Profile picture
Kurnia BijAKSAna @bijaksanaaa
, 79 tweets, 11 min read Read on Twitter
[THREAD]
Diskusi: KENAPA BANYAK ORANG GAGAL KAYA DAN MISKIN LAGI

Beberapa hari ini, sambil kerja dan naik mobil saya mencoba hobi baru: instead of dengerin musik, saya coba aja dengerin channel2 youtube berfaedah.
Contohnya: Dan Lok, millionaire yang tiap videonya banyak ngumpat tp ngena messagenya. Cryptonary, guru online saya dalam main cryptocurrency, dan Minority Mindset, channel berafedah mengenai entrepreneurship dan urusan2 keuangan.
Dari belasan video, saya narik benang merah kenapa banyak orang susah untuk kaya. Definisi kaya di sini kita persempit ya: Banyak uang (skalanya million dollar), financially free (gak stress masalah uang) dan sustainable (bertahan lebih dari 5 taun status "kaya" nya)
DISCLAIMER dulu:
Jangan asal percaya nasihat tentang kekayaan dari random guy in twitter yang bahkan punya uang 100 juta rupiah pun enggak. Selain untuk berbagi piece of wisdom, purpose saya nge-thread adalah juga melatih kemampuan menulis. Jadi take any piece of wisdom you can.
Kalo gak cocok feel free to criticize. kalo dirasa cocok, sebelum dimanfaatkan cari dulu kelemahannya

Sering liat gak, ada orang kaya mendadak, berlaku tidak seperti old money...gak lama kemudian miskin lagi?

Atau sering liat orang ambisius mau kaya tp berhenti di tengah jln?
Intinya banyak yang mengalami kegagalan saat menuju kekayaan. Cast aside semua alasan "uang gak bikin bahagia" dan segala macamnya. The fact is, to some extent money DOES have capability to make you happy
Kalo kita cek dan ricek, banyak kan kasus pasutri cerai karena masalah uang? Banyak bunuh2an karena uang?

Oke kita bukan mau bahas itu. Tapi mengidentifikasi kenapa banyak orang gagal kaya. Dengan tau dan menyadari masalahnya, paling gak kita bisa menghindarinya
Pertama: Orang gak punya visi yang jelas
Saat ditanya: eh mau kaya gak? orang cuma jawab "mau" tapi udah gtu gak tau apa2.
Coba tanya pada diri sendir pertanyaan mendalam. Maksudnya pertanyaan berlapis gitu.
Inget kalo sidang skripsi? lagi jelasin A, ditanya A tu apa..udah dijawab dengan B, ditanya kenapa B. Udah dijawab dengan C, ditanya kok pakai C gak D? akhirnya 1 soal bisa jadi 5 pertanyaan bercabang atau mendalam.
Ini jadi standar acuan saya pribadi. Kalau ada sesuatu yang penting, tanya pada diri sendiri sampai 5 lapis paling gak
Contoh: kenapa makan daging? karena mengandung protein. Kenapa butuh protein? karena butuh buat otot. Kenapa mau punya otot?
Biar kuat dan lebih fungsional dalam kehidupan sehari2. Emang mau ngapain di kehidupan sehari2? ya mau ini, itu, tapi yang penting bisa tetep nikmatin hidup sampe tua..... (pertanyaan bisa berlanjut lebih jauh, tapi saya batasin sampe 5 aja) dan itu contoh gampang ya.
Nah. Misalkan: Mau kaya? ya! Paling gak jawab 5 pertanyaan dulu. contoh
1. kenapa mau kaya?
2. definisi kaya nya apa?
3. target mencapainya berapa bulan? tahun?
4. mau gimana mencapainya?
5. kalo udah kaya mau ngapain?
Dan tiap poin pertanyaan pun akan bercabang lagilagi dan lagi
INI MASALAHNYA. banyak orang don't even bother menuju ke pertanyaan kedua atau ketiga. Jadi meeka gak punya visi yang jelas. Gak punya visi = ibaratnya naik mobil gak tau jalan --> nyasar....ke jurang kemiskinan atau mediocrity
Ini berlaku gak cuma "kekayaan" aja ya. Kuliah, kerja, hubungan, hidup, dll coba implementasikan cara berpikir yang menanyakan diri sendiri ke banyak pertanyaan tadi

yang KEDUA: sorry lanjut agak sorean ya. waktu istirahat maksi udah selesai
Ehm, sebelum lanjut ke yang kedua, mau bahas dikit dulu pentingnya bertanya pada diri sendiri ini.
THIS IS WHAT ACTUAL THINKING IS!
gak cuma kepikiran "eh gua mau lambo", "wah asik ya punya rumah kayak gini gitu"

Kenapa?
selain jadi punya visi yang nanti dibangun jadi misi yang nanti diolah jadi strategi dan to do list, kita jadi punya benchmark pula.
Yakin deh gak banyak yang mikir bener2 mikir punya lambo misalkan..lalu merefleksikan diri dan membandingkan dengan kondisi sekarang.
If you really think about it...
harga lambo ratusan ribu dolar. gatau persisnya berapa. anggap 200rb dolar --> 3 milyar. tambah pajak haha hihi sana sini 10 milyar lah ya.

Gaji sekarang...ambil random aja 10 juta
perlu nabung berapa bulan? 1000 bulan...80 taun!
Dari sini aja udah kepikiran kan kalo kita harus keluar dari kondisi kita skrg?

Ini contoh saya kasih contekan, list pertanyaan ke diri sendiri saya. silahkan diimprovisasi dan disesuaikan and see where do these questions get you in 5 years or so
1. Mau kaya dengan definisi apa? Punya rumah, mau jalan2 ke mana gak mikir uang, bebas latihan sesuka hati, punya gym sendiri, punya pemasukan lebih dari 3 per bulannya, bisa beliin keluarga barang2 yg oke
2. Mau berapa lama target mencapai itu? Paling cepat 5 tahun
3. 3 pemasukan tu apa aja? gaji, bisnis, main saham atau cryptocurrency
4. Punya rumah tu kayak gimana? ya yg 1-2 milyar minimal, gak jauh amat dari kota, banyak hewan piaraannya
5. 5 tahun mencapai itu gimana caranya? Berarti punya uang 10 milyar (roughly)
6. Cara dapet 10 milyar dalam 5 tahun gimana? dirata2 sebulan 50 jutaan --> berarti 2-3 taun treakhir harus bisa dapat 100 juta sebulan karena 2-3 taun awal untuk merintis hal tsb
7. Gajitargetnya harus berapa di 5 taun lagi? minimal 50 juta
8. Cara dapet 50 juta gaji gimana? Ada 3 plan (ini rahasia :P)
9. Kalau bisnis gimana? minimal profit 10 juta sebulan targetnya.
10. Caranya? saya jualan dan mau nulis buku
11. Jual apa? buku apa? ada, tp rahasia :P
12. Kalo crypto dan saham gimana?ini udah cukup settle, tinggal belajar lbh banyak dan stabilkan
13. Ada plan tambahan? ADA
14.
15.
and so on and so on
In fact, instead of 5, MAKE IT 100 questions!
dengan gitu kamu bisa tau kekurangan dan resiko dan lain2nya mengenai keinginan menjadi kaya
Habis makan kekenyangan dan tidur..baru bangun lol

maaf-maaf
yuk lanjut. itu tadi ya nomor 1 --> gak punya well defined enough vision of their desire
Dsuruh kluar dr zona nyaman gamau. Belajar gamau. Cari pnghasilan extra gamau. Kerja pun asal2an...nah ini barrier terbesar dari kebanyakan orang. The hard work is what eliminates 90% of the people
(note: hard work nya beda pengertian sama yg saya pernah bahas di thread dulu)
Ini saya gak mau bahas panjang2, basically mau sesuatu ya work for it, learn about it. Termasuk begadang, belajar, baca, malu2 pas nyari ilmu ke orang, kegagalan puluhan kali, dll...Pokoknya banyak yang terliminasi di sini..Saya rasa banyak bgt yg bahas ini ya
Poin ketiga nih yang penting.
ORANG GAK BISA MAKE DAN NGATUR UANG
Banyak kok yang gaji 30 juta+ sebulan, lajang jd gaada tanggungan, tapi tabungannya kosong. Loh kok bisa?
Alasannya beberapa
1. Instant gratification
2. Ngutang
3. Lifestyle
4. Can buy but cannot afford
Instant gratification maksudnya apa? ya itu feeling saat gajian lgsg beli ini itu traktir sana sini. Ada rasa enak dan puas tersendiri saat kita bisa beli barang mahal..ya gak?
I won't say this is bad, bahkan to certain extent kita butuh kayak gini.
yang jadi masalah adalah saat ga kekontrol. Saya tau orang di medsos gaji 27 juta, tapi tabungan zero, padahal hidupnya gak beda sama saya yang barely 2 digit ini gajinya. Dia hobi banget sama action figure/gundam dan kawan2nya (maaf ga terlalu ngerti istilahnya)
yang kayak setiap gajian lgsg beli 5 mungkin, lalu dia juga hobi motor..jadi uangnya habis di hobi
...
...
...
bersyukur hobi cuma ngegym..ga kluar duit banyak.
Jadi jangan terlalu boros lah ya. beli "nice things" sekali2 boleh, tapi jangan berlebihan
Lalu masalah ngutang. Saya gak tau generasi angkatan saya (masuk kuliah 2010, dan plus minus 2 taun) segimana sering menggunakan ini...KARTU KREDIT. Ini juga membuat kita mentolerir kebiasaan konsumtif berlebihan.
Uang di tabungan tinggal 5 juta tp pengen beli tv 6 juta? pake kartu kredit ajaaaaa...YA GIMANA GAK CEPET MISKIN BOSSSS???!!
Kecuali ada perhitungan matang dan ada antisipasi yang oke, saya pribadi menghindari utang semacam kartu kredit dan beli2 nyicil.
Well, utang ini beda ya sama yg kepepet gaada duit lalu minjem buat makan. But then again, tanya diri sendiri, kepepetnya kenapa?
Sama utang2 cicilan berbunga. Dalam agama saya itu dianggap riba...haram. Tapi saya mau ngasih sudut pandang lain kenapa saya agak against it.
Utang yg "sehat" secara bisnis/finansial itu harusnya buat sesuatu yang jadi aset, menghasilkan. Misal butuh buka usaha 100 juta, pinjam ke bank. Ada itungan dan ukurannya. Bayar 150 juta karena diprediksi bisa ngehasilin 200 juta dalam 2 taun (misalkan)...
BUKAN GAJI 5 JUTA LALU BELI MOTOR 20 JUTA DICICIL JADI 30 JUTA!!! ini namanya damaging your personal finance.

Lalu lifestyle. Ini mirip instant gratification. Menurut guru saya cryptonary, di London ada tradisi namanya "clubbing lifestyle".
Jadi begitu gajian orang2 pada ngedugem, beli alkohol, buang2 uang sehingga kerja keras 1 bulannya dari gaji hampir abis dalam 1 weekend....masa sih gak sayang sama uang? jadi 1 weekend di awal bulan ngehedon, sisanya hidup mepeeettt???
Menurut saya pribadi...hidup sederhana dulu aja lah. Mumpung masih muda. Makan warteg atau padang atau nasi pecel tiap hari gak akan bikin sakit kok.

Lalu tentang can buy but cannot afford. Ini banyak yg saya rasa gak paham:
Ada orang penghasilan 30 juta sebulan. Bisa nabung 5 juta sebulan.
Setelah 2 taun nabung, beli mobil dia 120 juta. Gimana tuh, fine aja kan?
NO! menurut saya dia merusak kondisi finansialnya dia sendiri
Beli mobil 120 juta..sounds fine dengan penghasilannya dia. Tapi dia gak mikir. Extra bensin berapa sebulan? Saya aja mobil kantor buat operasional bensin abis 300rb loh (untung direimburse)
belum nyuci mobil at least 50 sebulan. Servis, ganti oli, pajak, biaya parkir 2x lipat kalo motor...Apakah itu sudah diitung?
Jangan2 asalnya bisa nabung 5 juta sebulan malah jadi gak bisa nabung??? Bedakan bisa BELI sama bisa MEMBIAYAI suatu barang.
Dari dulu sama bapak saya, saya dinasihatin. Kalo mau beli sesuatu, tunggu sampai kamu punya uang 3 kali lipatnya. Karena untuk ngurus tetekbengeknya itu gak sedikit
Mungkin pengecualian pada rumah ya. Tapi tetep aja paling gak saat beli ssuatu yang bakal dipake sehari2, perlu pengeluaran extra..jadi kita juga perlu pemasukan extra.. pikirkan aja itu

faktor berikutnya: MASALAH KELUARGA
Bakal kontroversial nih...
di kalangan milenial, banyak wacana kita tu sandwich generation. Alias didepmet atas bawah. Bawah buat anak2 kita. Atas buat orang tua kita.
Yup, banyak orang tua2 kita akan menjalani masa tuanya tanpa ada backing-an finansial. Kadang malah kakak/adek juga perlu kita support.
Di sini kita perlu draw a line. Nolong keluarga bagus..harus malah, tapi ingat batasan ya.
Banyak kan cerita, kayak di ig nya jouska. sodara ngutang banyak bgt gak dibayar2 --> rusak kan cashflow kita?
Atau ada keluarga yang gak kerja kita tanggung beban hidupnya.
Sama keluarga, jangan terlalu lembek. Oke lah membiayai org tua masih oke. Mertua? pikir lagi 2 kali...bicarakan sama pasangan. Kita biayai org tua, pasangan biayai org tuanya (tapi chance dapet org tua dan mertua yg bener2 harus dibiayai agak tipis gak sih?
kalo dapat ya emang kurang beruntung...but it happens anyways, terima saja). Lalu jangan maksa mau punya anak kalo belum siap finansialnya.
Lalu kalo ada sodara minjem ini itu, minta dibiayain ini itu..langsung pake hitam di atas putih, kalo kita cuma bersedia...
...membiayain segini dan berapa kali. Karena kalo gak biasanya berabe ke sananya. Saya mau kasih contoh cerita nyata nih...

Saya kenal orang. Anggap aja namanya Jek, dia umur 35taunan. Udah kerja sejak 10-13 taunan yg lalu. Gajinya oke, tapi dia jomblo..
karena gak bisa membiayai pernikahan. Jd dulu dia pernah nikah, lalu punya anak. Nah, walau dengan gaji yang proper, ngurus keluarga tu gak mudah. Ditambah dia sandwich generation. Perlu mmbiayai ibunya yg udah tua. tambah 2 sodara2nya agak parasit, gak mau kerja,..
cuma minjem uang/minta uang dari si Jek..alasannya adaaa aja, mulai dari bisnis (tapi gak jelas bisnis apa) sampe buat nyari kerja tapi gak kerja2. Ya ibaratnya ini gaji 1 orang (1.5 orang, karena istrinya juga kerja tp gajinya setengahnya dia katanya) harus ngehidupin:
dia, istrinya, anaknya, ibunya, sodaranya 2 --> 6 orang. Ya jebol.. Gak bisa. Untung org tua istrinya kaya,jadi ga minta uang juga.
Nah setelah 5 taun pernikahan or so istrinya minta cerai. karena anaknya terlantar ga keurus akibat si Jek "terlalu baik" sama keluarganya
and guess what? saat terpuruk gini sodaranya bantuin gak?
Selain sekedar memberi cheer up, mereka tetep masih minta uang dari si Jek...
Kalo udah gini susah kan?
Jadi coba simpulkan dulu sampe sini. Kenapa gagal kaya?
1. Gak puny visi yg jelas
2. Kalopun punya visi, gak mau kerja keras dan berusaha
3. Kalopun berhasil dapet duit banyak, uangnya cepet abis juga karena gak bisa ngontrol
4. Punya duit banyak, bisa ngontrol uang, tapi gak bisa membatasi "kebaikan" ke keluarga sehingga bocor juga
Itu tadi masalah dapat uang dan menjaganya sampai punya banyak uang.
Nah sekarang kita lanjut ke bagian berikutnya: Investasi. Ini juga seru kalo dibahas. TapiBentar ya mau break dulu. beres2 besok pulang ke bandung
Lanjut bentar yuk. sambil nunggu konfirmasi dr klien ini.

Investasi nih seru dibahas. in a nutshell, investasi tu ngeluarin uang untuk beli/keperluan tertentu, yang nanti "keperluan" tersebut bisa naik nilainya di masa depan, atau menghasilkan uang lebih dari yg kita keluarkan.
Istilah di investasi ada banyak: ROI, volatility, saham, futures, bonds, apalah itu banyak. Tapi kita gak bahas itu sekarang. Kita bahas lmasalah di kitanya sebagai manusia...

Pernah denger temen/kenalan main saham? ada yg jadi kaya ada yg jadi miskin.
Pernah denger kata orang saat kita mau investasi di ssuatu, kata orang "jangan, itu penipuan" atau itu apalah bikin uang ilang?

Atau pernah liat ada orang ditawarin investasi, gak lama duitnya digondol orang?
Ya cerita2 aneh itu yg biasanya bikin orang gagal kaya: GAK BISA INVESTASI. Dapet duit gampang, jadi pak ogah aja semenit dapet lah 2000 ma. Dapet duit banyak agak susah. Dapet duit banyak dan menyeimbangkan dengan pengeluaran susah...
Dapet duit banyak lalu memanfaatkan untuk mendapatkan duit lebih banyak ni yang susah banget.

Sebelum bahas investasi "yang bagus" tu gimana sama bahas kenapa banyak yg gagal dalam investasi, saya mau ngasih tau kenapa kita agak perlu investasi.

Point pertama: bayangin gini:
Kerja 40 jam seminggu, sebulan digaji 16 juta--> sebulan 160 minggu sejam nya kerja kamu dihargai 100rb (bener gak ni itungannya).

Nah itu dalam sebulan ada 24 x 30 jam -->720 jam... Ideally kalo kamu kerja terus bisa dapet "cuma" 72 juta sebulan. ITU KALO KERJA TERUS NON STOP.
Nah untuk mendapatkan uang saat gak kerja, atau dapat lebih dari yang kita maksimal usahakan, perlu yg orang sering bilang passive income. Ya intinya uang yg masuk ke dompet kita pas kita gak kerja.
Contohnya ya kita biayain temen yg mau buka warung bakso, tapi tiap bulan temennya setor sekian uang ke kita. Itu passive income. Banyak lah contoh2 passive income lain. Saham, invest di pertanian, ini itu dll
Kalo analogi nya mbayarin temen yg buka warung tadi, kalo taunya temennya kabur sama uang kita gimana? rugi kan ya
Nah memang investasi tu ada resiko juga.

Ini yang bikin banyak orang gagal investasi: Penyebabnya apa? banyak. nih saya kasih penjelasan satu2 dan contohnya
1. Gak paham skema investasinya
Tau investor paling handal d dunia? Warren Buffet. Tau gak dia "cuma" invest ke beberapa saham perusahaan? Dia gak akan mau nyetor duit ke perusahaan atau skema bisnis yang dia gak paham sampe bener2 paham.
Bahkan katanya dia sampe baca 600 apa 1000 gitu halaman buku sehari demi menambah pengetahuannya (sama kayak ngekhatamin Al Quran tiap hari tuh lol). Nah kalo dia bener2 paham tetek bengek perusahaan, bisnisny, orangny, dan sgala macamny sbelum berinvestasi d suatu moda investasi
Jd paham juga kapan harus keluar, kapan harus borong, dan sebagainya.
Lah kita? "eh bro, gua mau bikin kebun selada nih, mau gak invest?" "boleh bro, gua invest 5 juta ya" "Oke bro, dapet 200rb ya lo sebulan dr penjualan" *Akhirnya 3 bulan dapet 200rb, bulan ke 4 si bro nya kabur
duit ilang deh. Atau kalo gak kabur gagal panen, diserang hama, ditipu tengkulak, dll. Coba kalo belajar sampe paham dulu..bisa diminimalisir resikonya
2. SENTIMEN karena orang dekat
Sering kali kita ditawarin sama temen kuliah misalkan untuk investasi ini itu dll. Merasa ini teman kita, kita percaya, yaudah dengan senang hati nginvest. hmmmm udah gitu taunya sama kayak contoh petani tadi.
Warren Buffet sm Bill gates tmen baik lho. Tpi Buffet gak nginvest ke microsoft. Kenapa?krna prinsipnya dia tadi. Gaakan nginvest d ssuatu yg dia gak benar2 paham. dan dia gak paham banget sama teknologi informasi, gak usah invest...walaupun itu perusahaan milik best friend nya.
Pokoknya kalo ada penawaran invest, baca bener2. cari tau. be skeptical sampe baru berasa "OKE, ini bagus". Kalo perlu lakukan kaidah 100 pertanyaan yg td saya jelaskan di atas ttg visi. Kalo bisa terjawab dengan oke, baru yakin sama pilihan tsb
3. FOMO
ini istilah beken di dunia crypto..tp bisa dipake di investasi manapun sih menurut say.
FOMO = Fear Of Missing Out
ya itu..taku kalo gak invest sekarang kehilangan kesempatan seumur hidup. Buang uang deh despite misalkan masih banyak kebutuhan yg kecover.
Yang pernah diprospek sama MLM pasti familiar dengan ini: "invest sekarang aja, kapan lagi? kesempatan 1x seumur hidup"

The truth is, sebagus apapun "investasi" gak akan masalah kalo kamu missed kesempatannya.
Pngalaman sy main crypto hampir setaun udh mendptkan skitar 100 (mungkin kurang dikit) "kesempatan". 10x FOMO dan 8x nya ilang uang. Tapi sjak gak FOMO, saya nemu2 aja kesempatan lain. Ya dari 100, 10x FOMO, mungkin 75 nya saya missed opportunity, tapi 15 nya ini yg menguntungkan
Kalo di crypto aja setaun ada 100 kesempatan, bayangin tambah di saham, di perusahaan ini, itu dll. Dalam 1 lifetime akan ada ribuan bahkan puluhan ribu kesempatan utk invest dooong! jangan takut ketinggalan kalo mau invest
Lanjut nanti lagi ya. saya mau pulang ke bandung. Untuk yang udah mention/DM maaf nanti ya dibalasnya hehe. feel free to reply, criticize, ask, whatever. Bye
Bisa lanjut sebentar. Lagi nunggu temen buat partneran project youtube (mudah2an lancar) 😎

Menuju poin2 terakhir nih. Katanya para millionaire tuh punya rata2 7 streams of income.
Kalau cuma sekedar "hemat" sih susah untuk jadi kaya.
Karena sehemat2nya kita, tetap punya pengeluaran dan dibatasi oleh gaji/jam kerja kita.
Makanya kalau kita bisa menghasilkan sebuah metoda atau cara untuk tetap dapat uang, akan sangat membantu dalam proses meng-generate kekayaan. Yang mau bilang perbanyak sedekah, boleh juga.
Tapi disuruh sedakah 9 juta saat gaji bulanan 9.5 juta juga bakal mikir 2x kan?

Nah apa aja cara meng-generate income passive tadi?
DI atas udah disebutin: investments. Macam crypto, saham, bisa juga real estate.
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Kurnia BijAKSAna
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member and get exclusive features!

Premium member ($3.00/month or $30.00/year)

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!