Profile picture
Bestfriend of Lonely 💙 @pecandumetime
, 104 tweets, 35 min read Read on Twitter
"Terima kasih, Anton. Karena kamu, aku harus lebih belajar mengendalikan rasa dan asa."

- A Thread -

#PecanduMeTime
Sebelumnya, aku sempat menyinggung sedikit perihal Anton di thread ini. Sekarang, aku akan menceritakan mengapa aku hanya menyebut Anton sebagai lelaki yang memiliki 'peran' di kehidupan perkuliahanku dan tidak menyebutkan nama lain.

#PecanduMeTime
Sebut saja namaku Alya. Di thread sebelum ini, sepertinya aku tidak sempat memperkenalkan diri. Seperti yang sudah kuceritakan, aku hanyalah mahasiswi tingkat sarjana yang sudah melebihi batas waktu kelulusan. Ya, aku nggak lulus tepat waktu.

#PecanduMeTime
Sekarang aku masih memperjuangkan kelulusanku. Tolong doakan aku semoga langkahku tidak tersendat lagi, ya?

#PecanduMeTime
Kembali ke perihal Anton.

Lelaki ini sangat istimewa bagiku. Dia adalah pengendali moodswing-ku. Dia orang yang selalu mengusik hidupku tapi aku senang akan hal itu. Dia adalah orang yang aku cari ketika aku jatuh, begitu pula sebaliknya.

#PecanduMeTime
Bisa dikatakan, sebenarnya kami ini saling membutuhkan dan melengkapi.

Kali ini aku akan bercerita sedikit panjang. Semoga kalian tidak bosan dan semoga setelah ini aku benar-benar sudah tidak menggantungkan harapku padanya.

#PecanduMeTime
Aku 'mengenal' Anton sejak semester 3, sekitar tahun 2015. Ya. Karena walaupun kami satu kelas dan satu angkatan, aku hampir tidak pernah berinteraksi apapun dengan Anton.

Kami tidak pernah ada urusan yang mengharuskan kami saling bercakap-cakap.

#PecanduMeTime
Aku bisa mengenal Anton karena ada sebuah gosip tentang aku dan salah satu sahabat Anton.

Iya. Aku digosipkan suka sama sahabat Anton yang bernama Yudhis. Dan malam itu, 28 September 2015, adalah awal mula aku chatting dengan Anton.

#PecanduMeTime
27 September a.k.a sehari sebelumnya, Yudhis berulang tahun. Itu hari Minggu. Bertepatan dengan acara makrab di fakultasku. Aku sengaja nggak mengucapkan apapun ke Yudhis. Aku nggak mau digosipin lebih jauh. Hahaha.

Sampai besoknya aku juga nggak ngucapin.

#PecanduMeTime
Sebenernya, pertama kali aku ngobrol sama Anton itu tanggal 26 September dini hari. Waktu jurit malam, tiba-tiba aja dia narik tanganku waktu habis marahin maba gara-gara tutup botol si maba itu hilang.

#PecanduMeTime
Tiba-tiba ....

🧒🏻: Alya, tau nggak? Maba yg itu nangis gara2 aku marahin dia. Lah abis tutup botolnya hilang. Emang aku kalo marah serem ya?
👧🏻: Eh? Ton? Aku aja ga pernah lihat kamu marah. Ya mana aku tau?
🧒🏻: Sumpah ih nyesel

#PecanduMeTime
🧒🏻: Akhirnya aku minta maaf dong ke dia terus aku bilang gapapa tutup botolnya hilang, yg penting minumnya jangan sampai tumpah.
👧🏻: Oh, ya udah kalo gitu.

Lalu Anton pergi, meninggalkanku setelah menarik tanganku. Ya, dia kembali ke barisan maba.

#PecanduMeTime
Semenjak dia narik tanganku malam itu, aku jadi agak kepikiran sama dia. Emang dasar diri ini baperan tingkat tinggi. Baru ditarik gitu aja udah dipikirin macam mikirin utang negara 😂😂

#PecanduMeTime
Tapi emang gimana ya? Kan awalnya selama setahun kami itu kayak yang 'sekadar tau' aja, nggak pernah ngobrol. Jadi itu bener2 first time ngobrol kami. Diawali adegan dia narik tanganku menjauh dari barisan maba.

#PecanduMeTime
Waktu aku latihan buat bantu tampil inagurasi, dia itu selalu ikut. Ya dia selalu di sana. Aku main gitar, dia ngeliatin aku gitu. Bukannya GR ya, tatapan dia itu kayak yang 'kagum' gitulho. Emang sih yg liat ngga dia aja. Makanya aku jd tau tatapannya itu beda.

#PecanduMeTime
Jadi aku makin kepikiran. Dan dia itu nggak banyak tingak macam temen2 se-geng dia yang lain. Yang suka ngegosipin aku sama Yudhis bahkan di depan Yudhis-nya langsung. Anton ini diem. Nggak banyak tingkah. Bedaaa aja gitu lihatnya.

#PecanduMeTime
Pulang dari acara makrab, aku buka line. Aku add line si Anton. Dan waktu aku lihat, dia belum add aku.

Dulu masih jamannya line belum ada pengaturan hide timeline untuk teman. Jadi kalo yg gak bisa lihat timeline ya tandanya belum di add.

#PecanduMeTime
Sampai 28 September pulang dari kampus, aku masih lihat home-nya dia. Siapa tau dia tiba2 add aku, kan?

Entah kenapa ih aku tiba2 kepikiran dia dan pengen banget di add dia. Bodoh memang.

#PecanduMeTime
Karena aku baru pulang dari kampus sekitar jam 5, sampai rumah setelah maghrib. Habis maghrib aku tidur sampai jam 9 (tolong, jangan ditiru.).

Aku iseng buka line. Tiba2 ... ADA CHAT DONG DARI ANTON.

Aku langsung gemeter, tanganku keringet dingin :')

#PecanduMeTime
🧒🏻: Eh, Al. Yudhis ultah lho kemarin. Nggak ngucapin?
👧🏻: Ah iya aku tau dia ultah. Cuma belum ngucapin aja.

Ya. Berawal dari percakapan itulah akhirnya kami chatting. Intens. Setiap hari.

#PecanduMeTime
Aku kira, dia chat aku karena emang dia tertarik sama aku. Ya paling nggak karena dia ada tujuan khusus buat deketin aku gitu. Karena selama ini kan kami emang nggak pernah ngobrol atau haha hihi. Bahkan line aja baru saling add.

#PecanduMeTime
Tapi ternyata, dia suka sama salah satu maba. Entah kenapa kenyataan ini bikin aku yang bener2 shook, merasa bodoh, menyesal, jijik sama diri sendiri. Ya karena udah mikir yang enggak2 sama Anton.

Apasih? Aku terlalu baper memang. Padahal nggak ada yg istimewa.

#PecanduMeTime
Singkat cerita, aku mulai dekat sama Anton. Karena kami intens chat, banyak kesamaan, dan punya selera yang hampir sama, akhirnya kami makin dekat.

Bahkan aku temen pertama yang dikabari kalo HPnya habis jatuh di kloset 😂

#PecanduMeTime
Tapi, Anton ini kalo di kampus kayak yang nggak mau banyak orang tau kalo kami itu deket. Ya namanya cewek deket sama temen cowok di kampus kan kadang pengen interaksi langsung di kampus. Tapi Anton ini menyebalkan. Dia macam nggak kenal aku.

#PecanduMeTime
Padahal kami itu deket banget. Dia pergi kemana, dia share location. Dia nge-pap makan ini itu, dia nge-vn aku nyanyi2, dia curhat segala macem.

Tapi di kampus, dia macam gak kenal aku. Aku sampe sebel 😭

Soalnya aku pernah ngajak ngomong dia tapi dia melengos.

#PecanduMeTime
Waktu ultahku yang ke-19, aku ngadain acara makan-makan gabungan gitu sama geng cowok. Sudah pasti ada Anton. Lah karena aku tau Anton itu doyan makan banget, waktu pesanan makanan tambahan dateng aku bilang ...

#PecanduMeTime
"Anton makan yang banyak ya. Aku tau, kamu nggak kenal kata kenyang. Kalo masih kurang, pesen lagi aja.".

Langsung semua mata temen cowok tertuju padaku.

#PecanduMeTime
Oh ya, biar kuperjelas. Yang datang di acara waktu itu ada 16 cowok, 5 cewek. Jadi ada 15 orang cowok selain Anton yang langsung ngelihatin aku pas aku ngomong kayak gitu ke Anton.

#PecanduMeTime
Pelan-pelan banyak yang tau kalo aku dan Anton itu 'cukup dekat'. Bahkan rasanya, aku ini satu-satunya cewek yang paaaaliiiing dekat sama Anton di kampus. Ya gimana? Anton sakit, aku tau. Anton pergi, aku tau. Anton laper aja aku tau.

#PecanduMeTime
Apalagi semenjak semester 5. Kami sama-sama masuk BEM (walau beda departemen), terus kami juga ikut UKM paduan suara (ini sih aku yang paksa ajak dia hehe), dan kami sering banget ngerjakan tugas bareng.

#PecanduMeTime
Setelah semester 6, kami jadi sering keluar bareng. Di semester 6 kami ada mata kuliah yang 'cukup berat'. Setiap pulang praktikum pasti dia ngajak keluar bareng cari makan. Berempat sih, gak berdua doang. Kadang juga cuma bertiga.

#PecanduMeTime
Hampir setiap hari kami keluar bareng. Tetep chat intens, bahkan di kelas pas kuliah juga chat. Padahal kami itu duduknya gak jauh-jauh banget. Kami sama-sama hobi duduk paling atas (kelasku macam teater gitu), paling beda deretan aja.

#PecanduMeTime
Makin lama kami makin deket.

Aku gimana? Ya aku makin baper. Makin ingin memiliki. Tapi aku sadar, kami berbeda. Di mobilnya ada rosario yang digantung di kaca spion tengah, di mobilku ada tasbih juga yang menggantung tapi ada lafadz 'Allah'-nya.

#PecanduMeTime
Tapi aku nggak mau memaksa terlalu jauh. Aku menikmati waktu yang kami miliki. Selama aku masih bisa haha hihi bareng Anton, denger suaranya, lihat dia senyum dan ketawa, lihat tingkah konyolnya, jadi cewek pertama yang dia cari ...

Aku gak peduli dengan status.

#PecanduMeTime
Yang penting, aku bisa selalu sama dia. Di sampingnya. Cuma ngeliatin dia nyetir mobil dari kursi penumpang. Atau cuma ngeliatin dia lagi menikmati makan dengan lahap ketika makan bareng.

Aku bahagia. Cukup bahagia. Sangat bahagia.

#PecanduMeTime
Nggak satu dua yang nanya sebenernya aku dan Anton ada hubungan apa. Dari geng cowok, maupun cewek.

Pernah aku denger cerita dari temen yang selalu barengan sama aku dan Anton. Dia ditanya sama salah satu temen se-geng Anton, "Alya sama Anton kok selalu bareng?"

#PecanduMeTime
Pernah juga aku antar Anton pulang ke apartment-nya waktu dia sakit. Terus kami papasan sama salah satu temen satu geng-nya di parkiran. Dia nyeletuk, "Heh Anton! Pulang, Ton.".

Batinku : Ya ini emang mau kuantar pulang si Anton!!!

#PecanduMeTime
Heran aja sih, kenapa dia nggak minta antar temen satu gengnya aja? Padahal mereka habis rapat bareng. Aku disuruh Anton nunggu sampai dia selesai rapat karena dia minta anter pulang sama aku.

Aku sih ga masalah, tapi aku takut dia digosipin aja sama aku. :')

#PecanduMeTime
Maap ya. Ceritanya acak-acakan. Ternyata sulit juga kalo harus menceritakan ulang kenangan lama :'

#PecanduMeTime
Tapi sebenernya, aku sama Anton kisahnya nggak manis-manis aja macam gulali. Ada pahitnya juga. Dia itu, moody luar biasa. Aku pernah didiemin selama seminggu. Aku tanya kenapa, dia jawab gapapa. Aku sampe sedih. Aku paling nggak bisa didiemin. Mending dia cerita.

#PecanduMeTime
Lebih menyakitkannya lagi kalo dia lagi ngambek sama aku, dia bener-bener nganggap aku gak ada. Jadi nggak sekali dua kali temen-temen itu sadar kalo kami lagi marahan atau renggang. Macam orang pacaran aja. Sungguh. Aku nggak bohong.

#PecanduMeTime
Pernah waktu itu aku lagi sama temen cewek habis praktikum. Yang disapa dan diajak ngomong ya temenku aja. Bener-bener dianggap nggak ada akunya. Aku sampe pernah kabur ke kota sebelah gara-gara saking sedihnya didiemin sama Anton selama satu minggu.

#PecanduMeTime
Ya habis gimana? Biasanya dia habis praktikum nyamperin aku, ngajak aku makan sama temen lain. Eh tiba-tiba aku dianggep nggak ada padahal aku didepannya. Selama seminggu. Tanpa aku tahu penyebabnya apa.

#PecanduMeTime
Lama-lama aku pasti marah sama sikapnya dia yang begitu. Tapi ketika aku mulai ikutan marah, dia datang lagi ke aku. Dengan segala kekonyolan yang dia punya, dengan segala hal yang selalu buat aku bahagia yang ada di dirinya.

Aku gampang luluh. LEMAH!

#PecanduMeTime
Kalau ditanya seberapa dekat aku sama dia ... aduh. Gimana ya?

Aku tahu berapa pengeluaran dia setiap bulan, hobinya ngapain, kereta favoritnya apa, pesawat favoritnya apa, kota favoritnya apa, makanan favoritnya apa, ukuran baju, sepatu, golongan darah, ...

#PecanduMeTime
... nama bapak ibu, nama kakak, nama motornya (iya, motornya punya nama), genre lagu kesukaan, berapa kali dia makan dalam sehari, jam rawan dia merasa lapar, jadwal dia ke gereja, selera ceweknya, gereja yang sering di datengin dia, dan masih banyak lagi.

#PecanduMeTime
Aku bisa nge-klaim hal ini: NGGAK ADA TEMEN CEWEK SELAIN AKU YANG MENGENAL DIA DENGAN BAIK.

#PecanduMeTime
Kenapa aku bisa sepercaya diri itu? Ya karena memang itu kenyataannya. Sekalipun dia suka bilang katanya aku nggak kenal dia dan hal tentang dia. Tetapi aku berani diadu sama temen ceweknya yang lain yang juga terlihat dekat sama dia.

#PecanduMeTime
Bentar, gengs. Aku nggak kuat. Hehe.

#PecanduMeTime
Pernah waktu itu aku ngerasa down banget gara-gara diskusi requirement praktikum, aku salah pilih dosen. Diskusi selama 3 jam nggak ada hasil dan cuma dimarah-marahi aja. Padahal aku sama temen-temen yang lain udah belajar dari materi diskusi kelompok lain.

#PecanduMeTime
Siang itu aku mau pergi berdua sama Anton. Anton nungguin aku di luar laboratorium (dia udah selesai diskusi soalnya). Begitu keluar, dia langsung ku semprot. Aku mengucap banyak banget kata kasar dari keluar lab sampai ke parkiran mobil. Dia cuma diem aja.

#PecanduMeTime
"AKU POKOKNYA SIANG INI MAU MARAH-MARAH! KAMU HARUS JADI SASARAN AMUKANKU! GAK MAU TAU!". Itu ucapku sambil berapi-api. HAHA.

Aku masuk mobil, makin menjadi-jadi. Bahkan sampe dia nyetir sekitar 2km, aku tetep ngoceh sambil emosi.

#PecanduMeTime
Tiba-tiba ...

"Al, di tasku ada sempol goreng. Aku tadi beli dari angkatan 2016. Makan gih, aku sisain satu aja." - Anton.

Aku langsung noleh ke dia. Speechless.

#PecanduMeTime
Dia tau aku itu kayak dia. Lemah kalo soal makanan. Kalo stress? Makanan penawarnya.

"Thanks, Ton. U know me so well.", kataku. Akhirnya aku ambil sempol dari tasnya dia yang ada di kursi belakang. Ku makan dengan lahap.

#PecanduMeTime
Setelah makanan tadi habis, dia ngajak aku bercanda. Dan, aku bisa ketawa lepas setelah itu. Padahal belum ada 10 menit aku marah-marah, meledak, hampir nangis, pengen makan orang.

Dengan mudahnya, Anton bikin aku ketawa ngakak. Kenceng pula. Kami ketawa bareng.

#PecanduMeTime
Waktu itu kami perjalanan ke rumah adik tingkat yang cukup dekat sama kami. Papanya meninggal. Jadi kami ke sana, walau cuma sebentar (soalnya setelah dari sana aku ada jadwal penelitian bareng temen satu kelompok skripsi).

#PecanduMeTime
Pas kami mau pulang dari rumah adik tingkat, ternyata mobil dia kejebak sama mobil yang lain. Hal kayak gitu aja kami ketawa. Jadi sebenernya kami di rumah duka nggak ada setengah jam, tapi kejebak di dalam mobil dan nggak bisa pergi itu ada sekitar 45 menit.

#PecanduMeTime
Anton : "Kita ngapain ini? Tau gitu kita numpang makan di rumah duka. Padahal kita pamit biar bisa makan terus kamu penelitian."
Alya : "Yaudah tunggu aja sih. Masa iya mau balik cuma buat minta makan?"

#PecanduMeTime
Terus kami ketawa bareng. Cerita-cerita. Sampe ada akses keluar dari parkiran mobil itu.

Jujur aja, saat itu aku kayak yang bener-bener seneng banget. Jarang lho kita berduaan gitu di mobil. Di kampus kalo cuma ngobrol ya sering. Tapi di mobil?

#PecanduMeTime
Soalnya kami seringnya keluar berempat atau bertiga gitu. Jadi aku macam menikmati momen bareng dia.

Oh ya, karena kami ngelakuin penelitian skripsi di laboratorium yang sama, waktuku sama dia makin banyak. Kadang dia ikut bantu kelompok penelitianku.

#PecanduMeTime
Kata orang, waktu dapat mengubah segalanya. Dan itu benar. Anton berubah.

Dia dekat dengan salah satu teman perempuan. Chinese. Yaaa selera dia banget lah. Dulu, yang apa2 dia lari ke aku sekarang dia juga lari ke si cewek itu.

Posisiku tergantikan.

#PecanduMeTime
Aku nggak marah dia mau berteman sama siapapun. Itu hak dia. Tapi aku marah, ketika dia sudah melupakanku dan nggak nganggap aku ada lagi.

Lagipula, setiap dia sedih pasti aku yang ada untuk dia.

#PecanduMeTime
Bisa dibilang, si Cece (sebut aja cewek chinese tadi pake cece ya) itu cuma temen di saat si Anton seneng aja. Mereka pernah ke gereja bareng. Aku nggak sedih. Karena mau sedih ya buat apa? Toh sadar. Aku nggak bisa melakukan hal itu bareng Anton sampai kapanpun.

#PecanduMeTime
Walau dia sering duduk di depan musholla nungguin aku sholat. Tapi aku nggak mungkin kan ikut dia ke gereja? Ya beda sama Cece. Mereka bisa ke gereja bareng setiap minggu.

#PecanduMeTime
Masih ada hubungannya sama thread sebelum ini, aku mulai down di awal tahun 2018. Saat itu Anton sudah mulai deket sama si Cece. Sering aku berusaha bergantung ke dia, cari dia buat cerita dengan harapan dia bisa menenangkan dan menghibur aku.

#PecanduMeTime
Hasilnya? Dia cuma read aja. Kadang dibalas, tapi mengalihkan pembicaraan. Menurutnya, aku bercanda soal depresiku dan rasa lelahku terhadap hidupku.

Makin hari aku makin drop. Makin down. Makin tampak menyedihkan.

#PecanduMeTime
Pola makanku terganggu, pola tidurku terganggu, emosiku makin tidak stabil dan lebih mengendalikanku, aku selalu merasa sendirian. Aku butuh Anton. Aku ingin Anton menghiburku seperti aku menghibur dia dan mendengarkan dia.

Tapi memang dia lagi terlena sama Cece.

#PecanduMeTime
Aku berusaha nerima itu. Toh aku nggak ada hak buat marah karena aku bukan siapa-siapa dia. Cuma teman. Teman tapi ... dicari, ngajak makan bareng, nyanyi bareng sambil nunggu hujan reda, dsb.

DULU.

#PecanduMeTime
Makin hari kami makin renggang. Komunikasi sudah gak se-intens dulu. Sikapnya makin cuek dan lebih sering buat aku sakit hati. Dia lebih 'memanusiakan' Cece daripada aku. Aku capek.

Suatu hari, aku confess ke dia. Aku ketik dulu di note sebelum aku kirim ke dia.

#PecanduMeTime
Intinya aku berusaha jujur tentang apa yang kurasakan, obsesiku terhadap dia, rasaku terhadap dia, dan aku juga minta maaf. Sebenernya aku pengen share isi chatku ke dia yang masih dalam bentuk note, tapi takutnya terlalu banyak. Hehe

#PecanduMeTime
Dia jawab intinya, "Jangan memaksakan kehendak dan takdir Tuhan.".

Cuma kalimat itu yang kuingat. Setelah itu, dia makin dekat sama Cece.

Kabarku? Aku jadi suka self-harm. Pertama kali aku self-harm adalah setelah aku confess ke Anton soal apa yang aku rasakan.

#PecanduMeTime
Aku selalu cerita betapa lelahnya aku hidup dan gak gunanya aku hidup. Terlebih lagi setelah dia deket sama Cece aku jadi kehilangan satu orang laki-laki yang ku percaya sepenuh hati.

#PecanduMeTime
Aku sampai bilang, "Ton. Kalau aku nggak ada, kamu jadi alasan pertama.".

Dan dia? Bodo amat. Menganggap itu semua cuma bercanda. Karena seringnya aku bercanda sama dia. Padahal, waktu itu aku bener-bener pengen mati. Aku selalu mikir gimana caranya aku mati.

#PecanduMeTime
Goblok emang kalo dipikir-pikir aku pengen mati cuma gara-gara masalah keluarga, kuliah, dan percintaan. Akhirnya aku lebih sering mengurung diri. Aku bener-bener lost contact sama Anton. Aku takut ketemu Anton.

#PecanduMeTime
Satu bulan setelah aku confess dan satu bulan itu lost contact, akhirnya aku harus bertemu Anton di kampus. Aku pengen ga dateng ke kampus, tapi takut dicari kaprodi. Akhirnya aku dateng. Terlambat. Duduk di depan Anton dan temen cowok lain. Aku diem.

#PecanduMeTime
Aku bener-bener kayak orang ketakutan. Aku takut ketemu orang, takut ketemu Anton, takut ngelihat Anton. Aku bener-bener nggak noleh ke belakang sama sekali. Aku sempet nangis saat itu. Tanpa sebab. Idk why. Sampe temen di sebelahku nanya sambil rangkul aku.

#PecanduMeTime
Mungkin Anton ngelihat temenku kok ngerangkul aku sambil ngusap2 pundakku, dia jadi ngajak aku ngomong. Aku noleh ke belakang, tapi nggak berani lihat matanya seperti biasanya waktu aku ngobrol sama dia. Aku nggak tau kenapa aku bisa gini.

#PecanduMeTime
Setelah ketemu kaprodi, aku langsung keluar dari gedung fakultas. Aku nggak mau ketemu Anton lagi. Aku juga uninstall instagram karena nggak sanggup lihat update-an Anton. Padahal aku dulu sering banget komen ig story Anton.

#PecanduMeTime
Waktu Anton sidang skripsi, aku nggak datang. Bahkan aku mau ngucapin selamat aja butuh ngumpulin nyali. Akhirnya aku cuma ngucapin selamat lewat chat, setengah jam sebelum dia sidang.

#PecanduMeTime
"Anton, selamat ya akhirnya kamu sidang. Jangan lupa berdoa semoga diberi kelancaran. Aku tau kamu bisa. Aku tau kamu mampu. Semoga minim revisi juga ya? Aku selalu bangga sama kamu. Hehe."

Itu isi chatku ke dia. Aku chat gitu aja sambil nangis :"

#PecanduMeTime
Sungguh aku pengen dateng ke sidangnya. Bawain dia bunga, bawain dia kado, terus makan bareng setelah dia sidang seperti waktu setelah aku sidang proposal beberapa bulan sebelumnya. Tapi apa daya? Aku nggak berani.

#PecanduMeTime
Akhirnya, sahabatku yang datang ke sidang dia. Dia juga cerita kalau Cece ngasih kado yang cukup mahal dan berharga buat hadiah sidang skripsinya Anton. Nggak akan kusebut apa hadiahnya. Terus, Anton juga nungguin Cece sampe sore cuma demi foto berdua.

#PecanduMeTime
Tau kenyataan itu dari sahabatku, aku sakit hati lagi. Aku makin sedih. Karena orang yang kuharapkan ada seperti aku yang selalu ada buat dia, sekarang nggak peduli sama aku. Sekalipun aku tau dia cuma anggap aku teman, tapi bukankah seharusnya teman itu peduli?

#PecanduMeTime
Bahkan aku pernah ngomong soal kematian pun, dia nganggap itu remeh. Betapa nggak bernilainya aku di hidupnya dia. Aku tau dia udah ada Cece, sehingga aku nggak dibutuhkan lagi.

#PecanduMeTime
Aku makin menghilang dari peradaban. Nggak seorangpun kuijinkan tahu kabarku kecuali sahabat terdekatku. Sampai akhirnya Anton cari aku lagi. Dia cerita kalau dia down dan dia ingin menyerah.

#PecanduMeTime
Aku sedih. Aku sedih melihat kebanggaanku menyerah dan merasa jatuh. Aku selalu percaya dia bisa. Aku selalu support dia untuk selalu berjuang. Aku selalu membesarkan hatinya dia agar dia percaya terhadap dirinya lagi.

#PecanduMeTime
Tapi jauh lebih sedih lagi, ketika aku ingat. Waktu aku down dan menyerah dengan hidupku, dia dimana? Sedang bersama siapa? Seberapa peduli dia?

Aku sedih. Banget. Tapi aku tetap selalu berusaha ada ketika dia butuh aku.

#PecanduMeTime
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kami akhirnya ngobrol via telpon. Dia cerita banyak hal sampai aku nggak punya kesempatan ngomong. Tapi aku seneng. Akhirnya Anton-ku kembali. Dia mencariku lagi. Aku merasa dibutuhkan lagi.

#PecanduMeTime
Sahabatku menganggap sikap Anton terlalu menyebalkan dan aku yang terlalu bodoh. Aku sampai tidak tahu bedanya memang dia membutuhkanku karena memang aku penting, atau hanya dimanfaatkan saja.

#PecanduMeTime
Tapi aku selalu senang melakukannya. Selama itu membuat Anton bahagia, aku turut bahagia. Selama aku bermanfaat bagi Anton, aku tidak peduli kalau memang aku sengaja dimanfaatkan karena hanya aku yang selalu ada untuknya.

#PecanduMeTime
Aku nggak tau faedahnya cerita ini itu apa. Tapi yang pasti, dengan begini aku harus pintar mengontrol rasa agar nggak segampang itu mengikutsertakan perasaan dalam pertemanan lawan jenis dan tidak terlalu berharap pada manusia.

#PecanduMeTime
Aku sakit, aku jatuh, aku terluka ... semua itu karena rasa dan asa yang aku punya. Dari segala obsesiku terhadap Anton. Bayangan dan harapan bisa bersama Anton sampai kapanpun. Padahal dari awal saja, kepercayaan sudah berbeda. Dan aku yang terlalu membawa rasa.

#PecanduMeTime
Hari ini, setahun yang lalu. Aku dan Anton masih bisa tertawa bersama menikmati hujan.

Hari ini, di tahun yang berbeda. Aku tidak mengetahui Anton sedang apa dan dengan siapa.

#PecanduMeTime
Anton, terima kasih karena telah membuatku merasa istimewa. Kamu juga sangat istimewa. Kamu adalah pewarna hidupku selama beberapa tahun kebelakang ini. Aku tahu. Aku berlebihan. Tetapi memang itu yang aku rasakan.

#PecanduMeTime
Semoga kamu segera menemukan orang yang bisa memahami kamu sebaik aku yang bisa kamu ajak makan, nyanyi, nunggu hujan reda, tukar pikiran, traveling, dan ... ke gereja bareng. :)

#PecanduMeTime
Anton, ini video kita nyanyi bareng sambil nunggu hujan reda di mobilmu setahun yang lalu. Ngga masalah suara kita jelek. Yang penting, kita bahagia hari itu.

#PecanduMeTime
Sekali lagi ...

Terima kasih, Anton. Sudah menjadi pewarna bagi hidupku yang kelabu.

Terima kasih juga untuk semua yang sudah mau membaca ceritaku yang acak-acakan dari thread sebelum ini dan thread yg ini.

Semoga hari kalian menyenangkan! 💙😊

#PecanduMeTime
InshaAllah aku akan memulai hari yang baru. Nggak ada lagi menyerah sama hidup dan juga melukai diriku sendiri lagi.

#PecanduMeTime
Ini chat Anton beberapa hari yang lalu. Aku angan ingat itu, Ton. Sebentar lagi aku akan menyusulmu. Lulus dan melanjutkan pendidikan bersamamu lagi.

#PecanduMeTime
Dan ini chat terakhirku ke Anton yang berujung dibaca aja. Setelah dia mengeluh tentang pendidikannya sekarang dan lingkungan teman2 yang sudsh nggak sama lagi ketika sarjana dulu.

#PecanduMeTime
Nggak masalah chatku cuma dibaca aja sama dia. Tapi dengan dia 'lari' dan berkeluh kesah ke aku, itu sudah cukup berarti.

#PecanduMeTime
"Anton, jangan nyerah ya? Seperti yang sering kamu minta, aku segera lulus dan nyusul kamu. Kita menderita dan berjuang bareng lagi untuk kelulusan selanjutnya. Sementara nunggu aku nyusul, kamu yang kuat di sana. Tunggu aku. »»
«« Meskipun aku nggak yakin kalau aku sudah berhasil lulus dan menyusulmu kesana, kamu akan menderita dan berjuang bersamaku atau kita akan tetap berjuang sendiri-sendiri seperti saat ini."

#PecanduMeTime
- S E K I A N -

#PecanduMeTime
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Bestfriend of Lonely 💙
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member and get exclusive features!

Premium member ($30.00/year)

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!