Karena kemaren dari dm wa, reply, dan chat lainnya banyak yang minta untuk cerita ini dulu yang diceritakan, jadi oke dehhh..
Nah, ada cerita nih dari daerah batu. Tentang rumah yang siapapun tinggal disitu pasti bermasalah terus.
Kali ini bukan karena rumah itu ada lemah kuburan, kiriman atau yang lainnya ya. Tp rumah itu ternyata rumah itu memiliki asal usul yang serem gitu.
Oke, langsung aku ceritakan ya soal rumah ini.
Jadi pemiliknya saat itu adalah pak wawan dan ibu dea.
Mereka itu punya anak 2, namanya lia dan linda. Mereka membeli rumah itu masih beberapa bulan yang lalu.
Sebenarnya si lia ini udah punya firasat dari awal kalau rumah ini itu gak enak aja dibuat tempat tinggal.
Tetapi karena ayahnya, pak wawan seneng banget sama ini rumah. Jadi mereka tetep membeli rumah itu.
Lia juga udah sempet cerita ke ibunya dan adiknya kalau dia itu punya perasaan aneh dengan itu rumah.
Tetapi, ibu dan adiknya hanya memganggap kalau lia gak krasan.
Jadi dia pindahan kan saat itu, beberapa perabotan sudah di masukkan seperti kasur, lemari, sofa dll.
Rumah ini itu bangunannya 2 lantai. Lumayan luas juga halaman depannya.
Lia itu kebetulan kamarnya ada diatas. Berdekatan sama kamar linda.
Lia menata beberapa bukunya kedalam kardus dan membawanya ke atas.
Gak ngrasa apa-apa sih saat itu, soalnya juga masih siang. Lia feeling pasti kalau malam udah ada kejadian serem dirumah ini.
Hawanya emang gak enak banget.
Pas naik tangga, kedengeran samar gitu suara air dari kran dikamar mandi atas.
Dikira lia juga si linda. Karena linda gak kelihatan dibawah, pasti diatas. Mandi.
Naiklah dia, setelah nyampek atas. Lia denger jelas banget suara orang mandi.
Karena dilihat pintu kamar mandi kebuka, lia jadi kayak aneh gitu. Kok si linda mandi gak dikunci sih pintunya.
Jadi, lia ini niat mau kasih tau. Tapi, alangkah terkejutnya. Pas ngelihat didalem kamar mandi, dia bukan melihat lia melainkan perempuan yang bungkuk gitu,
nyiram badannya. Paling serem lagi itu, perempuan itu rambutnya jarang jarang gitu dan badannya warnanya aneh.
Kaget dong si lia, dia kemudian pelan-pelan nutup pintu tapi pas mau ditutup si perempuan ini malah ketawa ngikik dan noleh ke arahnya.
Dia teriak ketakutan habis melihat perempuan aneh itu. Habis itu linda mamanya dan ayahnya ke atas trus ngelihat lia yang udah teriak teriak gak terkontrol.
Setelah dipeluk mamanya, lia menjadi tenang. Kemudian dia menceritakan apa yang dia lihat tadi.
Ayahnya dan mamanya masih belum bisa percaya dengan apa yang diceritakan oleh lia. Tetapi untuk linda, dia meyakini perkataan kakaknya tersebut.
Hal itu dikarenakan linda juga mengalami kejadian aneh. Setelah kakaknya melihag perempuan misterius mandi dirumahnya.
Linda itu jualan online gitu, makanan. Pas suatu hari, dia dapet orderan yang diambil sama pak kurir.
Udah dikasil alamat lengkap dan juga ancer² rumahnya, pak kurir itu kebingungan saat nyampek dialamat yang dikasih linda.
Katanya dia gak nemu rumah yg dituju malah katanya dia melihat lokasi makam keramat gitu yang dikelilingi tembok kayu.
Linda yang kebingungan karena kurir mengatakan bahwa alamat rumahnya yg dituju seperti itu ikut bingung.
Linda sudah keluar rumah namun tdk menemukan si kurir
Akhirnya, dia juga menceritakan hal aneh tersebut kepada mama dan ayahnya. Namun, mereka berdua masih tetap menganggap kalau anak-anaknnya belum bisa membaur dengan lingkungan rumah itu.
Lia dan linda hanya bisa mendengus pelan.
Beberapa bulan kemudian setelah kejadian itu. Mamanya itu juga mengalami hal yang sama.
Pas malam hari, mamanya itu laper dan mau masak mie dan goreng telur.
Jadi pas bangun langsung ke dapur.
Nah, waktu nyampek ruang tengah mamanya ini denger kayak orang rame gitu di dapur.
Padahal sebelumnya gak pernah mamanya mengalami kejadian aneh-aneh.
Denger suara seperti itu, mamanya itu jalan pelan dan mencoba mengintip. Kok ada suara kayak ibu-ibu sedang rewang kalau ada hajatan gitu loh di dapur itu.
Brisik dan gaduh gitu.
Suara pisau dan piring juga terdengar berbunyi.
Akhirnya, pas ngintip dan ngalain lampu dapur. Hal yang mengagetkan dan masih belum dipercaya sama mamanya itu, pas melihat ke arah dapur.
Lampu nyala, mamanya itu melihag benda pisau, piring, garbu, sendok melayang. Kemudian terjatuh bersamaan saat nyalanya lampu.
Gak jadi lapar, mamanya itu kemudian njerit. Sampek semua itu bangun.
Keesokan harinya itu mamanya cerita ke suaminya tp gak tau knp, sejak bercerita itu.. Mrk berdua itu sering bertengkar. Ada aja masalahnya.
Akhirnya, suatu hari ibunya itu diajak pengajian sama salah satu tetangganya. Bu dila.
Nah, kebetulan bu dila ini warga lama kampung situ.
Bu dila itu ngomong, kalau dulunya itu rumah yang ditinggali mereka adalah lahan kosong yang lama sekali gak di rumat (diurus).
Dulu, sebelum pak jito bangun rumah itu (pemilik sebelumnya), tanah itu adalah tanah sengketa antar saudara gitu.
Padahal sudah jelas kalau nama surat milik dari tanah itu adalah pak tono, saudara kandung pak jito.
Karena, dimusuhi kemudan pak tono ini katanya ijab kalau tanah itu di waqafkan untuk tanah kuburan warga sini.
Tp pak jito gak terima, karena dia ngaku kalau tanah itu diwariskan kepadanya.
Akhirnya, karena pak tono gak suka adanya ribut besar. Jadi, pak tono hanya pasrah dan membiarkan pak jito mau sesuka hati ngapain sama tanah itu.
Pak tono memilih pindah jauh keluar daerah.
Setelah itu, tiba-tiba saja tidak ada angin tidak ada hujan warga tahu pak jito membangun rumah ditanah itu yang kemungkinan besar tanpa ijin dari pak tono.
Setelah rumah berdiri dan siap huni, pak jito memboyong semua keluarganya.. Anak, mertua dan istrinya tinggal disana.
Namun, sehari setelah ditempati. Tiba-tiba saja terdengar teriakan dari istri pak jito yang sering sekali bertengkar dan marah² sampai kesurupan.
Sebulan setelah itu, mertua pak jito meninggal dunia dengan kondisi sakit yang aneh.
Sekujur tubuhnya lebam dan kulitnya seperti kena penyakit herpes.
Setelah itu, rumah itu menjadi rumah yang menakutkan bagi warga sini. Sejak kematian mertuanya tersebut, jito memutuskan pindah dan menyewakan rumah itu kepada siapapun. Namun, sampai bertahun² tidak ada yang mau
Hal itu disebabkan, lantaran siapapun yg datang dan melihat rumah itu selalu disuguhi oleh penampakan yang menyeramkan.
Bahkan warga juga kerap melihat sosok mertua jito sedang mengintip di jendela atas.
Maka dari itu, rumah itu akhirnya dijual dan keluargamulah yang membelinya.
Ucap dila menjelaskan asal-usul dari rumah tersebut.
Sejak penjelasan dila itu, mama dan ayah lia akhirnya memutuskan untuk mencari rumah baru dan menjual rumah tersebut.
Jadi, lebih baik semisal mau membeli sebuah rumah alangkah bsiknya untuk melihat dan mencari tahu informasi mengenai asal usul tanah tersebut.
Sekian cerita ini.
Selamat malam dan semangat membaca.
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
Kali ini disini aku mau menceritakan soal pengalaman sebagian pengendara yang sempat melewati pasar setan yang pusat jual belinya itu di Watu Gudang.
Yang lewat gumitir pasti enggak asing dong sama batu besar ini.
***
Watu gudang adalah salah satu area yang letaknya itu paling tertinggi di Alas Gumitir.
Kalau mau ke Banyuwangi lewat Gumitir, pasti kok melewati Watu Gudang ini. Ya sebuah batu yang berdiri kokoh di kedua sisi jalan, kanan dan kiri.
Suasana disana mah kalau skrng udh rame.
Kesan serem juga udah punah.
Tetapi, waktu jaman dahulu. Masih tahun 2010 kebawah.. jalur ini mah masih wingit banget.
Salah satunya itu terlihat jelas banget oleh salah satu rombongan orang yang lewat sana, lebih tepatnya pas nyampek watu gudang ini melihat pasar setan.
Kali ini, aku mau cerita soal makam bayi yang berada di tikungan curam jalan Gumitir.
Siapa bayi itu ? dan bagaimana ceritanya kok bisa di makamkan di pinggir jalan seperti itu ?
Aku jelasin di utas ini.
***
Makam itu sudah ada sejak tahun 93. Dulu makam anak itu cuma makam biasa tanpa atap begitu.
Ceritanya, pada tahun sekian. Ada salah satu warga yang memang selalu datang ke tempat tersebut buat awe-awe (berdiri dipinggir jalan buat nunggu kendaraan yang orangnya melempar koin)
Nah, beliau ini seorang bapak-bapak yang selalu membawa dua anaknya. Ditikungan tersebut adalah tempat mereka awe².
Beliau orang garahan ya, desa yang berada dibawah kaki alas gumitir. Eh, ngomong² pernah makan pecel garahan gak ?
Aku itu lahir di Mrawan. Desa terpencil sekali di ujung timur pulau jawa. Perbatasan Jember - Banyuwangi. Tahu ? Desa Mrawan itu dimana ? Desa ini berada ditengah-tengah hutan Alas Gumitir.
Bahkan, tiap tahun kalau ada waktu longgar aku masih kesana. Meskipun rumah disana
Udah dijual sama kakek. Sejak berhenti kerja di PTPN dan memutuskan ikut ke Malang.
Banyak yg tanya, mbak sis KKN DIDESA PENARI itu apa di Mrawan kejadiannya ? Aku sendiri selalu njawab "tanya langsung saja ke sipenulis biar dikasih tau clue tempatnya."
Karena tempat kelahiran
Jadi, aku kenal betul tempat itu.
Dari gerbang jalan raya ke desa mrawan ini kita perlu waktu 20-30menit lah untuk sampek digerbang desa. Jalannya sampek skrng itu makadam. Masih sama kayak aku waktu kecil dulu. Itu buat kalian yg mau kesana nyampek siang hari ya.
Selamat sore dan salam sejahtera utk kalian semua. Semoga yg sedang menjalankan ibadah puasa masih tetep diberi kesehatan ya oleh Allah SWT.
Cerita ini bakalan aku up hari Minggu, besok ya. Hehe, mau up skrng lagi belum sempet. Ditunggu, tweet bakalan lanjut besok, habis magrib.
Cerita ini diangkat dari kisah nyata. Sebuah keluarga penambang di daerah jawa timur yang selalu melakukan ritual khusus untuk mengawali mengambil pasir.
Sesuai janji akan diteruskan hari ini maka cerita ini berawal sebagai berikut :