CERITA SISKA Profile picture
Nov 16 91 tweets 13 min read
Cerita ini akan membawa kalian kembali ke tahun 2005, dimana ada pengalaman menyeramkan yang dialami oleh satu kelompok yang saat melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yaitu KKN (Kuliah Kerja Nyata) diganggu oleh pocong.
Mungkin, bayangan kalian mereka diganggu oleh satu pocong yang selalu berdiri dipojokan ruangan, dipinggir jalan dan menampakkan diri dari kejauhan bahkan bisa juga mereka menampakkan sebagian tubuh mereka dijendela.
Namun, tidak untuk cerita yang satu ini. Bagaimana jika yang terlihat bukan hanya satu pocong ? melainkan sepuluh atau dua puluh pocong yang menampakkan diri dalam waktu yang bersamaan ? pasti menyeramkan sekali.
Cerita tersebut bermula saat ani dan kawan-kawannya hendak melakukan tugas pengabdian di salah satu daerah utara pulau jawa.

Pulau ini juga disebut dengan tanah garam. Alasan disebut pulau garam, karena pulau ini penghasil garam terbaik di Indonesia.
Saat itu, jumlah peserta ada 12 orang yang mana terdiri dari wulan, dira, gesang, roni, wirda, dani, fatih, rara, hayda, johanes, umar dan ani.

Mereka semua dari jurusan yang berbeda-beda.
Dalam cerita ini akan saya fokuskan menceritakan pengalaman johanes dan ani karena menurutku cerita merekalah yang sunggung membuat bulu kuduk berdiri dan mereka berdua yang sering sekali mendapat gangguan disana.
Bermula dari johanes, saat itu dia terdiam menatap layar kaca mobil yang saat itu sedang melaju cepat dan jejeran rumah terlihat samar seperti berjalan menjauhinya. Pundak jo kemudian ditepuk oleh ani “jo, iki roti gae ganjel wetengmu.
Ojo mrengut ae. (jo, ini roti untuk mengganjal perutmu. Jangan cemberut saja)” ucap ani. Memang, saat itu jo sangat tidak bersemangat sekali.

Hal itu dikarenakan ayah jo seminggu yang lalu berpulang ke Yang Maha Kuasa.
Sebenarnya, dia tidak ingin meneruskan kuliahnya lantaran saat itu hatinya sangat terpukul. Kehilangan orang yang sangat ia hargai seperti kehilangan separuh nyawanya.
Ani Nampak pemperhatikan kondisi jo saat itu, dia berharap nanti saat sudah sampai disana jo bisa berubah dan bisa membaur dengan masyarakat disana.
Anak-anak yang lain juga memaklumi perasaan jo yang sedang berduka dan tidak bisa selepas itu untuk mengajaknya bercanda.

Hanya bisa memperhatikan dan berharap jo bisa kembali tegas dan bijaksana seperti sebelumnya.
Laju mobil kemudian menjadi pelan. Rupanya tikungan akan masuk ke dalam desa yang menjadi tempat bagi mereka menjalankan KKN sudah dekat. “hee, kok sunyi ngene desone ? Dan, iki bener a nang desone ? kok horor ngene ? (hee, kok sunyi begini desanya ?
Dan, ini benar ke desanya ? kok horor begini ?)” ucap gesang. Ani hanya terpaku dengan tugu desa yang bertuliskan “Selamat Datang di Desa Pocong”.

Ani kira saat gesang memberikan informasi tentang daerah ini itu sedikit bercanda.
Karena, menurut ani sangat aneh saja dan sedikit lucu ada sebuah desa yang seperti nama hantu yang sangat terkenal sekali yaitu pocong.
Penampakan dari tugu sampai ke desanya sangat membuat bulu kuduk berdiri. Ani hanya memperhatikan sekitar ketika tidak ada penduduk yang lalu lalang bahkan sliweran. Desa tersebut sungguh diluar perkiraan mereka.
Mereka membayangkan desa yang mereka datangi seperti desa pada umumnya. Meskipun tidak ramai tetapi masih ada warga yang berlalu-lalang.
Ani yang melihat kanan dan kiri masih pepohonan dan juga banyak sekali tanaman bamboo hanya bisa terdiam. Tiba-tiba, ani seperti melihat sesuatu yang nampak sedang memperhatikan laju mobil mereka.
Dia melihat sebuah gumuk (tanah yang tinggi) dan terlihat beringin besar berada disana membuat ani bertanya-tanya, sebenarnya desa seperti apa yang akan mereka singgahi ini.
Terlihat seperti bangunan rumah yang kecil namun didalamnya terlihat sekali sebuah makam yang batu nisannya tertutup dengan kain putih. Ani dan kawan-kawan mengira itu mungkin adalah kuburan dari orang yang membabat alas disini.
Ani sedikit melamun melihat tempat itu. Batinnya, belum juga sampai di desa sudah disuguhi pemandangan menyeramkan seperti itu. karena laju mobil menjauhi tempat itu, ani meneruskan melihatnya dari spion mobil. Seketika ani menjerit ketakutan.
Saat melihat spion, dia mendapati tiga pocong yang kainnya berwarna abu-abu sedang melayang bersamaan mengikuti laju mobil di belakang. Ani dengan cepat melihat ke belakang. Namun, pocongan itu tidak ia temukan disana.
Johanes dan yang lainnya melihat ani dengan wajah yang kebingungan. Mencoba memahami ani yang sudah panik dan tidak bisa dikendalikan. Akhirnya, dia berdiri dan kemudian menepuk pundak temannya itu. “an, awakmu lapo seh ? iki durung nyampek loh ojo gawe gaduh.
(an, kamu ngapain sih ? ini belum sampai lo jangan membuat gaduh). Ani hanya terdiam dan kemudian melihati teman-temannya sudah serius memerhatikan dirinya. Dia kemudian langsung duduk dan menatap keluar kaca. Sepertinya dia sudah sangat capek sekali.
Suasana kembali hening kembali, hingga akhirnya sampailah mereka di kantor kepala desa tersebut. Disana sudah ada beberapa orang yang berdiri dan menunggu kedatangan mereka. Anak-anak nampak memperhatikan keluar kaca sambil mengemas barang yang dibawa dan segera turun.
Terlihat tiga orang laki-laki yang memakai sarung rapi dan bapak berkumis memakain baju putih sedang bediridan memperhatikan mereka. Rupanya beliau adalah pak ilham selaku kepala desa tersebut.
Kemudian dua orang yang berdiri di samping kiri dan kanannya itu adalah pak rofiq dan pak husein yang mana mereka berdua yang akan menjadi penanggung jawab dan pendamping kita selama masa kkn disana.
Johanes saat itu tersenyum tanpa henti, entah apa yang membuatnya seperti itu. ani yang merasa tidak enak dengan sikap johanes akhirnya dengan cepat memukul tangannya dan menyuruhnya untuk berhenti tersenyum.
“ya kali ya, kok aneh banget. Pakek sarung di acara begini tuh lucu banget deh. Gak panas apa ?” ucap jo. Ani yang mendengar perkataan jo yang sangat tidak sopan langsung melotot dan memberi tanda agar jangan berkata yang aneh-aneh lagi ditempat orang.
Namun, balasan sikap jo sangant meremehkan sekali. Ani sudah merasa tidak enak, karena sikap jo tidaklah seperti biasanya.

“selamat datang adik-adik..” ucap pak ilham
“terimakasih bapak, sudah menyambut kita dengan ramah disini.
Mohon bimbingannya selama kami mengamban tugas sementara disini.” Ucap ani
Pak ilham mengangguk. “nanti, kalian akan sering bertemu dengan pak rofiq dan pak husein selama berada disini. Pak husein akan membantu kalian untuk memberitahu tiap-tiap lokasi disini.
Pak rofiq akan membantu untuk keperluan apapun kalian di lapangan.” Ucap pak ilham.

Mereka dengan senang hati mengangguk.
“pesan bapak hanya satu untuk kalian selama ada disini. Disana (dengan menunjuk jempol tangannya ke arah ujung) ada makam buju’. Buju’ disini sama dengan makam keramat. Yaitu makam yang babat alas di desa ini dahulu kala.
Kalian dilarang untuk meludah sembarangan di daerah sana ya. Kalian wajib hati-hati karena yaa kalian paham sendiri, disini masih banyak sekali hutan dan kawasan disini masih bau wingit.” Jelas pak ilham.
Jo hanya tertawa mendengar hal itu. dia hanya membatin, kapan akan maju jika sedikit-sedikit percaya dengan hal-hal yang berbau gaib.
Jo kemudian mendekati ani dan berbisik. “perlu dicoba.” Ucap jo pelan. Ani melihat jo dengan tatapan yang kesal. Gesang yang melihat tingkah laku jo yang sedikit slengekan sejak turun dari mobil langsung mendekati ani.
Memastikan bahwa pikirannya dan ani sama, terkait jo yang sudah bertingkah aneh sejak datang disini.

Pak husen yang sedang berjalan mendampingi mereka dengan pelan melirik kepada jo. Tatapan aneh pak husein kepada jo terlihat jelas oleh ani.
Tangan pak husein yang sedikit gemetar disembunyikan olehnya. Ani terus melirik ke arah pak husein. Sepertinya ada yang dilihat dalam tubuh jo olehnya. Entah apa itu, ani sangat penasaran sekali.
Pak husein kemudian berjalan cepat dan menunjukkan salah satu rumah yang mana akan menjadi tempat tinggal sementara mereka disana. Ani sangat amat terkejut sekali. Ada dua rumah yang berjejer rapi yang mana rumah tersebut satu halaman.
Namun, menurut ayah ibunya memang bentuk khas dari rumah didesa ini semua begitu.halaman lebar menjadi satu untuk dua ataupun tiga rumah. “yang sebelah kiri itu untuk yang putri dan yang sebelah kanan untuk yang putra.
Kamar mandi sendiri dan berada disana (menunjuk ujung dari rumah itu)” ucap pak husein.
Seketika jo langsung berlari dan meninggalkan teman-temannya yang saat itu masih berdiri di halaman rumah. Selesai mengantar anak-anak ke tempat tinggal sementara disana. Pak husein langsung berpamitan untuk pulang.
Anehnya, saat anak-anak berjalan ke dalam. Ani yang saat itu ingin segera masuk langsung dipanggil oleh pak husein. “nak, tadi temanmu yang cowok itu ? apa melakukan tindakan yang aneh saat masuk desa ?” tanya pak husein.
Ani hanya terdiam dan bingung dengan pertanyaan pak husein yang tiba-tiba bertanya hal yang demikian.
Ani hanya menggelengkan kepala. “saya tidak ingat pak. Cuma waktu itu saya melihat sesuatu yang membuat bulukuduk saya berdiri. Saya melihat beberapa pocongan terbang.” Ucap ani kepada pak husein.
Saat mengatakan hal tersebut, pak husein memandangi wajah ani dengan tatapan yang kosong. Lalu terdiam sangat lama sekali. Ani yang melihat pak husein seperti itu sampai merasa aneh dan hawa takut menyelimuti tubuhnya.
Ani permisi dan meninggalkan pak husein yang berdiri terdiam disana.

Keesokan harinya, terlihat mereka bergantian untuk mandi dan mulai melaksanakan tugas dihari pertama. Namun, nampaknya jo kurang enak badan dan tidak bisa untuk ikut kegiatan hari itu.
Ani yang saat itu diberi tugas bersama gesang untuk pergi ke sebuah sumber air yang tak jauh dari sana untuk melihat meninjau lokasi agar mereka bisa melakukan sesuatu di area tersebut.
Ani dan gesang berangkat menuju lokasi. Sesampainya disana. Ani sangat takjub sekali dengan pemandangan sumber mata air tersbut. Kebetulan saat ke lokasi, dirinya didampingi oleh pak husein.”wah pak, seperti tirta kerajaan jaman dahulu ya ?”
pak husein yang saat itu mendengar perkataan ani hanya bisa tersenyum. “kolam ini dulunya itu sebuah tirta. Digunakan pada saat jaman kerajaan. Tetapi dengan majunya jaman, tirta ini jadi begini. Gak dirumat. Coba kalau mbak ani ada ide buat tempat ini.
Biar bisa dipakai untuk keperluan desa.” Ucap pak husein. Ani dan gesang saling bertatapan. Karena sangat antusias sekali untuk membantu memajukan desa tersebut.
Gesang duduk dan berkata kepada ani, “an, kok aku lihat ada yang memperhatikan kita ya ditempat ini ?” ucap gesang. Ani yang saat itu sibuk mencatat hanya bisa menjawab seadanya tanpa konsen dengan perkataan gesang saat itu.”ayo an balik, aku kok semakin takut ya sama tempat ini.
Surem banget. Banyak pohon bambu lagi kana kiri kita.” Ucap gesang. Ani yang selesai mencatat kemudian menutup bukunya dan melihat kearah gesang dengan raut wajah yang lega dan bahagia.
Namun, tatapan ani menjadi berubah lantaran melihat satu sosok yang sangat menyeramkan sekali dibelakang kepala gesang. Kepala dari sosok itu terlihat terbalut kain. Wajahnya yang sangat menjijikkan sedang melotot menatap ani yang sedang memandangi rupanya.
Akhirnya ani menjerit dan pandangan seketika pudar dan gelap.

Pandangan ani masih pudar dan tidak begitu jelas siapa yang duduk disebelahnya. Hanya terdengar suara riuh yang sedang lalu lalang disekitarnya. Akhirnya, dengan tenang ani bangun dan melihat sekitarnya.
Dia sudah sadar dirinya sedang tergeletak di tempat tidur. Kemudian melihat sekelilingnya sudah banyak orang. Pak husein yang saat itu berada disamping ani hanya bisa mengulurkan segelas air dan menatap ani dengan pandangan yang serius.
“sudah baikan nduk ? ini kamu minum airnya.” Ucap pak husein dengan mengulurkan segelas air.
Ani kemudian mengatur posisinya duduk agar benar. Mengambil air yang diberi pak husein dan mminumnya. “saya kenapa ya pak? Pundak saya kok berat sekali?” tanya ani.
Pak husein kemudian mengambil gelas yang dipegang oleh ani. “tadi kamu pingsan. Gesang yang manggil bapak. Sepertinya belum sarapan ya” ucap pak husein. Ani hanya mengangguk dan rasa cemas yang begitu besar muncul dalam hatinya.
Dia mengingat bagian-bagian tertentu saat dia pingsan disana. Tatapan mata itu tidak akan pernah dia lupakan sampai kapanpun.
Akhirnya, malam hari tiba. Anak-anak mulai terlelap tidur di ruangan mereka masing-masing. Nampak, gesang mendengar suara bisikan yang sungguh amat sangat aneh sekali.suara bisikan yang membuatnya terpaksa bangun tengah malam.
Dia menoleh ke kanan dan ke kiri melihat suasana saat itu. entah, suara berisik apa itu yang sungguh sangat meresahkan sekali.
Gesang berdiri dan melihat setajam mungkin, mungkin saat itu tidak hanya dirinya yang terbangun. Atau ada teman yang lain sedang sholat malam. Namun, saat itu hanya remang dan juga cahaya redup dari lampu luar ruangan yang masuk tembus ke dalam kaca.
Hingga akhirnya, gesang berjalan ke balik ruangan itu. Ada yang bergerak dipojok. Tempat jo tertidur.
Terlihat sebuah kain yang didalamnya sedang bergerak-gerak. Saat gesang mendekati benda itu, sontak dia sangat amat terkejut.

Melihat jo yang sedang berdiri diatas ranjang dengan kepalanya yang bergerak tak diketahuinya.
Saat gesang menyalakan lampu, hawa ketakutan menyelimuti tubuhnya. Jo yang berdiri itu sedang memakan sesuatu. Memakan hewan yang sangat menjijikkan.
Gesang yang melihat sebuah ekor panjang ditangan jo meyakini bahwa jo saat itu memakan tikus mentah-mentah dan yang membuat gesang lari terbirit-birit ialah dibawah jo terlihat tujuh pocongan yang sedang bersujud ke arah jo. Gesang hanya berlari dan meminta tolong keluar rumah.
Ramai orang yang sedang berdiri didepan ruangan putra. Karena kejadian itu membuat geger dan kaget tetangga sekitar.

Maka, hal itu menjadi masalah bagi warga dekat disana. Pak husein saat itu memperhatikan ani dengan tatapan yang tajam.
Namun, pak lurah yang saat itu menyadari akan kondisi yang terjadi kemudian menepuk pundak pak husein. “biar saya saja pak yang menjelaskan kepada mereka.” Ucap pak lurah. Akhirnya, mereka menunggu jo siuman dari pingsannya dan masalah itu dibahas keesokan harinya.
Pagipun tiba, nampak rumah pak luring yang berlatar luas menyejukkan mata jo dan ani yang saat itu hendak bertemu pak lurah dirumahnya. Pembantu yang sedang membersihkan dedaunan yang gugur dan juga ada yang membersihakan rumput membuat perasaan aman yang
sangat luar biasa kepada mereka saat disana. Perasaan aman itu pertama kali mereka rasakan selama berada di desa tersebut.
Terlihat seorang perempuan yang keluar dan menghampiri mereka. “silahkan masuk, pak lurah sudah menunggu didalam.” Ucap perempuan itu. akhirnya, mereka dengan pelan-pelan dan sopan masuk kedalam rumah dan menuju meja kayu yang berada di halaman belakang.
Pak lurah sudah duduk dan menikmati kopi yang masih hangat dan juga merokok klobot dengan nikmat. Akhirnya, suara ani mengagetkan pak lurah saat itu. pak lurah yang mengetahui kedatangan mereka segera mempersilahkan mereka duduk
dan kemudian memanggil perempuan tadi untuk memanggil seseorang didalam.

Akhirnya mereka duduk dan kemudian disuguhkan secangkir teh. Nampak, seorang nenek tua yang sudah sepu sekali keluar dari dalam rumah.
Perempuan itu dengan pelan memgang tangan nenek itu dan juga membawa wadah kinangan yang memang dipakai oleh sang nenek.

Sementara itu, ani dan jo yang saat itu duduk dan memperhatikan langkah demi langkah sang nenek sampai duduk didepan mereka hanya bisa terdiam dan
bertanya-tanya apa yang akan terjadi. Hingga nenek itu duduk dan melihat mereka.

Dengan menumbuk kinangan yang sudah disiapkan oleh perempuan tadi didepan meja. Nenek tersebut mengambil buah jambe yang sudah halus dan memakannya bersamaan dengan daun sirih yang sudah ditumbuk.
Nenek itu tersenyum kepada mereka dan kemudian mengoles susur tembakau pada giginya. Warna merah menyelimuti mulutnya dan ani dan jo hanya bisa memandangi wanita tua itu dengan rasa keheranan.
“ini ibu saya, mbak ani mas jo. Namanya mbah natin.” Ucap pak lurah.

Ani dan jo kemudian berdiri dan mengampiri mbah natin dan mencium tangan beliau.

“ibu ini sudah sepuh, ibu jg paham betul dgn lingkungan sini. cerita yg terdapat dlm desan ini dahulu kala.” Ucap pak lurah.
Mendengar perkataan pak lurah, ani dan jo mungkin sudah paham apa yanga akan dikatakan oleh sang nenek. Juga, ini mungkin terkait dengan kejadian aneh yang dialami oleh mereka beberapa waktu yang lalu.
“kalian berdua dari awal masuk kesini pastis udah diganggu oleh mereka, iya kan ? wes kulino nduk (sudah kebiasaan nak) kalau disini ada yangniat tidak baik bakalan apes (sial).”jelas mbah natin.
Pak lurah yang mendengar perkataan ibunya kemudian tertunduk dan juga terdiam.

“ilham, anakku iki seng iso betah disini. Dia niat mengabdi kepada tanah kelahirannya. Kakak-kakaknya saja lebih memilih mencari rejeki diluar daerah. Tetpai, aku tidak bisa memaksa dirinya.
Kalau memang mau mengabdi, resikonya besar. Belum lagi kalau sudah berurusan dengan adat yang sudah jadi paku bumi didesa ini.” Ucap mbah natin.

Setelah itu, ani dan jo mencoba mengingat. Apakah ada niat jelek yang saat itu terucap dalam hatinya,
sehingga penghuni didesa tersebut tidak menyukai keberadaan mereka disana. Hingga jo, berdiri dan mendekati mbah natin.

Kemudian duduk dibawah kakainya. “mohon maafkan saya mbah, memang saat masuk desa.
Saya punya pikiran jelek. Saat ini memang pikiran saya amburadul dan tidak bisa dikontrol karena baru saja dirundung duka. Saya sampai memikirkan cara bagaiamana caranya bisa menghilangkan kesedihanku.
Hingga saat di mobil, saya melihat salah satu anggota kkn dan berpikir untuk mengajaknya berkencan dan berusaha menidurinya. Tapi serius itu hanya sekedar batin mbah, tidak ada niat lain.” Jelas jo.
Pak lurah hanya bisa tersenyum kecil dan juga tertawa mendengar perkataan jo.

Kemudian nenek yang sudah mendengar penjelasan jo, akhirnya melihat ani yang sedang kebingungan lantaran masih mengingat-ingat apa yang sudah dia lakukan hingga diganggu saat itu.
Hingga akhirnya, dia melihat nenek dan teringat sesuatu.

“ngapunten mba (mohon maaf mbah) aku ingat sesuatu yang saat itu menurutku adalah kesalahan hingga sampai saat ini saya diganggu mereka. Saat di sumber air, saya ada pikiran yang jelek saat itu.
Saat itu memang ada tersirat untuk melakukan hal yang tidak baik bersama gesang setelah tugas disana selesai. Tapi kami tidak sampai ingin melakukannya mbah, saya hanya da pikiran untuk berciuman saja dengan gesang.” Ucap ani.
Setelah mendengar penjelasan mereka, nenek ngatin menceritakan sejarah desa tersebut. Kemudian mereka berdua dan juga teman-teman mereka yang sedang mengemban tugas di desa tersebut diamanahi untuk lebih berhati-hati sampai tugas mereka selesai.
Hingga, amanah tersebut mereka pegang dan melaksanakan tugas dengan baik sampai selesai. Saat acara perpisahan dimulai, ani melihat sesuatu saat pak lurah dan juga warga mengantarkan mereka. Ani menutup mulutnya untuk tidak berteriak.
Ani melihat banyak sekali pocong yang berjejer dibelakang pak lurah dan juga warga yang sedang melambaikan tangan kepadanya.
Ani dengan cepat duduk dan juga memejamkan matanya, berharap apa yang dilihatnya itu hanya mimpi. Setelah itu mereka pulang ke rumah masing2.

SELESAI.
jika ada kesamaan nama dan kesalahan tulisan mohon dimaafkan.

sekian dan salam horor.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with CERITA SISKA

CERITA SISKA Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @siskanoviw

Nov 17
TAPABRATA
Based On True Story

Kisah nyata yang dialami oleh salah satu pemilik warung makan di Kota Malang.

@bacahorror_id @IDN_Horor
#threadhorror #threadstorytime #bacahorror #horrorthread #horror

*** Image
Pagi itu suasana Malang lumayan cerah, namun tidak secerah hati panji. Dia miris melihat warung bebeknya semakin hari semakin sepi.

Anehnya, warung lalapan di depan warungnya sama sekali sepi pengunjung. Bahkan sampek tengah malampun banyak yang datang untuk makan disana.
Dalam hatinya hanya bisa berkata dalam batin. Kok bisa serame itu ? padahal bumbu bebek miliknya itu sungguh sangat melimpah dan juga sangat enak.

Mengapa, warung yang sekecil itu dan Cuma menjual ayam krispi dengan sambel yang
Read 78 tweets
Nov 16
Thread Horor Pendek

Terowongan Gumitir Jember
Based on true story...

#bacahorror @bacahorror_id @IDN_Horor #horor #horror #horrorthread

***
Ini karena aku ada waktu luang jadi mau nulis cerita horor yang pernah terjadi di terowongan gumitir jember.

Kalian pernah kesana ?
Gumitir sekarang udah move banget suasananya. Tapi, tahun lalu ada salah satu wisatawan yang diganggu makhluk yang menghuni trowongan itu
Awal mula ceritanya :

Beni dan keluarganya hendak berlibur ke banyuwangi. Karena rumahnya ada di jember jadi dia lewat jalur gumitir ke Banyuwangi.

Singkat cerita, si bapaknya beni itu pengen berhenti sejenak dan pengan ke rest area di cafe gumitir juga pengen banget jalan²
Read 21 tweets
Oct 15
Pada saat itu, rina berlari ke pinggiran toko yang sedang tutup untuk berteduh. Malang saat itu sedang diguyur hujan yang tak bersudah.

Saat itu dia diterima disalah satu perguruan tinggi di Malang. Sudah hampir selesai semua.
Bahkan kos yang akan menjadi tempat dia singgah sementara di Malang juga sudah ia dapat. Kosan rina tidak jauh dari fakultas pilihannya.

Hanya saja dipisah dengan tembok pembatas antara kampus dan juga pemukiman warga yang juga terkenal sebagai kampong kos Sumbersari.
Read 50 tweets
Oct 10
SABDO PANDITO SONGO

Based On True Story
Cerita tentang seseorang yang mendalami ilmu hitam dan hilangnya bayi dlm kandungan.

@bacahorror_id @threadhororr @IDN_Horor @ceritaht

#horor #Thread #ceritahorror #bacahorror #bacahoror #urbandlegend #ceritajamandahulu #truestory

*** Image
Terlihat yana sedang membersihkan halaman rumah yang sungguh amat kotor sekali dengan daun yang kering.

Sepi dan saat itu hanya suara sapu koreknya yang nyaring terdengar dimana-mana. Sesekali saat yana membungkukkan badan
dia kemudian menegakkan badannya dan melihat kedalam rumah.

Nampaknya, ada seseorang yang dia tunggu untuk keluar dari rumah.

Tetapi, raut wajahnya terlihat khawatir dan sangat takut sekali.
Read 102 tweets
Aug 3
RUMAH BEKAS MAKAM
Based On True Story

"Ojok wani melbu omahku lek gak nyowomu dadi taruhane"
(Jangan berani masuk rumahku kalau tidak nyawamu jadi taruhannya)

@bacahorror @IDN_Horor @threadhororr @ceritaht @P_C_HORROR
#bacahorror #bacahoror #horor #horror

*** Image
Ratih mencoba berlari ke lantai atas. Nafasnya yang sudah tidak bisa dikontrol lagi membuatnya sedikit kehilangan rasa sadar.

Namun, ada yang membuat ratih takut malam itu. Entah apa yang membuatnya berlari sehingga dia tidak memperhatikan langkah kakinya kembali.
Ratih berjalan mendekati pintu lantai rumahnya. Seolah ada yang ingin dia perhatikan dari atas lantai itu.

Benar saja tatapan ratih menjadi takut dan juga sangat tajam dengan apa yang dilihatnya dibawah, dihalaman rumahnya.
Read 129 tweets
Jul 9
ALAM SURO
(Kumpulan cerita yang terjadi pada bulan Suro)

Based On True Story

@HorrorBaca @bacahorror @IDN_Horor #bacahorror #horrortwt #threadhorror #ceritaserem #ceritahorror #horor

*** Image
PART 1 : JAMASAN PUSOKO (MEMANDIKAN PUSAKA)

Hari ini, edi sedang memperhatikan sebuah gudang kecil dibelakang rumahnya. Dia menatap serius pintu gudang tersebut.

Nampaknya ada yang membuat perhatiannya sangat amat serius.
Entah, apakah selama ini hanya firasat atau hanya halu yang lewat dipikiraannya saja ?

dirinya selalu mendengar benda-benda bergerak sendiri sampai menimbulkan suara gaduh pada bulan tertentu.
Read 103 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(