Profile picture
#99
, 52 tweets, 14 min read Read on Twitter
KARTEL SAGA. ANTARA JUSUF KALLA, RUSDI KIRANA DAN BUDI KARYA

*Sebuah utas*
Banyak pihak yg sekarang mencoba mengalihkan permasalahan dengan menyalahkan Garuda sebagai penyebab praktek kartel di maskapai penerbangan kita untuk tujuan menyembunyikan biang kerok sesungguhnya.
Memang benar Garuda tak terlepas menjadi bagian dari Kartel ini. Bahkan terlibat aktif. Garuda saat ini sedang berupaya menambal kerugian akibat dosa korupsi dan inefisiensi yg dilakukannya dengan uang rakyat. Hal ini tak perlu dipungkiri!
Garuda juga sudah dikenai vonis oleh Pengadilan Australia akibat praktek kartel. Jadi BUMN ini sudah terbiasa melakukan praktek yg sangat diharamkan di negara2 biangnya kapitalisme sekalipun.
Tapi tak banyak yg tahu bahwa penyebab utama terjadinya kartel maskapai penerbangan Indonesia saat ini bukan Garuda tetapi Lion Air!
"My airlines is the worst in the world, but you have no choice".

Pernyataan Rusdi Kirana diatas mencerminkan karakter bisnis yg anti kompetisi. Semua berpikir itu pernyataan bercanda, tapi ternyata dia serius dengan apa yg disampaikannya.
Semua berawal dari masalah keuangan serius yg dialami oleh maskapai Lion Air akibat pembelian pesawat gila²-an yg dilakukannya serta mahalnya 'ongkos politik' yg dikeluarkan oleh si owner Rusdi Kirana.
Pembelian pesawat dengan jumlah sebanyak itu menimbulkan biaya yg sangat besar. Mulai dari biaya cicilan sampai maintenance.
Selain sebagai pengusaha Rusdi Kirana juga dikenal sebagai politikus sinterklas. Paham kan maksudnya?
Semua itu membutuhkan biaya yg tidak sedikit.
Awalnya tidak ada yg menyadari Lion sedang dalam masalah keuangan yg serius sampai tiba2 ada kebijakan kenaikan harga tiket dan penghapusan bagasi gratis.
Semakin aneh ketika publik protes keras atas kebijakan tersebut Menhub Budi Karya justru meresponnya dengan kebijakan yg diskriminatif dan memihak Lion.
Saat itu pada tanggal 13 Februari 2019 sebenarnya kami sudah menyimpulkan Lion sedang mengalami masalah keuangan yg serius. Dan praktek kartel yg terjadi pada bisnis penerbangan kita saat ini adalah semata2 OPERASI PENYELAMATAN LION AIR!
Dan kesimpulan kami pada bulan Februari 2019 itu terkonfirmasi pada bulan Juni 2019.
Lion gagal bayar jasa bandara ke Angkasa Pura I!
Bagaimana Lion Air bisa sampai mengalami kesulitan keuangan dan cara maskapai ini mengatasinya?
Ini adalah kisah tentang tersanderanya bangsa dan rakyat Indonesia oleh ambisi seorang pengusaha yg anti kompetisi tapi pandai menjual merah putih.
Berawal dari ambisi seorang Rusdi Kirana untuk menguasai bisnis penerbangan di Indonesia secara cepat.
Logikanya, jika Lion Air bisa tampil sebagai penguasa rute2 penerbangan di Indonesia maka dia akan menjadi "pressure power" di dunia penerbangan maupun politik Indonesia.
Maka langkah pertama yg dilakukannya adalah melakukan tindakan 'heroik' dengan pembelian pesawat besar²an, yg sampai memecahkan rekor penjualan Boeing sepanjang masa.
Semua memuji karena menganggap Rusdi Kirana telah mengharumkan nama Indonesia.
Maka dengan jumlah armadanya Lion Air pun menjelma menjadi penguasa penerbangan domestik. Orang2 pun semakin kagum dan bangga.
Tapi mereka tidak sadar bahwa dengan menguasai penerbangan di Indonesia maka Lion Air secara tidak langsung telah menyandera bangsa Indonesia. Dan lebih parahnya semua pembelian pesawat tersebut adalah hasil utang!
Jadi yg dilakukan Rusdi Kirana adlh membeli pesawat sebanyak²nya dgn utang untuk menguasai penerbangan Indonesia.
Maka jika terjadi apa² pada Lion Air yang akan menanggung akibatnya Lion Air sendiri atau seluruh bangsa Indonesia?
Disitulah letak 'kecerdasan bisnis' Rusdi Kirana
Membeli dlm partai besar dan menjadi debitur besar juga berarti mendapat banyak keuntungan, baik dlm segi harga, bunga maupun syarat dan ketentuan lainnya. Ini menjadi keunggulan kompetitif Lion dibanding maskapai Indonesia lainnya.
Sampai disini yg dilakukan Lion sah dan halal
Namun karakter bisnis Rusdi Kirana adalah anti kompetisi. Keunggulan kompetitif tersebut digunakan oleh Lion untuk mematikan kompetitor, terutama yg kecil² lewat harga tiket super murah.
Moto Lion "We make people fly" memang membuat semua orang sanggup terbang dgn biaya murah.
Namun kelak setelah kompetitor 'musnah' dan Lion menjadi pemain utama penerbangan LCC dengan duopoli bersama Garuda, maka mereka menggunakan posisinya untuk melobi pemerintah agar diberi proteksi. Bangsa Indonesia sudah tersandera oleh Lion.
Berbeda dengan LCC lain di dunia yg tidak semata2 menjual harga murah tapi juga kwalitas, Lion secara vulgar hanya jual harga murah.
Hal ini sesuai dgn pernyataan Rusdi Kirana sendiri tentang Lion:

"Maskapai Saya Paling Buruk di Dunia, tapi Anda Tak Punya Pilihan"
Jadi strategi bisnis Lion adalah sbb:
1. Beli pesawat sebanyak² agar jadi kekuatan utama.
2. Matikan kompetitor kecil lewat semua keunggulan kompetitifnya.
3. Setelah kompetitor tewas minta proteksi dgn alasan predatory pricing membunuh maskapai, padahal merekalah pelakunya.
Akibatnya kondisinya seperti yg kita alami saat ini. Pemerintah bukan mengatur maskapai tetapi korporasi maskapailah yg mengatur pemerintah.
Silakan di cek sendiri saja, sudah berapa kali himbauan hingga perintah dikeluarkan Kemenhub tapi tak di gubris oleh maskapai.
Tak cukup dengan persaingan di pasar bebas yg sah² saja, Rusdi Kirana perlu memperkuat posisinya dengan menempatkan orang² yg 'berguna' di perusahaannya.
Salah satunya adalah menempatkan Halim Kalla adik Jusuf Kalla sebagai Komisaris Lion Group.
Dari sini sudah terlihat benang merahnya mengapa ada buzzer yg getol mengusulkan Rusdi Kirana jadi Menhub. Ya, karena dia orangnya JK.
Buzzer yg sama juga dulu membela Sudirman Said dan RJ Lino. All the Vice Presedent's Men!
Nah, agar makin jelas posisinya @kurawa itu sedang membela Jokowi atau membela kepentingan pak JK dan orang²nya, maka kita lihat saja group DM mereka.
Sudah clear posisinya kan?
Yang pasti Jokowi ingin harga tiket murah sedangkan Pak Jusuf Kalla menentang harga tiket murah.

Maka dengan positioning seperti ini kalian dukung siapa, Jokowi atau JK?
Silakan ERTE jika kalian dukung Jokowi!
Tak heran dalam kasus tiket mahal ini beberapa selebtitit yg mengaku pendukung Jokowi ikut2an menggunakan narasi lawan pakai sentimen anti China untuk menghambat solusi yg ditawarkan Jokowi agar tercipta kembali kompetisi yg menguntungkan konsumen. Uang bicara!
Silakan tuduh Jokowi antek asing atau antek aseng, terserah! Tetapi sejak dahulu Jokowi berpendirian bahwa transportasi murah adalah kunci harga² murah dan bergairahnya perekonomian.
Kebenaran pernyataan Jokowi tersebut terbukti sekarang.
Indonesia adalah negara kepulauan dan kebutuhan akan transportasi udara murah adalah keniscayaan. Jika maskapai nasional tidak bisa menyediakan itu secara sukarela, bahkan cenderung menyandera bangsa, maka datangkan maskapai asing. Otomatis maskapai nasional terpaksa berkompetisi
Lalu bagaimana jika maskapai nasional sampai bangkrut? Ya tidak apa². Jika mereka korup, tidak efisien dan tak mampu bersaing ujung2nya memang akan bangkrut. Kenapa rakyat Indonesia yg harus membiayai ketidak efisienan mereka?
Jangan percaya kata pakar yg menggunakan isu nasionalisme untuk membela praktek kartel maskapai yg tidak efisien.
Untuk apa memproteksi maskapai tsb jika mengorbankan perekonomian nasional?
Lagipula dimana letak nasionalismenya jika kita malah mensubsidi rakyat negara tetangga?
Kembali ke laptop. Dengan menggandeng keluarga Kalla maka Lion Air menjadi korporasi maskapai pesawat yg tidak hanya kuat secara bisnis tetapi kuat pula secara politik. Jika menyangkut kepentingan bisnis mereka bahkan kebijakan Presiden pun bisa dihambat oleh menteri²nya sendiri
Salah satu menteri yg terindikasi sbg "Vice President's Man" adlh Menhub Budi Karya. Khusus utk kasus mahalnya tiket pesawat ini kebijakan Menhub sepenuhnya dibuat demi menyelamatkan Lion Air. Belum termasuk bisnis² lain di bidang perhubungan yg tidak akan dibahas dlm kultwit ini
Kami lanjutkan kultwit ini setelah Jumatan. Selamat beribadah.
Keberpihakan Budi Karya pada Lion Air yg tidak wajar sebenarnya terlihat sejak lama, saat Budi Karya masih menjabat sebagai Dirut Angkasa Pura II. Saat itu ada publik dibuat berkerut dahi ketika AP II menomboki dana pengembalian tiket dan kompensasi pada penumpang Lion Air
Selanjutnya ketika terjadi kecelakaan pesawat Lion Air Budi Karya sebagai Menhub berdiri paling depan membela maskapai penerbangan itu dgn mengatakan pesawat Lion Air JT 610 layak terbang.
Jika memang layak terbang mengapa kemudian Direktur Teknik dan Teknisi Lion Air dipecat?
Sedemikian tinggi keberpihakan Menhub Budi Karya pada Lion Air sampai secara khusus akan melobi pemerintah Australia ketika ada larangan warganya naik Lion Air.
Owner-nya saja bilang maskapainya adalah yg terburuk kok Budi Karya ngebelain banget?
Sampai pada akhirnya Lion Air mengalami kesulitan keuangan. Melalui INACA mereka minta Kemenhub menaikkan TBB, dan seperti sinetron ketebak Kemenhub langsung memenuhi permintaan tersebut tanpa pikir panjang.
Pahamkah maksudnya kebijakan TBB itu? Artinya semua maskapai di Indonesia DILARANG menjual tiket lebih murah dari yg ditetapkan. Akibatnya Lion Air sangat diuntungkan karena tak perlu berkompetisi harga di Indonesia.
Padahal di negara lain mereka tetap jual tiket murah
Akibat kebijakan Menhub yg sangat memihak Lion Air tsb maka rakyat Indonesia yg diperas, karena harus mensubsidi rakyat negara tetangga. Lihatlah, untuk waktu tempuh yg sama dan dari maskapai yg sama juga, harga tiket di Indonesia jauh lebih mahal!
Dimana letak nasionalismenya?
Sedemikian terkooptasinya Kemenhub terhadap Lion Air sampai² bersikukuh tak akan batalkan kebijakan bagasi berbayar tapi setelah ramai protes publik cuma perintahkan Citilink menunda tapi Lion Air boleh jalan terus.
Bahkan atas keinginan Presiden Jokowi untuk menerapkan open sky di Indonesia agar Konsumen punya banyak pilihan, Menhub Budi Karya sepertinya setengah hati menjalankannya.
Alih² mencari jalan Budi Karya malah mencari² alasan.
Segala pembelaan dan pernyataan tak berdaya Menhub Budi Karya tak terlepas dari keberpihakannya pada Lion Air diatas keberpihakan pada rakyat. Karena apa? Karena ada keluarga Jusuf Kalla dalam Lion Air Group. Kepentingan bisnis keluarga Kalla diatas kepentingan rakyat.
Bahkan ketika Lion Air hingga detik ini belum juga membayar ganti rugi korban jatuhnya pesawat yg pernah dijanjikan Lion Air, Menhub Budi Karya sebagai regulator tetap tak melakukan apapun.
Bukti kuatnya pengaruh JK-Rusdi Kirana pada Menhub kita ini

Dan ketika ada kompetitor mencoba masuk meramaikan persaingan bisnis penerbangan Indonesia maka yg dilakukan adalah mempersulit perizinannya!
Ini adalah upaya2 TSM untuk tetap melestarikan Kartel yg menguntungkan Lion Air.
negerilaskarpelangi.com/2019/06/16/ada…
Lalu dari manakah kerugian yg dialami Lion Air? Bukankah mereka menguasai pasar maskapai LCC?
Jawabnya selain inefisiensi dan beban utang juga karena Rusdi Kirana ini slebor nyambi 'berpolitik' selain sebagai pengusaha.
Rusdi Kirana bukan tipe politikus yg merintis dari bawah tapi tipe politikus yg membeli posisinya dengan statusnya sebagai pengusaha.
Tak kurang dia pernah ikut membiayai berbagai ormas besar dengan menggratiskan biaya transport pesawat para peserta kongres tersebut.
Semua itu membutuhkan biaya yg tidak sedikit. Dan semua biaya yg ditimbulkan akibat ambisi berlebih Rusdi Kirana itu sekarang rakyat Indonesia yg harus membayarnya, dengan disandera oleh praktek Kartel yg direstui oleh Menhub lewat kebijakannya.
Jadi selama Budi Karya ini masih menjabat Menhub maka jangan bermimpi akan ada harga tiket pesawat normal di Indonesia. Sebab apa yg dia lakukan adalah menjaga kepentingan Lion Air, bukan rakyat Indonesia!
Sekian kultwit kami. Semoga mencerahkan dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih.
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to #99
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!