Profile picture
Sam Ardi @Sam_Ardi
, 13 tweets, 3 min read Read on Twitter
Seorang 'alim, sosiolog dan sejarawan muslim bernama Ibnu Khaldun pernah menulis sebuah kitab yang menjadi rujukan para sarjana baik muslim maupun Barat, kitab tersebut berjudul Muqaddimah (Ind: Pengantar)
Pada kitab tersebut, saya menemukan pembahasan khusus mengenai royah (bendera) dan liwa (panji). Menurut Ibnu Khaldun di dalam kitabnya halaman 201, bendera dan panji merupakan atribut khas pemimpin yg membedakan dia dg pemimpin lainnya.
Masih di halaman yang sama Ibnu Khaldun menuturkan bahwa pengibaran bendera dan panji, dilakukan pada saat situasi perang, disertai pukulan terhadap genderang serta tiupan terompet.
Apa maksud semua itu? Mengapa di dalam medan perang perlu memperlihatkan itu semua? Menurut Ibnu Khaldun, ini merupakan bentuk perang urat syaraf sebelum perang sesungguhnya karena itu semua mempengaruhi emosional orang-orang yang berada di sekitar medan perang
Di halaman selanjutnya, 202, dijelaskan oleh Ibnu Khaldun, bendera perlu diperbanyak dan dibentangkan bertujuan menimbulkan rasa takut terhadap musuh. Hal ini untuk menimbulkan reaksi psikologis atas diperlihatkannya simbol-simbol tersebut
Ibnu Khaldun menjelaskan pula bahwa bendera dipergunakan sebagai si'ar perang sejak dunia diciptakan. Pun demikian dengan masa Rasulullah dan para khalifah setelahnya.
Dinasti Abbasiyah dan setelahnya juga menggunakannya. Tidak ada ukuran dan model spesifik, sehingga antar Dinasti yang berkuasa setelah Khulafa al Rasyidin berbeda-beda warna dan bentuknya.
Ibnu Khaldun memberikan contoh, pada Dinasti Abbasiyah, royah atau bendera mereka menggunakan warna hitam dg maksud sebagai bentuk bela sungkawa terhadap para syuhada Bani Hasyim dan sebagai celaan kepada Bani Umayah yang membunuh mereka. Royah tadi diberi nama al Musawwadah
Bani Thalib saat itu juga menggunakan bendera berwarna putih dg nama al Mubayyadhah. Al Ma'mun ketika naik tahta tidak juga menggunalan warna hitam atau putih, tetapi dia menggunakan warna hijau.
Pindah tempat dan linimassa, kita ke Andalusia di Eropa. Menurut Ibnu Khaldun, pada masa Sultan Abu al Hasan, royah dibuat dari kain sutera dan dihiasi oleh emas.
Pada masa daulah Turki, mereka juga membuat bendera yang besar, yg pada ujungnya dipasang ikatan rambut. Mereka menamakan al Syaalisya dan al Jinra, keduanya merupakan penanda atau atribut Sultan
Pada masa tersebut saking banyaknya bendera yang dibuat, mereka memberikan nama bendera-bendera itu dg nama al Sanajiq, bentuk jamak dari sanjaq, artinya bendera. Para panglima dan pejabat boleh membuat, kecuali al Jinra, karena itu khusus untuk Sultan.
Begitulah penuturan Ibnu Khaldun di dalam kitabnya Muqaddimah, selesai di halaman 203.
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Sam Ardi
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member and get exclusive features!

Premium member ($30.00/year)

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!