OmahSuwung Profile picture
Jul 25, 2022 131 tweets 18 min read Read on X
"Hunian Angker"

Hunian yang beralih fungsi menjadi penginapan ternyata banyak menyimpan kisah seram di dalamnya. Cerita ini berdasar kesaksian kakak temanku yang bekerja di sebuah penginapan...

#Threadhoror
#Ceritahoror
#Sukabacahoror
#Podcasthoror Image
Kisah ini diceritakan seorang teman, yang kebetulan letak penginapan itu tidak jauh dari rumahnya. Terletak di sekitaran maguwoharjo, arah stadion. aku skip alamat aslinya ya? Karena penginapan itu masih aktif sampai sekarang...
Awal 2022, penginapan itu membuka lowongan kerja. Dibutuhkan 2 orang pekerja wanita, usia max 30 tahun, pendidikan minimal SMA sederajat. Untuk mengisi lowker di kitchen dan laundry sprei....
Kebetulan waktu itu kakak dari temanku sebut saja namanya mbak yati membutuhkan pekerjaan. Mbak yati ini sudah memiliki seorang anak, suaminya hanya kerja serabutan sedangkan kebutuhan dapur dan lainnya semakin banyak.
Maka dari itu keinginannya untuk bekerja semakin besar. Belum lagi anaknya yang sudah mulai masuk sekolah. Waktu pandemi tahun lalu, anaknya belum sekolah baru tahun ini. Jadi biaya belum begitu banyak...
Mendengar info loker itu, bergegaslah mbak yati melamar. Dengan ditemani tetangganya yang kebetulan kerja di penginapan itu.
Setelah menyerahkan cv lamaran, mbak yati sebetulnya bisa langsung bekerja hari itu juga. Namun ia menolak karena belum ada temannya, sedangkan info loker sebelumnya dibutuhkan 2 orang pekerja...
"loh, kenapa mbak? Bisa kok langsung kerja hari ini, nanti bisa dibayar di muka gajinya...anggap saja lembur" ucap pak yahya, salah sati staf di sana dengan sungging senyum yang aneh.
"gak kenapa- kenapa pak..." Jawab mbak yati tantrum sembari melihat sekeliling penginapan disana. Penginapan itu banyak dikelilingi pohon akasia, bambu kuning berjajar rapi di dinding pagar batako, di tengahnya ada taman dengan gelaran rumput hijau yang terlihat estetik..
Belum lagi pohon pinang yang tumbuh subur di atas rumput jipang yang nampak cantik terawat mirip madani raksasa. Semilir angin siang itu pun terasa nyaman, tapi aneh...
Rasanya sulit bagi mbak yati melukiskan keanehan tempat itu, saking bingungnya mbak yati justru seperti linglung dan tanpa disadari ia bicara sendiri...

"Owalah...kok gede temen, iki istana opo pomahan" ujarnya sambil melihat kesana kemari, sesekali kepalanya menengok keatas..
Di atas ada beberapa petak kamar yang masij terlihat kosong. Sepertinya masih dibangun, tapi sudah dalam tahap finishing. Mungkin tamunya banyak dari luar kota jadi pemilik membangun kamar inap lagi.
Penginapan itu tadinya hanya satu lantai, dengan jumlah kamar berkisar 100 kamar. Dibagi menjadi 3, kamar ekslusive, bisnis dan ekonomi...yang membedakan harga sewa per malamnya. Mirip bus aja ya?
Yang ekslusive, fasilitas lebih lengkap pastinya ada ac dan wifi gratis. Sedangkan yang bisnis juga hampir sama, hanya saja ada tambahan bed apabila yang menginap beramai- ramai. Biasanya kebanyakan yang menyewa orang dari luar kota yang sedang melakukan perjalanan dinas.
Kalau yang ekonomi standarlah harga sewanya, yang bedain cuma tanpa ac. Hanya ada satu kipas angin 12 inch, tapi masih ada tv nya. Kebanyakan yang nyewa, kasih tau gak ya? Mending gak usah aja..wkwkwk
Mbak yati masih dengan sikap yang sama, melihat ke atas bangunan. Ya! Penginapan itu sekarang dibangun lagi, bukan kesamping tapi keatas. Entahlah, mau mencakar langit mungkin. Dengan pondasi cakar ayam yang terlihat mentereng sekali...
"mbak yati...bagaimana? Ditanya kok malah ngomong sendiri. Mbak yati lihatin apa sih kok keatas terus"
Tanya pak yahya heran...

"Eh pak yahya, emang bapak tanya apa ya?" Mbak yati terkejut waktu lihat pak yahya sudah ada di depannya..
"tadi kan saya bilang, bisa kerja langsung tapi kamu gak mau. Saya tanya, kamu bilang gak kenapa- kenapa. Eee...kamu malah sibuk lihat sana- sini, seperti orang keheranan. Terus saya tinggal sebentar ke dalam, kamu malah hilang gak taunya ada disini...." Terang pak yahya
"oo..maaf- maaf pak, saya kagum lihat penginapannya bagus banget. Udaranya sejuk sekali pak, ada taman, ada ayunan...wah? Kapan- kapan boleh donk pak, ajak anak saya kesini?"
Jawab mbak yati dengan binar mata bahagia.
"boleh saja...kenapa tidak boleh, yang penting tidak mengganggu pekerjaanmu ya? Ya sudah, kalau kamu maunya bekerja besok tidak apa- apa..." ucap pak yahya

"Ow ya pak, terima kasih. Mudah- mudahan besok saya ada temannya ya pak? Biar ada teman ngobrol...
"kalau begitu saya pamit pulang dulu pak, besok pagi saya kesini lagi. Mulai kerjanya jam berapa pak?" Tanya mbak yati

" Jam 10 sampai dengan selesai, jam kerja fleksible. Tergantung kamar mana yang selesai di sewa. Nanti tugasmu, mengganti sprei dengan yang baru"
Keesokan harinya mbak yati mulai bekerja di penginapan itu. Jam setengah 10, mbak yati sudah sampai di lokasi. Di pintu gerbang masuk tampak seorang perempuan berperawakan sedang berdiri, ia seperti mencari seseorang...
"maaf mbak, mencari siapa? Atau mbaknya mau sewa kamar?" Mbak yati bertanya pada perempuan berkulit sawo matang itu, usianya berkisar 35 tahunan.
" Eeh, maaf mbak...anuu?" Ia nampak malu- malu sambil menggaruk- garuk tangannya padahal tidak gatal.
"anuu apa?"

"Ini..."

Ia mengambil berkas lamaran di dalam tas kainnya. Tas bertuliskan dagadu, nge- tren di jamannya. Lalu menyerahkan berkas lamaran itu pada mbak yati.
"owh...mau melamar kerja? Saya baru juga kerja hari ini mbak, perkenalkan nama saya yati..." Ujarnya sembari mengulurkan tangan pada wanita yang bernama suryani itu.

"Suryani...." Jawabnya singkat dengan senyum sumringah, namun harap- harap cemas diterima atau tidak nantinya.
"saya butuh pekerjaan mbak, sudah nyari kerja kemana- mana gak dapat- dapat. Kebetulan saya lihat info loker di fb, penginapan ini membutuhkan pekerja" terang mbak suryani dengan terbata- bata.

"Iya mbak, masih butuh satu orang lagi untuk bagian memasak..semoga diterima ya mbak"
"mari saya antar...." Ajak mbak yati pada suryani. Mereka masuk ke sebuah pavilun, yang difungsikan sebagai kantor. Dekat dengan kantor ada lobi penginapan, untuk check in para penyewa...

"Eeh...mbak yati " suara pak yahya mengejutkan mereka berdua.
Pak yahya hobi banget ngagetin orang, sukanya jalan mengendap terus tahu- tahu ngajak ngomong.

"Eeh pak yahya....ngagetin aja" jawab mbak yati sambil memegang dada karena degup jantung yang tak karuan. Entah kenapa juga sekaget itu...
"mbak suryani ya? yang tempo hari telpon? Tanya pak yahya...
"Iya pak, masih ada lokernya?"

"Masih ada mbak, bagian kitchen...urusan dapur bagaimana?" Tegasnya lagi
"mau..mau pak, yang penting kerja. Jadi diterima ini pak?" Tanya suryani dengan antusias

"Bawa cv lamarannya?"
"Ini pak...." Suryani menyerahkan amplop coklat besar yang berisi surat lamaran
"rumahmu jauh juga ya? Tadi kesini naik apa?"
"Saya naik ojol pak, gak ada motor..." Ucapnya

"Begini saja, kamu mau tidur disini? Ada mes untuk yang rumahnya jauh kok, tenang saja aman. Nanti waktu libur boleh pulang kampung"
Tanpa banyak basa- basi, suryani mengiyakan saja. Karena rumahnya memang jauh di gunung kidul, kalau di laju tiap hari rasanya tidak mungkin. Setelah selesai interview, dan brifing pagi menjelang siang itu mbak yati dan suryani bisa langsung bekerja.
Mbak yati senang banget karena ada teman, apalagi mbak sur orangnya ramah enak diajak ngobrol. Nah? Ketika mereka bekerja inilah, kejadian- kejadian ganjil mulai bermunculan. Bahkan di siang hari pun gangguan metafisik itu tetap ada...

Tunggu besok ya, sudah ngantuk nih😁
"eh mbak sur, apa gak takut tidur di mes sendirian? Pak bon (tukang kebun) pilih pulang ke rumahnya, deket sini sih rumahnya. Nanti mbak sur cuma sendiri di kamar belakang sini" ucap mbak yati sembari memunguti kain sprei di tempat cucian.
"ah...gak apa- apa mbak, mau gimana lagi saya betul- betul butuh pekerjaan ini. Saya cuma sendiri, suami saya sudah meninggal beberapa tahun lalu. Anak- anak masih butuh biaya sekolah"
Jawabnya dengan muka memelasnya....
Mbak yati tercekat mendengar ucapan yang terlontar dari mulut mbak sur barusan. Ada rasa bersalah karena membuat mbak sur jadi bersedih mengingat mendiang suaminya. Meski tidak ada maksud membangkitkan luka lama, mbak yati merasa jika malam hari penginapan itu akan lebih mencekam
Apalagi mbak sur hanya seorang diri di kamar belakang, jauh dari pintu gerbang depan. Kadang penginapan itu juga tidak sepenuhnya terisi penyewa, kalau lagi sepi hanya beberapa kamar saja yang terisi.
Tapi mau bagaimana lagi, mbak sur bersikeras tidur dalam sendirian.

"Maaf ya mbak, jadi buat mbak sur sedih..." Ucap mbak yati seraya berjalan mendekat lalu memeluk tubuh kecil mbak sur.
"sudah gak apa- apa..." Jawab mbak sur, sambil menyembunyikan wajahnya yang mulai berurai air mata. Mbak sur ini sepertinya tipe orang yang menyembunyikan sedihnya, tidak mau orang lain tahu.
"ya sudah, saya mau ke dapur dulu ya?" Pamitnya tergesa berlalu dari ruang laundry.
"Iya mbak, nanti kalau sudah selesai kerjaannya, kita makan bareng ya mbak? Saya bawa bekal banyak" ujar mbak yati dengan simpul senyum senang berharap mbak sur tidak memikirkan perkataannya tadi.
"iyaa...." Jawabnya singkat

Tiba- tiba sepeninggalnya mbak sur dari tempat itu, mesin cuci paling ujung berbunyi sendiri. Padahal mbak yati belum menyalakan sama sekali. Di sana ada 3 mesin cuci, ketiganya masih dalam keadaan baik- baik saja, tidak ada kerusakan.
"kenapa nyala sendiri ya? Padahal belum kunyalakan mesinya, tombolnya juga masih off..." Mbak yati mendekati mesin cuci itu, melihat ke dalamnya masih kosong dan ketika didekati mesin itu berhenti berbunyi.

"Aneh...." Masih dengan tanda tanya besar, namun berusaha diabaikannya.
Mbak yati tetap meneruskan pekerjaannya, karena sprei dan sarung bantal semakin menumpuk. Pak bon, mengambilnya dari 10 kamar eksclusive , penyewanya sudah chek out pagi ini...
"ini ya mbak, ada tambahan lagi..." Ucap pak bon, sembari menyerahkan sekeranjang penuh kain sprei kotor.

"Owh ya pak, taruh situ saja pak..."

"Mbak, itu temennya berani to? Tidur disini sendiri?" Tanya pak bon, sambil menghisap dalam rokok tingwe nya..
"lah gimana to pak? Memangnya kenapa?" Ujar mbak yati penasaran
" Ya ndak apa- apa, cuma banyak berdoa saja biar ndak diganggu...." Jawab pak bon seraya berlalu dari tempat itu

"Pak...nanti dulu to perginya, memangnya diganggu apa pak..." Mbak yati bertanya lagi
"ya diganggu mbak, tau to? Disini banyak pohon besarnya..." Ujar pak bon, enggan meneruskan ceritanya lalu pergi begitu saja.
Mbak yati hanya diam, apa yang dirasakannya memang bukan kebetulan. Karena ia punya kepekaan pada hal- hal gaib, tapi hnya sebatas merasakan.
Sekitar jam 12 an, kelarlah kerjaan mbak yati, tinggal menunggu kering saja. Dan tidak butuh waktu lama karena sebelumnya sudah dimasukkan mesin pengering, jadi tinggal diangin- anginkan sebentar.

"Mbak sur, ayo istirahat dulu" ajak mbak yati dari balik pintu dapur
"iya mbak, sebentar saya buatkan teh sekalian ini, airnya sudah mendidih" jawabnya sembari mengambil gelas dan teh celup di lemari.
Sambil menunggu mbak sur, mbak yati duduk di gasebo belakang, dan mulai membuka bekalnya disana.
Semilir angin siang itu membuat nyaman untuk rehat disana, selang beberapa menit mbak sur keluar dengan membawa satu nampan berisi teh hangat dan tahu goreng.

"Wah...enak nih" ujar mbak yati kegirangan karena ada gorengan
Kemudian mereka makan bersama sambil berbincang santai di gasebo itu. Di selanya mengobrol, tiba- tiba mbak sur bertanya sesuatu...

"Mbak, tadi ada kejadian aneh gak waktu nyuci?"
"Kenapa mbak, kok tanyanya gitu?" Mbak yati masih menutupi, menunggu mbak sur selesai bicara..
"tadi waktu di dapur, saya lihat kejadian aneh mbak...sutilnya gerak sendiri, abis itu jatuh ke lantai, saya kaget banget" terang mbak sur dengan suara bergetar, jadi tremor karena takut. Tapi kembali tenang lagi, saat ia menyadari keputusannya bekerja disitu.
Apalagi memilih tidur disana, akan ada konsekuensi yang harus dihadapi termasuk bersinggungan dengan hal- hal yang tak kasat mata.
"Oowh..iya tadi mesin cucinya juga nyala sendiri mbak, padahal belum saya nyalakan. Tombol juga masih off, mesin masih kosong. Anehnya bisa nyala"
"mbak?....melamun ya?"

"Eh...apa?" Mbak sur terperanjat, mbak yati menepuk pundaknya.
"Tadi mesin cucinya juga nyala sendiri mbak, padahal saya belum nyalakan" ujar mbak yati lagi..

Mbak sur hanya diam, meneruskan makannya. Tidak berusaha menimpali....
"aneh..." Mbak yati berguman sendiri. Setelah selesai makan, mereka berberes dan kembali bekerja lagi sampai jam pulang tiba.

"Mbak, saya pamit pulang dulu ya?"

"Iya mbak, hati- hati dijalan" jawab mbak sur
"bukannya dia yang harus hati- hati" batin mbak yati

"Ah sudahlah...kemauannya juga"
Mbak yati pergi meninggalkan tempat itu, setelah absen pulang. Para staf lain pun sudah pulang duluan, pekerja disana hanya ada 8 orang...
3 staf administrasi, 4 orang petugas kebersihan dan pak bon (tukang kebun), formasi pekerja yang dulu. Dan tambahan pekerja 2 orang, total jadi 10 orang. Tapi 8 orang pekerja memilih pulang karena takut juga tidur disana.
Seperti judul ceritaku hunian angker, hunian yang berubah menjadi penginapan. Pernah kosong lama dan terbengkalai hingga banyak diitumbuhi semak belukar. Sebelum masuk ke teror malam yang dirasakan mbak sur dan berakhir bunuh diri, aku spill penginapan itu dulunya bagaimana.
Tahun 1995, daerah maguwoharjo itu belum begitu ramai. Sepanjang jalan masih banyak sawah dan kebun tebu. Stadion sepak bola pun belum ada, di pinggir jalan lebih banyak warung kelontong. Pohon- pohon rindang menghiasi sisi kanan kiri jalan, kebayang kan kalau malam hari?
Belum banyak bangunan seperti sekarang, lahan warga masih cukup luaslah. Terlihat dari banyaknya rumah tinggal dengan halaman yang luas sekali. Di daerah sekitaran itu, ada sebuah rumah yang cukup besar agak jauh dari pemukiman dan tidak begitu jauh dari jalan utama.
Rumah itu ditinggali sebuah keluarga keturunan tiong hoa, bs dikatakan keluarga besar. Satu rumah terdiri dari 13 anggota keluarga. bapak, ibu dan 8 anaknya yang berusia kisaran remaja hingga masih anak- anak.
Dan 3 orang lainnya adalah asisten rumah tangga disana. Satu dari mereka adalah warga sekitar situ saja. Sedangkan yang lainnya berasal dari tegal, asal daerah sang majikan. Menurut cerita dari warga sekitar, mereka adalah pendatang dari tegal. Memiliki usaha toko besi...
Disclaimer! Sebelumnya aku mau beri tahu dulu ya? Ceritaku ini tidak sepenuhnya kisah nyata, ada bagian yang aku rekayasa. Hanya beberapa part saja yang sesuai dengan aslinya. Supaya tidak ada pro dan kontra kemudian hari...
Baiklah kita lanjut lagi...
Sebut saja, arifin dan eva...

Pemilik rumah itu adalah bapak arifin, setiap hari ia bekerja di toko miliknya di daerah demangan. Dengan di bantu sang istri dan 2 anaknya, mereka membuka toko sekitaran jam 10 pagi...
Pak arifin ini orang bisa dibilang keras, semua harus nurut dengan perintahnya. Urusan mendidik anak pun tidak kalah dengan pendidikan militer. Apabila mereka melakukan kesalahan, tidak sungkan- sungkan ia menyabet anaknya dengan ikat pinggang.
Walhasil istrinya pun menjadi bulan- bulanan kekesalan pak arifin karena berusaha menghalangi saat bersikap brutal pada anak- anaknya. Jika sudah begitu, bu eva akan jatuh sakit karena tekanan mental dari suaminya sendiri.
Keluarga itu dulunya memiliki bisnis juga di tegal, tp sayangnya bisnis yang dirintis bersama keluarga besar pak arifin itu runtuh karna terjadi perpecahan di dalamnya. Saling berebut dan mngklaim siapa pemilik bisnis itu, akhirnya jadi pecah juga ketika orangtua pak arifin wafat
Dan yang ditakutkan pun terjadi, konflik yang tak berkesudahan. Dan akhirnya mereka sepakat menjual seluruh aset kemudian dibagi rata dalam bentuk uang. Uang itulah yang digunakan pak arifin untuk memulai usaha di yogya.
Pak arifin cukup familiar dengan kota ini karena ia sempat berkuliah di yogya, dan menemukan cintanya pun saat kuliah.
Begitulah hari- hari dilaluinya, awalnya semua berjalan lancar hingga tahun '98 terjadi krisis moneter, banyak usaha yang mengalami gulung tikar hingga terjadi pengkursan mata uang.
Karena nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar amerika, dan terjadi krisis valuta asing. Sebab itu berimbas pada banyak usaha yang akhirnya kolaps. Belum juga kekeringan yang melanda negara kita, di kurun waktu 50 tahun terakhir terjadi kemarau yang cukup panjang.
Kian hari usaha toko besinya kian sepi, belum lagi terjadi demo mahasiswa di berbagai titik di yogya yang mau tidak mau banyak pedagang menutup tokonya. Karena khawatir menjadi sasaran kebrutalan masa.
Begitu juga dengan pak arifin dengan sangat terpaksa menutup toko besinya. Ia pulang dengan keadaan kesal bercampur marah. Karena kondisi seperti itu, tidak bisa saling tuding salah.
Sesampainya di rumah, dengan raut muka masam ia masuk ke dalam kamar tanpa satu kata pun. Saat si bungsu memanggilnya pun tak dihiraukannya...

"Papiiii....."

Ia berlalu meninggalkan anaknya tanpa senyum sedikit pun.
Nama si bungsu adalah noplin, usianya sekitar 5 tahun. Ia hanya berdiri di sudut ruang tamu, dengan mata yang berkaca- kaca....

"Papiii jahat....." Ia menangis tersedu. Kalian tahu kan kalau anak kecil itu polos, mudah nangis dan kalau ngomong jujur...
"papiii kenapa malah- malah teyus" (papi kenapa marah- marah terus)
Noplin mencoba bertanya pada mami eva, perubahan sikap papinya membuatnya menjadi asing di mata anak- anaknya. Pak arifin sering mengunci diri di kamarnya seharian...
Mami eva hanya bisa menghela nafas mendengar aduan anaknya. Ia pun tak bisa berbuat banyak ,percuma.

"Sini, mami peluk"
Noplin berlari dan larut dalam pelukan maminya.
Mami eva hanya berusaha kuat meski air matanya berlinang. Begitu lelahnya dengan keadaan hingga hanya bisa menangis dalam diam.
Sementara roy, nandes, dan samuel yang sedang tiduran di kamarnya ikut merasakan kesulitan yang merundung keluarganya.
Maklum saja, usia mereka sudah beranjak remaja, sudah mengerti bagaimana kondisi keluarga apabila dilanda kesusahan. Dengan banyaknya kebutuhan, belum lagi untuk biaya sekolah.
Hingga ditengah malam buta...

Tepat jam 12 malam, kejadian mengerikan itu terjadi...
Pak arifin masuk ke dalam kamar anaknya, kamar pertama dihuni anak 1, 2, 3 dan 4. Dengan kejam ia membantai keempat anaknya dengan senpi yang dibelinya dari seorang temannya.

"Duor...duor...."
Terdengar 2 kali tembakan, dan mengikuti 2 tembakan berikutnya...
Mami eva, dan 4 anaknya yang lain terbangun. Mbak sri dan mbak wit asisten rumah tangga mereka pun ikut terbangun. Mereka berlari ketakutan. Mami eva mengira, ada yang akan merampok karena ia tidur di kamar anaknya semenjak pak arifin sering mengunci diri di dalam kamar.
"mbak sri, mbak wit selamatkan anak- anak, lari lewat pintu belakang. Minta tolong kasih tau pak Rt dan warga ada perampokan"

"Baik bu, ibu tidak ikut? Tanya mbak sri panik.
"Udah cepetan...!!!
Dengan gemetaran, mami eva melangkah perlahan menuju kamar suaminya.
Bermaksud membangunkan suaminya, namun saat akan melangkahkan kaki...mami eva benar- benar dibuat kaget. Pak arifin sudah ada tepat di depannya dengan tatapan mengerikan.

"Papi? Pap? Kenapa?"

Pak arifin mengacungkan senpi tepat di kepala isterinya lalu....

"Duaaar!!!!"
Seketika itu juga, ia terjatuh dan tewas ditempat. Agatha dan sesilia, anak ke 5 dan 6 pak arifin yang mendengar suara tembakan itu, berlari lagi masuk ke dalam rumah...
Mereka mendengar jeritan histeris maminya.

"Agatha...mau kemana!"
Agatha berhasil lepas dari genggaman tangan mbak sri, ia terus berlari tak pedulikan adik- adiknya yang menangis

"Kak! Aku ikut...." Sesilia pun ikut berlari di belakang agatha. Keduanya masuk dan melihat pemandangan mengerikan itu.
Pak arifin masih berdiri terpaku tepat di depan jasad isterinya.

"Mamiiiiiii.......!!!!"
Mereka menangis histeris melihat maminya berlumuran darah.

"Papi jahaat! Kenapa papi jahat....!" Sesil memberontak menyerang papinya...
Namun agatha menarik tangannya dan mengajaknya untuk keluar rumah, menyelamatkan diri. Karena ia merasakan papinya sudah beda, seperti orang kerasukan.

"Sesil ayo pergi dari sini...."
Ia menarik paksa lengan adiknya, tapi belum sempat mereka sampai pintu keluar,..
2 peluru menembus kepala bagian belakang, agatha dan sesilia jatuh tersungkur di dekat pintu dan tewas seketika itu juga.

Selang beberapa menit...satu tembakan terakhir meletus di tengah malam yang mencekam itu. Pak arifin mengakhiri hidupnya...
Hanya tersisa dua anaknya yang masih hidup, noplin dan fano...

Peristiwa itu sangat menggemparkan warga sekitar, mereka berbondong- bondong datang ke lokasi. Polisi pun memasang garis kuning di tempat kejadian. Mbak sri dan mbak wit, masih trauma melihat kejadian itu...
Tidak bisa memberi kesaksian dengan gamblang, mereka terus memeluk noplin dan fano yang menangis melihat orangtua dan ke 6 kakaknya meninggal dengan tragis. Kalut! Hanya satu kata ini, sudah tidak bisa berkata apa- apa lagi, bingung mau menenangkan dengan cara apa.
***
Itulah kisah sebelum penginapan itu ada. Setelah kejadian mengerikan itu, rumah pak arifin dibiarkan kosong. Kedua anaknya yang masih hidup, dirawat om dan tante dari keluarga bu eva. Hampir 20 tahun kosong, akhirnya seorang pengusaha properti membeli rumah itu...
Rumah dengan pekarangan seluas itu sayang jika dibiarkan terbengkalai. Luasnya sekitar 3000 m2, jaman dulu harga tanah tidak semahal sekarang, jadi tambah mahal, karena ada stadion bola...
Proses pembangunan penginapan itu terbilang cepat, karena hanya membangun penginapan sederhana. Mengingat lokasinya yang lumayan masih sepi meski letaknya di pinggir jalan. Si pemilik mematok harga sewa lumayan murah.
Semakin kesini, akhirnya semakjn berkembang dan pemilik pun mempeluas bangunan. Kalau untuk gangguan mistis, lebih intens terjadi saat pelebaran banguan di blok tanah kapling bagian belakang tepatnya lokasi kejadian pembantaian satu keluarga itu.
***
"Suara apa itu?"
Terdengar kran air berbunyi, mbak sur masih terjaga. Entah mengapa mata sulit terpejam. Malam itu sepi sekali, pak bon hanya berjaga malam seorang diri di pintu gerbang depan, jauh dari kamar mbak sur..
Awalnya hanya suara kran air menyala, lamat- lamat terdengar suara anak kecil tertawa sambil berlarian di sekitaran taman. Mbak sur mengendap, setengah berdiri dan mengintip dari balik jendela. Ia hanya mendapati keheningan, tapi ayunan itu bergerak sendiri...
Kembali mbak sur berhadapan teka- teki keganjilan malam itu. Peluh terus meleleh di dahinya, tak kuasa menahan ketakutan. Bulu kuduknya merinding, seolah isyaratkan adanya entitas lain ditempat itu.
Malam yang terasa panjang itu terlewati tanpa lelapnya mata. Padahal tubuh sudah memberi signal lelahnya. Mbak sur baru bisa tertidur ketika terdengar adzan subuh berkumandang.
Keesokan harinya...

"Mbak? Kok pucat, sakit ya?" Tanya mbak yati spontan, pasalnya muka mbak sur terlihat pucat pasi seperti orang kurang darah. Badannya pun kelihatan lemas, tanpa tenaga...
"ndak sakit kok, ndak bisa tidur saja.." jawbnya singkat, lalu pergi begitu saja.

"Apa tiap malam diganggu ya? Jadi gak bisa tidur" batin mbak yati menerka- nerka.
"pasti diganggu, aku bilang apa..." Tegasnya dalam hati sembari berjalan menuju laundry room.
Setibanya di sana, betapa terkejutnya mbak yati. Banyak bercak darah di lantai kamar mandi, dan keranjang baju yang berisi kain kotor jatuh berserakan di bawah mesin cuci.
"apa ini..." Mbak yati berlari keluar, memanggil pak bon yang sedang menyapu taman.

"Pak bon, paaak.....!"mbak yati berlari kearah pak bon,

"Pak bon, ada darah di ruang cuci....darah apa ya pak?"
"darah? Ah, jangan mengada- ada ya mbak, bikin takut orang nanti"
Pak bon coba mengingatkan mbak yati, khawatir ada yang mendengar. Karena kejadian mistis seperti itu bisa membuat para penyewa takut dan memilih check out dan akhirnya jadi kabar burung diluaran sana.
"beneran pak, saya gak bohong...sini deh pak! " Ajak mbak yati, sembari berjalan tergesa- gesa. Pak bon berjalan mengekor, hati rasanya berdebar mengingat kejadian semacam ini jarang terjadi.
Dulu pernah kejadian hal serupa, hanya saja yang mengalaminya adalah penyewa kamar 08. Letaknya disebelah utara tanah kapling yang akan didirikan bangunan baru ini.
Banyak bercak darah, dan jejak telapak kaki di kamar mandi. Si penyewa yang sudah memboking kamar untuk 3 hari, akhirnya minta untuk pindah kamar karena ketakutan. Banyak yang mngeluh di kamar 08 itu,
Maka dari itu tidak digunakan lagi sebagai kamar sewa, dialih fungsikan menjadi laundry room.
Cerita ini menjadi rahasia bagi karyawan disitu, dan yang dialami mbak yati sama persis seperti yang dialami para penyewa kamar 08.
Sesampainya di ruang cuci...
"Ini loh pak...darah darimana coba? Mana banyak gini..." Ucapnya dengan raut muka heran.

"Owh...ini mah darah dari tikus mbak, sering kok ada tikus kelahi sampai berdarah- darah gini" jawab pak bon dengan ekspresi yang biasa saja.
Meski sebetulnya dia berbohong, menutupi kejadian ganjil yang sering terjadi. Menepis magis, memilih mengjilangkan riwayat kelam tempat itu. Tapi sesungguhnya arwah- arwah yang meninggal masih bersemayam disana.
Mencari korban baru, mengajaknya pindah ke alam baka. Mengganggu para penghuni yang terjebak dalam kekalutan pikiran.

"Mereka masih belum tenang" batin pak bon, sambil menahan tangis. Seolah merasakan kepedihan itu
"pak...pak bon? Pak...bapak kenapa?" Mbak yati memanggil- manggil pak bon yang terdiam memaku seperti linglung.
Satu tepukan di pundak membuyarkan lamunannya.

"Eh...sudah mbak...." Jawabnya dengan tergagap, matanya tampak berkaca- kaca. Tapi entah kenapa...
"sudah apanya pak? Kok saya bingung maksudnya apa?"
"Iya, sudah biar saya saja yang bersihkan bercak darah itu. Mbak yati tunggu diluar dulu. Nanti kalau sudah selesai saya beri tahu"

Pak bon bergegas keluar mengambil alat pel, tapi aneh ia selalu menundukkan wajah.
Seolah menyembunyikan sesuatu, siratan aneh di wajah pak bon itu membuat mbak yati tertegun melihatnya.
"Pak bon, mikir apa to? Jangan- jangan pak bon menyembunyikan sesuati, jangan- jangan itu bukan darah biasa....jangan- jangan..aaargh! Gawe mumet wae"
Ia tampak kesal, sembari menggaruk- garuk kepalanya. Sambil menunggu pak bon mengambil alat pel, mbak yati memungut kain- kain yang berserakan tadi. Selang sebentar pak bon datang dengan membawa seember air dan pel...
"mbak, kalau mau mulai pekerjaan lebih baik berdoa dulu, supaya ndak ada gangguan..." Tiba- tiba pak bon bicara seperti itu. Mbak yati terkesiap mendengarnya, karena seperti pesan aneh yang ditutupi.
"pak, lebih baik bapak jujur saja...sebetulnya tempat ini ada apanya? Pernah ada kejadian apa?" Ia memberanikan diri bertanya, dan berharap pak bon mau memberi jawaban yang sebenarnya.
Hening...hanya suara gesekan pel di lantai yang terdengar.
Enggan menjawab pertanyaan yang dilontarkan padanya. Sampai selesai mengepel pak bon tetap saja diam, mengunci mulut rapat.

"Mbak, tolong beri tahu mbak sur...kalau ada tempat kos, mending keluar dari sini..."lagi- lagi pak bon memberi isyarat pesan aneh itu.
"memangnya kenapa pak?"

"Sudah, jangan banyak tanya..." Lalu pak bon pergi begitu saja, namun kembali lagi dengan membawa 3 buah dupa yang sudah disulut api dan menancapkan di pojok kamar.
"lah, opo kui..." Mbak yati bergumam sendiri. Tiba- tiba ia bergidik, seperti ada yang meniup lehernya dari belakang. Matanya menyapu ke segala penjuru, nihil! Tidak ada siapapun. Pak bon sudah kembali bekerja lagi di taman....
"ya Allah, lindungilah hambamu, didohke seko ngono kui..wong cilik golek duwik nggo tuku upo wae kok yo diganggu..." (Dijauhkan dari hal seperti itu, orang kecil cari uang buat beli beras aja kok diganggu)
Dengan tangan gemetaran, mbak yati tetap meneruskan pekerjaannya.
Hari demi hari gangguan mistis itu terus meneror karyawan disana. Semenjak didirikan bangunan baru itu, gangguan itu lebih sering terjadi. Dari kran air menyala sendiri, noda darah di kamar mandi, ayunan yang bergerak sendiri, dan suara tangis seperti orang kesakitan.
Puncaknya, setelah gangguan mistis yang kerap menghantui... Tepatnya hari jumat, 3 minggu yang lalu, waktu itu mbak sur kesurupan.
Ia terus berteriak, meracau tidak jelas....

"Kenapa papi jahaat...salah mami apa!!! "Diiringi suara tawa lengking yang menyayat hati.
Orang yang mendengarnya, sontak berlarian menuju kamar mbak sur. Waktu itu mbak sur, terlihat berantakan. Rambutnya acak- acakan dan matanya terus melihat ke arah kamar mandi.

"Jangan...pi! Jangan bunuh mami, gimana anak- anak nantinya" ia menangis histeris,
Tapi suara yang keluar dari mulut mbak sur sangat berbeda, lebih kecil dan terdengar serak.
Pak bon menerobos orang- orang yang berdiri di pintu.
"Bu..! Pergilah!! Tempat sudah bukan disini. Jika seperti itu terus ibu tidak akan bisa tenang" kontak batin...
Pak bon dengan arwah penasaran mami eva, ditilik dari riwayat kematianya yang tragis mami eva masih terus bertanya mengapa ia dibunuh. Ia terus mencari dimana anak- anaknya. Waktu itu yang masih tersisa, hanya 2 orang. Mereka yang paling kecil dan masih membutuhkan orangtua.
Pak bon mendekati mbak sur, menyiramnya dengan air yang sebelumnya sudah dibacakan doa.
Seketika itu juga ia pingsan. Dan baru sadarkan diri pagi harinya. Ada beberapa orang yang menjaganya waktu itu.
Ketika fajar tiba, mereka pulang.
"Mbak sur, gak usah kerja dulu kalau masih lemes badannya" mbak yati mencoba mengajaknya bicara. Tapi mbak sur hanya menggeleng saja. Mbak yati merasa aneh melihat sikap mbak sur, masih belum ngumpul nyawanya.
Singkat cerita...

Setelah kejadian kesurupan itu, mbak sur sering melamun sendiri. Seolah sudah kehilangan separuh jiwanya. Kosong, tatapan yang terlihat dari sorot matanya. Hingga akhirnya kejadian yang tak diinginkan itu terjadi.
Ia ditemukan gantung diri di kamarnya. Lidahnya terjulur, seluruh badannya sudah kaku dan membiru. Tidak ada yang tahu pasti, apakah mbak sur ini sebetulnya depresi karena masalah di rumah atau gangguan mistis di tempat itu.
Karena dari pihak pemilik penginapan akhirnya memilih menutup tempat itu untuk sementara waktu. Dan mbak yati pun memilih undur diri.
Sekian cerita dariku, sebelumnya aku minta maaf pada teman- teman ya? Apabila threadku ini kurang menarik, aku akan terus belajar untuk menulis yang benar itu bagaimana. Salam literasi 🙏

SELESAI

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with OmahSuwung

OmahSuwung Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @Bekti08197726

Jan 21, 2023
"DARWATI"
Beliau adalah penari ledek yang cukup terkenal pada masanya. Dengan paras yang sangat ayu rupawan, darwati mampu menggaet para pria hidung polkadot yang suka main perempuan

#threadhorror Image
Narasumber cerita ini adalah almarhumah ibu saya sendiri, sewaktu beliau masih remaja berkisar umur 16 tahun. usia yang masih sangat belia dan dipaksa dewasa karena keadaan. Peristiwa yang cukup menggemparkan masyarakat grobogan, tepatnya di desa karjosari, kematian beruntun yang
Yang terjadi secara misterius. Dan anehnya, kematian misterius itu justru menimpa kaum lelaki yang gemar menonton tarian ledek atau tayub, pada waktu itu pagelaran nayub sering di pertontonkan di balai desa atau lapangan pada saat hajatan atau pilihan lurah.
Read 116 tweets
May 23, 2022
"Rumah kosong"

Sudah 2 tahun rumah itu kosong, spanduk bertuliskan "for sell" yang tertera di atas garasi rumah itu pun sudah mulai lapuk...
#threadhoror
#kisahseram
#kisahnyata
#ceritahoror
#sukahoror
#bagihoror
#podcasthroror Image
Sebelum memulai kisah ini, aku spill dulu lewat video berikut 👇
Itu rumah asli yang akan aku ceritakan di thread ini. Gak begitu jelas karena aku mengambil potret rumah itu saat malam hari. Banyak aku kasih filter, demi menjaga privacy ahli waris.
Read 46 tweets
Dec 18, 2021
"Kutukan dari Tanah Rencong"

Catatan harian seorang tentara yang bertugas di aceh selama pemberontakan darul islam tahun 1953...

Narasumber: almarhum bapakku

#ceritanyata
#kisahnyata
#pejuangtangguh
#kisahseram
#ceritaseram Image
Kembali aku mengangkat sebuah cerita dari tanah rencong. Catatan harian seorang tentara yang bertugas selama 2 tahun di propinsi aceh.
Tahun 1953, terjadi pemberontakan DI/ TII di aceh, di mulai pada tanggal 20 september dengan pernyataan proklamasi berdirinya negara islam indonesia oleh Daud beureuh.
Read 111 tweets
Nov 20, 2021
Ini cerita waktu aku masih SMP kelas 2. Aku kos bareng kakakku, kosnya cukup jauh dari sekolahanku, masih naik angkutan untuk sampe sekolah. Kebetulan pemilik kos, kenal sama ortu jadi kami dapat harga murahlah waktu itu.
Kos- an itu terdiri dari 4 kamar, saling berhadapan. Kamar pertama di huni seorang mahasiswi, kamar kedua, di huni pasangan suami istri tapi keduanya jarang di kos karena sibuk kerja. Kamar ketiga, tak berpenghuni, aku sama kakakku tinggal di kamar keempat.
Read 53 tweets
Nov 7, 2021
"Gondo Mayit"

Kisah nyata yang terjadi tahun 2014
Terjadi di sebuah rumah makan di jawa tengah..

#bacahoror
#ceritahoror
#sukabacahoror
#Idn_horor
#threadhoror

Cerita pendek.... Image
Kisah jenazah ikut memesan makanan di sebuah rumah makan, sempat heboh di tahun 2014 silam.
Peristiwa yang membuat bulu kuduk merinding.
Pak joko berprofesi sebagai sopir ambulance di sebuah rumah sakit. Banyak suka duka menjalani profesi itu, kejadian- kejadian ganjil seringkali beliau alami saat mengantar jenazah ke rumah duka.
Read 42 tweets
Oct 5, 2021
"ALAM ADA DAN TIADA"

Sekelumit cerita tentang yang ada dan tiada, penasaran gak? Saat membaca cerita ini, mohon gunakan nalar yang panjang untuk mencernanya ya? Antara nyata dan tidak, aku yakin pasti diantara kalian pernah merasakan....

#bacahoror
#sukahoror
#IDN_Horor Image
Minta RT dan like dulu yak?! 😁
Untuk menulis cerita ini, beberapa tahun saya melakukan riset berdasarkan kesaksian dari beberapa narasumber. Salah satunya bapak saya sendiri, sewaktu memasuki sebuah terowongan di kaki gunung merapi sekitaran tahun 70an...
"kajiman" pasti pada gak asing dengan nama ini. Makhluk yang ditolak oleh alam barzah karena meninggal kendat, bundir, atau karena pesugihan. Mereka yang mati dengan cara itu akan tinggal di sebuah alam yaitu alam kajiman
Read 128 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us!

:(