, 27 tweets, 5 min read Read on Twitter
@tamrintomagola Prof Tamrin. Rasanya ada beberapa hal yang perlu saya luruskan atas tulisan di dinding Facebook tersebut.

1. Setiap rencana pembangunan ruas tol, sudah didasarkan atas uji kelayakan. Mirip seperti orang akan membangun pabrik.

Komponen di dalamnya termasuk potensi ekonomi
@tamrintomagola Potensi ekonomi bukan semata dari tiket tol, tapi juga terbukanya akses zona industri baru dan bahkan dari efek kenaikan harga tanah di daerah sekitar setelah jalan tol beroperasi.

Sederhana saja: mana yang harga tanahnya lebih mahal: yang ada akses jalan tol atau yang tidak?
@tamrintomagola 2. Hanya setelah melalui uji kelayakan ekonomi barulah rencana jalan tol ditenderkan kepada pihak yang berminat menanamkan modal. Mereka akan menguji sendiri data kelayakan yang ada serta potensi ekonominya.

Cawapres @sandiuno ternasuk yang dulu tertarik ikut bisnis ini.
@tamrintomagola 3. Tentu tidak semua orang bisa sembarangan ikut tender jalan tol. Harus punya modal minimum tertentu dulu. Mengapa begitu? Karena investasi jalan tol bersifat jangka panjang dan padat modal. Ongkosnya di depan mahal, tapi kalau sudah berjalan akan seperti mesin duit.
4. Itu sebabnya konsesi (hak membangun dan memperoleh pendapatan) dari suatu ruas tol memiliki jangka sangat panjang. Biasanya sekitar 30 tahun. Mengapa? Supaya semua modal yang dikeluarkan dan risiko yang ditanggung bisa sepadan dengan pendapatan yang diperoleh.
5. Manfaat pertama dari adanya jalan tol adalah menghemat waktu perjalanan. Ini sangat penting, karena waktu komoditas paling berharga di jagat raya.

Dengan tiba lebih cepat, maka orang dapat menggunakan waktunya untuk hal-hal lebih bermanfaat, ketimbang terbuang di jalan.
Jarak Jakarta-Surabaya bila lewat jalan tol akan makan waktu sekitar 10-12 jam.

Bila menggunakan jalur non tol biasanya makan waktu 20 jam. Belum termasuk istirahat.

Berarti ada sekitar 10-12 jam waktu yang bisa dihemat.

Tapi apa iya cuma waktu?
Masalah dengan perjalanan di luar jalan tol yang sering dialami transportasi industri adalah maraknya pungli.

Hampir di tiap bagian jalan ada saja kaum oportunis. Mulai dari polisi nakal, petugas iseng, sampai dengan kawanan bajing luncat.

Ini juga ongkosnya mahal.
Dengan adanya jalan tol, maka praktik pungli dan kejahatan di perjalanan akan bisa ditekan sejauh mungkin. Dari penghematan ini saja truk angkutan barang bisa berhemat ratusan ribu rupiah sekali jalan.

Sampai sini apakah anda setuju Prof @tamrintomagola?
Jadi bisa kita lihat secara sederhana bahwa manfaat keberadaan jalan tol ada pada dimensi harga dan waktu. Semuanya bisa dikuantifikasi - yang kemudian menjadi asumsi mengapa suatu ruas tol perlu dikembangkan atau tidak.
Dengan penghematan 8-10 jam waktu tempuh maksimal Jakarta-Surabaya (760 km) dari sisi BBM dan hilangnya pungli - sudah bisa mengkompensasi tiket tol yang disebut mencapai hampir sejuta rupiah.

Namun manfaat bukan cuma pada kedua titik ujung ruas tol Trans Jawa.
Sudah bertahun-tahun di kalangan ekonom selalu menjadi pertanyaan: Mengapa Jawa Tengah dan Yogyakarta pertumbuhan ekonominya rendah? Mengapa UMR-nya rendah padahal HDI-nya tinggi. Apa yang salah dengan dua propinsi ini?

Ternyata ada kaitannya dengan kapasitas infrastruktur.
Jawa Tengah dan Yogyakarta terjepit oleh Jawa Barat yang infrastrukturnya lebih maju di sisi industri, pelabuhan dan jalan raya, dan juga dengan Jawa Timur yang pasarnya sangat besar dan sudah mengembangkan sentra industrialisasi tersendiri.
Pergerakan barang dan orang dari Jawa Barat ke Jawa Timur - sering sekali sekadar mem-by-pass Jawa Tengah. Warga Jawa Tengah sampai bilang: kita cuma kebagian kemacetan dan warung remang-remangnya.

Mustahilnya membangun pelabuhan di Pantai Selatan, ikut menyeret Yogya.
Ukuran industrialisasi selalu pada bagaimana produksi menjangkau pasar lewat jalan DAN pelabuhan.

Di sisi ini Jawa Tengah dan Yogya kena kartu mati. Jalan tol nggak ada PLUS pelabuhan pun nggak cukup.

Maka hal ini terpaksa membuat penduduk Jawa Tengah merantau.
Itulah alasan mengapa di sekitar Solo kita masih bisa menemui orang jualan bakso Rp. 5000 seporsi. Daya beli menjadi rendah karena kontribusi pendapatan dari sisi industri juga rendah.

Yang ingin punya pendapatan lebih tinggi - ya harus merantau ke Jawa Barat atau Timur.
Tersambungnya Jawa Tengah hingga Solo ke jaringan Tol Trans Jawa - membuka peluang bagi Jawa Tengah untuk berkembang. Terlebih adanya perluasan pelabuhan dan kawasan industri Kendal. Kendal Industrial Park.

Dengan UMR terendah se-Indonesia, Jawa Tengah akan mampu bersaing.
Maka PDB Jawa Tengah-Yogyakarta yang selama ini kena "diskon" 1% per tahun karena tidak cukupnya jalan tol dan pelabuhan akan bisa berkembang lebih cepat di masa depan.

Dengan ekonomi Rp. 1200 Triliun - maka kita bicara tambahan Rp. 12 Triliun pendapatan baru per tahun.
Bisa saja angkanya lebih dari itu - tapi sangat jelas bahwa yang beroleh manfaat dari Trans Jawa bukan semata kedua ujungnya (Jakarta dan Surabaya) tetapi justru lebih membawa manfaat bagi di bagian tengahnya - yang selama ini tertinggal secara industri.
6. Mengapa jalan tol yang baru selesai dibangun masih sepi? Apakah akan terus demikian?

Tentu saja masih sepi karena masih baru dibuka. Sama lah seperti Mall buka jam 10 pasti masih sepi, dan baru ramai mendekati dan setelah jam 12 siang.

Intinya semua butuh waktu.
Dulu Tol Jagorawi juga sepi cukup lama, sebelum kemudian mulai dibangun berbagai industri di sekitarnya.

Setelah industri berdiri, muncul perumahan tempat akomodasi karyawan, diikuti perumahan umum dan kota satelit yang lalu berkembang bersama sektor jasa pendukung.
Hal yang sama juga terjadi dengan Tol Cikampek, yang kemudian menjadi sangat fokus pada manufaktur.

Mengapa? Karena jaraknya lebih dekat ke pelabuhan ketimbang Jagorawi. Manufaktur selalu butuh pelabuhan sebagai gerbang bahan mentah dan hasil produksi.
Contoh lain fenomena perkembangan akibat adanya jalan tol: Tangerang dan Tangerang Selatan.

Dulu kawasan Tigaraksa berasal dari kata Tiga Laksa = 30 ribu (hektare?) wilayah yang isinya cuma perkebunan.

Begitu ada jalan tol, muncul industri dan pusat aktivitas.
Apa yang membuat kota-kota satelit seperti BSD dan Karawaci jadi hidup dan orang mau tinggal di sana walaupun 30 km dari Jakarta? Semata-mata karena ada jalan tol.

Dalam studi ekonomi ini disebut sebagai neighbor effect. Terjadi persamaan karakter atas daerah terhubung.
Jalan tol penghubung Merak dan Jakarta, tidak cuma memberi manfaat bagi kedua ujung (Merak dan Jakarta) tapi juga membuat daerah yang dilewatinya berkembang. Ada Cilegon di ujung barat dan Tanjung Priok di ujung timur, maka cocok untuk industri pengolahan logam dan alat berat.
Mereka yang tinggal di sekitar kawasan ini tahu persis keberadaan pabrik seperti Tifico dan berbagai unit produksi pulp dan kertas Indah Kiat.

Ekonomi bergerak semula perlahan, kemudian menjadi semakin cepat - karena sektor jasa mengikuti ke mana pun industri muncul.
Tahukah anda bahwa hampir 80% ekonomi propinsi Banten berasal dari Tangerang, Tangerang Selatan, dan kawasan sekitar bandara?

Apakah bisa ekonomi baru sebesar itu muncul tanpa jalan tol?

Mustahil.
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Poltak Hotradero
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!