, 24 tweets, 4 min read
Saya ingin cerita soal anak saya sejak masuk SD diberi uang jajan. Mengapa penting memberi uang jajan kepada anak? Untuk konteks Indonesia, bukan hanya penting tapi dekati wajib. Mengapa?

Ikuti thread saya berikut.
Memberi uang jajan pada anak adalah pendidikan. Banyak segi pendidikannya. Mulai dari manajemen, finansial, hukum, ekonomi, sampai budi pekerti (orang lain mungkin tambahkan agama). Mari kita blejeti satu-satu masing-masing dimenai pendidikan itu.
Manajemen: uang jajan bagi anak menjadi sarana dia mengatur dirinya. Apakah dia perlu membelanjakan uangnya untuk mendapatkan sesuatu? Apakah dia ingin membelikan temannya? Apakah dia ingin menyumbang? Di sekolah anak saya, minimal seminggu sekali ada hari menyumbang.
Finansial: anak saya jadi memahami bagaimana mengatur uangnya agar bisa membeli yang dicita-citakannya. Misal, dia bercita-cita punya mainan Lego incarannya, dia akan menabung sebagian uang jajannya (praktiknya, dia nyaris 100% tabung uang jajannya karena selalu dibekali ibunya).
Hukum: dia jadi paham bahwa ada hukum untuk mendapatkan sesuatu (prestasi) harus ada kontraprestasi. Jika ingin makan es krim di kantin sekolah dia harus menyediakan sejumlah uang untuk membayarnya. Dia tak bisa mengambil tanpa membayar karena itu berarti mencuri.
Ekonomi: anak saya jadi paham mekanisme pasar. Barang A bisa berbeda harganya di toko yang berbeda. Harga di kantin dengan di minimarket berbeda. Dengan ini dia mulai berpikir prinsip ekonomi, cari yang murah.
Budi pekerti: anak saya jadi paham bahwa untuk membeli sesuatu harus dengan uang sendiri. Tidak boleh meminta, tidak boleh mencuri atau merampok. Jika tak punya uang atau tak cukup uang karena harganya mahal, harus tahan diri.
Memiliki uang jajan bagi anak dengan demikian menjadi sarana aktualisasi dirinya. Mengelola uang sendiri meningkatkan kepercayaan dirinya dan harkatnya. Bukan soal jumlah uangnya, tapi soal kepercayaan kita kepada anak.
Ada kejadian, teman anak saya mencuri uang ibunya. Dia tak dikasih jajan saat sekolah dengan alasan sudah dibekali banyak, apapun keperluannya selalu dibelikan kata ibunya. Namun memiliki uang bukan sekadar soal membeli barang, ini yang dilupakan si ibu. Ini soal harga diri anak.
Alih-alih si ibu malah menyalahkan sekolah yang membolehkan anak bawa uang jajan di sekolah. Hello? Saya yang SD di kampung pun, punya kantin sekolah. Lalu bagaimana cara anak menghindari temptation belanja di kantin? Yang harus diajarkan bagaimana dia belanja dengan bijak.
Awal-awal dikasih uang jajan, anak saya melakukan beberapa gebrakan yang bikin kami orang tua melongo, antara mau ketawa dan nangis. Dia pernah mentraktir teman-temannya satu kelas di kantin. Yang dia bagi bukan makanannya, tapi uangnya. Iya, uangnya.
Jadi, dia kan jarang belanjakan uang jajannya. Disimpan saja di tasnya. Satu kali dia mau jajan kentang goreng. Teman-temannya minta. Alih-alih dia belikan kentang goreng, dia keluarkan sisa uang jajannya yang kemarin-kemarin, dibagi satu-satu ke teman-temannya.
Saya ingatkan saat itu, kalau mau traktir temannya, makanannya yang dibagi, bukan duitnya. Duitnya mending kamu simpan buat bisa misalnya beli Lego kesukaanmu, kata saya. Traktirnya sekali-kali aja, jangan keseringan, kata saya.
Eh, mentraktir ini kerap berulang lagi. Lama-lama ibunya yang ngomel. Sebagai Menteri Keuangan, dia harus memastikan kepala daerah belanja tak melampaui pagu anggaran dong. Ibunya bilang gini: kamu tahu gak sih, itu teman-temanmu anak orang kaya. Kamu sekolah di SD swasta lho.
Syukurlah sebagai kepala daerah, anak saya mulai paham maksud Menkeu. Sekarang sudah jarang jajan, apalagi mentraktir teman-temannya. Dia sudah paham, yang dibantu itu orang yang lebih susah, bukan sekadar teman. Ada masanya traktir teman, misal saat ultah.
Sekarang anak saya lebih banyak menabung. Ancaman untuk tak memberi uang jajan, tak mempan buat dia. "Tak apa-apa tidak diberi uang jajan," katanya. Dia sadar punya tabungan lumayan yang disisihkan dari uang jajannya. Dia saat ini sedang menabung untuk beli drone, katanya.
Saya hanya beri uang jajan setiap dia mau berangkat sekolah. Hari libur, tidak dapat jajan. Semoga itu membuat dia berpikir seperti konsep bekerja. Usia 5 tahun dulu saya bawa ke kantor, taruh di depan satu komputer nganggur. Setelah beberapa jam dia tanya, "mana uangnya?".
Bagaimana saya tentukan besaran uang jajannya? Saya cari tahu berapa harga satu makanan di kantin sekolah yang dia suka. Lalu saya kalikan dua. Berharap dia hanya jajan satu item itu, sisanya dia tabung. Praktiknya, 5 hari sekolah, paling jajannya cuma 1 kali.
Uang sisa jajanannya disimpan di tasnya. Sekali beberapa waktu, saya cek tasnya, kalau sudah kebanyakan, saya pindahkan ke dompetnya yang ditinggal di rumah. Kalau lebih banyak lagi, misal sampai sejuta rupiah, dipindahkan Menkeu ke rekeningnya. Anak saya punya 2 rekening lho.
Saya berencana jika dia SMP nanti, uang jajannya akan diberi mingguan. Kemudian SMA, bulanan. Dengan begitu, kemampuan mengelola finansialnya mudah-mudahan jadi lebih baik, bahkan mungkin sudah saat sekolah menengah sudah berpikir berbisnis atau berinvestasi. Who knows?
Lalu mengapa di tweet awal saya bilang memberi uang jajan kepada anak itu mendekati wajib di Indonesia? Karena, rata-rata sekolah punya kantin. Anak harus dilatih kepercayaan mengelola uang sebagai cara mengelola nafsu jajannya. Dia harus paham, uang itu berharga.
Sekarang, saya ingin tanya, kapan Anda mulai memberi anak uang jajan?
Berapa besaran uang jajan anak Anda yang usia TK atau SD?
Sebelum utas ini ditutup, izinkan saya kutip Yuval Noah Harari dalam Sapiens. "Uang adalah sistem saling percaya paling universal dan paling efisien yang pernah dibuat."

Dengan begitu, mengajar anak memperlakukan uang sebijaksana mungkin sangat penting untuk peradaban ini.
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Arfi Bambani
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!