Micka Profile picture
Jan 7 42 tweets 8 min read
Cerita Sebentar – Cerita Horor (Cetar-Cetor) #10

“PARA PENUNGGU SEKOLAHAN“ (Bagian 1)

@bacahorror @ceritaht @IDN_Horor @mwv_mystic @bagihorror

#bacahorror #ceritaserem #ceritahoror #threadstorytime #threadhorror #horror #horor #threadhoror Image
“Mas Rebo menengadahkan kepalanya ke atas batang pohon jambu air. Terlihat wujud sosok seorang perempuan sedang berdiri. Sosok itu mengenakan pakaian seperti gaun putih, kakinya
tidak nampak, rambutnya yang panjang sebahu terlihat berantakan…....”
(Disclamer: Ini adalah beberapa cerita mistis yang pernah terjadi di sebuah Sekolah Dasar
Negeri “X” (SDN X) yang terletak di kota Bekasi. Nama-nama karakter adalah bukan nama
sebenarnya)
Beberapa saat setelah lonceng bubar sekolah berbunyi siang hari itu di SDN X terlihat para
siswa dan siswi banyak bergerombol di halaman.
Bukan sedang melaksanakan upacara bukan
pula sedang berlangsung perlombaan melainkan mereka menyaksikan para tukang yang akan
menebang pohon mahoni yang sudah ada semenjak SDN X pertama kali didirikan.
Pohon itu berukuran cukup besar.
Adapun alasan menebang pohon itu adalah pihak sekolah
akan memasang lantai ubin pada seluruh halaman sekolah dikarenakan selama ini permukaan halamannya adalah tanah yang becek sehabis hujan dan berdebu apabila musim kemarau.
Para tukang menghalau anak-anak agar tidak berkerumun terlalu dekat dengan perkiraan arah
tumbangnya pohon apabila ditebang.
Beberapa guru juga turut menghalau para siswa agar
berdiri menjauh dari para tukang yang sedang menebang pohon. Dasar anak-anak SD, hal seperti itu saja menjadi tontonan.
Agung, Surya, Adi, Danang, Ari, dan Daru, mereka semua para siswa kelas 5 ada diantara anak-
anak lainnya. Mereka mundur menjauh beberapa langkah atas perintah pak guru.
Tukang
yang bertugas menggergaji memberi kode kepada tiga orang tukang lainnya bahwa batang
pohon sudah hampir sepenuhnya pisah hanya disisakan sebagian kecil sehingga tinggal ditarik menggunakan tambang agar pohon tumbang.
Kemudian keempat tukang tersebut menarik pohon. “Awas semuanya.. mundur!!” seru salah
seorang tukang. “Krekek…krekekk…” suara batang pohon yang hendak lepas dari batang
utamanya.
Para tukang menarik agar pohon tumbang ke arah kanan agar tidak menghujam pagar sekolah dan agar jauh dari kerumunan orang-orang atau anak-anak sekolah yang ada di
situ. Tidak dinyana Danang berjalan perlahan maju menghampiri pohon yang bergerak tumbang.
“Danaaang!!! Awaass!!” semua yang di situ meneriaki Danang. Danang seolah tuli, selanjutnya
dia hanya diam tertegun menatap ke arah pohon.
Adi berlari dengan gesit ke arah Danang, ia lalu menarik dari belakang melalui celah kedua
ketiak Danang. Semua menyaksikan detik-detik menegangkan itu dengan terkesima. Pohon itu
tidak tumbang ke arah yang dikehendaki para tukang melainkan ke kedua bocah SD itu.
Saat pohon menghujam tanah semua berteriak histeris. Di luar dugaan Adi dan Danang tidak tertimpa pohon, namun Danang meringis menahan sakit. Ternyata pergelangan kaki kanannya terhantam salah satu cabang dahan besar pohon.
Darah mengucur dengan deras, pergelangan
kaki Danang nyaris putus.
Pak Guru mata pelajaran Olah Raga berlari ke arah Adi dan Danang. Lalu dengan dibantu dua orang tukang menggotong Danang ke ruang UKS.
Lalu teman-teman Adi berhamburan menghampirinya. “Kalo ga lo tarik si Danang kayanya mati
ketiban pohon,” demikian komentar yang paling diutarakan.
Ada juga komentar lainnya, “Lo liat
ga tadi? pohonnya kaya yang belok jatohnya. Bukan ke arah tambang yang ditarik tukang
malah ke Danang.” Yang lain mengiyakan.
Syukurlah setelah menjalani pengobatan dan perawatan yang memakan waktu lama
pergelangan kaki Danang dapat diselamatkan. Meskipun Danang tidak lagi dapat berjalan
dengan normal. Saat pertama kali datang ke sekolah ia berjalan dibantu dengan tongkat penyangga.
Hingga akhirnya ia dapat berjalan tanpa tongkat namun tetap saja jalannya
pincang.
Kabar kisah Danang kemudian merebak. Mengapa ketika pohon akan tumbang ia malah
berjalan menghampiri. Danang menceritakan apa yang dialaminya.
Ketika itu suasana sekitar
menjadi remang seperti waktu magrib, suara yang begitu riuh menjadi hening. Lalu Danang
melihat ada 2 sosok yakni kakek-kakek dan nenek-nenek memanggil-manggilnya, “Sini nak, sini
nak.”
Danang menghampiri panggilan mereka, maka terjadilah kejadian naas itu.
Mas Rebo penjaga juga pesuruh sekolah akhirnya bersuara, ia membenarkan kabar sosok
yang dilihat Danang.
Katanya hampir setiap lewat tengah malam ia kerap mendengar seperti
ada orang yang menyapu lantai selasar teras kelas.
Awalnya dia abaikan karena dia pikir hanya perasaannya saja karena setengah sadar dalam keadaan terbangun di tengah tidurnya. Lama kelamaan dia penasaran untuk memastikan apakah pendengarannya salah atau tidak.
Lalu dia keluar dari kamarnya. Di antara keremangan malam disaksikannya 2 sosok yakni kakek-kakek dan nenek-nenek. Mas Rebo menyimpulkan mereka adalah sosok kakek-kakek
dan nenek-nenek karena tubuh keduanya bungkuk dan kulit wajah mereka terllihat keriput
sekali.
Namun mas Rebo tidak dapat melupakan tatap mata merah menyala keduanya.

#
#

Bicara kejadian mistis di SD itu mas Rebo sebagai penjaga sekolah mengalami kejadian
lainnya. Dia memang sehari-hari juga tinggal di lingkungan sekolah. Pihak sekolah menyediakan 1 kamar untuk dia tinggali. Letak kamarnya dekat dengan toilet khusus guru.
Selain pertemuannya dengan sosok sepasang kakek-nenek penyapu teras selasar kelas, pada malam-malam tertentu dia mendengar seperti ada yang mandi di toilet khusus guru itu yang memang bersebelahan persis dengan kamarnya.
Terdengar jelas suara guyuran air dari gayung dari seseorang yang sedang mandi, sambil bersenandung. Dari suaranya siapapun yang sedang mandi itu adalah perempuan.
Sama
halnya ketika dia pertama mendengar ada yang sedang menyapu, lama kelamaan mas Rebo
keluar dari kamarnya untuk memeriksa siapakah gerangan yang menggunakan toilet di tengah malam buta.
Mas Rebo mengetuk-ngetuk pintu toilet, “siapa ya?” katanya.
Sebenarnya saat mas Rebo
keluar dari kamarnya pun suara aktivitas dalam kamar mandi seketika berhenti, tidak terdengar
lagi suara guyuran air dari gayung dan senandung, senyap sama sekali. Ternyata pintu tidak dikunci, karena memang tidak ada siapapun yang menggunakan toilet.
Lalu
mas Rebo menyalakan lampu toilet supaya dapat melihat jelas kondisinya. Lantai toilet kering, gayung tetap bergantung di tempatnya dan air di dalam bak tetap dalam kondisi penuh.
Setelah yakin tidak ada siapapun di toilet dia bermaksud hendak kembali ke kamarnya. Baru
saja ia memegang daun pintu kamarnya dia mendengar lagi nyanyi senandung. Namun kali ini
suaranya bukan dari toilet melainkan dari belakang ruang kamarnya.
Di belakang ruang kamar mas Rebo yang mana juga belakang SDN X merupakan kebun kecil.
Ada pohon jambu air berukuran sedang di belakang ruang kamar mas Rebo. Jika sedang
berbuah jambu-jambu di pohon itu menjadi sasaran para murid.
Namun yang paling sering
menimati jambu-jambu tersebut adalah tentu saja ibu-ibu guru. Mereka sering membuat rujak
darinya.
Mendengar suara senandung berasal dari kebun belakang mas Rebo mengurungkan masuk ke
kamar. Dia pikir hendak sekalian saja memeriksanya.
Dia pun berjalan menuju ke kebun. Suasana kebun temaram karena memang minim cahaya. Lalu dia menyapu pandangannya ke
sekitar kebun. Dia tidak melihat siapapun, tapi suara senandung itu tetap terdengar.
Suara senandung itu terdengar sayup-sayup, seolah jauh tapi terdengar dekat, dekat tapi terdengar jauh. Sejauh matanya mampu memandang dia hanya menangkap bayang siluet
pohon singkong dan pohon jagung, namun dia tidak melihat seorangpun.
Tinggal ke satu titik
yang ia belum toleh, yaitu ke atas pohon jambu air yang tidak jauh dari posisinya berdiri.
Mas Rebo menengadahkan kepalanya ke atas batang pohon jambu air. Terlihat wujud sosok seorang perempuan sedang berdiri.
Sosok itu mengenakan pakaian seperti gaun putih, kakinya
tidak nampak, rambutnya yang panjang sebahu terlihat berantakan, Mas Rebo tidak dapat
melihat matanya namun dari arah wajahnya yang terlihat putih pucat dia tahu bahwa sosok itu
sedang memperhatikannya.
Melihat sosok yang dia yakini adalah kuntilanak mas Rebo menundukan wajahnya berucap
istigfar, lalu menarik nafas sambil memejamkan matanya.
Seperti mengumpulkan nyali, setelah
terkumpul kembali ia menoleh lagi ke atas batang pohon, sosok itu sudah lenyap hilang dari pandangannya.

- B E R S A M B U N G -

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Micka

Micka Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @Micka0619

Jan 14
“Mendekati jam 12 malam suasana yang tadinya hening dipecahkan oleh teriakan-terikan
histeris dan tangisan dari salah satu ruang kelas yang menjadi tempat tidur murid perempuan.
Bahkan beberapa murid perempuan terlihat berlarian berhamburan keluar kelas. Suasananya
menjadi heboh. Para kaka Pembina berlarian menuju ruang kelas dimana para murid histeris.”
Read 50 tweets
Dec 2, 2022
Wujud Asap di Hargo Dalem (warung mbok Yem), Gunung Lawu (3.265 mdpl)

Gunung Lawu adalah gunung yang dianggap sakral oleh masyarakat Jawa.

#threadstorytime #threadhorror #ceritaserem #ceritahoror #ceritahorror #flashhorror #ceritahantu #gununglawu #hargodalem #pendaki #gunung ImageImage
Di gunung inilah dikisahkan Raja terakhir Majapahit yakni Prabu Brawijaya V melakukan Moksa, yakni sirnanya raga dari alam dunia kasat mata ke alam ghaib yang tak kasat mata. Beda dengan manusia pada umumnya yang mengalami meninggal dunia jika "tugasnya selesai" di dunia.
Banyak kejadian atau kisah mistis di luar nalar logika di Gunung Lawu. Seperti yang belum lama dialami pendaki ini.

Saat mencapai puncak Hargo Dalem dia berfoto di warung mbok Yem. Sebagai catatan, mbok Yem adalah seorang tokoh ikonik di Gunung Lawu.
Read 4 tweets
Nov 18, 2022
Namaku Norman (bukan nama sebenarnya. Penulis). Aku akan menceritakan pengalaman
mendaki gunungku di tahun 2006. Waktu itu aku masih kuliah di semester 7. Aku menyukai
kegiatan mendaki gunung.
Meskipun belum bisa juga dikategorikan sebagai “Anak Pecinta
Alam” yang kegiatannya rutin mendaki berbagai gunung. Mendaki gunung kulakukan semata-mata karena aku menyukai dan mengagumi keindahan
gunung dengan hutan rimbanya, hawanya yang sejuk, dan udaranya yang menyegarkan.
Read 86 tweets
Nov 11, 2022
Disclaimer : Nama tokoh dan lokasi spesifik dalam cerita ini telah disamarkan.
Pada suatu sore sebuah truk melaju dengan deras. Si supir tampak kesulitan berusaha
mengendalikan truk yang menjadi liar. Truk itu mengalami masalah pada pedal gasnya. Saat
melaju pada gigi 4 dengan kecepatan 80 km/jam pedal gas tidak kembali ke posisi semula.
Read 70 tweets
Nov 1, 2022
Disclaimer : Kisah ini berlatar Bandung di tahun 2000. Nama tokoh dan lokasi spesifik telah disamarkan.
Tidak terasa Rizki telah memasuki tahap akhir perkuliahannya. Rizki seorang mahasiswa
sebuah universitas swasta di Jakarta, mengambil jurusan hukum. Saat itu dia sedang bersiap
menyusun skripsi.
Read 51 tweets
Oct 24, 2022
7 HARI (cetar-cetor #5)

Disclamer : Nama tokoh dan lokasi spesifik dalam cerita ini telah disamarkan.
Yadi seorang supir angkutan umum minibus yang melayani rute kota M ke kota S dan
sebaliknya. M adalah sebuah kota kecil setingkat kecamatan yang berjarak sekitar 100 km dari
kota S. Durasi perjalanannya ± 5 jam. Yadi sendiri bertempat tinggal di kota M.
Read 39 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(