, 10 tweets, 2 min read
My Authors
Read all threads
Saya belajar sejarah.

Tulisan ini bagus tp banyak juga yang sangat keliru.
Sambil nunggu azan subuh dan ayam bertelor sy akan coba menanggapi kekeliruan pd tulisan ini. Ada beberapa keliruan yg cukup kritikal pd tulisan ini yg dimuat media sekelas historia.
1. Haji purwa disebut sbg pangeran galuh dan disingkirkan. Haji purwa atau bratalegawa bukanlah pangeran galuh (hak menjadi raja galuh), dia anak kedua dari prabu bunisora yaitu adik linggabuana. Kedudukan bratalegawa tidaklah penting pd kerajaan galuh.
Dikarenakan bunisora sendiri yg merupakan raja panjalu yg hanya sementara menjadi raja galuh dikarenakan wafatnya linggabuana dan penerus linggabuana saat itu niskala wastu kencana msh berusia sangat muda. Penerus bunisora yaitu anak pertamanya bernama giridewata.
Jadi kalau disebut disingkirkan, bratalegawa atau haji purwa disingkirkan krn apa dan utk apa? Bratalegawa ini malah suksea menjadi saudagar dan saat sdh memeluk islam dan kembali ke galuh dia dengan bebas menyebarkan islam dan sempat mengajak adiknya banawati namun ditolak.
2. Alasan pemindahan ibukota kerajaan pd masa jayadewata dr kawali ke pakuan dikarenakan dekat dgn cirebon sbg kekuatan islam saat itu. Pd masa niskala wastu kencana hingga dewa niskala sampai jayadewata cirebon belum kuat, belum ada saat itu kekhawatiran pd perkembangan islam.
Malahan pd masa itu syeh quro diusir dr galuh dan syeh quro dgn kebaikan susuktunggal dia diterima di sunda.
Pemindahan ibukota saat itu hanya tradisi biasa yg sdh bbrp kali terjadi sejak lama. Ibukota kerajaan sunda galuh memang biasa bergantian antara pakuan dan kawali.
Pd masa itu saat jayadewata pindah ke pakuan dikarenakan ia menikahi kentring manik anak perempuan susuk tunggal yg jg merupakan kakak dari ayah jayadewata yaitu dewa niskala. Kedudukan sunda yg dipimpin susuk tunggal saat itu lbh tinggi dibanding galuh yg dipimpin dewa niskala.
Jadi pemindahan ibukota saat itu lebih pd tradisi dan penghormatan bukan karena adanya tekanan dr manapun. Perjalanan jayadewata ke pakuan pun dicatat sbg perjalanan membahagiakan dan sangat meriah tidak ada tanda-tanda pindah karena adanya tekanan ya.
Sbnrnya msh banyak yg ngaco sih ditulisan ini salah satunya ditulis bahwa naskah SSK ditulis oleh jayadewata.

Tp ya udhlah males nerusin.

Bye
Sumber: Noorduyn, J. three old sundanese poems, saleh danasasmita. Carita parahyangan dan amanat galunggung, Anis djatisunda, harian galuga.
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with rakean

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!