pusara waktu Profile picture
Feb 21 19 tweets 4 min read
PEREMPUAN BERWAJAH MURAM
(Part 2)

HOROR (T)HREAD
@IDN_Horor
@bacahorror
@ceritaht Image
PEREMPUAN BERWAJAH MURAM
(Part 2)

”Gak sih, ini aku mau beli makanan di sebrang rumah sakit. Kenapa emangnya?”

”Apa boleh aku nitip air mineral, Kak?” Pinta Perempuan itu menatap Adi dengan pandangan berharap.

Namun di situ Adi merasa ada yang tak lazim dengan tatapannya...
...tapi entahlah. Ia berusaha mengabaikannya karena Adi teringat janjinya pada perawat yang hanya memberikan waktu 15 menit kepadanya.

”Boleh, terus gimana aku ngasihnya ke kamu?” Tanya Adi memastikan.
”Aku tunggu Kakak di sini aja. Bisa tolong belikan dua botol ukuran sedang, kan Kak?” Perempuan itu tersenyum kecil.

”Oke, kamu tunggu disini ya. Aku beli dulu” Jawab Adi mengiyakan permintaannya.

Adi pun segera bergegas meninggalkan perempuan itu dan menuju penjual nasi goreng
Dan ketika selesai membayar nasi goreng, Adi kemudian berjalan mendekati warung di dekat parkiran untuk membeli air mineral pesanan perempuan tadi. Kemudian Adi berjalan menyebrang dan kembali menyusuri lorong rumah sakit itu lagi.
Dari kejauhan Adi melihat perempuan itu berdiri ditempat yang sama ketika ia tinggalkan tadi. Entah kenapa Adi merasakan wajah perempuan itu sangat muram, matanya terlihat nanar dengan tatapan yang kosong, semakin memberikan kesan misterius. Adi pun bergegas menemui perempuan itu
”Nih pesanan Kamu …” Adi menyerahkan dua botol air mineral pesanan perempuan itu.

”Terima kasih Kak, tapi maaf aku gak bawa uang tunai. Boleh ya kalau besok aku baru ganti …” Pinta perempuan itu menatap Adi dengan pandangan yang mengiba.
”Udah gak usah diganti, kamu bawa aja deh …” Adi berusaha tersenyum menenangkan perempuan itu.

”Maaf ya Kak … Aku janji besok aku ganti. Kakak ada di ruang pavilion, kan?”

Adi mengangguk, meskipun merasa agak heran.
Bagaimana mungkin perempuan itu bisa tahu kalau Adi sedang menjaga di ruang paviliun. Tapi sekali lagi ia abaikan keanehan itu, karena mungkin perempuan itu hanya kebetulan saja menebak.
”Yaudah aku balik ya, gak usah dipikirin deh uang air mineralnya …” Dengan sedikit berlari Adi meninggalkan perempuan itu, tanpa kembali menoleh ke belakang.

Pikiran Adi terbayang wajah ibunya dan perawat yang sedang menunggu kedatangannya.
Sampai tibalah ia di depan pintu kamar tempat ibunya sedang dirawat. Adi membuka pintu kamar itu dengan perlahan

”Maaf Sus lama. Terima kasih ya” Adi tersenyum sedikit menunduk untuk menunjukan rasa terima kasih sekaligus rasa bersalah karena sudah lewat dari 15 menit ia pergi
”Ohhh ... Iya gak apa-apa. Jemputan saya juga kebetulan belum datang. Saya tinggal dulu ya, Mas” Jawab perawat tadi seraya meninggalkan ruangan.

Tiga hari berturut-turut di waktu yang sama, Adi selalu bertemu dengan perempuan itu dilokasi yang sama persis.
Dan perempuan itu pun selalu menitip untuk dibelikan air mineral, tapi kali kedua dan ketiga perempuan itu selalu menyerahkan uang. Namun Adi tidak pernah mau menerimanya, kesedihan yang mendalam selalu Adi rasakan ketika ia menatap mata perempuan itu...
...entah kenapa selalu membuat Adi merasa iba dan tak tega untuk menerima uang ganti air mineralnya, toh nilainya juga tidak seberapa, pikir Adi.

Dan di malam ke-empat, kebetulan Adi tidak bisa menjaga ibunya di rumah sakit.
Ia sudah ada janji untuk bertemu dengan seorang kawan yang memberikan kabar ada lowongan pekerjaan dikantornya. Tentunya dengan nilai gaji yang lebih besar dari yang ia terima sekarang.

Setelah mengobrol panjang lebar, Adi pun berpamitan kepada temannya,
dan ketika ia melangkah masuk ke dalam mobil, tiba-tiba handphonenya berdering, dan nampak nama Beben, adiknya di layar hape Adi.

”Ngapain nih anak nelepon, pasti minta dikirimin makanan …” Pikir Adi sebelum mengangkat telephone nya.
Dengan agak malas Adi pun kemudian menerima telepon dari adiknya itu.

”Apa Ben? Jangan minta dikirimin makanan deh, gue males nyetir ke sana. Loe beli aja di depan rumah sakit, di sebrang banyak yang masih buka jam segini. Dan buruan balik ya kalo udah beli makanan.
Ibu jangan ditinggal sendiri kelamaan di kamar, kasian …” Adi terus berbicara dan tak memberikan kesempatan untuk Beben untuk menyela.

”Bang ...! Bang Ad...! Anjriiittt ...! Bang … Anjrit sialan Bang …!” Terdengar Beben mengumpat dengan intonasi suara yang cepat dan tersendat
”Kenapa Ben? Heh ada apa?! Ibu gak kenapa-napa kan?!” Tanya Adi dengan penuh kekhawatiran karena terbayang wajah ibu dimatanya

”Bang ...! Sialan, anjrit ...! Gue abis liat setan, Bang …!” Suara Beben tercekat.

Bersambung...

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with pusara waktu

pusara waktu Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @pusara_waktu

Feb 23
COKRO KOLO MUNYENG
(Part 3)

Aku hanya membalas singkat seperlunya pesan itu, dan bergegas pulang karena tidak tahan dengan hawa dari rumah megah itu.

Tepat 44 hari kemudian, Acun datang untuk menjemputku, dia kemudian mengajakku untuk kembali mengunjungi rumah Hamidah,
dan sesampainya di sana, aku melihat Hamidah sedang menangis. Tak jauh dari tempat Hamidah, di tengah rumah, sebuah jasad sudah terbujur kaku.

Aku segera duduk dan membuka kain menutup jasad tersebut, "Astagfirullah …" Ucapku kaget.
Read 100 tweets
Feb 22
COKRO KULO MUNYENG
(Part 2)

Janur kuning melengkung menghiasi halaman, di tengah rumah sepasang pengantin sedang terduduk di depan seorang penghulu dalam prosesi ijab qobul. Selepas ijab qobul, raut wajah sang pengantin terlihat begitu berbahagia, Hamidah dan Rusman.
Hari itu, Hamidah dan Rusman sudah resmi menjadi pasangan suami istri.

Kehidupan pasangan pengantin baru, penuh kebahagian, dalam cinta dan kasih sayang.
Read 25 tweets
Feb 22
Hi Pwers, kali ini saya mau berbagi kembali kisah dari serangkaian perjalanan kisah Narasumber kita, Mas Wijaya. Masih di bumbui adegan diluar nalar yang bisa kalian percaya atau enggak. Buat saya seru sih dan yang pasti kita ambil pelajaran nya aja ya :)

Selamat membaca !
COKRO KULO MUNYENG
Ns : Mas Wijaya

Malam itu, seperti biasa sehabis isya, aku duduk di sebuah warung kopi yang terletak tidak jauh dari masjid. Dari kursi yang menghadap ke arah jalan tempat aku duduk, kulihat salah seorang kawanku yang juga sering mengopi di warung ini datang
Read 25 tweets
Feb 21
PEREMPUAN BERWAJAH MURAM
(Part 3- END)

HOROR (T)HREAD
@IDN_Horor
@bacahorror
@ceritaht
@Penikmathorror
@SpesialHoror Image
PEREMPUAN BERWAJAH MURAM
(Part 3)
”Bang ...! Sialan, anjrit ...! Gue abis liat setan, Bang …!” Suara Beben tercekat.

”Dimana kejadiannya? Loe liatnya di mana Ben?” Tanya Adi penasaran.

Beben kemudian bercerita panjang lebar dari seberang sambungan telepon,
.. sambil mendengarkan Adi pun sesekali menahan napas. Lalu kemudian mengeluarkannya dengan helaan panjang, seakan terbayang di kepalanya membentuk sketsa-sketsa dan potongan-potongan kejadian seperti cuplikan film hitam putih.
Read 22 tweets
Feb 18
PEREMPUAN BERWAJAH MURAM
(Part 1)

HOROR (T)HREAD
@IDN_Horor
@bacahorror
@ceritaht
@Penikmathorror Image
Hai Pwers, balik lagi niih saya mau berbagi kisah horor lain nya. Dan untuk memulai nya saya mau cerita yang ringan-ringan dulu yaaa , seperti biasa semoga bisa menghibur dan mengambil pelajaran. Selamat membaca 😀
PEREMPUAN BERWAJAH MURAM

Hai, perkenalkan namaku Adi. Aku akan bercerita sebuah kejadian ketika aku harus menjaga ibuku yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit swasta, di sebuah kawasan Jakarta selatan.
Read 24 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(