iblizz katon Profile picture
May 29 167 tweets 30 min read
Kembali lagi dengan kisah nyeleneh dan tidak tentu arah ceritanya.

Kejadian ini sudah agak lama sih waktu kerja di Daerah ibukota sana tapi gubernur nya sebelum sekarang ini.
Dan waktu itu kontrakan ku berjejer lumayan panjang ada 8 pintu dan penghuninya pun macem macam
Manusia,yang aku tempati kebetulan di pintu nomer 4 jadi kanan kiri ada tetangga gitu rame,tapi kontrakan itu sudah berapa bulan kosong nganggur padahal bagus,tembok dan rapi juga kamar mandi di dalam dan depan kontrakan jalan kecil dan depannya kuburan di belakang kontrakan ada
Sungai kecil tapi lumayan jernih airnya,lha ibukota kok masih ada kali bersih kan susah kayaknya lha selain banjir yang membawa sampah toh masih ada manusia nya yang siap membuang i nya sampah di sungai(maaf ngga maksut apa apa ya)
Di belakang kontrakan ada pohon besar(dulu) Image
Dan setiap kontrakan ada jendelanya,entah apa gunanya emang untuk ventilasi atau untuk memudahkan melempar sampah atau untuk lewat kalau selingkuh,taoi entah aku juga ngga paham tapi jendela ukuran 50x120.
Lebar 50 panjang keatas 120(ukuran orang dewasa masuk)
Ramah ramah tetanggaku nih aku kenalin dulu dari kontrakan no 1(yang aku kenal)
Namanya mas Simon kerjaannya sopir dia bersama keluarganya istri dan anak 2.
Nomer 2 namanya mba sofiah kerjaannya wanita panggilan tinggal bersama suaminya dan 1 anak Perempuannya.
Nomer 3 mas Didin kerjaannya entah berseragam hijau pakai baret dan mas didin tinggal bersama wanita mungkin istrinya,hanya berdua saja.
No 4 iblizz katon pekerjaannya kuli bangunan tinggal berdua sama temen namanya Culun.
Nomer 5 Pak Abidin seorang berseragam coklat dan tinggal
Berdua sama istri kayaknya(sama sama sudah stw dan sama sama berseragam coklat juga,tapi dua atau tiga hari baru kembali dan kembalinya malam dan pagi nya pergi dinas lagi gitu terus selama yang aku ketahui,)

Nomer 6 namanya mba vina dan vini kembar kerjaannya peka kata nya
Hanya berdua saja taoi pulang nya selaku gonta ganti yang mengantar,aku kira sih tukang ojeK pengkolan bang ojak.
Nomer 7 mba dini,bekerja di salah satu resto,hidup aendirian
nah nomer 8 nya agak unik namanya Samsi seorang mahasiswa di salah satu fakultas apa entah..
Kesana kesini cuma bawa tas punggung bawa jas kayak orang mau nikahan dan kadang terlihat termenung sendiri di teras depan kontrakannya,kadang aku samperin kadang aku ajakin ngopi begadang daa kadang aku ajakin maling,dah tau maling lha kok samsi mau juga diajakin dasar geblek
Suatu malam aku pulang lembur dari kerjaan lumayan jauh sih jalan kaki cuma 30 menit,kadang naik angkot kadang jalan kaki ngehajar si culun biar tambah cape.
Sampai di sekitaran kontrakan aku mampir kewarung dulu beli kopi sachet dan rokom juga lainnya yang aku butuhkan
Culun duluan karena memang sudah bawa kunci kontrakan,aku pulang dan harus melewati jembatan kecil sungai yang melingkari jontrakan ku.
Dari jauh sudah terlihat sosok wanita berdiri di jembatan di pinggirnya dengan kaki satu di lantai dan satu nya diangkat dan kebwlakang menjejak
Ke tiang senderan besi.
Rambutnya terurai panjnng sebahu lebih dan terlihat dari siluet badanya montok banget,kurus ngga gemuk ngga,,ehhmm mantep pokoke.
Tidak ada rasa apa apa,mungkin saja salah satu penghuni kontrakan,batinku
Sambil terus berjalan dan setelah dekat tiba2 bau
Wangi menyeruak,,hemm wangi nya,,yang jelas bukan moltx ini bau"Batinku.
begitu dekat dan aku mwlihat nya tiba tiba dia menyibak kan rambutnya dan terlihat wajah yaayang cantik banget dan masih muda(paling mungkin sekitaran umur 22 tahun)

sambil tersenyum kepadaku dia berkata
"baru pulang mas"sapanya sambil tersenyum.

aku mengangguk sambil membalas senyumannya
"inggih mba"balas ku
batinku Berkata(asuu asuu kok masih ada orang cantik nya gini yak,byuhh,,berani nih jual tanah dua hektar)

"ah yang bener mas"ucapnya sembari bersiap jalan di sampingku.
Dheegg sheer.
Jawaban yang membuat ku kaget karwna pertanyaannya masih di batinku tapi jawabnnya sudah nyata.

"aku temennya kembar mas"ucapnya sembari berjalan tepat di sampingku.
aku hanya menganghuk sambil berjalan agak menjauh dari nya tapi dia selalu mengikuti sampai di depn
Kontrakan ku
"maaf mba,saya masuk dulu ya mau bersih bersih dulu"ucapku sambil masuk ke dalam dan tanpa menoleh.
Dia hanya mengangguk dan terlihat culun sudah rebahan.
Lalu aku lemparkan kopi sachet dan rokok yang ada di plastik kresek yang aku bawa.
"oke"sahut culun paham
Namanya temen cs ya gitu,paham sebelum di arahkan.

Selesai bersih bersih badan,kopi pun dah siap
Lha tiba tiba si culun berkata
"ada cewe di luar tuh duduk di batas"ucap si culun sambil tiduran.
Aku yang hanya memakai sarung dan kaos daleman langsung keluar sambil membawa kopi
Begitu sampai di luar,bener ada mba yang tadi masih duduk di luar sambil meraoatlan tangannya dan menepuk nepukkan kepaha nya dengan pelan dan sperti orang gelisah.

"lho mba kok masih di sini lha apa mba kembarnya belum pulang"tanyaku
"eh iya mas belum tapi aku punya kuncinya
Tapi aku takut di rumah sendirian,ngga tau kayak ada yang mengikuti gitu"ucaPnya
Tiba tiba ada sapaan
"halo blizz,lagi apa kowe"tanya mas tentara dari depan jalan menuju kontrakannya.
"iya mas..Ngopi mas,baru pulang dines ya mas"jawabku.
",yup,,betul mas blizz"ucapnya sambil dudk
Di batas kontrakannku sama kontrakannya,dan aneh nya si mas tentara tidak menyapa wanita yang bersamaku,seolah kayak ngga ada mba nya.
Atau memang malas menyapa,hamya mas tentara sambil ketok pintu dan melepaskan spatu pdl nya,kemudian keluar istrinya dengan pakaian seksi
Aku hanya melirik dan kemudian menunduk lagi,ngga enak istri orang di lihatin,,bisa bisa di hantam sepatu pdl hadehh..Bisa benjut juuu

"mas blizz saya masuk dulu ya"ucanya sambil masuk dan menutup pintu
"iya mas"jawabku.

Aku kemudian beralih pandangan ke mba nya.
"mas blizz,nanti aku keluar lagi,aku temenin ngopi,aku mandi dulu"teriak mas bidin tentara dari dalam kamar kontrakannya.

"iya mas,sikat dulu ya"celetukku
"cangkemmu"jawabnya sambil bercanda.

"mas temeni aku di dalam sebentar mas,aku dah ngantuk"ucap mba nya.
"hadewh,lha nanti
Gimana kalau ketahuan orang mba"jawabku.
"jangan panggil aku mba terus mas kita seumuran palinb tua mase dikit,panggil saja namaku DHIVA AYU SAFIRA biar kita lebih akrab"ucap mba dhiva

"iya mba dhiv"jawab ku
"ya sudah aku masuk dulu ganti baju nanti aku panggil kalau sudah
Selesai mandi ya mas,aku ngantuk banget"ucapnya
"iya oke"jawabku lagi.

kumudian dhiva berjalan kearah kontrakannya kembar dan terlihat ya membuka pintu dan terlihat setelah masuk juga ada lampu di nyalakan.

Aku kemudian menyeruput kopi dan menikmati kopi
Agak beberapa saat mba dhiva keluar(hanya separuh badan,hanya kepala sampai setenfah dada) sambil dsatu tangan ny mmegangi kusen pintu sambil berteriak memanggilku.
"mas aku sudah siap,sini hayo"teriak dhiva dan saat itu memang samsi sedang duduk di terasnya kan deket tuh
Kemudian dhiva mwnoleh kebelakang sambil berdiri kearah samsi,Sontak samsi langsung masuk ke dalam kontrakannya.
Aku hanya mengiyakan dan menjawab.
"iya,bentar"jawabku
ini gmbar contoh saat si samsi duduk di depan kontrakannya.
jadi ada tempat duduk sepeti itu di setiap pembatas Image
tapi waktu itu samsi langsung masuk setelah di lihat sama si dhiva ini.
sampai akhirnya aku menghampiri dhiva dengan berjalan melompati batas di depan kontrakan.
Sampai di depannya kamar si kembar aku duduk di pembatas itu
(jadi pembatas itu tepat di kanan dekat pintu)
Aku duduk pembatas itu dengan pintu terbuka lebar dan sambil menunggu dhiva keluar dari bagian sapur kontrakannya kembar sambil membawa segelas kopi dan begitu keluar dari balik gorden pembatas antara ruang tamu dan dapur juga kamar mandi aku kaget melihat dhiva dengan pakaian
Yang minim banget kayak jalan raya minim penerangan gitu.
Cuma pakai celana pendek yang ketat warna cokelat muda hampir mirip warna kulitnya dan ketat/ngeolak lagi tuh kelihatan semphiknya segede gaban,atasannya cuma pakai kelambu,baju trawang2 tidak berlengan

"husstt,zlihat apa
Mas,,halooo"sapa dhiva ternyata sudah di dekatku ddduk sambil menyerahkan kopi satu gelas.
(aku terbengong goblok sesaat waktu itu kayak pandangan hilang pikiran main ke monas dan lain sebagainya kayak orang linglung)
Lantas dia masuk sambil tiduran di ruang tamu yang hanya
Di gelari kasur yang tipis itu lho biasanya di depa tipi di gelarnya.
Tiduran di situ menghadap keatas dan kedua tangannya di buat bantalan,sambil menonton tpi Waktu itu acaranya dangdut kontes gt dk te pe i kayaknya sih,aku masih gendenk sementara ngga bisa berkata kata apa apa
Hnya duduk sambil melihat kearah jalan masuk(jembatan yang awal tadi ketemu dhiva) berharap kembar segera balik.

"mas,nanti kalau aku tertidur,tjnggal saja cukup pintu di tutup mas ya,tpi biar nyala saja ngga apa apa"ucap si dhiva aku mwngiyakan smmbil menunduk malu ngga enak
"iya mba"jawabku sambil terus mengalihkan pandangan,takut lah,,itu pemandangan paling menyeramkan seumur hidup,,mending ketemu dedemit yang mati ketabrak kereta.

di sini dia bercerita banyak tentang awal awalnya dia kenal sama kembar dan jadi temennya,

Dan satu yang aku respon
Dari cerita si dhiva saat di cerita tentang gangguan kuntilanak muda
Aku langsung mak dhekk sheer
"jangan ketema ketemu ya mas kalau bisa,apa lagi Kuntilanak nya masib Muda Wah tambah bahaya mas"cerita dhiva

Aku hanya mengiyakan dan sambil sesekali melirik dhiva
Bukannya malu
Aatau pakai selinut gitu eh malah dia giduran menghadap ku samb tangan kanan nya menopang kepalanya dan tangan kirinya sengaja di taruh di pahanya,,kan jadi jelas banget pemandnagannya.

sambil tersenyim dan terus bercerita tentang orqng yua nya dan masa masa sekolahnya
Sampai akhirnya aku memandang di jembatan kecil dan aku lihat dari jauh ada sosok wanita berdiri menatapku dengan tatapan tajam,sadis dan rasanya sperti orang marah,sosok berdasrer merah panjang sampai menyentuh di tanah dan lengan baju yang lebih dari tangannya.
Aku lihat dengan
Teliti dan aku kembali melihat dhiva dan ternyata susah tumbang/tertidur,dengan sedikit ngorok,,huimm ngerrrr..Hiuihh ngeeerr

"huhh cape banget kayaknya"ucapku sambil menutup pintu dan berbalik badan hendak pergi dan aku lihat di jembatan sosok wanita merah tadi sudah lenyap.
Dasar badan ku jug cape aku tidak lagi memikirkan apapun aku kembali ke kontrakan ku dan menyusul culun yang sudah tertidur pulas,cape kerja lembur.
Pintu aku tutup dan rebahan aku di kamar sambil terbayang sebentar si dhiva.

"ahhh setan"ucapku lirih lalu meraih kaos ku lalu ku
Tutupkan di kedua mataku berharap segera terlelap.
Antara sadar dan ngga,mata sudah terpejam tapi tiba tiba aku merasakan ada sesuatu yang menyentuh ujjng jari kakiku,rasanya dingin dan gimana gitu.
Aku masih enggan buka mata aku rasakan semakin keatas dan tepat di mata kaki
Tangan ku iseng menyingkap sedikit ujunh kaos yang aku buat nutup mata dan astagaaa..
Sebuah tangan wanita,aku melihat dengan mata yang riyip riyip sayup.
Aku gerakkan mataku kanan kekiri dan terlihat daster Merah.
"bajingan,ini kan sosok di jembatan tadi"batinku
Rsanya dah gag karuan badan ku antara takut,genetar merinding dan gimana gitu
Kyak orang kencing sakit itu lho,anyang anyang en..

tiba tiba badanku kaku ngga bisa di gerakkan kaki mau aku tarik saja ngga kuat saking beratnya.
Tiba tiba tangan mulai keatas dan sekamin eh semakin
Keatas sampai sarungku menyibak keatas dan tiba tiba lampu kamar mati,gelap gulita,di dalam hati ku mulai aku rapalkan mantra mantra tidak sakti

"dedemit ojo ndulig setan ora doyan,jin ojo ganggu aku,aku hanya insan biasa aku,kullu nafsi daikhotul maut,he siro dedemit
Siro sirno soro sirno dunyo,aku cicitnya nabi adam,pergilah,pergilah"bacaku dalam hati.
tapi sosok itu menjawab
"aku ngga takut"jawabnya lirih tepat di sampingtelingaku dan aku rasakan usapan usapan mulai ke anu Dan berteriak aku sekencang kencangnya
Sampai akhirnya aku tumbang
Terbangun saat adzan sjbuh di kumandangkan
Bangun dalAm keadan ternoda
Compang camping man asarung mana kaos kutang mana cawet
"byuhh asuuu i di ganggu kuntilanak"ucaoku lirih sambil memakai sarungku
dan aku tidak menceritakan kejadia iti kepada culun.
subuh culun bangun subuhan
Hti hati biasa aku lalui dengan aktivitas speeti biasa kerja di sebuah apartemen dan kejadian berulang,aku berhati hati dan waspada ngga mau kejadian itu berulang,tapi sorw harinya aku pulanb kerja jam 4 sore dan setelah mandi aku ngobrol iseng nyamperin mas samsi yang sedang
Duduk di pembatas paling ujung ya di depan kontrakannya,aku samperin sambil aku bawakan kopi,kau kesana bersama si culun kita ngobrol ngalor ngidul dari ngomongin mas bidin dan mba sofi juga sampai kembar dan ceritalah mas samsi ini.
Bahwa kembar dja hari belum pulang tapi tipi
Semalam nyala dan sekarang mati,katanya si samsi dan saat aku coba hendel pintu aku hendak buka tapi terkunci.

Dan ceritalah bahwa tadi malam kenapa mas samsi buru buru masuk
penjelasan dia kenapa dia buru buru masuk,mas samsi melihat sosok perempuan
Menyembul dari dalam
Dan hanya setwngah badan alias badannya di dalam separo di luar separo nya lagi dan saat melihat ku kearahku hamya kepalanya saja yang berputar,tapi beda yang aku lihat dia melihat dengan semua badannya.
Aku hanya iya dan iya saja menanggapi cerita mas samsi.
Tanpa menceritakan yang aku alami,sebab aku masih percaya bahwa tadi malam itu temen ya si mba kembar.

sampai magrib berlalu kita masih asik ngobrol sambil gitaran.
"HALO BLIZZ"teriak mas bidin pulang dinas.
"ya mas"ucapku
"maaf semalam aku lupa,dua ronde e"blsnya mas bidin
Maaf salah mas didin kalau abidin itu yang pns.

"eh mas samsi,pak abidin sama isttiny kok tumben dah dua hari ini ngga pulang kesini ya,kalau serqgam kayak gitu apa itu guru",tanyaku ke mas samsi.
"buaan mas blizz,pak abidin itu pegawai dk salab satu kantor peperintahan dki sni
(Yo wes tak bikin kopi sik,ben ra salah lagi,ah mumet salah mulu)

Kayak nya sih itu bu yati(pasangannya pak abidin)kayak pasangan selingkuh gitu,lha masak sih tiga hati pulang hamya malam dan ngga pernah masak ngga pernah jemur baju dan ngga pernah barengan kalau datang",samsi
"ahahahah oantesan mas samsi kayak orang linglung,lha jurusan peneliti gitu ko"celetuk culun.
"iya bener lun,wah wah,kamu jan aneh kok mas samsi,dah makan belum mas"tanyaku.
"belum,nipis duit ku"ucap samsi
"sama mas,kita juga nipis belun ada kasbonan"sahut culun Lagi
Tapi masih
Ada kalau hanya buat beli rokok aja sama kopi"tegas culun lagi.
"Mending bisa rokokan ma ngopi dari pada bisa makan ngga bisa beli rokok aama kopi ahahaa"jawabku.
",betul"jawab samsi dan culun barengan.

sampai isyaan dan tiba tiba pak dari jauh pak Abidin dan bu yati terlihat
Dari kejauhan Dan setelah sampai di depan kontrakan bu yati membuka pintu dan pak abidin senyum kearah kami lalu kamu bwri kode tutip mulut,sontak saja pak abidin langsung masuk setelah pintu terbuka.
Dan kembali terlihat lampu menyala,jadi semakin terang teras waktu itu
Lepas kita ngobrol kita kembali ke kontrakan dan bermaksut rebahan saja,melepas lelah setelah kerja seharian
Culun di kamar aku di ruang tamu depa tipi tapi tipinya ngga ada jadi aku hanya nonton tembok saja,dan tiba tiba terdengar air
Pyukk..Pyukkk.
(sperti orang cebok)
Suara itu terdengar dari kamar mandi ku,sontak saja aku langsung mengecek dan begitu pintu kamar mandi ku buka dan
Glodakkk
Gyung jatuh(kayak ada yang memegang dan langsjnb di lepaskan) tapi ngga ada siapapun di lantai terlihat air masih mengalir,tandanya baru saja.Dan bukan di
Closed nya tapi di lantainya,
"ah,iseng cebok di sini"ucapku smmbil bErlalu pergi.

Selang beberapa waktu aku tidak bisa terpejam padahal culun sudah pulas tertidur.
aku masih diam dan kembali bangun dan duduk lalu menyalakan sebagang rokok dan aku nikMati.

Sampai pukul 11 malam
Terdengar suara orang mengobrol dari arah belakang rumah tepatnya kayak suami istri(laki dan wanita) penasaran aku iseng ingi tau siapa itu,aku merunduk pelan sampai di jendela belakang dan aki melihat lihat kanan kiri tapi tidak terlihat siapa Pun

Suaranya masih jelas terdengar
Begitu nelihat kearah pohon besar di belakanb kontrakan dan agak kekiri dikit tepatnya sih di belakang kontrakan nomer 5.
Di salah satu dahan yang agak besar teelihat putih putih gerak gerak,dan agak samar sih sebab sedikit gelap,aku melalui jendela belakang
Contoh Image
Setelah keluar dari jendela dan sampai di luar halaman belakang ya hanya ada sebuah penerangan lampu dari deretan kontrakanku,aku dekat makin mendekat hampir sampai di bawah pohon besar aku melihat keatas dan terlihat putih putih tadi adalah kaki dari maklhuk yang sangat iseng
Dk sebut Pocong.
"bajilhakkk"Teriak ku Kaget setelah tau bahwa itu sosok dua pocong sedang pacaran.
Kkinya bergelantungan sebab mereka berdua duduk dengan santuy dn dahan Sambil kaki di goyang goyang kan pelan seolah mereka ngobrol dan menikmatinya sebagai pasangan.
"Pasin"suara
Pocong terdengar lucu.
"pasin"suara pocong lagi.

Bener bener malam yang sial sudah ngga bisa tidur,eh malah di ganggu pocong yang sedang berdua an.
"pasin"
Suara nya agak cepet gt jadi kayak suara burung..Pasin
Dua pocong memandangku dengan tatapan lucu lucu berharap.
Gemetar sedikit merindhing aku mulai gigit bibir bagian bawah dan sambil menahan emosi aku celingukan melihat benda yang bisa aku lempar.
Terlihat pecahan cor cor an bekas septitank aku berjalan dikit lalu aku ambil yang lumayan agak besar dan anvang ancang kemudian
Whusss
Pecahan cor aku lempar dan tidak mengenai nya tapi tiba tiba ada yang kembali
whuuss,,tlebuk
tepat di sampingku.
Cor cor an yang aku lempar ternyata mbalik kearahku,untung saja ngga kena,kalau kena wah bisa benjut aku.
"pasin"
Suara nya masih terdengar dan terus bilang pasin.
Jengkel aku,lha aku lemparin batu malah batunya kembali dj lemparkan ke aku Dasar setan.
Tidak mau berurusan dengan setan lebih lanjut sebab aku pikir kalau aku terusin jelas bakal berbuntut panjang dan sangat beresiko bagiku.
"ya,kali ini aku kalah,tapi tidak untuk lain kali"aku
Ucapku sambil menunjuk mereka berdua.
"pasin,,pasin"
balas mereka cengengesan menertawan ku.
aku mundur pelan pelan begitu sampai di deket jendelaku dan hendak aku buka lha kok ngga bisa di buka mungkin grendel kuncinya turun sendiri atau sengaja di kunci sama culun
Aku memutar lewat ujung kontrakan no 1.
Sama sama jauh muternya kalau ke no 8,hanya bedanya membelakangi pocong itu sama di lihat pocong itu

Sampai di depan,untung nya tidak di kunci pintunya
Dan malam itu aku kembali rebahan dan berharap tertidur.
Tapi masih terdengar
"pasin"
Berulang ulang sampai aku tutup pakai semua baju dan bantal di kepalaku tapi masih terdengar justru seperti sangat dekat di sampingku
Kemudian agak lama belum juga terlelap,aku terbangun dan kembali duduk dan merapat ke tembok untuk nyender.
Kalau nyender kan kepala masih ada
Jerak sama tembok,lha itu tiba tiba kepalaku ada yang seperti menghentakkan dengan tembuk..DUUUGG
lumayan kenceng sampai aku berteriak Kesakitan(Pegel beneran brow coba praktekin)

Kaget dan bercampur sakit,melihat tidak ada siapa siapa,sambil menhan rasa sakit dan aku raih rokok
Rokokan sebatang dan tiba tiba ada suara "pasin"
Tepat di hadapanku dan tiba tiba juga muncul dua sosok pocong di depanku dan dengan posisi yang berbeda dari pocong pocong yang sekarang jadi temen temen ku.
Jadi posisinya itu Sperti gerakan orang sedang Rukuk
sudah Kebayang dong
Dia posisi rukuk dan tepat di hadapan ku kepalanya tepat di depan mukaku dengan kain yang sedikit menjuntai dan terlihat sangat kotor banget.
terdiam aku sambil mebahan nafas
tiba tiba bersuara lagi
"pasin"lirih dan menakutkan
Gimana bisa bernafas dua sosok pocong didepan muka
Pelan pelan tangan ku aku angkat dan terlihat gemetaran terpaksa aku pegang kain terikat di kepalanya.
"angan emetel"ucap si pocong yang aku pegang
(jangan gemetar)
Kemudian tangan kiri ku juga menyentuh kain itu,gemeter juga dan aku buka tali nya,setelah kebuka tibaiba dia
Mengangkat kepalanya dan tepat muka nya menghadapku dengan mata terbelalak bibir tersenyum dia menataPku
dia cowo(pocong cowo) Sambil berkata
"lega"
Dan satunya juga menghadap ku kemudian aku lakukan hal yang sama aku buka dan mengaadapku sambil tersenyum
Dia cewe(pocong cewe)
Kemudian Dia berbaring juga di samping pocong cowo.
"epasin muanya"ucap pocong cowo Sambil tiduran di bantalku.
dengan masih duduk dan heran kenapa ngga pergi pergi lha sudah aku lepasin Juga talinya
"pasin mua(lepasin semua)pocong kembali berkata
dengan perasaan jengkel
Aku juga trpaksa melepas ikatan di bagian bawah kakinya dan begitu juga si cewe
Lagi lagi dengan perasaan yang campur aduk

dan tiba tiba dia berkata
"makasih"ucap si cowo
"sini talinya,kamu buat sembarangan nanti"pinta si cewe,lha kok aku ya nurut,tali aku kasihkan dan dia
Kemudian hilang pergi,menyisakan bau di dalam ruangan.

Aku masih terdiam tanpa kata dan tiba tiba pandanganku sayup sayup dan tergeletak kesamping dan terlihat gelap.
"blizz,bangun,,dah jam 6"suara culun membangunkanku.
aku buka mata dan terlihat culun sudah habis mandi
Aku bergegas bangun dan mandi.

Sampai di teras kopi sudah di siapkan sama si culun.
Kita ngobrol pelan santuy,tanpa aku ceritakan kejadian malam itu.
Keluar mas Didin yang sudah berseragam.
mba Sofiah juga keluar masih dengan dasteran transparan
Mas simon juga terlihat di depan terasnya dengan anak perempuannya yang sedang ngedot lha di samping kanan pak Abidin sedang dankembar Vina Vini juga mas Samsi
Terlihat sumringah
"selamat pagi mas Didin,mba Sofi,mas Simon Mba Vina Vini Mba Dini Mas Samsi,mas Budi Mas Oka,mas Radit Mas Suparman mba Nina mba Desi, mba Vero Erika,Diah,Ayu dan semua temen nya semua"sapa ku sambil mengangguk kesenuanya.
Dengan balasan yang aku terima mereka menyapa dengan masing masing gaya.
Ada yang melambai dan ada yang mengangguk ad juga yang sambil tersenyum
"mas blizz selamat pagi kembali,mas nitip doa ya mas biar saya di mudahkan naik pangkat"ucap mas Didin
aku mengangguk
"My Bhozz,,jadikanlah oleh-Mu rezeki temen temen ,saudara temen temenku dan tetangganya temen temenku itu paling luas ketika tua nya mereka dan ketika lemah mereka. Ya Allah, cukupkanlah bagi Teman teman ku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram
dan kayakanlah temen temen dan saudaranya temen temenku semuanya termasuk tetangga tetangga yang membaca doa ini dan dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezeki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu ni'mat yang kekal yang
tidak putus-putus dan tidak akan hilang,Dan aku lah yang paling hina,paling berdosa,paling miskin dan paling buruk daripada atas orang orang yang meninggal di hari ini..Jadikan yang meninggal hari awal kemulian nya di akhirat..,aminn"begitu ucapan doa ku

diamin kan oleh semuanya
Singkat cerita di malam berikutnya
Saat hujan agak rintik rintik
Suasana sepi hanya kadang terdengar suara ringikan
Aku kira ringingan kuda eh ternyata ringikan istrinya mas Didin.
"lun tak kiro jaran jebul jaran kuwi"ucapku lirih sambil membetulkan posisi duduk dj batas depan
Culun sambil menyeruout kooinya lalu berkata.
"masih sore lho ya,volumenya kok ngga di kecilkan ahahaha"jawab Culun dengan lirih dan cekikikan juga.

"aku kewarteg dulu blizz,kamu mau makan apa"tanya Culun.
"nasi telur dadar,kalau ada rawon ,krupuk sama bregedhel"sahutku.
"NGGA cukup duitnya blizz,nih dua puluh ribu sisanya"ucap culn sambil mengeluarkan uang 10ribuan dua lembar
"sego krupuk wae"ucapku sambil nyengir.
kemudian culun beranjak pergi dan hilang didalam rintik hujan.
"mas iblizz,vina sama vini berangkat dulu ya"ucap vina sambil berjalan berdua berdampingan berpayung dan sandal nya di tenteng.

",iya mba,hati hati ya,semoga banyak pelanggan",jawabku.
"maelboro besok pagi oke"jawabnya sembari kembali berjalan ke arah jalan raya
Tidak begitu lama hujan kembali turun dengan lumayan deras,Dan tiba tiba ada sebuah cekikan di leherku dan terasa sangat kencang.
Sampi aku hampir kehabisan nafas.
Terasa tubuhku melayang dan sperti ada yang menarik agar masuk kedalam kontrakan
Sampai bener bener masuk kedalam
Aku raba aku pegang taoi tidak nyata adanya sebuah tangan atau benda di leherku.
"brukk"
Suara pintu tertutup sperti di tendang pakai kki.
Dan terhempas diatas kasur matras tipis
Mbuuggg
sakit nya,,hadehh.

"kalau berani tampakkan wujudmu,jangan main ngga nyata gini"ucaoku lirih
Dan tiba tiba wujud seorang perempuan berdaster merah,sperti yang kemarin mengerjaiku.
Memang itu betul sosok kemarin.
"lepaskan aku,kita bicara,apa maumu?"tanyaku kala itu.
perlahan cekikan di lepaskan.
"nah gini kan enak,mau apa sih mba hah"tanyaku lagI
Wajah yang terlihat cantik,dengan make up putih pucat.
Rambut lurus menjuntai dan tepat menindih di bagian pahaku,sosok merah itu menggerayangi tubuhku.
"yah,oke lah aku layabi kamu"ucapku sambil memegang d
Kedua bahu nya dan merebahkannya.
"aku tunjukin caranya"ucapku kasar dkit
Sambil menarik gaun merah nya yang ternyata sepeti kimono nyelempang.
Dan aku tarik dengan kasar
terlihatlah dua buah bukit kembar Nan indah
"ah punya dua buah widata begini kok di tutupi"ucapku dengan sedikit menggoda nya
"ah jangan gitu mass"balas nya dengan lembut manja
"besok besok jangan kasar mainnya kamu tinggal datang saja oke"ucap ku

Singkatnya
"namamu siapa",tanyaku
"RINI FATIHAH"jawabnya Sambil merapikan bajunya.
"cawetnya jangan lupa",ucapku
"kamu buat lap"bentaknya dengan kasar jengkel
"salah sendiri nantangin"jawabku
Maaf kalau semua saya tulis dengan runut sebab kalau di putus putus nanti ngga nyambung dan kurang begitu sreegg
Trus susah kalau mau nyambungnya.
Jadi mau ya gini saya tulis dengan adegan dewasa dan kehidupan nyata di sekitar
Jadi maaf kalau terkesan jorok dan tidak senonoh
"besok aku kesini lagi ya mas,sekarang aku mau pulang dulu,jinabat hehehe"ucap Rini.
"jangan tiap malam lah,bisa keropos tulang ku,enak aja tiap malam mau datang,emang aku suami mu"sahutku
"nikah mas yowh"celetuk Rini
"ahahahaha edan kamu,bahkan aku belum tau siapa kamu"tegasku
"besok aku datang lagi nanti aku ceritakan siapa aku dan apa maksut dan tujuanku"jawabnya sambil hendak beranjak pergi.
Tapi tidak menyianyiakan kesempatan.
Aku raih tangannya.
"mau kemana,sekali lagi"ucapku lirih dengan senyum mematikan.
"dah mas ah,besok lagi"sahutnya
",besok urusan besok dan malam ini urusan malam ini"ungkapku
"ya,aku mnut saja mas,ibarat kebon tanamilah sesukamu"ucap Rini Fatihah.
"nah gitu dong,manis"ucapku sambil mendekap nya
"bajingan kamu mas"ucap Rini lirih
"bajingan cap Jembut"balas ku
"yup,selesaikan cepat"bujuknya
Rini dengan senyum manja dan menggoda
sambil berjalan hendak keluar dari kamar
"prot,,prot,,prot"
Aku langsung tertawa
"asemmm malah bunyi kik"ucap Rini sambil Memegangi shenuk nya dan bergegas keluar

Sampai akhirnya Culun datang dan kita makan Nasi krupuk.
Singkat cerita

Di hari libur waktu itu semua penghuni kontrakan berada di tempat atau di rumah.

Mereka bersih bersih dan lain sebagainya
Dan malam tiba saat mba Vina dan Vini berangkat ya hampir jam 8 an lah mereka berdua jalan kaki menuju jalan raya.
Bru beberapa saat mereka
Pergi dari arah jalan raya dan teelihat seseorang berjalan dan saat itu banyak yang melihat termasuk mas Didin dan Culun juga Samsi

Mereka melihat wanita bberjalan kearah kita dan setelah dekat ternyata Dhiva.
"malam mas"ucap Dhiva dengan sopan dan penuh misteri.
Berpakaian
Rapi dan seksi.
Bercelana jeans biru muda ketat ngeplak dan berbaju putih tipis berendra tanpa lengan.
rambut pendek dan berkacamata
"malam"sahut mas Didin.
"malam"Culun
Dan aku hanya mengangguk.
"blizz,siapa ini temen mu ya"tanya mas Didin.
"temennya mba Kembar"sahutku
"mas temeni aku malam ini ya"ucap Dhiva.
"okeh"sahut mas Didin
"mas Iblizz kok mas"jawab Dhiva sambil tersenyum
"bang susunya sudah siap nih"teriak wanitanya mas Didin.
"wokeee"jawab mas Didin Segera abngun lalu hendak masuk ke dalam.
"heh blizz cantik dia lho"kata Mas Didin lrih
"aku mandi dulu ya mas,nanti kalau sudah siap tidur aku panggil,mau kopi apa teh atau susu"pesan Dhiva menawari
"oke,siap,kopi kalau ada,Sekalian Samsi dan Culun ya"ucap ku dengan nada agak keras sebab Dhiva nya sudah berjalan kearah kontrakannya kembar.

dengan mengangkat tangn
Dhiva mengiyakan.

Kita hanya berbincang bincang biasa saja ketawa tawa sampai pak Abidin keluar pakai sarung di lipet di pinggang(bebetkan) sambil terlihat oerut buncitnya dan kumisnya kayak pak Raden
"nih mas ada gorengan"ucap pak Abidin sambil mengekuarkan sepiring gorengan
"iya pak makasih" balas Culun
Keluar lah bu Yati berdandan rapi banget kayak Nya mau pergi
"pah,aku tinggal dulu ya nanti kalau sudah anak anak sudah reda,aku kembali lagi"ucap bu Yati
",iya ati ati bun"jawab pak Abidin.
cepika cepiki,cium tangan lalu pergi
dan masuklah pak Bidin
Lalu terlihat Dhiva dengan posisi setengah badaa di luar setengah nya lagi masih di dalam sambil melambai kan tangan
"kopi nya sudah siap mas Blizz"teriak Dhiva dengan lembut.
Aku segera kesana menghampiri dan membawa dua kopi ke teras kontrakanku buat si Culun dan Samsi.
Satu lagi sperti biasa buat ku,dan aku duduk di batas teras sama kayak kemarin waktu pertama nemeni Dhiva.
"kekuar dari kamar,lagi lagi aku di kejutkan dengan penampilan dan aroma yang hugg belum pernah aku hirup wanginya selain aroma minyak yang di pakai Diah Ayu
Mirip banget
Keluar dari kamar byuhh tambah menggoda ku dan terlihat sangat seksi dengan potongan rambut model polwan.

Byuhhh sangat terlihat cantik dan membuat pertahananku gonjang ganjing ngga karuan.
"mba Dhiva apakah ngga bisa atau ngga ada baju tidur yang lebih sopan lagi"tanyaku
"ini sudah biasa di kalangan ku mas,ini dah sopan,kalau ngga sopan tuh kalau gini(sambil membuka sedikit bajunya) ini biasa saja mas"jelasnya.

Contoh ambil dari mbah google Image
"biasa sih bagi mba Dhiv kalau buat ku yang memandang ya jelas itu senjata yang mematikan mba"ucap ku dengan sedikit melirik
"aku seorang Pelacur mas,apakah kamu bisa mencintai seorang Pelacur"tanya mba Dhiva

"pelacur atau pegawai bank Sajin apa yang membedakan nya mba?"tanyaku
"Pegawai kan di pandang terhormat mas,kita yang profesi sebagai pelacur hanya di pandang rendah di cap wanita murahan,hanya tawar dan hanya sebagai tempat pelampiasan"jawabnya
"jelas dong,sama wanita nya sama sama jadi tempat sampah bagi lelaki,hanya di pandang sebelah mata
Kala ingin mendapatkannya dengan berbagai trik dan cara,tapi setelah di dapatkan kebanyakan hanya dianggap sebagai asbak,hanya tempat beranak dan membuang air mani saja,adakah lelaki yang berjuang dengan rasa cinta ya? maaf mba di dunia ini yang mencintai istri istri nya hanya
Baginda Rosullulloh saja selain itu nafsu belaka termasuk kisah Siti Nurbaya dan Laila Canggung bahkan Romeo dan Juliet,jangan berharap lelaki cinta kalau kita tidak mampu mengendalikan Nafsu kita"jelasku.
"iya mas,maaf aku selama ini di benci keluargaku tapi mereka mau makan
Hasil kerjaku,selama ini aku hanya jadi sapi perah bagi mereka,Makanya aku berlindung di sini mencari ketwnangan batin ku mas,hanya kembar lah yang bisa aku jadikan teman"ucap Dhiva dengan mata berkaca kaca.
Terlihat menderita batinnya
"ya sudah tidurlah"ucapku sambil nyeruput
Kopi lalu mengambil sebatang rokok dan membakarnya.

"mau kah kamu jadi pacar ku mas"kata mba Dhiva.
Aku hanya tersenyum nyengir mendengar perkataan mba Dhiva.
"terlalu mengada ngada bahkan aku tidak tau siapa kamu dan asal usul mu juga kepribadianmu"sahutku
"Cinta tidam memandang asal usul tidak memandang bisul bahlan pinggul,cinta itu buta,cinta itu tidak memandang Harta,Tahta,Usia bahkan Agama aku mulai mencinta mu semenjak kamu mulai mengisi kontrakan itu mas,semenjak dari awal dinisi orang kontrakan itu tidak ada yang betah
Tinggal di situ dan tidak lebih dari dua bulan,semuanya kabur di ganggu Kuntilanak Muda,tapi kamu betah dan nyaman bahkan kamu telah tidur dengannya"jelasnya

aku Kaget dan Deg..Degg.

"maksut mu,Kuntilanak yang aku tiduri"ucap ku
"iya"sahutnya
"bajingan ik aku kira jin"timpalku
"Bukan mas,dia kuntilanak,dia saudaraku"jawab Dhiva sambil memiringkan badannya dengan bantal di tekuk dan terlihat pariwisatanya hemm

"ah biarain kuntilanak jug ngga apa apa,cantik dan mantap juga sih,ngapain pusing,lha maksut dia apa dan kalau kamu saudaranya berarti kamu
Kuntilanak juga"sahutku.
"iya mas,aku adiknya hiihiii"jawab Dhiva dengan senyum meringis sambil memandangku.

"dasar kalian Kuntilanak bedebah,tapi cantik cantik sih"ucapku membentak
"kalau kamu jadi pacarku,kakak ku pasti akan melepaskanmu mu"terang Dhiva.

"wah terlanjur aku
Tiduri kakakmu,salah sendiri dia menggoda ku,lagian aku kok di tantang hanya sama kayak gituan heleh,tetep aku sikat lah,jangankan hanya Kuntilanak muda yang tua aja gue embat"terAngku.
"dasar rakus"sahut Dhiva dengan wajah cemberut.

"blizz gorengannya nih"teriak Culun
Aku hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan Dhiva yang masih tiduran.

dalam hati jengkel banget di kerjain sama Kuntilanak bersaudara.
Dongkol banget sampai aku bentak bentak Culun dan mas Samsi pun hanya diam saja.

tidak lama aku duduk tiba tiba dari arah jalan raya
Kembar pulang.
Sampai di depan ku Kembar menyapa kita bertiga dan meninggalkan sesuatu bungkusan
Yang ternyata martabak.
Sambil berjalan dan aku terus melihat sampai Kembar membuka pintu dengan kunci nya.
Langsung masuk
Aku kaget dan terlihat lampu baru di nyalakan,padahal aku
Tinggalkan Dhiva dlaam keadaan pintu terbuka.
(tapi beda saat aku tanya sama Culun,yang dia lihat kembar masuk begitu saja tanpa membuka pintu dan lampu memang nyala dari waktu Dhiva datang,Ini dia cerita sudah selang tig minggu)

gelas yang tadi buat kopi yang di suguhkan Dhiva
Aku bawa kekontrakan Kembar untuk aku kembalikan.

pintu sudah tertutup dan aku ketok
"tok,,tok,,tok"

"ya bentar"sahut dari dalam
Begitu pintu terbuka.
astagaaa.
aku kagefbsetengah mati di depanku kembar memakai baju yang di pakai Dhiva tadi Dan adiknya memakai baju yang kemarin
Di pakai juga smm si Dhiva.

Bener bener terkutuk Dhiva mengerjaiku
Masih dengan gelas yang aku bawa dan aku.
"ini mba mengembalikan gelas bekas kopi"ucapku.
"lho kapan mas,lha aku kan ngga punya kopi mas,dan elpiji juga habis dah dua hari ini belum beli"jawab Vina snng kakak
Mak dheeg.
"jadi yang aku minum apa?"pikirku dengan penasaran.

Tidak mau berdebat lagi aku pamitan dan pergi pulang.

"mas blizz bisa belikan gas"teriak Vina.
"bisa"jawabku
sampai di kontrakan aku menyuruh si Culun.
"Lun tolong Vina belikan gas buat masak"ucapku
"yoh"jawab nya
Dengan nada yang agak terpaksa.
"kok gitu nada bicaramu Lun,sikat piye"sahutku sambil mendekat ke Culun
"iyo blizz"jawabnya pelan banget

Singkat cerita Seminggu tanpa gangguan apapun setelah malam itu,aku kira takut sih si Dhiva takut aku marah atau kasar
Sperti biasa pagi pagi sudah ngopi sambil ngobrol lah,biasa baru jam 6 pagi aja belum sempat Genap.
Lalu keluarlah bu yati mendekati kuta sambil berkata.
"mas suami saya(pak Abidin) tidak bangun sudah saya bangunkan mas,tolong lihat sebentar mas"ucap bu Yati
Kita bergegas masuk
Terlihat pak Abidin sedang tertidur dan sperti pucat wajahnya
"gimana mas"tanya bu Yati

aku goyang2 kan badannya jug ngga ada reaksi,baru aku mau dengar kan nafasnya masih ada atau tidak tiba2 dari arah kamar terdengar orang berkata
"percuma mas,sebagian sukma nya aku bawa
Kealamku"ucap suara
Dan suara itu persis tidak salah suara nya Dhiva

Aku termenung sebentar lalu bertanya kepada si Culun dan bi Yati apakah juga mendengar nya.
Ternyata kedua bya tidak mendengar.

Kerjaan Dhiva memang ngga beres,pikirku
"kembalikan dan temui aku di sebelah"jawabku dengan singkat lalu keluar dari kontrakannya bu Yati.
"mas gimna"tanya bu Yati
"tunggu 5 mint bu"ucaku sambil keluar dan kembali keteras.
sesampainya di teras
"Lun nanti aku berangkat belakangan kamu berangkat duluan naik angkot"ucapku
Sambil ngerokok dan nyeruput kopi aku sambil berpikir gimana caranya si Dhiva dan Rini Ftihah tidak mengganggu ku lagi.

Terdengar suara air byurr..Byurr
Seperti orang mandi di dalam kontrakanku
"denger ngga Lun"tanyaku
"denger apa"jawab Culun
"dikamar mandi dalam tuh"ucapku
"ngga"sahut Culun cepat

lagi lagi aku hanya geleng geleng dan rasanya sudah mulai terganggu dengan gaya mereke berdua.
Kalau aku teruskan jelas akan merusak kehidupanku suatu hari nanti.
"kalau aku nanti belum keluar dari dalam dan kamu sudah mau berangkat,teriak dari luar saja
Dan pingu jangan kamu tutup,kalau aku ngga nyusul kamu nanti aku berangkat setengah hari saja oke Lun"ucapku
"oke"sahut Culun.

Kemudian aku masuk dan Sampai didepan kamar.
Terdengar sunyi dan aku mulai memdorong pintu sedikit demi sedikt dan byuhh..
Di dalam kamar aku melihat
Ssok wanita yang Tidak lain adalah si Dhiva.
Dengan duduk di ranjang membelakangi pintu/ku terlihat dia sudah tidak mengenakan apa apa? alias aku sudah di tunggu nya.
Dasar setan!!!!
Sambil menyisir ramvutnya yang sudah panjang(padahal baru seminggu sudah panjang aja tu rambut)
Dag dig dug sheer
Rasane ati ku entek nting babar blas.
Ngelihat badan yang semluhai,walau lampu padam tapi terlihat jelas tubuhnya
Ampunnn gusti
"blizz aku mangkat sik,jalan kaki aja"teriak Culun dari luar
"iya"jawab ku lirih dan berharap Culun mendengar walau lewat telepati
Begitu Dhiva menoleh ke arah ku/pintu
(aku masih berdiri di depan pintu yang aku buka sedikit yang mengarah tepat ke sosok Dhiva)
Sambil tersenyum lalu tangan kanan nya menepuk kasur kapuk yang sudah kusut.
tanda mempersilahlan aku masuk.

Aku buka pintu dan aku pun masuk
Kemudian aku tutup kembali pintunya.
"cuma segitu kekuatanmu mas"ucap Dhiva.
"yap,segini saja sudah cukup,tidak usah pamer dan aku tau inti dari maksutmu,karena sudah aku tebak dan aku pikirkan beberapa hari ini",ucapku sambil mendekatinya dan mendorong tubuhnya keatas kasur
Aku letakkan telapak tangan ku di antara dua buah gunung kembar.
"aku tau kamu tidak punya perasaan"ucaoku sambil mendekatkan wajahku ke hadapan wajahnya yang manis dan imut.
"kamunsudah tau maksutku jadi tunggu apa lagi mas"ucap Dhiva tanap dag dig dug sheer
Lha ngga ada jantung
Hati dan lainnya.
Tapi kok Kuyang ada ya?

"sudah siap bila kamu dekat denganku apa lagi jatuh cinta denganku,sanggupkah kau dengan segala resikonya,pasti kamu tau aku kan"ucapku sambil merapikan rambutnya yang masih sebagian menutup mukanya.
"Pertama kali aku melihatmu
Aku tidak ingat apa-apa
Apakah Malaikat membelenggu jiwaku
Atau betapa indahnya aku terbenam
Karena rasa cinta, aku hanya melihatmu 
Kamu adalah keindahan
Di setiap helai bulu matamu adalah anugerah dari-Nya
Tawamu yang lepas,gayamu yang koclok
Tingkahmu yang konyol,terimakasih kau telah membangunkan ku dari mimpi kelam ku,lihat lah aku dengan manjamu,Perlakukan aku dengan cintamu
Genggamlah tanganlu,aku tak ingin rasa ini menjadi pengikat ku selamanya,rasa nya sama seperti ketika aku di ciptakan sebagai Kuntilanak
Semua terjadi begitu saja,dekat dengan mu serupa menyelesaiakan semua siksa dan bebanku,aku ingin menjadi bagian dari dirimu walau hanya dua kedipan mata,berjanjilan kau untuk selalu menggenggam tanganku",ucap Dhiva merayu

"pletakk"
Suara tamparan keras tepat mengenai pipinya.
"bangun,,bangun,jangan mengigau,masih pagi buta sudah bermimpi"sahutku dengan anada kasar.

"wah kasar banget sih mas"ucap Dhiva lagi.
"Udah,sekarang jawab,kamu mau apa dariku,Kepuasan atau Keturunan"ucapku dengan memberi pilihan.

"nikmati apa yang ada di hadapnmu,jangan banyak
Pilihan"jawab Dhiva dengan nada mulai kasar.
Tangan nya yang lembut mulai mencengkeram leherku

"aku suka yang kasar kasar sperti ini,hugghh ada banyak sensasi nya"ucapku sambil mendekat lebih dekat

singkat cerita

Malam setelahnya
badanku panas kayak meriang meriang gimana gt
Dua hari berlalu panas belum menurun dan tiga hari dan seterusnya malah semakin panas dan kulitku mulai ada bwnjolan benjolan aneh yang mana benjolan itu berisi air dan perih saat meletus,berisi air bening,mulai dari tangan menjalar ke dada dan semakin lama semakin menjalar
Terpaksa aku tidur sendirian di kamar,sudah hampir seminggu aku tergeletak tak berdaya hanya rasa perih dan setiap waktu maian Culun lah yang mengantarkannya
Sesekali tetangga kontrakan silih berganti membawakan makanan,buah dan lain sebagainya
D hari ke delapan aku sudab mulai
Menderita banget,tersiksa,setelah sekian lama di dera penyakit aneh.
Malam sebelumnya dari awal terganggunya aku dengan kehadiran Dhiva dan Rini Kuntilnak muda
Dan awal mulanya juga penyakit itu datang.

Saking putus asanya mapam itu sekitar lewat jam 1 malam aku merangkak keluar
Dan terbaring di kursi teras.
sambil menangis aku berpasrah kalau toh sudah waktunya aku harus kembali kealam lain aku siap dan aku tidak ingin lama lama menderita,doa kupanjatkan ke pada My Bhozz tercinta.

"halo my bhozz,kalau saya memang sudah di takdirkan untuk berpulang
Kehadapanmu,hamba iklhas dan ridho akan tetapi hamba tidak ingin pulang dalamkeadaan sperti ini,tolong my bhozz cabut penyakitku baru cabut jiwa jiwa jelekku,tempat dan waktu hamba persilahkan"keluh pasrahku

tiba tib setelah aku berpasrah datang angin kencang sperti di kipas
Dan terdengar,byukk,,byuukk,,byuukk
Sperti suara kepakan sayap Yang sangat besar.
Dan tiba tiba dari atas tepat di jalan depan kontrakan terlihat turun kaki dari binatang(empat kaki)
Dan semakin turun dan turun terlihat badan dan sayap yang besar.
Ya sebuah kuda bersayap
Dengan pancaran sinar redup berwarna biru kehijauan
Dan terlihat wanita dengan mahkota berbaju adat jawa.

Turun dan berjalan mendekatiku
Setelah sampai di depan ku tiba tiba sosok wanita itu berubah wujud menjadi Seekor Harimau yang lumayan besar(ukurannya tidak normal)
Aku hanya diam terpaku dengan mata yang meneteskan air mata,rasanya sesak nafas ku dan tertahan suara di dalam enggan keluar.

Sedetik kemudian aku berpikir
"AKU SIAP KALAU INI MEMANG JALAN AKHIRKU" ucapju dalam batin

dengan semakin mendekat dan mendekat tepat di bagian tanganku
Harimau itu menjilati tanganku dan seluruh anggota tubuhku.
waktu itu aku hanya bercelana pendek dan bersarung saja karena sangat perih ketika kena kain.

Terus menangis dan berpasrah
Setelah semua di jilati
Sosok Harimau itu pun duduk dengan mendongak sambil menjilati mulutnya
"bagaimana pun kamu salah,jangan kamu ulangi lagi,mereka telah aku ambil kembali"ucap harimau itu dan beranjak mulai meninggalkan ku.

aku membuka mata dan melihat sosok harimau itu melangkah peegi dan sampai di dekat kuda sembfani itu sosok harimau itu berubah wujud menjadi
Wanita lagi dan tiba tiba melayang dan naik di punggung kuda itu,,kepakan sayap mulai terdengar dan angin mulai berhembus kuat aku rasakan.
Hanya sesnggukan dan berucap.
"terimakasih My Bhozz,kesemoatan ini tidak akan hamba sia siakan,terimaksih Hrimau dan kuda sembrani"ucapku
Sperti sudah melihat Malaikat Penolong saja.
Entah panas badanku tib tiba sedikit menurun Terasa dingin di sekujur tubuh.
Lumayan lega dan Pagi buta aku sudah terbangun karwna ada seseorang yang membangunkan nya
"mas bangun,dah pagi ngga enak di lihat tetangga"uvap suara wanita
Sperti sudah melihat Malaikat Penolong saja.
Entah panas badanku tib tiba sedikit menurun Terasa dingin di sekujur tubuh.
Lumayan lega dan Pagi buta aku sudah terbangun karwna ada seseorang yang membangunkan nya.
"mas bangun dah terang,malu di lihat tetangga"ucap wanita itu
Aku di bantu berdiri dan masuk kedalam kamar sedangkan Cilun tidak terlihat di dalam mungkin kekamar mandi,,pikirku.

Dan tepat saat berpapasan sama si Cilun dia labgsung terkejut sambil memukuL kepalaku dengan kaos yang belum dipakaI nya.
"Bjingan,,sakit aja masih ingin pesen
Pelacur,dasar asuu kowe blizz"ucao culun jengkel.
aku yang ngga tau apa apa hanya diam saja.

"bukan mas,,saya tidak di pesan,saya kesini mau lihat kontrakan kosong"jawabnya.

"mba kan yang suka mangkal di halte itu tow"sahut Culun.
"bener mas yang kemarin kalian semangatin
Pas lagi aku ada masalah,aku tadi sekalian pulang ke kost an ku depan sana jadi sekalian aja aku mampir unyuk melihat kontrakan baru yanb kemarin sudah aku pesan sam ayang punya,katanya ada yang kosong"ucaP si mba nya

Ternyata pak Abidin dna bu Yati sudab keluaf tiga hari lalu
Jdi nya kosong kontrakan sebelahku.

singkat cerita
Dua hari berangsur membaik dan luka benjolan benjolan mulai kempes mengering dan sampai dua minggu baru total sembuh tanpa sisa.
Mungkin saja kalau sekarang akan banyak meninggalkan bekas di kulit.
akhirnya aku sembuh total
Bisa beraktivitas dan kembali bekerja.
Sampai suatu mapam aku sengaja mengundang meamnggil Kuntilanak Muda.
Dhiva dan Rini Saudara kembar kembar dikit ..

tapi gagal tidaj ada yang datang hanya saja angin yang bertiup seolah memberitahu bahwa mereka berdua telah pergi jauh
Jujur saja saya masih teringat kemolekan dna indah tubuhnya Kuntilanak Muda itu.

Setan bener dah,,Pawang demit di ganggu Kuntilanak.

Akhir cerita aku masih di sana agak lama sekitar enam bulan kemudian baru balik mudik karena lebaran.

Bhkan sampai sekarang aku tidak pernah
Ketemu atau di datangi sosok wanita yang meNyelamatkanku,Harimau atau kuda Sembrani
bahkan mimpi pun tidak pernah.

Tapi terimakasih Penyelamat semoga balasan tiada tara engkau dapat.
cukup sekian cerita koclok dari iblizz katon
Kita sambung lain cerita lain kisah dan lain waktu
INtinya

Kadang yang meribeti/mengganggu hanyalah hal hal kecil tetapi sungguh menahan langkah langkah besar,,dibalik suatu kejelekan selalu terselip kebaikan.
Pertolobgan bisa datang kapan saja dan dari mana saja dengan rupa yang berbeda beda

Salam
Sheer
Ibka

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with iblizz katon

iblizz katon Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @karyawan_tuhan

Jun 30
Kembali dengan kisah tidak bermutu Wagu dan Banyak guyonnya.
Tapi begitulah adanya.
sebenernya kisah singkat tapi sangat bermanfaat,Jangan di baca hanya dari Judulnya
Lokalisasi Demit.

Nah ini yang harus di garis bawahi membaca ceritaku harus berusia 18,1/2+..
SEBAB cerita ini tentang perjalanan sakral
Cah kenthir(iblizz katon) vs Cah Pekok(Giman/gigi mancung)
dapat job kerja di luar Pulau ya naik oesawat sih tapi sampe sana lha kok masih harus naik kapal gede 2 sianb satu malam lewatnya ya sungai Besar dan lebar wah wah edan,,
Read 149 tweets
Jun 28
Diteror maklhuk tak kasat mata dari tempat mancing dan sampai kerumah dan terbawa ke dalam keseharian dan selama berminggu minggu sampai sampai terbiasa dengan nya,dan ya gitulah ngga siang ngga malam selalu datang menghoda menakuti memgagetkan dan membahayakan
Di Semarang(Pedurunban tempatku berdomisili saat ini) ada tepat pemancingan yang bebas untuk siapa saja,lokasinya strategis kanan kantor kelurahan daa kirinya sebuah sekolahan lumayan mewah,nah di depan nya ada beberapa rumah/komplek dan ada yang sudah huni ada yang masih kosong
Read 72 tweets
Jun 11
Kisah tidak bermutu kembali lagi.
Tenang saja tetep koclok dan sedikit kenthir.

Sore di seberang istana eh Gereja ada sebuah pabrik sepatu dan kebetulan sedang ronovasi bangunan di sampingnya sebagai tambah an gedjng dan menyambung kebetulan kita lah kulinya,aku dan kawan kawan
Namanya kuli ya gitu kerja jam 8 pulang jam 4,,dah biasa bagiku.

kebetulan pekerjaan renovasinya di buru alias target sekian hari/bulan harus kelar.

Oke kita lembur terus sekuat mata dan tenaga

Di suatu malam saat start kerja ya jam 7, malam kita lembur mengerjakan plesteran
Read 129 tweets
Jun 7
Kalau rame di lanjut pukul 00:01Wib

Tetep dengan kisah kenthir yang suka keta kete
Tpi kali ini aku akan ceritakan kisah kisah klasik(kampungan)
Karena di kampung orang,sebenernya sih kisah manusia Tersombong terkenthir dan ter koclok
Bagaimana tidak koclok gara gara orang dengan kepribadian khusus aku hampir saja sakit parah.
Di kota Kendal di rumah temenku Kyai muda,aslinya sih tetangga Desa ku sana Penawangan Grobogan Purwodadi
Sebut saya Imron Sadeli(pernah aku tulis juga sih salah satu ceritaku)
Read 103 tweets
Jun 6
Selamat pagi
Selamat menjalankan aktivitas masing masing
Semoga di beri kemudahan dan kelancaran..Amin

Kembali lagi dengan kisah tidak bermutu
Kali ini aku tulis lagi tentang alam lelembut
"MENGHADIRI PERNIKAHAN DI ALAM LELEMBUT"

mendengar judulnya saja sudah pasti Kocak.
Namanya kita kerjanya di jalan raya
Waktu itu pengerjaan pengaspalan jalan raya sepanjang Pekalongan-Pemalang
Dan aku ikut salah satu Kontraktor MIXMIX gitu aja dan ngga usah ceritakan pengaspalannya
Pokoknya di situ gitu aja ya.

Siang kerja malam juga kerja lembur dan kita
Read 135 tweets
May 28
Selamat sore kawan.
Selamat berakhir pekan
Sudah dapat gandengan kah?
cuma tanya..

Yap ini cerita boleh di percaya boleh juga tidak
Sebab ini hanya sebuah kisah tentang ke isengan ku semata.
Lagi jenuh malam malam kok sepi,ngopi sendirian Makanya aku iseng iseng
Sekitar jam 2 malam,ngopi sendirian di pos samping rumah,tadinya ada temen tapi temen ku sedang beli rokok.

"iseng ah,manggil arwah artis aja hejeje"ucap ku dalam hati.

Lalu aku baca baca yang ahak susah.
Read 53 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(