepala Nana tiba2 pusing. Akhirnya ada kakak pembina lain yang bernama Kak Fitri menyuruh Nana keluar dari tempat itu.

Kak Fitri membawa Nana menuju ruang osis yang dimana sudah banyak teman2 yg lain berada disana.

Sesampainya disana
Kak Fitri berpesan “apapun yg mau kamu lakukan, asalkan jangan sampai pikiranmu kosong Na” kata Kak Fitri.

Nana mengangguk.

Setelah itu Kak Fitri bergegas meninggalkan Nana dan kembali ke Yeni yg masih ditangani Bu Indah dan Kak Intan.

Nana berfikir keras
Bagaimana caranya agar dia terus fokus hingga fikirannya tidak kosong.

Dia lirik kanan kiri, teman2nya sibuk membaca doa dan mengaji.

Namun Nana sendiri bingung harus membaca doa apa, karna Kak Fitri tidak memberinya pesan tentang doa apa yg harus dia baca.

“Aku baca apa ya”
Kata Nana dalam hati.

Setelah cukup lama Nana berfikir, akhirnya Nana memutuskan untuk berhitung dari angka 1 sampai 100 lalu kembali lagi ke angka 1 jika dia sudah mencapai angkai 100.

“Satu, dua, tiga” Nana mulai berhitung didalam hati.

Sambil terus melirik keteman2nya
Hitungan Nana terus dilakukan.

Sampai tiba2 Nana tidak sadar, Nana berdiri, melangkah keluar dari ruang osis.

Langkah demi langkah, hingga akhirnya Nana mulai menuju ke kamarnya.

Nana menyadari tentang apa yg dia lakukan, namun Nana tidak bisa mengendalikan tubuhnya.
Kaki dan tangannya seolah menguasai dirinya.

Saat Nana akan memasuki kamar siswi, Kak Intan memergoki Nana.

“Na mau kemana kamu?” panggil Kak Intan kepada Nana dari kejauhan.

Nana menoleh sejenak kearah Kak Intan, tapi tidak menggubrisnya. Nana tetap masuk ke kamar siswi.
Melihat Nana yg memilih masuk ke kamar siswi, Kak Intan sontak memanggil Bu Indah dan temannya

“Bu Indah Nana masuk kamar siswi” kata Kak Intan sambil tangannya menunjuk kearah Nana.

“Mana” kata Bu Indan dan Kak Eka sambil mereka lari ke arah kak Intan.

“Itu Bu” kata Kak Intan
Melihat Nana yg mulai memasuki gerbang kamar siswi, Bu Indah lari mengejar Nana dan dibuntuti oleh Kak Intan dan Kak Eka.

Saat berada digerbang Bu Indah berhenti begitupun dengan Kak Intan dan Kak Eka.

“Nana masuk ke kamarnya” kata Bu Indah.

Bu Indah kembali melangkah
Langkah Bu Indah juga diikuti Kak Intan dan Kak Eka tadi.

Sesampainya dipintu kamar Nana, Bu Indah melihat Nana sedang berkaca dikamarnya.

“Ngapain kamu disini Na” kata Kak Intan.

Sambil menoleh kearah mereka, Nana tersenyum tidak menjawab.

“Aneh, sepertinya dia kerasukan”
Kata Kak Intan kepada Bu Indah.

Bu Indah melangkah kearah Nana lalu memegang pundak Nana, “sakit bu” kata Nana.

“Kamu siapa” kata Bu Indah.

“Saya Nana bu” jawab Nana.

Bu Indah bingung, dia menoleh kearah Kak Intan dan Kak Eka.

Kak Intan menggeleng2kan kepalanya.
“Yaudah ikut aku ke masjid Na, kita wudhu bareng biar suci” kata Kak Intan.

Nana mengangguk dan menuruti ajakan Kak Intan.

Namun, Bu Indah masih curiga bahwa sebenarnya Nana ini masih dikuasai sosok lain didalam tubuhnya.

Akhirnya mereka berempat berangkat ke masjid.
Mereka melangkah kearah tempat wudhu dan menyuruh Nana melakukan wudhu.

“Kak saya harus ngapain” kata Nana.

“Wudhu” jawab singkat Kak Intan.

“Saya lupa kak caranya wudhu” kata Nana.

“Loh kok bisa lupa, baru tadi kan kamu sholat isya’ Na” jawab Kak Intan lagi.
“Aneh bu, saya tau Nana ini tergolong anak rajin dalam beribadah, knpa dia bisa lupa cara berwudhu” kata Kak Eka.

“Yaudah biar ibu bantu kamu ya” kata Bu Indah.

Sambil menoleh dan tersenyum, Nana menganggukkan kepalanya.

Akhirnya Bu Indah menuntun Nana berwudhu.

Setelah wudhu
Bu Indah menyuruh Nana membaca surat2 pendek yg diawali dengan surat al fatehah.

Setelah mulai membaca, tiba2 Nana menoleh ke Kak Intan terus bilang “Kak, saya lupa”

Kak Intan menoleh kearah Bu Indah “padahal pas hari pertama mos, Nana ini pernah memimpin teman2nya mengaji bu”
Bu Indah tersenyum dan langsung bilang ke Kak Intan “gapapa biarkan, dia ini ketempelan sosok jin”.

“Lalu solusinya gimana bu?” Tanya kak Intan.

“Biar ibu netralisirkan dulu” jawab Bu Indah.

Akhirnya Bu Indah berdiri lalu menetralisir Nana, benar saja setelah dinetralisir itu
Nana lemas lalu pingsan dipangkuan Kak Intan.

“Ka, ambilkan minyak kayu putih, oleh2kan dibagian hidungnya, biar Nana cepet sadar” kata Bu Indah ke Kak Eka.

“Iya Bu” jawab Kak Eka sambil berjalan menuju ruang UKS yg tempatnya tidak jauh dari masjid.
Setelah Kak Eka kembali dengan membawakan minyak kayu putih. Dioleskan minyak kayu putih itu ke bagian hidung Nana.

Sambil menunggu Nana sadar, Kak Intan bertanya ke Bu Indah “sebenernya ada apa sih bu didalam asrama ini, kok sering terjadi kesurupan gini?”.
“Disini ini dulunya lahan kosong biasa Intan, namun mungkin pada saat pembangunan tidak izin atau sekedar permisi kepada penunggu2 disini” jawab Bu Indah yg menutup2i tentang kerajaan jin diasrama situ.

Karna memang itu rahasia, ada sebuah perjanjian dengan jin2 disana.
Perjanjian berupa tumbal manusia, dan memang dari dulu sudah banyak korban yg dijadikan tumbal kepada jin2 tsb.

Namun sejak 3tahun belakangan, sudah tidak pernah lagi memberikan tumbal2 itu. Jadi jin2 tsb menagih janji dari manusia2 yg dulunya melakukan perjanjian itu.
Ditengah2 obrolan serius antara Bu Indah, Kak Intan dan Kak Eka, tiba2 Nana terbangun dan menangis.

“sudah Na jangan menangis, cerita saja kalau ada sesuatu” kata Kak Intan.

Bu Indah mengangguk lalu tersenyum seakan memberikan isyarat bahwa Nana harus menceritakan semuanya.
“Saat Nana tidur, Nana bermimpi berada disuatu ruangan yg luas bu, disitu banyak orang, tp bukan orang2 pada umumnya” kata Nana.

“Memang seperti apa orangnya?” tanya Kak Intan

“Mulai dari wajahnya yg rata, lalu ada yg matanya cuma satu, juga ada yg giginya bertaring” jelas Nana
“Disitu hawanya panas banget, yg bikin Nana takut, semua orang disana menatap Nana tajam banget, seperti mau memakan Nana” kata Nana.

“Terus ada lagi seseorang yg disebut Raja oleh orang2 disana, tubuhnya merah bertanduk menakutkan sekali bu” kata Nana melanjutkan omongannya
“Raja? Apakah Nana tadi sedang berada dikerajaan jin bu?” Tanya kak Eka dan kak Intan pun mengangguk.

“Bukan bukan, itu hanya mimpi buruk saja kok” tegas Bu Indah.

“Yaudah ayo kembali” kata Bu Indah.

“Sebentar Bu” cegah Nana.

“Tadi saya tidak bisa mengendalikan tubuh saya”
“Tp mata saya masih bisa melihat apa yg saya lakukan, tp kaki dan tangan saya tdk bisa dikendalikan, dan saya tidak bisa mencegahnya bu. Itu saya kenapa bu?” Tanya Nana.

“Kamu ketempelan sosok lain Na, tp benteng badanmu kuat, jadi sosok jin itu tidak bisa menguasai sepenuhnya”
Jawab Bu Indah.

“Nah disitu saya melihat ada sebuah kerajaan besar bu, diruang kamar tidur siswi dan ruang penyambutan tamu berada dikamar saya bu” tegas Nana.

“Kamu melihat itu?” Jawab Bu Indah.

Nana mengangguk.

Saat itu diwaktu yg bersamaan tiba2 Kak Intan kerasukan jin
Kak Intan tiba2 tengkurap sambil tangannya mencakar2 lantai, dia bergerak pelan menjauhi temannya.

Kejadian itu membuat hening, yg tadinya masih ramai dengan obrolan Nana dan Bu Indah, kini Bu Indah fokus mengeluarkan jin yg ada didalam tubuh Kak Intan.
Setelah Bu Indah berhasil mengeluarkannya, Kak Intan pingsan.

Kak Eka dan Nana berusaha membangunkan Kak Intan dg menepuk2 tubuh Kak Intan dan mengoleskan minyak kayu putih dibagian hidungnya.

Setelah kak Intan sadar, akhirnya Bu Indah meminta mereka untuk segera keruang osis
Setelah kejadian itu, akhirnya Bu Indah dan guru2 yg lain memutuskan untuk tidak melanjutkan acara mos pada malam hari, dan mengosongi kamar nomor 13.

Masih menjadi misteri tentang kebenaran kerajaan jin didalam asrama tsb, dan penyebabnya pun masih belum diketahui.
Namun, setiap tahun pelajaran baru selalu saja terjadi kesurupan masal disekolah itu. Akan tetapi syukur alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tidak ada tumbal sesuai dengan perjanjian2 tadi yg dikatakan jin disana saat berada diraga Yeni.

Misteri akan terus menjadi misteri.
Baiklah sekian cerita yang berjudul “Gerbang Dimensi Gaib”

Jangan lupa follow @CatatanYohanes_ dan terus like dan retweet tulisan2 mimin, agar mimin tetap semangat dalam berkarya.

Buat kalian yg ingin memberikan upah dari tulisan2 mimin, bisa melalui saweria.co/catatanyohanes
Terimakasih man teman baca horor sudah setia membaca thread2 horor kami, mohon maaf apabila ada kesalahan kata, kalimat, kesamaan nama dan tempat. Karna sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Tuhan YME.

Tunggu thread2 selanjutnya dari @CatatanYohanes_ 👻

Terimakasih 🙏🙏

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with CatatanYohanesChannel

CatatanYohanesChannel Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @CatatanYohanes_

21 Sep
Cerita ini berdasarkan kisah nyata yang pernah dialami Rendy host dari Catatan Yohanes

Dimana pada waktu itu Rendy masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, Rendy yang terpilih menjadi salah satu atlet catur Kota Probolinggo untuk kejuaraan catur di Kota Bondowoso.
Banyak kejanggalan yang dialami oleh Rendy saat berada di Bondowoso. Gangguan gaib maupun adanya sosok yang menampakkan diri kepadanya.

Keindigoan yang dia punya membuat makhluk2 gaib dengan mudah menampakan wujud, mengganggu hingga terkadang sampai melukainya.
Read 49 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(